• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendapat tentang Kesiapan Masa Muda agar Bisa

3. PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TENTANG

3.2 SIKAP TENTANG KEPENDUDUKAN

3.2.6 Pendapat tentang Kesiapan Masa Muda agar Bisa

Isu kependudukan lainnya yang digali dalam survei ini adalah tentang pendapat perlunya kesiapan pada masa muda untuk menyongsong masa tua dengan baik. Responden remaja ditanya tentang persiapan yang dilakukan pada masa muda agar dapat menikmati hari tua. Tabel 3.8. menyajikan persentase remaja yang berpendapat tentang perlunya persiapan masa muda agar dapat menikmati hari tua.

Tabel 3.8 Perlunya Persiapan Remaja agar Dapat Menikmati Hari Tua

Distribusi persentase rmenurut karakteristik latar belakang dan pendapattentang perlunya persiapan agar dapat menikmati hari tua, Indonesia 2018

Karakteristik latar belakang

Persiapan agar dapat menikmati hari tua

Jumlah remaja

Catatan: Tanda kurung ( ) menunjukan bahwa angka berdasarkan pada kasus tak tertimbang dengan jumlah kasus diantara 25-49 kasus

Secara umum 97 persen remaja menyatakan perlu persiapan pada masa muda agar dapat menikmati hari tua. Angka ini mengalami peningkatan dari persentase tahun sebelumnya sebesar 96 persen. Pendapat remaja tentang perlu persiapan pada masa muda tampak beragam menurut karakteristik latar belakang.

Menurut kelompok umur, remaja kelompok umur 20-24 tahun lebih banyak yang berpendapat perlu persiapan pada masa muda dibandingkan dengan kelompok remaja 15-19 tahun (98 persen berbanding 97 persen). Pola serupa terjadi pada kelompok umur remaja wanita dan pria. Berdasarkan daerah tempat tinggal, remaja yang berada di perkotaan lebih tinggi persentase yang berpendapat perlunya kesiapan untuk hari tua dibandingkan dengan remaja di perdesaan (98 persen berbanding 97 persen).Pola yang

sama juga berlaku pada kelompok remaja wanita dan pria. Dilihat dari tingkat pendidikan, ada kecenderungan pola peningkatan yang linier, semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar persentase remaja baik remaja pria dan remaja wanita yang berpendapat tentang perlunya persiapan pada masa muda untuk dapat menikmati hari tua.

Berdasarkan Lampiran Tabel A.3.8 menunjukkan bahwa persentase banyaknya remaja di setiap provinsi yang setuju mengenai perlunya persiapan di waktu muda untuk menikmati hari tua sudah cukup tinggi di provinsi yaitu diatas 88 persen. Hampir seluruh remaja yang menyatakan perlu persiapan pada masa muda dijumpai di Provinsi Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah dan Papua Barat (hampir 100 persen). Sementara persentase yang rendah dalam aspek yang sama terdapat di Provinsi Banten (88 persen), Sulawesi Utara, serta Papua (masing-masing 90 persen).

Selanjutnya remaja ditanyakan jenis persiapan yang perlu dilakukan. Dari pertanyaan tersebut terdapat jenis-jenis persiapan seperti kesehatan fisik/olah raga, menghindari perilaku berisiko, menyiapkan kemampuan ekonomi, membangun jejaring sosial, menjaga mental spiritual dan jawaban lainnya.

Kesiapan masa muda berdasarkan jenis kegiatan untuk menghadapi hari tua disajikan pada Tabel 3.9.

Diantara 22.210 remaja yang menyatakan perlu persiapan untuk hari tua, sebagian besar remaja menyatakan bahwa perlu kesiapan fisikdengan menjaga kesehatan fisik dan berolahraga supaya tidak sakit di hari tua (87 persen), menyiapkan kemampuan ekonomi (65 persen), menghindari perilaku berisiko (41 persen), menjaga mental dan spiritual (38 persen), dan terendah membangun jejaring sosial (26 persen). Sisanya sebesar 13 persen menjawab lainnya diluar yang disebutkan diatas. Persentase ini sama dengan tahun sebelumnya, hanya persentase remaja yang berpendapat mengenai kesiapan untuk menyiapkan kemampuan ekonomi, membangun jaringan sosial dan menjaga mental dan spiritual jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Berbagai jenis kegiatan yang dilakukan tersebut di atas tampak beragam menurut karakteristik latar belakang. Berdasarkan umur, remaja pada kelompok umur 15-19 tahun persentasenya sedikit lebih tinggi dibandingkan remaja kelompok umur 20-24 tahun dalam hal kesiapan kesehatan fisik untuk menghadapi masa tua (88 persen berbanding 86 persen). Ini berbeda dari pola tahun sebelumnya. Pola serupa terjadi pada remaja wanita maupun pria terhadap kesiapan kesehatan fisik. Gambaran menurut kelompok umur remaja tersebut menunjukkan pola yang sebaliknya terhadap hal-hal berkaitan dengan kesiapan-kesiapan lain seperti menghindari perilaku berisiko, menyiapkan kemampuan ekonomi, membangun jejaring sosial dan menjaga mental spiritual. Hal ini berlaku untuk remaja laki-laki maupun remaja wanita.

