Dengan metode perpetual, metode periodik tidak mengharuskan membuat kartu stok mencatat arus keluar masuknya barang, tetapi cukup dilakukan perhitungan fisik atas barang dagang di gudang pada akhir periode akuntansi ketika ingin membuat laporan keuangan. Jurnal transaksi yang diperlukan untuk mencatat aktivitas perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
1/3/ 2016 Pembelian Utang Usaha 15.000.000 15.000.000 10/3/2016 Piutang Usaha Penjualan 16.000.000 16.000.000 16/3/2016 Persediaan Kas Potongan pembelian 17.000.000 16.000.000 1.000.000 20/3/2016 Kas Potongan Penjualan Penjualan 9.500.000 500.000 10.000.000 25/3/2016 Beban Iklan Beban Angkut Kas 400.000 250.000 650.000 29/3/2016 Gaji Kas 600.000 600.000 30/3/2016 Dividen Kas 2.000.000 2.000.000 Jika pada akhir bulan jurnal umum tersebut dipindahkan (di posting) ke buku besar, maka perusahaan akan memiliki buku besar seperti berikut ini:
Nama Akun : Pembelian Nomor Akun: _______
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit Debet Kredit 2016
Mar 1 Pembelian Kredit 15.000.000 15.000.000 16 Pembelian tunai 17.000.000 32.000.000
Nama Akun : Persediaan Nomor Akun: _______
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit Debet Kredit 2016
Mar 1 0 0
Nama Akun : Piutang Nomor Akun: _______
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit Debet Kredit 2016
Mar 10 Penjualan Kredit 16.000.000 16.000.000
Nama Akun : Hutang Usaha Nomor Akun: _______
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit Debet Kredit 2016
Mar 1 Pembelian Kredit 15.000.000 15.000.00
Nama Akun : Kas Nomor Akun: _______
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit Debet Kredit 2016
Mar 1 Saldo awal 16.000.000 125.000.000 16 Pembelian barang
dagangan
16.000.000 109.000.000 20 Penjualan tunai 9.500.000 118.500.000 25 Biaya iklan dan
angkutan
650.000 117.850.000 29 Gaji pegawai 600.000 117.250.000
Nama Akun : Penjualan Nomor Akun: _______
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit Debet Kredit 2016
Mar 10 Penjualan Kredit 16.000.000 16.000.000
Nama Akun : Potongan Penjualan Nomor Akun: _______
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit Debet Kredit 2016
Mar 20 Potongan Penjualan Tunai
500.000 500.00
0
Nama akun : Gaji Nomor Akun: _______
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit Debet Kredit 2016
Mar 29 Gaji bulan Maret 2016
600.000 600.000
Nama Akun :Beban Angkut Nomor Akun: _______
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit Debet Kredit 2016
Mar 25 Ongkos angkut barang
250.000 250.000
Nama Akun: Beban Iklan Nomor Akun: _______
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit Debet Kredit 2016
Mar 25 Promosi di Majalah 400.000 400.000
Nama Akun : Dividen Nomor Akun: _______
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit Debet Kredit 2016
Mar 30 Dividen tunai 2.000.000 2.000.000
Jika kemudian pada akhir periode akuntansi dilakukan perhitungan fisik atas persediaan barang di gudang (stock opname) dan ternyata diketahui bahwa nilai persediaan pada akhir periode tersebut sebesar Rp.11.200.000, maka dapat di hitung jumlah Beban Pokok Penjualan periode tersebut. Kemudian berdasarkan buku besar tersebut, disusun laporan laba rugi sehinga akan terlihat laporan seperti berikut ini.
