• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN TANGGUNGJAWAB

A. Gambaran Umum Paroki Kristus Raja Barong Tongkok dan Lingkungan

3. Pendalaman Lebih Lanjut Terhadap Hasil Penelitian Menurut

Pendalaman terhadap hasil mengacu pada tanggungjawab keluarga Katolik terhadap pendidikan iman anak yang telah dibahas pada bab II. Bab II secara khusus menguraikan tentang tanggungjawab keluarga Katolik terhadap pendidikan iman anak. Keluarga memiliki hak untuk melaksanakan tanggungjawabnya berkenaan dengan pendidik iman bagi anak-anak mereka. Tanggungjawab pendidikan iman anak yang pertama dan utama berasal dari orangtua. Hal ini dapat diartikan bahwa suami istri bersama-sama terlibat dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai pendidik iman anak yang tidak dapat digantikan oleh siapapun.

a. Identitas Responden

Keseluruhan responden dalam penelitian ini berjumlah 20 orang. Mereka adalah keluarga Katolik yang ada di lingkungan St. Cristoporus Busur yang memiliki anak usia SD sampai SMP. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar responden berusia di atas 40 tahun dan sisanya berusia di atas 30 tahun sampai 40 tahun. melihat dari tingkat usia tersebut, responden di lingkungan St. Cristoporus Busur sudah berumur.

Melalui data penelitian dapat diungkapkan bahwa jumlah terbesar pendidikan dari responden adalah perguruan tinggi. Sedangkan lainnya lulusan Sekolah Menengah Atas. Latar belakang pendidikan sangat mempengaruhi wawasan dan pengetahuan setiap pribadi.

Jika dilihat dari jenis pekerjaan, hasil penelitian mengungkapkan bahwa jumlah orang tua yang berprofesi sebagai PNS lebih besar dibandingkan dengan profesi yang lain seperti karyawan swasta, guru honorer, TKK dan petani. Dengan melihat jenis pekerjaan, sebagian besar sibuk bekerja. Seperti yang dialami penulis saat akan membagikan kuesioner ke rumah responden beberapa responden tidak hadir karena sedang bekerja. Beberapa responden hanya bisa ditemui pada waktu sore atau malam hari.

b. Pemahaman Tanggungjawab Keluarga Katolik

Gilarso (1996: 14) mengatakan bahwa tanggungjawab dalam membangun keluarga Kristiani perlu dilakukan dengan penuh cinta kasih. Melalui pernikahan, suami-istri membangun suatu persekutuan cinta yang kita sebut keluarga Kristiani. Cinta itu pertama-tama harus diusahakan antar mereka berdua sendiri, kemudian kepada anak-anak, juga kepada sanak-saudara, tetangga, lingkungan, dan akhirnya kepada semua orang lain, terutama orang-orang kecil dan miskin. Karena itu, segenap anggota keluarga terutama suami-isteri harus berusaha dengan sekuat tenaga untuk menumbuhkan cinta kasih di dalam kehidupan mereka. Bila cinta kasih ada dalam keluarga, maka sikap keterbukaan, saling pengertian, saling mengampuni serta saling mendukung satu sama lain dalam hal-hal yang baik akan muncul dalam keluarga.

Data penelitian mengungkapkan bahwa sebagian besar keluarga Katolik telah memahami arti tanggungjawab keluarga Katolik yakni ikut membangun masyarakat dengan membentuk pribadi-pribadi keluarga yang baik, adil, jujur mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia. Responden lainnya memahami arti tanggungjawab yakni ikut membangun Gereja dengan membina hidup rohani dalam keluarganya selain itu ada juga yang memahaminya dengan membangun keluarga dengan penuh cinta.

Sehubungan dengan pemahaman tentang tanggungjawab keluarga Katolik, hasil penelitian menunjukkan 75% responden telah memahami tanggungjawab, sebagai perwujudan iman Kristiani untuk mengasihi seluruh anggota keluarga. Selain itu responden lainnya menghayati sebagai perwujudan teladan yang baik kepada anak-anak dan pendidikan yang layak kepada anak-anak. Melihat hasil penelitian penulis berpendapat bahwa keluarga Katolik sudah memahami tanggungjawab sebagai keluarga Katolik dengan baik.

Berkaitan dengan pemahaman arti pendidikan iman anak, hasil penelitian menunjukkan 75% responden telah memahami arti pendidikan iman anak adalah proses dan usaha-usaha orang dewasa untuk membantu anak-anak sejak dini agar mereka mampu menghormati dan mengasihi Allah sebagai pencipta dan penyelamat. Selain itu ada pula keluarga Katolik yang memahami sebagai segala kegiatan yang mengajarkan tentang iman sebagai orang Katolik.

