BAB III KONSEP PERANCANGAN
B. Konsep Perancangan
1. Penciptaan Desain Karakter
Desain karakter di dalam komik sangat penting, dalam menentukan desain karakter, penulis membuat berdasarkan pada konsumen yang akan dituju, dalam hal ini adalah anak-anak dan remaja. Penulis membagi dua konsep jenis desain karakter sebagai berikut :
a. Karakter tokoh
Di Indonesia terdapat komik yang mengambil tema cerita rakyat salah satunya yang sudah dikenal adalah komik-komik karya R.A Kosasih yang lebih mengarah pada cerita yang bertemakan petualangan dan kisah-kisah kepahlawanan/ heroisme yang diangkat dari cerita rakyat. Dalam penciptaan desain karakter tokoh penulis menggunakan gaya kartun manga, alasan penulis menggunakan gaya gambar kartun manga adalah untuk memodernkan cerita dan kesan terhadap pembaca yaitu anak-anak dan remaja. Pesan yang akan disampaikan lebih menarik dan mudah dimengerti oleh sasaran. Sumber ide perancangan karakter komik yang penulis rancang merupakan bentuk kiasan atau menurut buku yang divisualisasikan dengan proporsi tubuh manusia dan sedikit tambahan imajinasi penulis. Desain karakter yang penulis rancang dalam pembuatan tokoh-tokoh utama yang ada dikomik Sejarah Asal Mula Aksara Jawa adalah:
commit to user 1) Ajisaka
Karakter tokoh Ajisaka
Ajisaka merupakan seorang Pertapa Sakti yang tinggal di Pulau Majethi, yaitu Pulau yang makmur sentosa, Ajisaka memiliki postur tubuh yang sedang, tidak terlalu tinggi dan tidak pula pendek, mempunyai paras tampan rupawan dan budi pekerti yang luhur, Ajisaka mempunyai kesaktian yang tinggi tetapi rendah hati dan suka menolong sesama.
commit to user Tampilan fisik :
Usia : 23 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki Tinggi/Berat : 167 cm/55 kg
Ciri khas : Membawa Keris Pusaka, ramah dan rupawan Kekuatan : Keris Pusaka Cupumanik, selendang, dll Sifat : Rupawan, ramah, suka menolong, sederhana Konsep karakter :
Ajisaka dibuat dengan postur sedang agar terlihat lebih kalem, mempunyai paras rupawan karena Ajisaka sebagai tokoh utama dalam komik, menggunakan kain putih dan celana merah, karena pada jaman dahulu batik hanya dipakai oleh para bangsawan, sedangkan Ajisaka adalah orang miskin di negara Majethi, kain putih cenderung panjang, walaupun Ajisaka seorang pendekar, Ajisaka tidak perlu bergerak terlalu berlebihan karena kesaktianya yang tinggi, celana merah adalah lambang pantang menyerah, tegas dan berani, Keris Pusaka Cupumanik panjang seperti pedang agar lebih menarik perhatian anak-anak dan remaja dan juga lebih bisa mengembangkan imajinasi pembaca, Ajisaka memakai selendang yang diikatkan dileher karena untuk terlindungi dari dingin cuaca dan sebagai aksesoris, terkadang selendang itu juga bisa dijadikan senjata, yang terakhir selayaknya seorang ksatria, Ajisaka mengenakan pelindung tangan yang terbuat dari besi, berguna untuk perlindungan.
commit to user 2) Dhora
Karakter tokoh Dhora
Dhora adalah seorang Punggawa Ajisaka, berasal dari Pulau Majethi, mempunyai postur tubuh yang tinggi besar tapi mempunyai sifat periang, lugu dan setia terhadap Ajisaka, mempunyai kesaktian yang tinggi tapi tidak melebihi Ajisaka.