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Penjualan 26.000.000
Potongan Penjualan ( 500.000)
Penjualan Bersih 25.500.000
Persediaan awal 0
Pembelian 32.000.000
Potongan pembelian (1.000.000)
Persediaan total 31.000.000
Persediaan akhir (11.200.00)
Beban Pokok Penjualan (19.800.000)
Laba Kotor 5.700.000
Beban Operasi : + Beban Pemasaran
Beban iklan 400.000
Beban angkut 250.000 (650.000)
+ Beban administrasi & umum
Beban Gaji 600.000 (600.000)
Laba Usaha 4.450.000
Metode Periodik mengharuskan BPP (Beban Pokok Penjualan) di hitung dengan menjumlahkan nilai persediaan pada awal periode dengan nilai total pem-belian selama periode tersebut, kemudian di kurangi dengan nilai persediaan akhirnya. Selisih antara penjualan bersih dan BPP nya di akui sebagai laba kotor usaha. Laba kotor ini lalu di kurangi dengan beban operasi selama periode tersebut untuk mengetahui jumlah laba usaha sebelum pajak. Dari laporan laba rugi tersebut, baik dengan metode Perpetual maupun Periodik, nilai persediaan akhir yang di hitung dari stock opname sama, maka akan dihasilkan laba usaha yang juga sama.
AYAT JURNAL PENUTUP
Pada akhir periode akuntansi, akuntan perusahaan dagang yang menggunakan metode periodik dalam aktivitas pencatatannya juga harus melakukan penutupan buku akuntansi sebagai tanda telah berakhirnya pencatatan dan pelaporan akun tansi untuk periode tersebut. Proses penutup buku suatu perusahaan yang menggu nakan metode periodik dalam aktivitas pencatatannya sama dengan langkah yang digunakan metode perpetual, yaitu memindahkan akun-akun nominal (semua akun laporan laba rugi) ke akun riil (semua akun laporan posisi keuangan). Langkah -langkah yang diperlukan dalam membuat ayat jurnal penutup menurut metode periodik adalah sebagai berikut:
a. Menutup semua akun pendapatan dengan cara mendebet semua akun penda patan, termasuk potongan pembelian, dan mengkredit akun ikhtisar laba rugi; b. Menutup semua akun beban dengan cara mendebet akun ikhtisar laba rugi dan
mengkredit semua akun beban, termasuk potongan penjualan;
c. Menutup akun Ikhtisar Laba Rugi dengan cara mendebet akun ikhtisar laba rugi dan mengkredit akun modal pemilik/laba ditahan sebesar selisih antara penda-patan dan beban;
d. Menutup akun Dividen dengan cara mendebet akun laba di tahan/modal dan mengkredit akun dividen/prive.
Setelah ayat jurnal penutup dibuat, aktivitas pencatatan akuntansi untuk periode bersangkutan dianggap selesai dan di tutup.
Jika ayat jurnal penutup untuk kasus PT. Gadai Prima sebelumnya yang menggunakan metode periodik dalam aktivitas pencatatannya dibuat, maka catatan nya terlihat sebagai berikut:
31/12/2016
Penjualan
Potongan pembelian Persediaan
Ikhtisar Laba Rugi
26.000.000 1.000.000 11.200.000
38.200.000
31/12/2016
Ikhtisar Laba Rugi Pembelian Persediaan Beban Iklan Beban Angkut Gaji Potongan Penjualan 21.550.000 32.000.000 0 400.000 250.000 600.000 500.000 31/12/2016 Ikhtisar Laba Rugi
Laba ditahan 4.450.000 4.450.000 31/12/2016 Laba ditahan Prive 2.000.000 2.000.000 Dalam proses pembuatan ayat jurnal penutup pada perusahaan yang meng-gunakan metode periodik, dalam aktivitas pencatatannya terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Akun persediaan (akhir) di debet bersama dengan seluruh akun pendapatan yang ada dan akun persediaan (awal) di kredit bersama dengan seluruh akun beban yang ada.
2. Jika ayat jurnal penyesuaian untuk melakukan penyesuaian terhadap saldo per sediaan akhir telah di buat, maka dalam proses pembuatan ayat jurnal penutup akun persediaan (akhir) tidak perlu di debet dan akun persediaan (awal) tidak perlu di kredit.
