• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS

Dari 10 sasaran yang akan dicapai dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Tahun 2011, hanya 7 sasaran yang kemudian ditetapkan dalam Penetapan Kinerja, yaitu meliputi : 1. Meningkatnya kapasitas UKM.

2. Meningkatnya kualitas produk.

3. Meningkatnya kapasitas usaha perdagangan.

4. Terlayaninya pelaku usaha secara efektif dan efisien. 5. Meningkatnya volume usaha.

6. Tersedianya sistem dan mekanisme pembinaan koperasi. 7. Meningkatnya kualitas SDM koperasi.

_________________________

LAKIP Perindagkop Tahun 2011 33

Pengukuran pencapaian indikator kinerja sasaran tahun 2011 Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi secara terperinci adalah sebagai berikut :

1. Meningkatnya Kapasitas UKM

Berdasarkan pencapaian indikator kinerja yang terdiri dari 2 indikator capaiannya adalah sebesar 123,66% dengan predikat Sangat Berhasil; dengan perhitungan sebagai berikut :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran Target Realisasi Capaian Kinerja (%) Meningkatnya kapasitas UKM 1. Nilai produksi industri 2. Jumlah KK miskin yang terlatih Rp. 2.959.733.465,63 600 KK Rp. 2.954.347.628,77 885 KK 99,82% 147,50% Rata-rata Capaian Kinerja 123,66%

Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 1.717.895.000,00 Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 1.522.237.200,00

2. Meningkatnya Kualitas Produk

Berdasarkan pencapaian indikator kinerja yang hanya meliputi 1 indikator capaiannya adalah sebesar 100,37% dengan predikat Sangat Berhasil; dengan perhitungan sebagai berikut :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran Target Realisasi Capaian Kinerja (%) Meningkatnya kualitas produk Nilai tambah industri Rp. 1.131.453.442,52 Rp. 1.135.590.860,15 100,37%

Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 308.811.000,00 Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 286.118.900,00

_________________________

LAKIP Perindagkop Tahun 2011 34

3. Meningkatnya Kapasitas Usaha Perdagangan

Berdasarkan pencapaian indikator kinerja yang hanya meliputi 1 indikator capaiannya adalah sebesar 108,78% dengan predikat Sangat Berhasil; dengan perhitungan sebagai berikut :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran Target Realisasi Capaian Kinerja (%) Meningkatnya kapasitas usaha perdagangan Nilai ekspor US $. 45.980.000,00 US $. 50.019.306,85 108,78%

Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 657.720.500,00 Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 642.585.900,00

4. Terlayaninya Pelaku Usaha Secara Efektif dan Efisien

Berdasarkan pencapaian indikator kinerja yang terdiri dari 4 indikator capaiannya adalah sebesar 128,89% dengan predikat Sangat Berhasil, dengan perhitungan sebagai berikut :

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Sasaran Target Realisasi

Capaian Kinerja (%) Terlayaninya pelaku usaha secara efektif dan efisien 1. Jumlah unit usaha industri 2. Meningkatnya penerbitan ijin usaha industri 3. Meningkatnya penerbitan ijin usaha perdagangan 4. Meningkatnya jumlah koperasi 15.567 unit usaha 85 ijin 1021 ijin 18 koperasi 15.564 unit usaha 132 ijin 1296 ijin 24 koperasi 99,98% 155,29% 126,93% 133,33% Rata-rata Capaian Kinerja 128,89%

Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 110.006.000,00 Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 98.386.000,00

_________________________

LAKIP Perindagkop Tahun 2011 35

5. Meningkatnya Volume Usaha

Berdasarkan pencapaian indikator kinerja yang hanya meliputi 1 indikator capaiannya adalah sebesar 97,39% dengan predikat Sangat Berhasil, dengan perhitungan sebagai berikut :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran Target Realisasi Capaian Kinerja (%) Meningkatnya volume usaha Nilai investasi industri Rp. 501.460.000,00 Rp. 488.353.062,64 97,39%

Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 172.713.000,00 Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 167.487.500,00

6. Tersedianya Sistem dan Mekanisme Pembinaan Koperasi

Berdasarkan pencapaian indikator kinerja yang meliputi 2 indikator capaiannya adalah sebesar 97,27% dengan predikat Sangat Berhasil, dengan perhitungan sebagai berikut :

