B. Penegakan Hukum Keimigrasian
6. Pencari Suaka
55
keputusan yang bertentangan dengan asas legalitas dapat mengakibatkan tindakan atau keputusan yang bersangkutan batal demi hukum.
Dalam bahwa perspektif yang lebih besar lagi, dapat dikatakan bahwa hukum keimigrasian merupakan bagian dari hukum ekonomi. Dalam perspektif pembangunan nasional, hukum mempunyai peranan yang penting bagi keberhasilan pembangunan ekonomi, sebab memalui hukum, selain metepakan hak dan kewajiban, proses serta kelembagaan dari setiap kegiatan interkasi ekonomi juga doberikan kepastian mengenai subjek dan objek hukum dalam setiap kegiatan ekonomi. Karena semakin banyak peraturan yang menbgatur bidang perekonomian dengan menggunakan kaidah hukum administrasi negara ini, terbentuklah bidang baru yang disebut hukum ekonomi dalam arti sempit yang diberi nama droit economique.
Hal yang membuktikan bahwa kaidah hukum keimigrasian merupakan bagian dari hukum ekonomi dalam arti sempit adalah ketika kepemilikan hak orang asing atas satuan rumah susun (apartemen dan kondominium) di Indonesia hanya diberikan apabila orang asing tersebut adalah pemegang KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas). KITAS ini merupakan produk administrasi negara yang berasal dari kaidah keimigrasian.
Demikian pula dengan pemberian izin tinggal keimigrasian, seperti izin tinggal terbatas, ataupun izin tinggal tetap yang dikaitkan dengan investasi pekerjaan,aktivitas perdagangan dana pembicaraan transaksi bisnis.
56
Indonesia merupakan salah satu negara yang harus berhadapan dengan permasalahan orang asing seperti banyaknya pencari suaka yang singgah dan bahkan tinggal di Indonesia. Dengan konsekuensi letak geografis yang strategis, Indonesia merupakan tempat persinggahan favorit bagi gelombang pencari suaka ke negara tujuan yaitu Australia. Suaka adalah bentuk perlindungan dari dipulangkannya seseorang ke suatu Negara yang ditakuti, yang memungkinkan pengungsi dapat memenuhi syarat untuk menetap disuatu Negara yang pada akhirnya dapat menjadi penduduk tetap yang sah. Kadangkala Seorang pencari suaka adalah seseorang yang menyebut dirinya sebagai pengungsi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Suaka berarti tempat mengungsi (berlindung), menumpang atau menumpang hidup dengan meminta kepada Negara lain. Pencari suaka adalah orang yang telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan perlindungan namun permohonannya sedang dalam proses penentuan. Apabila permohonan seorang pencari suaka itu diterima, maka ia akan disebut sebagai pengungsi, dan ini memberinya hak serta kewajiban sesuai dengan undang-undang negara yang menerimanya.
Penentuan praktis apakah seseorang disebut pengungsi atau tidak, diberikan oleh badan khusus pemerintah di negara yang ia singgahi atau badan PBB untuk pengungsi (UNHCR).
Prosentase permohonan suaka yang diterima sangat beragam dari satu negara ke negara lain, bahkan untuk satu negara yang sama. Setelah menunggu proses selama bertahun-tahun, para pencari suaka yang mendapatkan jawaban negatif tidak dapat dipulangkan ke negara asalnya, yang membuat mereka terlantar. Para pencari
57
suaka yang tidak meninggalkan negara yang disinggahinya biasanya dianggap sebagai imigran tanpa dokumen. Pencari suaka, terutama mereka yang permohonannya tidak diterima, semakin banyak yang ditampung di rumah detensi.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada beragam jenis suaka tergantung tujuannya. Berikut jenis dan contoh suaka.
1. Suaka Manusia
Suaka manusia ini bisa dilihat dalam kegiatan penampungan imigran dari Afghanistan, Palestina, Somalia dan sebagainya di Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu negara yang harus berhadapan dengan permasalahan orang asing seperti banyaknya pencari suaka yang singgah dan bahkan tinggal di Indonesia. Dengan konsekuensi letak geografis yang strategis, Indonesia merupakan tempat persinggahan favorit bagi gelombang pencari suaka ke negara tujuan yaitu Australia.
Suaka adalah bentuk perlindungan dari dipulangkannya seseorang ke suatu Negara yang ditakuti, yang memungkinkan pengungsi dapat memenuhi syarat untuk menetap disuatu Negara yang pada akhirnya dapat menjadi penduduk tetap yang sah. Kadangkala Seorang pencari suaka adalah seseorang yang menyebut dirinya sebagai pengungsi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Suaka berarti tempat mengungsi (berlindung), menumpang atau menumpang hidup dengan meminta kepada Negara lain. Pencari suaka adalah orang yang telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan perlindungan namun permohonannya sedang dalam proses penentuan. Apabila permohonan
58
seorang pencari suaka itu diterima, maka ia akan disebut sebagai pengungsi, dan ini memberinya hak serta kewajiban sesuai dengan undang-undang negara yang menerimanya.
2. Suaka Alam
Suaka margasatwa menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 adalah sebuah kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keunikan dan atau keanekaragaman jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya. Sementara definisi singkat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), suaka margasatwa adalah cagar alam yang secara khusus digunakan untuk melindungi binatang liar Kawasan suaka margasatwa adalah aset negara yang dilindungi, ada peraturan khusus yang dibentuk untuk mengikat, menetapkan, dan menentukan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kawasan ini.