NERACA LAJUR
Sebagaimana perusahaan jasa, sebelum menyusun laporan keuangan secara manual, digunakan alat bantu untuk menyusun laporan keuangan yang di sebut Neraca Lajur. Penyusunan neraca lajur sama sekali bukan keharusan bagi akuntan. Neraca lajur hanya alat bantu bagi akuntan untuk memudahkan proses penyusunan laporan keuangan suatu perusahaan. Seperti dalam perusahaan jasa, neraca lajur perusahaan dagang dapat mempergunakan 10 kol + 1 atau 12 kolom + 1. Tidak banyak bedanya dengan perusahaan jasa, kolom pertama kedua berisi daftar saldo yang belum disesuaikan. Kolom ketiga dan keempat berisi penyesuaian beberapa transaksi yang tepat. Kolom kelima dan keenam berisi daftar saldo yang disesuai kan. Kolom ketujuh dan ke delapan berisi laporan laba rugi. Kolom kesembilan kesepuluh berisi laporan perubahan ekuitas. Sementara kolom kesebelas dan kedua belas berisi laporan posisi keuangan.
Contoh soal berikut ini mungkin dapat memperjelas pemahaman tentang teknik penyusun laporan posisi keuangan lajur dalam perusahaan dagang.
Akuntan PT Gadai Jaya (sebuah distributor komputer) pada akhir bulan September 2016 menyajikan laporan posisi keuangan saldo sebagai berikut:
Kas dan Bank 72.000.000.
Piutang Usaha 80.000.000.
Persediaan 220 000.000.
Perlengkapan Kantor 26.000.000.
Aset Tetap 170.000.000.
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap 34.000.000.
Utang Usaha 82.000.000. Utang Bank 200.000.000. Modal Saham 150.000.000. Laba Ditahan 51.000.000. Dividen 25.000.000 Penjualan 310.000.000. Pembelian 190.000.000. Beban Pemasaran 25.000.000.
Beban Administrasi & Umum 19.000.000.
Total 827.000.000 827.000.000
Keterangan lain:
a. Perlengkapan kantor yang tersisa pada akhir bulan September 2016 sebesar Rp 18.000.00.
b. Persediaan barang dagang pada akhir bulan September 2016 sebesar Rp215. 000.000.
c. Penyusutan aset tetap pada bulan September 2016 sebesar Rp2.500.000.
Jika berdasarkan data tersebut dibuat Neraca Lajur PT. Gadai Jaya per 30 September 2016 maka akan terlihat sebagai berikut:
PT. Gadai Jaya Neraca Lajur (Dalam Ribuan)
Keterangan Daftar Saldo Penyesuaian Saldo Disesuaikan Laba Rugi Posisi Keuangan Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas 72.000 Piutang Usaha 80.000 Persediaan 220.000 Perlengkapan kantor 26.000 Aset Tetap 170.000 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap 34.000 Utang Usaha 82.000 Utang Bank 200.000 Modal Saham 150.000 Laba ditahan (1/9/2016) 51.000 Dividen 25.000 Penjualan 310.000 Pembelian 190.000 Beban Pemasaran 25.000 Beban Administrasi & umum 19.000 Beban Pemakaian Perlengkapan Ikhtisar Laba Rugi Beban Penyusutan
Aset Tetap
Total 827.000 827.000
Setelah saldo semua akun yang ada di buku besar di ketahui, saldonya lalu di susun dalam kolom daftar atau neraca saldo (kolom pertama dan kedua) yang ada di neraca lajur. Daftar/neraca saldo ini belum memperhitungkan penyesuaian atas beberapa hal yang belum tercatat. Jadi, daftar saldo ini merupakan daftar saldo yang hanya didasarkan pada saldo akun-akun yang ada di buku besar yang telah di catat dan dibukukan berdasarkan transaksi yang telah dilakukan perusahaan selama periode tersebut.
Kemudian hal-hal yang belum di catat oleh akuntan akan disesuaikan dan dimasukkan ke dalam kolom penyesuaian (kolom ketiga dan keempat). Kolom ini berfungsi untuk menyesuaikan akun pendapatan, akun beban, akun aset, dan akun kewajiban agar sesuai dengan yang seharusnya pada periode tersebut. Penyesuaian ini biasanya didasarkan pada data dan informasi internal yang menjadi bukti internal, seperti bukti memorial yang di buat oleh manajer akuntansi atau kepala bagian akuntansi. Sebagai contoh, akun Perlengkapan Kantor sebelumnya memiliki saldo sebesar Rp. 26.000.000, tetapi dari hasil stock opname diketahui bahwa pada akhir bulan April jumlah Perlengkapan Kantor tinggal Rp. 18.000.000. Itu berarti jumlah Perlengkapan Kantor yang digunakan selama periode tersebut sebesar Rp. 8.000.000. Demikian pula, akun Beban Penyusutan aset tetap pada priode tersebut dibebankan sebesar Rp. 2.500.000. Sedangkan persediaan barang dagangan pada akhir periode sebesar Rp. 215.000.000.
