• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi diera globalisasi semakin berkembang pesat, ini dibuktikan dengan munculnya alat komunikasi yang semakin canggih. Beberapa tahun terakhir ini smartphone atau sering disebut telepon pintar kini menjadi trend alat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat khususnya pada kalangan remaja. Dengan adanya smartphone memudahkan manusia dalam berkomunikasi dan mencari informasi. Di tambah lagi tingginya gaya hidup manusia yang terus saja mencari smartphone yang lebih baik di setiap harinya.

Dalam mengkonsumsi suatu produk biasanya konsumen mempertimbangkan segi produk dan harga yang ditawarkan oleh perusahaan. Konsumen mempertimbangkan produk dilihat dari segi bentuk, desain, keistimewaan dari produk, dan daya tahan yang dimiliki oleh produk. Dalam kenyataan yang ada, konsumen dalam membeli suatu produk mempertimbangkan harga produk tersebut yang disesuaikan dengan kualitas dan keandalan dari produk tersebut.

Peluang ini dimanfaatkan oleh perusahaan yang bergerak dibidang elektronik untuk menciptakan smartphone yang dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen. Melihat respon masyarakat yang sangat tinggi terhadap perangkat mobile, kini smartphone muncul dengan berbagai merek

2 dan model. Sehingga banyak perusahaan yang berlomba-lomba dalam menginovasikan produk smartphone mereka guna bersaing dengan perusahaan lain. Ini merupakan salah satu peluang yang dimanfaatkan oleh perusahaan smartphone untuk dapat bertahan di pasar adalah dengan tingginya kebutuhan konsumen akan smartphone dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar 1.1.

Jumlah Pengguna Smartphone di Dunia

3 Gambar 1.2.

Jumlah Pengguna Smartphone di Indonesia

Sumber: Techinasia.com

Dari data diatas dapat dilihat bahwa pengguna smartphone dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2015 pengguna smartphone di Dunia mencapai 1,91 miliar, begitupun pengguna smartphone di Indonesia pada tahun yang sama mencapai 52,2 juta dan hal tersebut diprediksi akan terus mengalami peningkatan pada tahun-tahun yang akan datang. Emarketer menyatakan bahwa akan terdapat 2,5 miliar lebih pengguna smartphone aktif di seluruh dunia dan 100 juta lebih pengguna smartphone aktif di Indonesia pada tahun 2018. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar

4 keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Dengan tingginya tingkat permintaan terhadap smartphone dipasaran, hal tersebut membuat para produsen smartphone sangat gencar untuk meluncurkan produk-produk smartphone mereka secara berkala yangtentunya selalu menghadirkan inovasi-inovasi terbaru supaya dapat memenuhi kebutuhan konsumen agar dapat menarik minat beli mereka. Berikut ini merupakan gambaran tabel peringkat lima besar market share smartphone di Dunia dan di Indonesia:

Tabel 1.1.

Ranking Penjualan OPPO Sepanjang 2014 - 2016

Ranking 2014 2015 2016 Company Market Share Company Market Share Company Market Share

1 Samsung 27,8% Samsung 24,8% Samsung 22,2%

2 Apple 16,4% Apple 17,5% Apple 16,8%

3 Lenovo+

Motorola

7,9% Huawei 8,4% Huawei 9,3%

4 Huawei 6,2% Xiaomi 5,6% Lenovo 6,1%

5 LG 5,4% Lenovo 5,4% Xiaomi 5,8%

6 Xiaomi 5,2% LG 5,3% LG 5,0%

7 Coolpad 4,2% TCL 4,0% TCL 4,0%

5 Sumber : TrendForce, Jan. 2016

Dari data di atas menunjukan bahwa, Samsung menjadi merek terlaris sepanjang tahun 2014 sampai dengan awal tahun 2016, lalu di ikuti oleh Apple di peringkat kedua, dan terdapat beberapa merek smartphone yang berasal dari Cina yang terus membuntuti di peringkat 3 sampai dengan 10 seperti Huawei, Lenovo, Xiaomi, Oppo dan Vivo.

Tabel 1.2.

