59
Allah SWT, tujuan dari adanya pembelajaran ini juga bertujuan untuk mereka yang apabila sudah selesai dalam masa perkuliahan dan kembali ke daerah asal mereka, maka mereka sudah punya kesiapan untuk menyampaikan ilmu pemahaman ibadah kepada semua masyrakat.
60
mulai berubah sejalan dengan waktu karena mereka diharuskan untuk mengikuti semua perintah atau program yang ada dalam organisasi tersebut, mulai dari bimbingan ilmu agama sampai praktek semuanya mereka dapatkan sehingga tanpa sadar mereka sudah mulai memahami tentang ilmu agama dan harus melaksanakan perintah yang wajib mereka ikuti dari agama itu sendiri
Tujuan dari pembelajaran kultum ini adalah untuk mengajari anggota berbicara dengan baik dengan menggunakan ilmu agama, serta mereka juga dapat memberikan ilmu kepada orang-orang yang mendengarnya.Setelah mengikuti pembelajaran kultum ini anggota menyadari sudah bisa dapat berbicara didepan umum dengan membawakan ilmu keagamaan dan juga dapat memnberikan ilmu yang sangat bermanfaat untuk khalayak ramai.
2. Pembelajaran Sholat dan Tahfiz
Al-Mahasiswa atau anggota Forum Komunikasi Al-Mahasiswa Alor (FKMA) pada umumnya terdapat sebagian dari mereka yang mengalami kurangnya pemahaman tentang ilmu agama, untuk melaksanakan sholat saja mereka sangat bermalas-malasan dalam melaksanakannya padahal sholat adalah suatu kewajiban yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Untuk semua umat islam didunia namun mereka masih meninggalkan itu. Hanya untuk melaksanakan sholat saja mereka masih bermalasan apalagi untuk mengerjakan perintah agama yang lain seperti mengaji, menghafal dan lainnya.
Walaupun masih terdapat sebagian dari mereka yang bermalas-malasan dalam mengerjakan atau masih meninggalkan kewajiban mereka maka akan mendapatkan teguran dari organisasi dan mereka akan tetap dipaksakan oleh kakak-kakak atau petugas program untuk melaksanakan tugas atau kewajiban mereka sebagai anggota organisasi dan tetap terus melaksanakan perintah agama.
61
Tujuan dari pembelajaran tahfiz Al- mereka dapat menghafal kalam Allah didalam kepala mereka.Mengajarkan anggota mengaji serta menghafal dengan baik dengan menggunakan lagu atau irama yang merduh, serta dapat mengimplementasi ilmu mengaji dengan hafalan mereka kepada orang-orang yang mendengarnya.Tanpa disadari mahasiswa atau anggota Forum Komunikasi Mahasiswa Alor sudah bisa dapat mengaji dan berhafal dengan menggunakan lagu atau irama yang merdu dan sering mengisi tilawah di acara kegiatan internal maupun eksternal.
3. Pembelajaran Aqidah dan Norma Sopan Santun.
Pembelajaran norma sopan santun ini dilakukan oleh mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT) agar mengubah diri mereka menjadi orang-orang yang baik dalam beretika, tingkah laku dan tidak sembarangan dalam beraktifitas.
Pentingnya pembelajaran ini dilakukan karena pada umumnya mahasiswa atau anggota yang berasal dari kabupaten alor, banyak dari mereka yang berprilaku kurang baik, tidak menghargai yang lebih tua, tidak menggunakan pakaian yang lebih sopan, sehingga dengan adanya pembelajaran ini mereka dapat mampu merubah kepribadian mereka sendiri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Kegiatan pembelajaran agama islam yang di arahkan oleh organisasi kepada mahasiswa atau anggota Forum Komunikasi Mahasiswa Alor untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama islam dari setiap anggota untuk kesalihan atau kualitas pribadi, juga sekaligus untuk membentuk kesalehan sosial.
Kegiatan tersebut sangat berdampak baik sekali bagi setiap anggota selama masa proses yang begitu berliku namun mereka dapat beradaptasi baik terhadap semua program yang ada sehingga hal tersebut berdampak baik untuk diri mereka, pehaman
62
tentang ilmu agama dan sadar akan perbuatan yang harus mereka kerjakan dan yang harus di tinggalakan.
Setelah mengikuti pembelajaran selama bergabung bersama organisasi Forum Komunikasi Mahasiswa Alor. Mereka semua akan kembali ke kampung halaman masing-masing dan akan mengimplementasikan ilmu yang mereka dapatkan juga mereka akan menjadi jembatan untuk menyambungkan atau memberi pemahaman kepada masyarakat yang masih belum sepenuhnya mengerti atau memahami ilmu agama.
Seperti yang sudah di lakukan oleh para alumni terdahulu yang sudah melalui proses dalam organisasi dan setelah mereka kembali ke kampung halaman masing-masing mereka dapat mengamalkan ilmu yang mereka dapatkan dalam organisasi.
Diantaranya seperti ketua organisasi pertama bapak Abidin D. Padang sekarang menjadi ketua MUI Kabupaten Alor.Ada juga yang menjadi Imam besar, Khotib, Bilal, Penceramah, dan lainnya. Banyak dari alumni yang sudah menjadi orang-orang terpandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) Khususnya Kabupaten Alor.Sehingga ini yang diharapkan oleh organisasi dan terus mengajarkan dan mendidik setiap anggotanya agar dapat menjadi pribadi yang baik pula setelah mereka kembali ke asal masing-masing.
63 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa : Forum Komunikasi Mahasiswa Alor (FKMA) merupakan suatu organisasi yang membangun jiwa keislaman anggota melalui program kerja FKMA dari bidang pengkaderan yang terdiri dari sosial dan keagamaan. Sehingga jika ditinjau dari segi keagamaan ada beberapa program yang dirancang sedemikian rupa untuk meningkatkan kesolehan sosial anggota program itu terdiri dari : Kultum, Takhfil Quran, Yasinan, serta Diskusi Keagamaan yang paling menonjol kearah Sholat, Puasa, Zakat dan lainnya.
64
Pada dasarnya setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda-beda, sehingga banyak dari anggota yang meningkatkan atau menanamkan kesolehan sosial mereka dengan memilih dan mempelajari program yang direncanakan oleh FKMA dan di jalankan oleh bidang pengkaderan sesuai dengan minat dan bakat dari setiap anggota itu sendri. Karena pada dasarnya setiap anggota memiliki keterampilan yang berbeda-beda, sehingga mereka jugalah yang menentukan program apa yang mereka minati.
Program kerja menjadi komponen penting bagi organisasi Forum Komunikasi Mahasiswa Alor (FKMA) dalam mencapai sebuah tujuan.Di dalam sebuah organisasi terdapat program kerja yang dimana program ini telah disusun sedemikian rupa untuk di laksanakan.Sehingga dapat membantu organisasi untuk mencapai sebuah tujuan utama.Dengan adanya program kerja maka setiap anggota yang bertanggung jawab dapat menjalankan program kerja mereka secara lebih efektif dan terstruktur. Ada beberapa program yang dirancang untuk dapat meningkatkan kesolehan sosial anggota yaitu : 1) Ibadah individu. 2) Ibadah social.