PT. Gadai Jaya Neraca Lajur (Dalam Ribuan)
Keterangan Daftar Saldo Penyesuaian Saldo Disesuaikan Laba Rugi
Posisi Keuangan Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas 72.000 Piutang Usaha 80.000 Persediaan 220.000 215.000 220.000 Perlengkapan kantor 26.000 8.000 Aset Tetap 170.000 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap 34.000 2.500 Utang Usaha 82.000 Utang Bank 200.000 Modal Saham 150.000 Laba ditahan (1/9/2016) 51.000 Dividen 25.000 Penjualan 310.000 Pembelian 190.000 Beban Pemasaran 25.000 Beban Administrasi &
umum
19.000 Beban Pemakaian
Perlengkapan
8.000
Ikhtisar Laba Rugi 220.000 215.000 Beban Penyusutan
Aset Tetap
2.500
Jika penyesuaian telah di buat, maka daftar/neraca saldo yang sebelumnya telah tersusun harus disesuaikan dengan informasi baru tersebut sehingga ter susun daftar saldo yang telah disesuaikan (kolom kelima dan keenam). Daftar saldo yang telah di sesuaikan ini sudah menampilkan informasi tambahan yang menjadi dasar penyesuaian, sehingga saldo beberapa akun berisi, sesuai informasi tamba-han yang ada. Sebagai contoh, akun Perlengkapan Kantor sebelumnya memiliki saldo sebesar Rp26.000.000, tetapi dari hasil stock opname di ketahui bahwa pada akhir bulan April jumlah Perlengkapan Kantor tinggal Rp18.000.000. Demikian pula, akun beban penyusutan aset tetap pada periode tersebut dibebankan sebesar Rp2.500.000. Sedangkan untuk akun Persediaan yang pada akhir periode tinggal berjumlah Rp215.000 juga menggunakan akun Ikhtisar Laba Rugi sebagai akun kontra atau lawan.
PT. Gadai Jaya Neraca Lajur (Dalam Ribuan)
Keterangan Daftar Saldo Penyesuaian Saldo Disesuaikan Laba Rugi
Posisi Keuangan Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas 72.000 72.000 Piutang Usaha 80.000 80.000 Persediaan 220.000 215.000 220.000 215.000 Perlengkapan kantor 26.000 8.000 18.000 Aset Tetap 170.000 170.000 Akum. Penyusutan Aset Tetap 34.000 2.500 36.500 Utang Usaha 82.000 82.000 Utang Bank 200.000 200.000 Modal Saham 150.000 150.000 Laba ditahan (1/9/2016) 51.000 51.000 Dividen 25.000 25.000 Penjualan 310.000 310.000 Pembelian 190.000 190.000 Beban Pemasaran 25.000 25.000 Beban Administrasi & umum 19.000 19.000 Beban Pemakaian Perlengkapan 8.000 8.000
Ikhtisar Laba Rugi 220.000 215.000 220.000 215.000 Beban Penyusutan
Aset Tetap
2.500 2.500
Total 827.000 827.000 445.500 445.500 1.044.500 1.044.500
Pada kolom berikutnya (kolom ketujuh dan kedelapan), disusun laporan laba rugi di mana selisih antara penjualan dan seluruh beban yang dikeluarkan. Selisih nya di akui sebagai laba usaha. Saldo penjualan dimasukkan di sisi kredit, sedang kan saldo semua akun beban dimasukkan di sisi debet. Selisih antara jumlah sisi kredit dan sisi debet diakui sebagai laba usaha pada periode tersebut. Pendapatan PT. Gadai Jaya pada periode ini tercatat sebesar Rp310.000.000. Sedangkan beban yang dikeluarkan untuk memperoleh penjualan mencakup beban pokok penjualan dan beban operasi. Beban pokok penjualan di hitung dengan mendebet Persediaan sebesar Rp220.000.000 dan mengkredit sebesar Rp215.000.000 (dengan menggu-nakan Ikhtisar Laba Rugi) serta mendebet akun Pembelian sebesar Rp190.000.000.