Berkaitan dengan pemahaman dilaksanakannya pendidikan iman Katolik kepada anak. 75% responden menjawab dilaksanakan dalam keluarga Katolik karena keluarga memahami tanggungjawab orang tua kepada anak sebagai kurnia

Allah, selain itu sebagian menjawab sebagai wujud kasih sayang orang tua kepada anaknya.

Kemudian berkaitan dengan pemahaman orang tua untuk mendukung tercapainya pendidikan iman anak dalam keluarga, dengan menyekolahkan anaknya di sekolah Katolik 45% keluarga Katolik menjawab perlu dan 55% responden lainnya menjawab sangat perlu. Dengan demikian tanggungjawab orang tua dalam memberikan pendidikan iman anak akan sangat terbantu.

Melihat seluruh aspek yang sudah terungkap, penulis dapat mengatakan bahwa tingkat pemahaman akan tanggungjawab keluarga Katolik dan pendidikan iman anak di lingkungan St. Cristoporus Busur sudah baik. Namun diharapkan bukan sekedar pemahaman tetapi sungguh-sungguh diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar dari keluarga Katolik memahami tanggungjawab keluarga terhadap pendidikan iman anak sebagai kurnia Allah dan sebagai wujud kasih sayang orang tua kepada anaknya. Hal ini memang sudah baik diharapkan tidak sampai pada pemahaman tetapi sungguh diwujudkan melalui orangt ua sebagai teladan dan role model bagi anak mereka.

c. Pelaksanaan Tanggungjawab Keluarga Katolik

Keluarga adalah sarana untuk menuntun anak-anak agar dapat mengenal Allah dan mengimaninya sejak dini. Di dalam keluarga, orang tua mempunyai peranan dalam keterlibatan membantu anak-anak mereka mengembangkan keutamaan hidup yakni iman, harapan dan kasih. Tanggungjawab yang diemban oleh keluarga sangatlah penting dan besar. Orang tua tidak hanya sekedar sampai

pada batas pemahaman akan tanggungjawabnya kepada setiap anggota keluarga, tetapi sungguh-sungguh melaksanakan tanggungjawab tersebut. Keluarga harus dapat bertanggungjawab terhadap pendidikan iman anak-anaknya. Di dalam keluarga mendidik anak adalah tugas yang utama dan pertama, tidak dapat digantikan oleh siapapun itu (FC art. 36).

Hasil penelitian menyebutkan 80% responden menjawab orang tua terlibat dalam melaksanakan pendidikan iman anak mereka. Dilihat dari hasil penelitian tersebut, penulis berpendapat bahwa keluarga Katolik di lingkungan St. Cristoporus Busur Paroki Kristus Raja Barong Tongkok telah melaksanaan dengan baik dan harus ditingkatkan lagi agar semua keluarga melaksanakan pendidikan iman terhadap anak mereka.

Berkaitan dengan bentuk pendidikan iman kepada anak dalam keluarga, hasil penelitian mengatakan bahwa 70% responden memberikan teladan hidup yang baik serta mengajak berdoa bersama, ziarah bersama keluarga. Dari hasil penelitian penulis berpendapat bahwa orang tua di lingkungan St. Cristoporus Busur sudah baik dan bertanggungjawab dalam melaksanakan pendidikan iman anak-anak mereka.

Dalam ‘Gereja Rumah Tangga” (Ecclesia Domestica) orang tua memberikan teladan baik melalui perkataan maupun perbuatan dalam hidup sehari-hari. Dalam hal ini, keluarga sangat berperan penting dalam tugas perutusannya bagi masa depan Gereja dan terbangunnya kesejahteraan dalam hidup bermasyarakat. Selaras dengan pernyataan tersebut 70% responden menjawab dengan memberikan teladan hidup yang baik. Penulis berpendapat bahwa orang tua

di lingkungan St. Cristoporus Busur telah melaksanakan tanggungjawabnya dalam melaksanakan pendidikan iman anak dalam keluarga.

Berkaitan dengan sikap yang mendukung terlaksananya tanggungjawab keluarga Katolik dalam pendidikan iman anak, 65% responden menjawab keluarga Katolik melaksanakan dengan sepenuh hati dan setia. Sebagian kecil menjawab dengan semampunya. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis berpendapat bahwa keluarga Katolik memiliki sikap yang sangat mendukung terlaksananya tanggungjawab keluarga dalam pendidikan iman anak.

Pendidikan yang paling mendasar dalam keluarga adalah pendidikan iman. Sebab iman menjadi dasar bagi seluruh proses pendidikan seterusnya. Pendidikan dalam keluarga harus memperhatikan pendidikan iman dan moral Katolik, karena keluarga adalah sekolah nilai-nilai kemanusian dan iman Katolik (KWI, 2011: 29). 45% responden merasakan semakin bertanggungjawab karena telah memberikan pendidikan iman anak dan semakin peduli akan pendidikan iman anak mereka. 30% responden menjawab merasa senang dan merasa bahagia karena telah memberikan pendidikan iman kepada anak. Hasil penelitiaan ini menunjukkan bahwa orang tua semakin peduli dengan pendidikan iman anak mereka.