Ranking market share smartphone di Dunia Q1 2017 & Q4 2016

Sumber : TrendForce, Apr. 2017

Berdasarkan pada tabel diatas dapat diketahui bahwa, terjadi kenaikan

9 TCL 3,3% BBK/VIV

O

3,3% BBK/VIV

O

3,4%

10 ZTE 3,1% ZTE 3,1% ZTE 3,1%

Others 16,6% Others 18,8% Others 20,3%

Shipment Total (Unit: M)

6 jumlah penjualan smartphone Oppo di Dunia dari awal tahun 2016 di peringkat 8 dengan market share 3,9 % menjadi peringkat 4 pada kuartal ke empat tahun 2016 dengan market share 8,8 % dan terjadi penurunan pada kuartal kesatu tahun 2017 dengan market share 8,1 % tetapi masih di peringkat keempat dunia. Dilihat dari kenaikan tersebut, Oppo smartphone sudah melakukan kegiatan pemasaran yang baik sehingga market share meningkat.

7 Gambar 1.3.

Ranking Merek Smartphone di Indonesia Berdasarkan Market Share Tahun 2014 - 2015

Sumber: www.counterpointresearch.com yang diupload oleh www.selular.id Berdasarkan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa, terjadi penurunan jumlah penjualan Oppo smartphone di Indonesia pada kuartal pertama ditahun 2015. Pada kuartal keempat tahun 2014, Oppo smartphone

8 mendapatkan 8,8% market share di Indonesia. Namun, memasuki kuartal pertama ditahun 2015 Oppo smartphone mengalami penurunan yang cukup besar yaitu sebesar 2,7% menjadi 6,1%. Bahkan pada kuartal kedua ditahun 2015 hingga kuartal ketiga di tahun yang sama, Oppo smartphone tidak lagi memasuki peringkat lima besar market share smartphone di Indonesia karena tergantikan oleh smartphone besutan Asus.

Gambar 1.4.

Ranking Merek Smartphone Berdasarkan Market Share di Indonesia Q2 2016

Sumber: www.counterpointresearch.com

Tetapi bedasarkan data pada kuartal kedua di tahun 2016 Oppo smarphone telah menjadi peringkat kedua smartphone dengan market share sebanyak 17,3% dan hal ini membuktikan bahwa Oppo smartphone telah bersungguh-sungguh memperbaiki pemasaran dan penjualan mereka di Indonesia.

9 Gambar 1.5.

Ranking Merek Smartphone Berdasarkan Market Share di Indonesia Tahun 2016 & 2017

Sumber : Indonesia Data Corporation

Berdasarkan perbandingan market share di Indonesia pada tahun 2016 dengan tahun 2017, Samsung masih menempati urutan pertama dengan kenaikan sebesar 3% dari tahun sebelumnya. OPPO masih diperingkat kedua dengan kenaikan sebesar 6,3% dari tahun sebelumnya. Sedangkan urutan ketiga yang di tahun 2016 diisi oleh ASUS, di tahun 2017 digantikan oleh Advan yang memiliki kenaikan sebesar 0,9% sedangkan ASUS mengalami penurunan market share sebesar 4%. Kemudian untuk urutan kelima pada tahun 2017 diisi oleh Vivo yang menggusur Lenovo.

10 Gambar 1.6.

Ranking Merek Smartphone Berdasarkan Market Share di Indonesia Q2 2018

Sumber : Indonesia Data Corporation

Untuk data market share smartphone di Indonesia pada kuartal 2 tahun 2018, Samsung tetap menempati urutan pertama dengan market share sebesar 27%. OPPO yang di tahun sebelumnya menempati urutan kedua sekarang harus puas berada di urutan ketiga dengan market share sebesar 18%, sedangkan Xiaomi naik ke urutan kedua dengan market share sebesar 25%. Untuk urutan keempat dan kelima diisi oleh Vivo dan Advan dengan market share sebesar 9% dan 6%.

11 Perusahaan Oppo didirikan pada tahun 2004 di Dongguan, Guangdong, Republik Rakyat Cina oleh Tony Chen. Perusahaan tersebut merupakan penyedia layanan elektronik, serta teknologi global dengan menyajikan perangkat elektronik seluler terbaru dan tercanggih dilebih dari 20 negara, termasuk Amerika Serikat, Cina, Australia dan negara-negara lain di Eropa, Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika. Di samping itu, perusahaan Oppo selalu berusaha memberikan pengalaman dengan menggunakan ponsel terbaik, melalui desain yang cermat serta teknologi yangcerdas terhadap penggunanya di seluruh dunia. Setelah berhasil memasukipasar ponsel di tahun 2008, perusahaan tersebut mulai membentangkan sayapnya untuk memasuki pasar internasional di tahun 2010, serta membuka bisnis global untuk pertama kalinya pada bulan April 2010 di Thailand. (www.oppo.com).