Kemudian beban operasi di catat di sebelah debet, yang mencakup beban pemasa ran dan beban administrasi & umum. Beban operasi tersebut mencakup pula beban pemakaian perlengkapan dan beban penyusutan. Jadi, laba yang di peroleh sebesar Rp. 60.500.000 merupakan selisih penjualan dan total beban yang dikeluarkan.
PT. Gadai Jaya Neraca Lajur (Dalam Ribuan)
Keterangan Daftar Saldo Penyesuaian Saldo Disesuaikan Laba Rugi
Posisi Keuangan Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas 72.000 72.000 Piutang Usaha 80.000 80.000 Persediaan 220.000 215.000 220.000 215.000 Perlengkapan kantor 26.000 8.000 18.000 Aset Tetap 170.000 170.000 Akum. Penyusutan Aset Tetap 34.000 2.500 36.500 Utang Usaha 82.000 82.000 Utang Bank 200.000 200.000 Modal Saham 150.000 150.000 Laba ditahan (1/9/2016) 51.000 51.000 Dividen 25.000 25.000 Penjualan 310.000 310.000 310.000 Pembelian 190.000 190.000 190.000 Beban Pemasaran 25.000 25.000 25.000 Beban Administrasi & umum 19.000 19.000 19.000 Beban Pemakaian Perlengkapan 8.000 8.000 8.000
Ikhtisar Laba Rugi 220.000 215.000 220.000 215.000 220.000 215.000 Beban Penyusutan
Aset Tetap
2.500 2.500 2.500
Laba Usaha 60.500
Total 827.000 827.000 445.500 445.500 1.044.500 1.044.500 525.000 525.000
Pada kolom terakhir (kolom kesembilan dan kesepuluh) semua akun Aset, semua akun Utang dan Modal Saham dalam kolom daftar saldo yang disesuaikan dipindahkan ke kolom laporan posisi keuangan. Laba usaha yang telah diketahui dari kolom sebelumnya lalu dipindahkan kolom ini di sebelah kredit sebagai penambah Saldo Laba Ditahan. Pada saat yang sama, akun Dividen dimasukkan di sisi debet sebagai pengurang laba di tahan.
Setelah neraca lajur diselesaikan, maka berdasarkan catatan pada kolom laba rugi akuntan dapat menyusun laporan laba rugi perusahaan dengan hanya memin-dahkan dari neraca lajur. Penjualan dikurangi dengan beban pokok penjualan akan menghasilkan laba kotor. Dan laba kotor yang di peroleh di kurangi dengan beban operasi akan menghasilkan laba usaha sebelum pajak. Beban di bagi menjadi dua kelompok besar, yaitu beban pemasaran serta beban administrasi dan umum. Dalam kasus PT. Gadai Jaya, tercatat akun beban pemasaran sebesar Rp25.000.000, sementara beban administrasi & umum sebesar Rp19.000.000. Di samping itu, masih tercatat pemakaian perlengkapan sebesar Rp8.000.000 dan beban penyusu-tan aset tetap sebesar Rp72.500.000. Kedua beban tersebut sebenarnya masuk dalam kelompok beban administrasi & Umum. Karena itu, keduanya di tambahkan
pada saldo beban administrasi dan umum sehingga beban administrasi & umum menjadi Rp29.500.000.