commit to user Tampilan fisik :
Usia : 26 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki Tinggi/Berat : 200 cm/120 kg
Ciri khas : Memakai pelindung lengan, badan tinggi dan besar Kekuatan : Pelindung lengan, dan kekuatan fisik
Sifat : Humoris, periang dan lugu Konsep karakter :
Setelah riset dan mendapatkan referensi, karakter tokoh Dhora dibuat dengan badan besar dan tinggi tetapi mempunyai sifat lugu dan periang, maksud dari pembuatan karakter tersebut untuk membuat suasana baru dalam petualangan yang menceritakan sejarah, jadi tidak terkesan terlalu serius dalam cerita, Dhora berparas sedikit mengerikan karena Sang Punggawa Ajisaka yaitu Dhora dan Sembadha adalah seorang penjahat yang dikalahkan oleh Ajisaka sehingga mereka berdua ingin mengabdi kepada Ajisaka, kostum Dhora mempunyai aksesoris bewarna merah karena merah melambangkan keceriaan dan kehangatan, Dhora mempunyai kalung sebagai inisial seorang punggawa atau pengawal setia Ksatria Ajisaka.
commit to user 3) Sembadha
Karakter tokoh Sembadha
Sembadha adalah seorang Punggawa Ajisaka, berasal dari Pulau Majethi, mempunyai postur tubuh kurus, sedikit lebih tinggi daripada Ajisaka, berkulit hitam, mempunyai sifat pendiam dan sedikit mengesalkan, tetapi Sembadha sangat setia terhadap Ajisaka, Sembadha juga mempunyai kesaktian yang tidak kalah tinggi dari Dhora.
commit to user Tampilan fisik :
Usia : 25 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki Tinggi/Berat : 160 cm/48 kg
Ciri khas : berkulit hitam, bermuka murung Kekuatan : Medali di dada, dan pedang
Sifat : Pendiam, pemarah, temperamental Konsep karakter :
Karakter Sembadha cenderung kurus dan hitam karena kebalikan dari karakter Dhora, bertujuan untuk membuat suasana lebih menarik dengan perbedaan karakter dari Dhora, kostum Sembadha lebih mirip seperti kostum adat Bali, bermaksud untuk pengenalan terhadap pakaian adat di Indonesia yang beraneka ragam, tetapi tetap satu kesatuan, aksesoris Sembadha berwarna biru, karena karakter Sembadha bersifat pendiam, tidak humoris, tempramental dan dingin, Sembadha mempunyai senjata yang sejak kecil ia punya, Sembadha mempunyai pedang dan pelindung di pundak kiri karena Sembadha adalah orang yang suka betarung, Sembadha juga mempunyai lempengan kuningan didada simbol dia adalah Sang Punggawa Ajisaka.
commit to user 4) Prabu Dewata Cengkar
Karakter tokoh Prabu Dewata Cengkar
Prabu Dewata Cengkar adalah Raja dari Kerajaan Medhangkamulan, pada awalnya Prabu Dewata Cengkar ini mempunyai sifat yang bijaksana dan pemurah tetapi setelah tidak sengaja memakan daging manusia, sifatnya menjadi kejam dan tamak, mempunyai postur tinggi besar, lebih tinggi dan lebih besar daripada Dhora, mempunyai kesaktian yang tinggi.
commit to user Tampilan fisik :
Usia : 50 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki Tinggi/Berat : 300 cm/250 kg
Ciri khas : Berbadan tinggi besar dan berjenggot Kekuatan : Fisik
Sifat : Tamak, kejam dan suka memakan daging manusia Konsep karakter :
Karakter Prabu Dewata Cengkar berbadan besar dan tinggi untuk memberi kesan terhadap kebesaran seorang raja Medhangkamulan yang begitu agung, Prabu Dewata Cengkar mempunyai paras yang menyeramkan setelah Prabu Dewata Cengkar suka memakan daging manusia dan sifatnya berubah menjadi tamak dan kejam, semua aksesoris terbuat dari emas menunjukan kekuasaan Prabu Dewata Cengkar, memakai kain hitam, karena Prabu Dewata Cengkar adalah tokoh antagonis didalam cerita ini, warna hitam lebih menunjukan karakter yang kejam dan jahat.
commit to user b. Karakter background
Rancangan ini meliputi latar belakang dalam komik yang disesuaikan dengan tema komik yaitu petualangan dan setting pra modern yaitu di perkampungan.