Tabel 3.9 Jenis Persiapan agar Dapat Menikmati Hari Tua

Persentase remaja yang berpendapat perlunya persiapan agar dapat menikmati hari tua menurut karakteristik latar belakang dan jenis persiapan, Indonesia 2018 Catatan: Tanda kurung ( ) menunjukan bahwa angka berdasarkan pada kasus tak tertimbang dengan jumlah kasus diantara 25-49 kasus

Menurut tempat tinggal, remaja di perkotaan menunjukkan persentase yang lebih tinggi dibandingkan remaja di perdesaan tentang semua jenis kesiapan untuk hari tua (kesehatan fisik, kemampuan ekonomi, menghindari perilaku berisiko, membangun jejaring sosial dan menjaga mental spiritual). Pola menurut tempat tinggal tersebut serupa terjadi pada remaja pria maupun wanita untuk hampir semua jenis kesiapan untuk hari tua. Berdasarkan tingkat pendidikan, memperlihatkan pola yang tidak terlalu jelas. Persentase mengenai perlunya menjaga kesehatan fisik cukup tinggi pada remaja yang tidak bersekolah, namun

kemudian persentasinya menurun sebesar 83 persen pada remaja yang berpendidikan SD dan kemudian kembali meningkat sampai sebesar 91 persen pada remaja yang ada di perguruan tinggi. Pola yang hampir sama terjadi pada remaja pria maupun wanita. Ini menunjukan bahwa meskipun remaja banyak yang tidak bersekolah, tetapi mereka cukup tahu bahwa menjaga kesehatan fisik misalnya dengan berolahraga di masa muda bisa menjadi bekal supaya hari tua tidak sakit-sakitan.

Berbagai jenis persiapan pada masa muda beragam menurut provinsi (Lampiran Tabel A.3.9). Remaja dalam menyongsong hari tua dengan mempersiapkan kesehatan fisik paling banyak di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Utara (masing-masing 96 persen), Bali (95 persen), dan Kep. Bangka Belitung (95 persen). Sedangkan provinsi yang terendah dalam mempersiapkan kesehatan fisik adalah Provinsi Kep. Riau (75 persen), Lampung dan Banten (masing-masing 76 persen) dan Kalimantan Barat (77 persen).

Provinsi yang para remajanya mempersiapkan hari tua dengan menghindari perilaku berisiko paling banyak di Provinsi Bangka Belitung (74 persen), berikutnya NTT (70 persen), DI Yogyakarta (58 persen), Maluku Utara (57 persen) dan Bali (56 persen), sedangkan yang rendah dijumpai di Provinsi Banten (17 persen) dan Kalimantan Tengah (19 persen).Dalam menyiapkan kemampuan ekonomi untuk persiapan hari tua, terdapat dua provinsi yang persentase remajanya cukup tinggi berpendapat tentang hal tersebut yaitu Provinsi Bangka Belitung dan DKI Jakarta (masing-masing 84 persen), berikutnya Kalimantan Utara (83 persen), Sumatera Barat (82 persen), dan DI Yogyakarta (78 persen). Di sisi lain provinsi yang para remajanya, relatif rendah menyatakan pendapat perlu menyiapkan kemampuan ekonomi dalam rangka mempersiapkan hari tua adalah Provinsi Sulawesi Utara (35persen), Provinsi Sulawesi Barat dan Maluku (masing-masing 45 dan 46 persen). Remaja yang berpendapat masa muda perlu persiapan dalam hal membangun jejaring sosial tertinggi persentasenya di Provinsi Bangka Belitung (72 persen), berikutnya DI Yogyakarta dan NTT (masing-masing 51 persen), sedangkan provinsi dengan persentase terendah adalah Provinsi Banten dan Riau (tujuh persen dan 10 persen). Dalam hal menjaga mental dan spiritual, remaja di Provinsi Kep. Bangka Belitung dan DI. Yogyakarta memiliki persentase yang tinggi, masing-masing 74 persen dan 61 persen. Untuk remaja yang relatif rendah menyatakan pendapat tersebut terrdapat di Provinsi Sulawesi Utara (15 persen), dan Sulawesi Tenggara (16 persen).