PT. Gadai Jaya Neraca Lajur (Dalam Ribuan)
Keterangan Daftar Saldo Penyesuaian Saldo Disesuaikan Laba Rugi Posisi Keuangan
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas 72.000 72.000 72.000 Piutang Usaha 80.000 80.000 80.000 Persediaan 220.000 215.000 220.000 215.000 215.000 Perlengkapan kantor 26.000 8.000 18.000 18.000 Aset Tetap 170.000 170.000 170.000 Akum. Penyusutan Aset Tetap 34.000 2.500 36.500 36.500 Utang Usaha 82.000 82.000 82.000 Utang Bank 200.000 200.000 200.000 Modal Saham 150.000 150.000 150.000 Laba ditahan (1/9/2016) 51.000 51.000 51.000 Dividen 25.000 25.000 25.000 Penjualan 310.000 310.000 310.000 Pembelian 190.000 190.000 190.000 Beban Pemasaran 25.000 25.000 25.000 Beban Administrasi & umum 19.000 19.000 19.000 Beban Pemakaian Perlengkapan 8.000 8.000 8.000
Ikhtisar Laba Rugi 220.000 215.000 220.000 215.000 220.000 215.000
Beban Penyusutan Aset Tetap
2.500 2.500 2.500
Laba Usaha 60.500 60.500
Total 827.000 827.000 445.500 445.500 1.044.500 1.044.500 525.000 525.000 580.000 580.000
Setelah laba usaha perusahaan diketahui, akuntan dapat membuat laporan perubahan ekuitas dimana saldo akun Laba Ditahan awal periode ditambah dengan laba usaha yang di peroleh selama periode tersebut, seperti yang tercatat dalam laporan laba rugi, dikurangi dengan jumlah dividen yang dibagikan pada periode tersebut akan menghasilkan saldo Laba Ditahan akhir
Setelah Laporan Perubahan Ekuitas selesai di buat dan di ketahui saldo ekuitas pada akhir periode tersebut, akuntan dapat menyusun Laporan Posisi Keuangan pada akhir periode tersebut. Pada sisi debet akan di catat seluruh harta perusahaan, termasuk tiga jenis persediaan yang dimiliki perusahaan. Sementara pada sisi kredit akan di catat seluruh utang kepada kreditor, seperti modal saham, dan saldo laba ditahan seperti yang tercermin dalam laporan perubahan ekuitas yang telah di buat sebelumnya.
PT. Gadai Jaya Laporan Laba Rugi Periode 1 - 30 September 2016
Penjualan 310.000.000
Harga Pokok Penjualan :
Persediaan 1 Sept 2016 220.000.000
Persediaan total 410.000.000
Persediaan akhir (215.000.000)
Beban Pokok Penjualan (195.000.000)
Laba Kotor 115.000.000 Beban Operasi :
Beban Pemasaran 25.000.000
Beban administrasi & umum 29.500.000
(54.500.000)
Laba Usaha 60.500.000
PT. Gadai Jaya Laporan Perubahan Ekuitas
Periode 1 - 30 September 2016
Keterangan Modal Saham Laba Ditahan Ekuitas
# Saldo awal # Perubahan :
- Tambahan Setoran Modal - Laba Usaha - Dividen 150.000.000 - - - 51.000.000 - 60.500.000 (25.000.000) 201.000.000 - 60.500.000 (25.000.000) # Saldo Akhir 150.000.000 86.520.000 236.500.000 PT. Gadai Jaya Laporan Posisi Keuangan
Per 30 September 2016 K a s 72.000.000 Piutang Usaha 80. 000.000 Persediaan 215.000.000 Perlengkapan kantor 18.000.000 Aset Tetap 170.000.000
Akm. Aset Tetap (36.500.000) __________ Total Aset 518.500.000 Utang Usaha 82.000.000 Utang Bank 200.000.000 Modal Saham 150.000.000 Laba ditahan 86.500.000 __________ Total Kewajiban dan Ekuitas 518.500.000
PERTANYAAN
1. Berbeda dengan perusahaan jasa yang menjual produk yang bersifat nonfisik, perusahaan dagang membeli dan menjual produk yang memiliki bentuk fisik. Karena itu, terdapat beberapa aktivitas dan beberapa akun dalam perusahaan dagang yang tidak dimiliki perusahaan jasa. Jelaskanlah arti dari setiap akun yang biasa digunakan perusahaan berikut
a. Pembelian b. Penjualan c. Persediaan
e. Potongan Pembelian f. Beban Pemasaran
g. Beban Administrasi dan Umum
2. Secara umum, pencatatan transaksi di perusahaan dagang dapat menggunakan metode priodik maupun metode perpetual.
a. Jelaskanlah arti dari masing-masing metode tersebut!
b. Buatlah jurnal untuk beberapa transaksi yang membedakan antara metode periodik dan metode perpetual!