Suaka Alam Hutan suaka alah adalah hutan yang mempunyai ciri khas tertentu dan berfungsi sebagai daerah pengawetan hayati dan satwa serta ekosistem, fungsinya sebagai wilayah penyangga dalam kehidupan.
Terdapat Undang-Undang yang mengatur mengenai kawasan hutan suaka alam yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.
41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Cagar alam juga adalah satu diantara banyak kawasan hutan suaka alam yang didalamnya memiliki kekhasan dan keanekaragaman flora, fauna, dan ekosistem tertentu yang dilindungi dan juga perkembangannya dari ekosistem tersebut
59
berlangsung secara alamiah. Baik flora ataupun fauna yang hidup didalam area cagar agalm tersebut keberadaanya sangat dilindungi.
Berdasarkan klasifikasi lahan oleh USDA berdasarkan kemampuan lahan, mengklasifikasikan hutan suaka alam berada pada kelas I bersama dengan lahan pertanian dan kehutanan (termasuk lahan penggembalaan dan hutan penghasil kayu). Lahan pada kelas ini tidak memiliki atau memiliki sedikit sekali pembatas yang mendefinisikan wilayah tersebut. Selain itu, permukaan lahan ini umumnya datar dan hanya memiliki sedikit ancaman erosi, solum tanah dalam, drainase yang baik, memiiki kapasitas menahan air yang baik, dan responsif terhadap input pertanian.
3. Suaka Margasatwa
Sesuai pengertian suaka itu sendiri yakni tempat berlindung, Suaka Margasatwa adalah tempat satwa yang terancam kehidupannya berlindung. Suaka margasatwa merupakan bagian dari suaka alam.
Adapun peraturan yang saat ini berlaku adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.
c. Detensi Imigrasi (RUDENIM) 1. Pengertian Rumah Detensi Imigrasi
RUDENIM adalah singkatan dari Rumah Detensi Imigrasi yaitu tempat penampungan pengungsi yang melanggar peraturan perundang- undangan Keimigrasian. Sampai menunggu proses pemulangan kenegara ketiga.
60
Rumah Detensi Imigrasi adalah unit masalah teknis yang menjalankan fungsi keimigrasian sebagai tempat penampungan sementara bagi orang asing yang melanggar undang-undang imigrasi. Orang asing yang tinggal di RUDENIM disebut dengan DETENI. RUDENIM dibangun karena meningkatnya lalu lintas orang, baik yang keluar maupun yang masuk ke Indonesia, sehingga berpotensi timbulnya permasalahan keimigrasian terhadap kedatangan dan keberadaan orang asing di Indonesia yang memerlukan upaya penindakan bagi orang asing yang melanggar ketentuan yang berlaku. Untuk mengaktifkan dan mengefesienkan penindakan tersebut diperlukan adanya sarana dan prasarana pendukung seperti RUDENIM
a) Tugas dan Fungsi Rumah detensi Imigrasi Pasal 1 :
1. Rumah Detensi Imigrasi selanjutnya dalam keputusan ini disebut RUDENIM adalah unit pelaksana teknis dibidang Keimigrasian di lingkungan departemen kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada kantor wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
2. RUDENIM dipimpin oleh seorang kepala Pasal 2:
RUDENIM mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dibidang pendetensian orang asing.
61
Pasal 3:
Untuk menyelenggarakan tugas tersebut pada pasal 2, RUDENIM mempunyai fungsi:
a. Melaksanakan tugas Penindakan b. Melaksanakan tugas pengilokasian
c. Melaksanakan tugas pemulangan dan pengusiran / Deportasi.
Fungsi-fungsi RUDENIM tersebut merupakan penjabaran dari misi Kementrian Hukum dan HAM, yaitu melindungi Hak Asasi Manusia penegakan hukum meningkatnya upaya perlindungan, pemajuan, penegakan, pemenuhan dan penghormatan HAM
b) Dasar Hukum Pembentukan RUDENIM
Dasar hukum yang meningkat dalam pembentukan RUDENIM adalah : a. Peraturan menteri hukum dan hak asasi manusia RI No.M.05>IL.02.01
tahun 2006 tentang tata cara pendetensian orang asing
b. Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor F-1002.PR.02.10 tahun 2006 tentang tata cara pendetensian orang asing
c) Dasar Hukum Bagi DETENI
Dasar hukum Indonesia yang dapat mengikat seorang pencari suaka ataupun pengungsi yang berasal dari luar negeri akan di Karantina dalam RUDENIM dan dijadikan DETENI apabila melanggar peraturan-peraturan:
a. Pasal 44 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 Tentang Keimigrasian yang sah tau dalam rangka menunggu proses pengusiran atau deportasi keluar wilayah Indonesia
62
b. Pasal 31 Peraturan Pemerintah Nomor 31 tahun 1994 Tentang Pengawasan Orang Asing Dan Tindakan Keimigrasian Bahwa orang asing dikenakan tindakan pengkarantinaan apabila: Berada di wilayah negara RI tanpa memiliki izin keimigrasian yang sah. Dalam rangka menunggu keputusan menteri mengenai pengajuan keberatan yang diajukan