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Sasaran Target Realisasi

Capaian Kinerja (%) Tersedianya sistem dan mekanisme pembinaan koperasi 1. Jumlah anggota koperasi 2. Volume usaha koperasi 244.796 orang Rp. 741.697.000,00 234.584 orang Rp. 732.070.941,00 95,83% 98,70% Rata-rata Capaian Kinerja 97,27%

Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 74.066.000,00 Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 71.901.000,00

7. Meningkatnya Kualitas SDM Koperasi

Berdasarkan pencapaian indikator kinerja yang hanya terdiri dari 1 indikator capaiannya adalah sebesar 99,45% dengan predikat Sangat Berhasil, dengan perhitungan sebagai berikut :

_________________________

LAKIP Perindagkop Tahun 2011 36

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Sasaran Target Realisasi

Capaian Kinerja (%) Meningkatnya kualitas SDM koperasi 1. Jumlah koperasi aktif 544 koperasi 541 koperasi 99,45%

Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 90.974.500,00 Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun 2011 : Rp. 89.404.500,00

Berdasarkan hasil evaluasi kinerja yang telah dilakukan, maka analisis pencapaian kinerja untuk masing-masing sasaran dapat disimpulkan sebagai berikut :

1 Sasaran 1.

” Meningkatnya Kapasitas UKM”.

Hasil pengukuran sasaran ini adalah sebesar 123,66% atau dengan predikat Sangat Berhasil.

Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pencapaian sasaran : a. Tersedianya dana sesuai alokasi.

b. Tingginya semangat tim untuk berpartisipasi dan menyelesaikan tugas dengan baik.

Hambatan/Masalah yang dihadapi :

a. Belum optimalnya SDM pelaku usaha terutama bagi industri kecil. Upaya Pemecahan :

a. Menyelenggarakan pelatihan motivasi, peningkatan ketrampilan, peningkatan teknologi dan pendampingan usaha.

2 Sasaran 2.

”Meningkatnya Kualitas Produk”

Hasil pengukuran sasaran ini adalah sebesar 100,37% atau dengan predikat Sangat Berhasil.

_________________________

LAKIP Perindagkop Tahun 2011 37

a. Tersedianya dana sesuai alokasi.

b. Tingginya semangat tim untuk berpartisipasi dan menyelesaikan tugas dengan baik.

Hambatan/Masalah yang dihadapi :

a. Pengadaan bahan baku komoditi tertentu sulit didapatkan.

b. Pemahaman pelaku usaha terhadap sertifikasi halal masih rendah sehingga belum memahami bahwa sertifikat halal tersebut merupakan bagian dari promosi produk.

c. Perkembangan teknologi dan desain produk yang begitu pesat kurang bisa diimbangi dengan program kegiatan yang direncanakan.

Upaya Pemecahan :

a. Mendatangkan bahan baku dari luar daerah.

b. Melakukan sosialisasi sekaligus fasilitasi sertifikasi halal.

c. Intensifikasi pencarian informasi terkait dengan perkembangan teknologi dan desain produk.

3 Sasaran 3.

”Meningkatnya Kapasitas Usaha Perdagangan”

Hasil pengukuran sasaran ini adalah sebesar 108,78 % dengan predikat Sangat Berhasil.

Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan : a. Tersedianya dana sesuai alokasi.

b. Tingginya semangat tim untuk berpartisipasi dan menyelesaikan tugas dengan baik.

Hambatan/Masalah yang dihadapi :

a. Ketidaktertiban administrasi dan laporan dari distributor dan pengecer pupuk.

b. Pro dan kontra yang tajam atas menjamurnya toko modern di wilayah Kabupaten Sleman

_________________________

LAKIP Perindagkop Tahun 2011 38

c. Dampak negatif globalisasi dan liberalisasi perdagangan dunia yang semakin kompetitif sehingga produk kita kurang bisa bersaing di pasar global termasuk dalam hal pemenuhan selera pasar masih rendah. d. Membanjirnya produk impor terutama Cina dikarenakan mulai

diberlakukannya ACFTA (Asean China Free Trade Agreement) sejak awal tahun 2010 yang mengancam eksistensi produk lokal

Upaya pemecahan :

a. Pembinaan tertib administrasi dan pelaporan.

b. Melakukan kajian mengenai pengaruh keberadaan toko modern dan pusat perbelanjaan terhadap toko dan pasar tradisional.

c. Melakukan pendampingan intensif untuk diversifikasi dan inovasi produk serta meningkatkan dukungan melalui promosi pada even-even pameran berskala nasional.

d. Melakukan identifikasi produk impor dan meningkatkan pembinaan kualitas produk lokal.

