• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN 1 Later Belakang Masalah

Dalam dokumen JURNAL PESINDO VOL. 3. NO. 1 CETAK 2.pdf (Halaman 32-35)

DAFTAR RUJUKAN

A. PENDAHULUAN 1 Later Belakang Masalah

Olahraga berfungsi menyehatkan badan dan memastikan organ tubuh masih sehat. Olahraga penting karena didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang kuat. Ada beberapa perbedaan pendapat orang dalam olahraga, tetapi secara garis besar olahraga yang merupakan aktifitas fisik itu penting dilakukan dalam keseharian baik olahraga terarah (cabang olahraga0 ataupun gerakan lainnya yang mengandung unsur gerak.

Dalam hal ini Hamalik (1995: 57) menjelaskan, “Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang salingmempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran.”

Istilah model pembelajaran amat dekat dengan pengertian strategi pembelajaran dan dibedakan dari istilah strategi, pendekatan dan metode pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada suatu strategi, metode, dan teknik. Sedangkan istilah “strategi “ awal mulanya dikenal dalam dunia militer terutama terkait dengan perang atau dunia olah raga, namun demikian makna tersebut meluas tidak hanya ada pada dunia militer atau olahraga saja akan tetapi bidang ekonomi, sosial, pendidikan. Pendekatan taktis mendorong siswa untuk memecahkan masalah taktik dalam permainan. Masalah ini pada hakikatnya berkenaan dengan peberapan keterampilan teknik dalam situasi permainan. Dengan demikian siswa makin memahami kaitan antara teknik dan taktik. Keuntungan lainnya, pendekatan ini tepat untuk mengajarkan keterampilan bermain sesuai dengan keinginan siswa. Tujuan utama dari pendekatan taktis dalam pengajaran permainan adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bermain.

Model pembelajaran taktikal menggunakan minat siswa dalam struktur pemainan untuk pengembangan ketrampilan dan pengetahuan taktikal yang dipelukan untuk pemainan keterampilan dan pengetahuan taktikal yang diperlukan untuk penampilan permainan. Sedangkan pembelajaran masuk ke dalam alam pikir siswa, sehingga terbentuk struktur pengetahuan tertentu. Pembelajaran pendekatan taktikal dalam pendidikan jasmani adalah bagian dari pembelajaran kognitif.

Model pembelajaran permainan taktikal, guru merencanakan tugas mengajar dalam konteks pengembangan keterampilan dan taktis bermain

siswa, mengarah pada permainan yang sebenarnya. Tugas-tugas belajar menyerupai permainan dan modifikasi bermain. Penekanannya pada pengembangan pengetahuan taktikal yang memfasilitasi aplikasi keterampilan dalam permainan, sehingga siswa dapat menerapkan kegiatan belajarnya saat dibutuhkan. Pada intinya adalah siswa dapat mengembangkan keterampilan dan taktis bermain secara berkesinambungan.

Adapaun pada strategi pembelajaran pendekatan taktis yaitu lebih menekankan pada konsep game-drill-game. Game yaitu bermain, siswa dituntut untuk bermain dengan konsep-konsep yang yang diberikan oleh guru dan memahami tentang permainan itu. Drill yaitu pengulangan, guru harus lebih teliti melihat siswanya dan apabila terjadi kesalahan dalam tugas gerak baru menghentikan pembelajaran dan diberikan contoh gerakan yang benar kemudian siswa melakukan tugas gerak tersebut. setelah melakukan pengulangan atau drill siswa kembali melakukan permainan dengan perubahan tugas gerak yang telah dilakukan pada tugas drill. Pembelajaran melalui model pembelajaran pendekatan taktis membiasakan siswa untuk melatih kognitif, afektif, dan psikomotor.

Pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong perubahan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai perkembangan psikis, keterampilan motorik yang meliputi sikap- mental=emosinal-spor-tivitas, spiritual-sosial, serta pembiasaan pola hidup sehat, yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkem-bangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan ada beragam metode yang dapat diterapkan guru, seperti metode ceramah, metode demonstrasi, metode tanya jawab, metode taktis dan sebagainya. Salah satu pembelajaran yang efektif adalah dengan model taktis Pengajaran melalui pendekatan taktis ini berusaha menghubungkan kemampuan taktis bermain dan keterampilan teknik dasar dengan menekankan pemilihan waktu yang tepat untuk melatih teknik dasar dan aflikasi dari pada teknik dasar tersebut ke dalam keterkaitannya dalam kemampuan taktis bermain, sehingga mampu merangsang siswa untuk befikir dan menemukan sendiri alasan-alasan yang melandasi gerak dan penampilannya (peformance).

Pada proses pengajaran pendididikan jasmani di sekolah masih ada guru yang menganut sistem pendekatan yang bersifat tradisional, yang menekankan pengajaran hanya pada penguasaan keterampilan atau teknik

E S I N D O

Physical Education and Sport Indonesia

dasar suatu cabang olahraga. Meskipun format/ konsep pengajaran seperti itu memang bisa meningkatkan penguasaan teknik siswa, tetapi kekurangannya adalah bahwa keterampilan teknik dasar diajarkan kepada siswa sebelum siswa mampu memahami keterkaitan atau relevansi teknik-teknik dasar tersebut dengan penerapannya di dalam permainan yang sebenarnya, akibatnya sifat kesinambungan dari implementasi teknik dasar ke dalam permainan menjadi terputus. Untuk menghindari hal tersebut sekarang sudah dikenal suatu sistem pendekatan yang dirasakan lebih cocok untuk diterapkan dalam mengajar penjas terutama yang terkait dengan mengajar untuk olahraga-olahraga yang bersifat permainan yaitu sistem "pendekatan taktis". Oleh karena itu maka peneliti ingin melakukan penelitian mengenai sejauh mana Pemberian Pembelajaran Model Taktis Untuk Meningkatkan Kemampuan Bulutangkis Siswa yang nanti akan dilaksanakan di MTsN Aryojeding Tulungagung

2. Tujuan penelitian

1. Siswa mampu memahami tentang cara mengatur atau menyusun sesuatu. Dengan pengajaran menggunakan metode taktis guru dapat menjelaskan tentang cara mengatur dan menyusun materi yang dipaparkan secara detail;

2. Siswa dapat mengalami bagian-bagian dari sesuatu benda atau peristiwa atau alat secara detail. Pengertian Bulu tangkis

3. Siswa dapat memahami taktik maupun teknik dalam pemainan bulu tangkis

3. Kerangka Berpikir

Peneliti menerapkan metode taktis dilapangan, karena mengingat bahwa kemampuan bulutangkis siswa kelas VIIA masih sangat rendah, karena hasil belajar mereka kurang dari 50% yang belum memperoleh nilai setara dengan KKM (70). Sehingga dengan penerapan metode taktis ini diharapkan kemampuan bulutangkis para siswa kelas VIIA menjadi meningkat sekurang- kurangnya 80% siswa mencapai sama atau lebih besar dengan nilai KKM. 4. Hipotesis Tindakan

dengan penerapan metode demonstrasi maka kemampuan permainan bulutangkis pada mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di kelas VIIA MTsN Aryojeding akan menjadi meningkat

B. METODE PENELITIAN

Dalam dokumen JURNAL PESINDO VOL. 3. NO. 1 CETAK 2.pdf (Halaman 32-35)

Dokumen terkait