12 Gambar 1.7.

Smartphone Paling Dikenal di Indonesia Berdasarkan Usia

Sumber: di - onlinesurvey.com 2016

Oppo juga merupakan merek smartphone yang banyak dikenal oleh semua kalangan masyarakat Indonesia. bisa dilihat di gambar 1.7 secara total Xiaomi menjadi smartphone terbanyak ketiga yang paling dikenal masyarakat Indonesia berdasarkan usia dengan 86% hanya kalah 5% dari peringkat pertama yaitu Samsung, 4% dari peringkat kedua yaitu Xiaomi dan disusul dengan smartphone merek lainnya.

Menurut Kohli dan Thakor (1997), nama merek adalah penciptaan citra atau pengembangan identitas merek dan merupakan mahal serta memakan waktu proses. Pengembangan nama merek merupakan bagian

13 penting dari proses karena nama adalah dasar dari citra merek. Nama merek adalah penting bagi perusahaan untuk menarik pelanggan untuk membeli produk dan memengaruhi perilaku pembelian ulang. Konsumen cenderung untuk melihat produk-produk dari perspektif keseluruhan, mengasosiasikan dengan nama merek semua atribut, serta kepuasan yang dialami oleh pembelian dan penggunaan produk.

Perusahaan menyadari bahwa salah satu aset paling berharga adalah nama merek (brand name) yang berhubungan dengan produk atau jasa (Cornelis, 2010). Nama merek adalah aset berharga yang membantu menyesuaikan kualitas dan menyarankan struktur pengetahuan yang tepat yang berhubungan dengan brand (Srinivasan dan Till, 2002). Nama merek adalah eksklusif dan menunjukkan produk itu sendiri ke pasar (Chow et al., 2012). Menurut Khasawneh dan Hasouneh (2010), nama merek produk akan memengaruhi evaluasi konsumen dan keputusan pembelian. Penelitian yang dilakukan Malviya et al. (2013) dan Lay- yee et al. (2013) menunjukkan, nama merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian smartphone.

Namun dengan banyaknya smartphone yang tersedia untuk konsumen, hal ini membuat konsumen lebih aktif dalam menentukan pilihannya akan smartphone. Inovasi terbaru perusahaan tentu memicu para pemasar smartphone OPPO untuk tetap bertahan di pasar sasaran. Namun langkah perusahaan yang cukup melelahkan di tahun 2013 dan 2014 tidak putus

14 sampai disitu saja. Meskipun iklan yang dibuat cukup menarik perhatian konsumen, namun brand atau merek OPPO dapat dikalahkan oleh smartphone unggulan seperti Samsung, Blacbarry, iPhone dan lainnya. Hal ini dapat kita lihat dari Tabel 1.1 dibawah ini mengenai branded smartphone berdasarkan Top Brand Award.

Tabel 1.3.

TOP BRAND AWARD Kategori Telekomunikasi/IT Smarphone

MEREK TBI TOP

1 Samsung 43.4% TOP 2 Nokia 10.9% 3 Blackberry 9.8% 4 iPhone 5.8% 5 Smartfren 5.4% 6 Lenovo 4.0% 7 Oppo 3.4% 8 Asus 3.2%

Sumber: TOP BRAND AWARD , Top Brand Index 2016 Fase 1 Tabel 1.4.