Berdasarkan hasil penelitian, kebersamaan dalam keluarga, 75% responden menjawab melaksanakan pada saat makan bersama anggota keluarga dan 40% responden menjawab pada hari besar keagamaan. Penulis berpendapat bahwa hal ini sudah baik dan perlu ditingkatkan lagi sehingga kebersamaan dalam keluarga tidak hanya sebatas pada saat makan bersama dan hari besar keagamaan tetapi dapat terus terjalin setiap hari.

Pendidikan iman mempunyai tujuan utama agar sebagai orang Katolik secara bertahap dibimbing ke dalam pemahaman tentang misteri keselamatan, agar mereka khususnya anak belajar menyembah Allah dalam Roh dan dalam kebenaran terutama melalui ibadat liturgi dan agar mereka terdidik untuk menghayati hidup pribadi yang benar dan kudus, menurut kodrat mereka yang baru (FC art. 39). Berdasarkan hasil penelitian kegiatan liturgi yang dilakukan dalam keluarga, 80% responden menjawab dengan mengajak keluarga berdoa bersama, 30% responden menjawab sesudah dan sebelum makan. Sebagian kecil responden menjawab dengan mengajak doa pagi sebelum beraktivitas. Melihat dari hasil penelitian tersebut penulis berpendapat bahwa keluarga Katolik di lingkungan St. Cristoporus Busur sudah melaksanakan kegiatan liturgi dalam keluarga mereka, kegiatan ini perlu ditingkatkan oleh seluruh keluarga Katolik demi terlaksananya pendidikan iman anak mereka.

d. Kesulitan-kesulitan yang Dialami Keluarga Katolik

Pendidikan iman anak adalah tanggungjawab utama dari orang tua. Orang tua dapat memulai dengan memberikan keteladanan melalui suasana cinta kasih di dalam keluarga, saling mengasihi dan menghargai satu sama lain. Hasil penelitian mengungkapkan kesulitan yang dilihat dari segi internal dalam menjalankan tanggungjawab memberikan pendidikan iman Katolik kepada anak dalam keluarga. Sebagian besar responden menjawab bahwa kurangnya waktu dan kurangnya kesadaran akan tugas dan kewajiban sebagai keluarga Katolik. Sebagian kecil

responden menjawab masih kurangnya pemahaman keluarga tanggungjawab sebagai keluarga Katolik.

Menurut Soerjanto dan Widiastoeti (2007:7) kemajuan zaman membawa beberapa dampak negatif seperti individualisme. Orang zaman ini seringkali bersikap acuh dengan keadaan orang lain. Karena itu orang tua bertanggungjawab membantu anak-anaknya agar mampu mengatasi sifat egois dan sifat-sifat negatif lainnya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kesulitan eksternal yang dihadapi oleh keluarga Katolik dalam pelaksanaan tanggungjawab pendidikan iman anak, perkembangan teknologi yang begitu cepat dan anak sibuk dengan dunianya sendiri, selain itu keluarga merasa lingkungan kurang mendukung.

e. Harapan-harapan keluarga Katolik

Hasil penelitian mengungkapkan, bahwa keluarga Katolik St. Cristoporus Busur mengharapkan terwujudnya hidup rukun, harmonis, dan bertakwa kepada Tuhan dan saling mendukung antar anggota keluarga serta menerima keterbatasan dan mengakui kelebihan anggota keluarga. Berkaitan dengan harapan tersebut penulis berpendapat bahwa keteladanan dalam hidup keluarga Katolik membantu terlaksananya pendidikan iman anak.

Hasil penelitian mengenai sarana dan prasarana dalam keluarga, 80% responden menjawab Kitab Suci dan Puji Syukur, selain itu buku-buku tentang iman Katolik, dokumen-dokumen Gereja dan patung keluarga kudus, rosario dan buku-buku doa. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis berpendapat bahwa

harapan keluarga dapat menyediakan sarana dan prasarana untuk meningkatkan terlaksananya tanggungjawab dalam setiap keluarga.

Hasil penelitian mengenai usulan kegiatan yang diharapkan dapat dilakukan oleh lingkungan untuk meningkatkan tanggungjawab keluarga Katolik adalah rekoleksi keluarga dan pendalaman iman. Berdasarkan hasil penelitian ini diharpakan dapat meningkatkan terlaksananya pendidikan iman anak di lingkungan St. Cristoporus Busur.

Dokumen terkait