LATIHAN
LATIHAN 7.1.
PT. Gadai Sejahtera adalah distributor Jet-pump yang berlokasi di Surabaya. Perusa-haan ini menggunakan metode periodik dalam pencatatan persediaannya. Jumlah persediaan barang dagang yang dimiliki perusahaan ini pada tanggal 1 Januari 2016 adalah Rp127.000.000, dan persediaan barang dagang pada tanggal 31 Desember 2016 adalah Rp142.000.000. sedangkan pembelian barang dagang selama tahun 2016 sebesar Rp446.000.000, dengan pembelian tunai sebesar Rp12.000.000. Ongkos angkut untuk pembelian barang dagang sebesar Rp19.000. 000, sedangkan penjualan yang dilakukan perusahaan selama tahun 2016 sebesar Rp545.000.000 dengan potongan penjualan tunai sebesar Rp22.000.000.
Berdasarkan data dan keterangan tersebut, hitunglah Harga Pokok Penjualan yang dimiliki PT. Gadai Sejahtera untuk tahun 2016!
LATIHAN 7.2.
PT. Horas Lestari adalah distributor DVD Player yang berlokasi di Jakarta. Perusa haan menggunakan metode periodik dalam pencatatan persediaannya. Jumlah persediaan barang dagang yang dimiliki perusahaan ini pada tanggal 1 Januari 2016 adalah Rp159.000.000, jumlah persediaan barang dagang pada tanggal 31 Desember 2016 adalah Rp276.000.0 Sedangkan pembelian barang dagang selama tahun 2016 sebesar Rp546.000.000 dengan potongan pembelian tunai sebesar Rp26.000.000. Ongkos angkut untuk pembelian barang dagangan adalah Rp22.000. 000. Retur pembelian yang dilakukan perusahaan karena barang rusak sebesar Rp18.000.000, sedangkan penjualan yang dilakukan perusahaan selama tahun 2016 sebesar Rp640.000.000 dengan potongan penjualan tunai sebesar Rp22.000. 000 dan retur penjualan sebesar Rp18.000.000.
Berdasarkan data dan keterangan tersebut, hitunglah laporan laba rugi PT. Horas Lestari untuk tahun 2016!
LATIHAN 7.3.
PT. Jaya Makmur adalah sebuah perusahaan distributor pompa air merek "Saeniki" yang berkedudukan di Semarang. Selama bulan April 2016, perusahaan ini melaku-kan transaksi sebagai berikut:
1/4/2016 Membayar utang usaha ke PT. Dinamo Emas, Jakarta sebesar Rp22. 000.000
2/4/2016 Membeli peralatan kantor dari Toko "AteKa" seharga Rp4.200.000 secara tunai.
4/4/2016 Membeli barang dagang dari PT. Dinamo Emas, Jakarta seharga Rp26.000.00 secara kredit.
6/4/2016 Membeli perlengkapan kantor dari Toko "Warna-Warni" seharga Rp2.500.000 secara tunai.
9/4/2016 Menjual barang dagang dengan HPP sebesar Rp.15.000.000 seharga Rp.22.000.000 secara kredit.
11/4/2016 Menjual barang dagang dengan HPP sebesar Rp.29.000.000 seharga Rp37.000.000 secara tunai dengan potongan penjualan sebesar Rp1.000.000
12/4/2016 Membeli barang dagang dari PT. Dinamo Emas, Jakarta senilai Rp35. 000.000 secara tunai dengan potongan tunai sebesar Rp2.000. 000. 18/4/2016 Membayar biaya iklan di koran sebesar Rp2.500.000 secara tunai. 19/4/2016 Membayar biaya pengiriman barang ke perusahaan transportasi
sebe-sar Rp1.500.000 secara tunai.
22/4/2016 Membayar biaya bunga sebesar Rp1.500.000.
28/4/2016 Membayar gaji pegawai sebesar Rp2.700.0000 secara tunai.