TOP BRAND AWARD Kategori Telekomunikasi/IT Smarphone

MEREK TBI TOP

1 Samsung 46.4% TOP

2 Nokia 8.8%

15 4 iPhone 5.1% 5 Smartfren 5.1% 6 Lenovo 4.4% 7 Oppo 4.1% 8 Asus 3.8%

Sumber: TOP BRAND AWARD , Top Brand Index 2017 Fase 1

Pada tabel diatas, terlihat rendahnya branded atau merek OPPO di Indonesia. Positioning merek yang dibuat oleh perusahaan tidak mampu menarik konsumen dalam meningkatkan nama OPPO di benak konsumen. Hasil Top brand award yang rendah menjadi masalah yang cukup serius bagi perusahaan dalam mempertahankan citra perusahaan. Meskipun presentase Top Brand Index meningkat 0,7% dari tahun 2016 ke 2017, tetapi merek OPPO tetap di peringkat 7. Dan tahun 2016 dan 2017 merupakan tahun dimana brand Oppo sudah dikalahkan oleh produk-produk unggulan samrtphone lainnya seperti Samsung, Blackberry, Iphone, Smartfren, Cross dan seterusnya. Hal ini mungkin saja akan mempengaruhi minat beli konsumen terhadap smartphone OPPO.

Di era teknologi modern sekarang, konsumen telah menyadari bahwa perbedaan fitur akan membawa tingkat kepuasan terhadap beragam smartphone (Chow et al., 2012). Oulasvirta, Wahlstrom, Ericsson (2011) menyatakan bahwa ponsel sekarang dilengkapi dengan fitur konektivitas

16 wireless, web browser, instalasi aplikasi, sistem manajemen file, presentasi multimedia dan capture, tampilan resolusi tinggi, penyimpanan gigabyte yang besar, serta sensor gerakan dan lokasi. Selain itu, sebagian besar pengguna fokus pada fitur sistem operasi dan kamera (Chow et al., 2012). Pengguna terutama menghargai fitur smartphone misalnya tampilan full-screen untuk gambar dan melihat video, teks yang lebih besar, dan tombol dengan desain yang stylish sesuai dengan preferensi mereka (Suki, 2013). Penelitian Malviya et al. (2013) dan Lay-yee et al. (2013) menganalisis bahwa fitur produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian smartphone.

Gambar 1.8.

Smartphone Paling Direkomendasi Penggunannya

17 Dari gambar diatas menunjukan bahwa Xiaomi merupakan smartphone yang paling direkomendasikan penggunanya yakni sebesar 88%. Urutan kedua dan ketiga ditempati oleh ASUS dan Samsung dengan persentase 39% dan 33%. Sedangkan urutan keempat dan kelima ditempati oleh Lenovo dan OPPO dengan persentase sebesar 32% dan 27%.

Dan pengguna-pengguna smartphone merekomendasikan produk yang mereka pakai kepada konsumen-konsumen yang akhirnya terjalin komunikasi antara orang-orang dan membahas mengenai suatu produk biasa disebut Word of mouth. Menurut Silverman, George (2001) dalam Sutriono (2008), Word of mouth adalah komunikasi tentang produk dan jasa antara orang-orang yang dianggap independen dari perusahaan yang menyediakan produk atau jasa. Komunikasi ini bisa saja berupa percakapan, atau hanya satu arah testimonial. Misalnya berbicara langsung, melalui telepon, e-mail, listgroup, media sosial, website atau sarana komunikasi lainnya. Tradisional word of mouth (offline) memegang peranan penting dalam keputusan pembelian konsumen. Namun seiring dengan perkembangan Internet, saat ini word of mouth telah berkembang menjadi electronic word of mouth.

Komunikasi melalui website, media sosial, atau alat komunikasi lainnya yang menggunakan internet dalam smartphone sebagai medianya, hal ini lah yang biasa disebut dengan electronic word of mouth (e-WOM). Menurut Jalivand dan Samiei (2012) menyatakan bahwa electronic word of mouth (e-WOM) didefinisikan sebagai pernyataan positif atau negatif yang

18 dibuat oleh mantan pelanggan, pelanggan aktual, atau pelanggan potensial tentang sebuah produk yang dibuat terbuka untuk banyak orang melalui internet. Untuk contoh e-WOM nya adalah review online yang berada di website-website (ex: kaskus.co.id atau tabloidpulsa.co.id) atau media sosial (ex: facebook.com) tentang smartphone Apple iPhone. Penerapan electronic word of mouth dinilai jauh lebih efektif karena dapat dijamah oleh masyarakat luas. Dengan menerapkan electronic word of mouth (eWOM), para pelaku bisnis dapat diuntungkan dengan low cost and high impact dari proses tersebut. Electronic word of mouth juga dapat membantu pelaku bisnis untuk menampung keluhan pelanggan dan ketidakpuasan pelanggan secara langsung