4 Sasaran 4.

”Terlayaninya Pelaku Usaha Secara Efektif dan Efisien”.

Hasil pengukuran sasaran ini adalah sebesar 128,89% dengan predikat Sangat Berhasil.

Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan : a. Tersedianya dana sesuai alokasi.

b. Tingginya semangat tim untuk berpartisipasi dan menyelesaikan tugas dengan baik.

Hambatan/Masalah yang dihadapi :

a. Perubahan mekanisme pelayanan perijinan yang disentralkan di KPP (Kantor Pelayanan Perijinan) dalam pelaksanaannya belum sepenuhnya pemohon dapat melengkapi persyaratan teknis yang harus dipenuhi, sehingga penerbitan ijinnya tertunda.

_________________________

LAKIP Perindagkop Tahun 2011 39

Upaya pemecahan :

a. Lebih meningkatkan koordinasi dengan pihak KPP. 5 Sasaran 5

”Meningkatnya Volume Usaha”.

Hasil pengukuran sasaran ini adalah sebesar 97,39% dengan predikat Sangat Berhasil.

Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pencapaian sasaran : a. Tersedianya dana sesuai alokasi.

b. Tingginya semangat tim untuk berpartisipasi dan menyelesaikan tugas dengan baik.

Hambatan/Masalah yang dihadapi :

a. Sebagian besar industri kecil dan menengah masih menggunakan alat-alat konvensional.

b. Tenaga kerja di sektor industri kecil dan menengah belum sepenuhnya dapat mengoperasionalkan peralatan yang digunakan.

Upaya Pemecahan :

a. Melakukan pembinaan terhadap industri kecil dan menengah akan perkembangan alat-alat yang lebih modern/canggih.

b. Memberikan bantuan alat beserta cara mengoperasikannya.

6 Sasaran 6.

”Tersedianya Sistem dan Mekanisme Pembinaan Koperasi”.

Hasil pengukuran sasaran ini adalah sebesar 97,27% dengan predikat Sangat Berhasil.

Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan : a. Tersedianya dana sesuai alokasi.

b. Tingginya semangat tim untuk berpartisipasi dan menyelesaikan tugas dengan baik.

_________________________

LAKIP Perindagkop Tahun 2011 40

Hambatan/Masalah yang dihadapi :

a. Munculnya kantor cabang kegiatan simpan pinjam koperasi yang berasal dari luar Kabupaten Sleman dikhawatirkan akan menjadi pesaing bagi koperasi-koperasi lokal, mengingat koperasi-koperasi tersebut dari aspek manajemen dan permodalan lebih kuat dan keberadaan koperasi tersebut menyulitkan dalam hal pengawasan. b. Keterbatasan personil yang kompeten dalam hal perkoperasian sampai

saat ini juga masih menjadi salah satu kendala.

Upaya pemecahan :

a. Akan dilakukan kajian mengenai dampak keberadaan kantor cabang terhadap koperasi lokal.

b. Melibatkan praktisi dan akademisi untuk berperan dalam pelaksanaan kegiatan.

7 Sasaran 7.

”Meningkatnya Kualitas SDM Koperasi”

Hasil pengukuran sasaran ini adalah sebesar 99,45% dengan predikat Sangat Berhasil.

Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pencapaian sasaran : a. Tersedianya dana sesuai alokasi.

b. Tingginya semangat tim untuk berpartisipasi dan menyelesaikan tugas dengan baik.

Hambatan/Masalah yang dihadapi :

a. Terbatasnya personil baik dari segi kuantitas maupun kualitas dibandingkan dengan jumlah koperasi binaan di Kabupaten Sleman sebanyak 604 koperasi.

_________________________

LAKIP Perindagkop Tahun 2011 41

Upaya Pemecahan :

a. Mengoptimalkan SDM yang ada serta bermitra dengan pihak ketiga, baik dengan lembaga perguruan tinggi maupun lembaga swadaya lainnya.

Dokumen terkait