Diketahui bahwa nilai persediaan pada tanggal 1 April 2016 sebesar Rp16.200.000 dan pada tanggal 30 April 2016 sebesar Rp15.500.000.
Berdasarkan data tersebut, buatlah Jurnal Umum untuk PT. Jaya Makmur selama bulan April 2016 dengan menggunakan:
1. Metode Perpetual! 2. Metode Periodik!
LATIHAN 7.4.
PT. Prima Gadai adalah sebuah perusahaan distributor Kalkulator merek "Romeo" yang berkedudukan di Surabaya. Selama bulan Januari 2016, perusahaan tersebut melakukan transaksi sebagai berikut:
3/1/2016 Menerima pelunasan piutang dari Toko MiFaSol-Semarang sebesar Rp 12.500.000.
4/1/2016 Membeli barang dagang secara kredit senilai Rp.65.000.000 dari PT. Mashindo.
5/1/2016 Membayar beban perbaikan kendaraan sebesar Rp3.200.000 tunai. 6/1/2016 Menjual barang dagang yang memiliki HPP sebesar Rp84.000.000 ke
Toko Siswa dengan harga Rp95.000.000 tunai, dengan potongan tunai sebesar Rp2.000.000.
8/1/2016 Membeli barang dagang dari PT. Mashindo secara tunai seharga Rp50. 000.000 dengan potongan tunai sebesar Rp2.500.000.
10/1/2016 Menerima pelunasan piutang dari PT. ABC sebesar Rp45.000.000 dengan potongan tunai sebesar Rp2.000.000.
12/1/2016 Membeli peralatan kantor (3 buah komputer) senilai Rp18.500.000 secara tunai.
13/1/2016 Menjual barang dagang dengan HPP sebesar Rp67.000.000 seharga Rp75.000.000, di mana sebesar Rp25.000.000 di bayar tunai dan sisa nya akan dilunasi dalam waktu 2 bulan.
14/1/2016 Membeli peralatan kantor (meja, kursi, dan rak buku) secara kredit seharga Rp15.000.000.
16/1/2016 Membeli barang dagang secara kredit dari PT. Mashindo seharga Rp 45.000.000.
17/1/2016 Membayar utang usaha ke PT. LaSiDo seharga Rp35.000.000 dengan potongan sebesar Rp2.500.000.
18/1/2016 Menjual barang dagang dengan HPP sebesar Rp54.000.000 seharga Rp 65.000.000 ke Toko "Cerdas". Dari jumlah tersebut Toko Cerdas mem bayar tunai sebesar Rp35.000.000 dengan potongan tunai sebesar Rp2.000.000 dan sisanya akan di bayar dalam 2 bulan
19/1/2016 Menerima pelunasan piutang dari Toko DoReMi-Bandung sebesar Rp 25.000.000 dengan potongan sebesar Rp500.000.
20/1/2016 Membayar beban listrik, air, dan telepon sebesar Rp4.500.000 tunai. 21/1/2016 Membayar beban iklan di Harian Kompax sebesar Rp4.200.000.
22/1/2016 Menjual barang dagang dengan HPP sebesar Rp74.000.000 seharga Rp 85.000.000 secara kredit.
23/1/2016 Menjual secara tunai barang dagang dengan HPP Rp27.000.000 seharga Rp35.000.000 dengan potongan tunai sebesar Rp1.000.000. 25/1/2016 Membeli barang dagang senilai Rp40.000.000 di mana sebesar Rp15.
000.000 dibayar tunai dengan potongan tunai sebesar Rp500.000, sementara sisanya akan dibayar bulan depan.
28/1/2016 Membayar gaji pegawai sebesar Rp6.000.000. 29/1/2016 Membayar komisi salesman sebesar Rp1.500.000. 30/1/2016 Membayar dividen sebesar Rp35.000.000.
Diketahui bahwa persediaan barang dagang pada awal bulan Januari 2016 sebesar Rp72.000.000 dan pada akhir bulan Januari 2016 sebesar Rp105.000.000.
Catatlah transaksi PT. Prima Gadai tersebut selama bulan Januari 2016 dengan menggunakan metode :