Pada jaman sekarang di mana era persaingan antar developer smartphone semakin sengit dalam melakukan promosi, konsumen akan jauh lebih kritis dan banyak mencari informasi mengenai kelebihan dan kekurangan smartphone sebelum membuat keputusan untuk melakukan pembelian. Konsumen akan melakukan pemrosesan informasi (Consumer Information Processing) dengan cara melihat-lihat review online melalui website-website maupun media sosial yang ada. Selanjutnya konsumen akan mengevaluasi produk atau merek tersebut. Menurut Hubspot (2012) dalam Priyandana (2015), sebanyak 70% konsumen lebih besar probabilitasnya melakukan pembelian berbasis referensi media sosial.

19 produk terbarunya yakni Oppo F3 dengan menggunakan Raisa Andriana dan Isyana Sarasvati sebagai Celebrity Endorser.

Raisa Andriana atau yang sering disapa Raisa merupakan penyanyi muda pelantun tembang “Serba Salah” yang menjadi idola pecinta musik

Indonesia. Raisa lahir di Jakarta 6 Juni 1990 juga dulunya merupakan penyanyi cilik. Raisa merupakan ikon penyanyi muda cantik idola semua penikmat musik dan digandrungi kalangan muda.

Sama halnya dengan Isyana. Ia mempunyai nama lengkap Isyana Sarasvati yang lahir di Bandung 2 Mei 1993 juga merupakan solois pendatang baru. Bermodalkan kepiawaiannya menggunakan alat musik serta suara yang merdu membuat ia menjadi idola baru masyarakat. Raisa dan Isyana yang merupakan ikon anak muda saat ini yang cantik dan terkenal diharapkan mampu menciptakan brand image yang baik dimata konsumen. Celebrity endorser berperan sebagai orang yang berbicara tentang produk, yang akan mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen yang menunjukkan pada produk yang didukungnya (Kotler & Keller, 2009, p.216).

Dari pernyataan diatas penulis mencoba mengetahui apakah Brand Name, Product Features, Electronic word of mouth dan Celebrity Endorser berpengaruh terhadap minat beli merek smartphone Oppo. Dengan melakukan penelitian dalam bentuk skripsi yang berjudul: “ANALISIS PENGARUH BRAND NAME, PRODUCT FEATURES, ELECTRONIC

20 WORD OF MOUTH, DAN CELEBRITY ENDORSER TERHADAP MINAT BELI SMARTPHONE OPPO.”

B. Perumusan Masalah

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh brand name, product features, electronic word of mouth dan celebrity endorser terhadap minat beli smartphone merek Oppo. Adapun perumusan permasalahannya sebagai berikut:

1. Apakah terdapat pengaruh secara parsial variable brand name, product features, electronic word of mouth dan celebrity endorser terhadap minat beli merek smartphone Oppo?

2. Apakah terdapat pengaruh secara simultan variabel brand name, product features, electronic word of mouth dan celebrity endorser terhadap minat beli merek smartphone Oppo?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah:

1. Untuk memperoleh bukti empiris pengaruh secara parsial variabel brand name, product features, electronic word of mouth dan celebrity endorser terhadap minat beli merek smartphone Oppo.

21 2. Untuk memperoleh bukti empiris pengaruh secara simultan variabel brand name, product features, electronic word of mouth dan celebrity endorser terhadap minat beli merek smartphone Oppo.

D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Penulis

Untuk menambah pengetahuan penulis di bidang pemasaran dan perilaku konsumen, sebagai penerapan teori-teori yang telah diperoleh di perkuliahan dan juga sebagai prasayarat untuk menempuh gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Jakarta. 2. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan strategi yang akan ditempuh perusahaan untuk mempertahankan pelanggan agar tidak berpindah ke merek lain dan juga untuk bahan pertimbangan strategi perusahaan baru agar dapat bersaing dengan perusahaan lain.

3. Bagi Pihak Lain

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan referensi penelitian selanjutnya yang lebih lengkap dari ini dan dapat menambah wawasan khususnya bagi yang berminat dalam jurusan Manajemen Pemasaran.

22

Dokumen terkait