BAB VI EKONOMI KEUANGAN
5. PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pesisir Barat terdiri dari komponen: pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. Pada tahun 2013 target PAD Rp.978.411.775,00 dan terealisasi Rp.1.114.057.186, pada tahun 2014 target PAD Meningkat menjadi Rp.2.562.294.417,00, terealisasi Rp.1.587.871.014,00. Pajak daerah merupakan penyumbang pemasukan PAD yang paling dominan yaitu Rp.1.407.226.612,00 meningkat 36,19% dari tahun 2013 dan baru terealisasi Rp.545.726.365,00.
Untuk Rasio PAD terhadap APBD Kabupaten Pesisir Barat tahun 2013 sebesar 8,91%, tahun 2014 0,79%. Melihat dari rasio PAD terhadap APBD Kabupaten Pesisir Barat tersebut, terlihat masih kecilnya peranan PAD dalam menyumbang pendapatan daerah. Meskipun demikian, upaya peningkatan PAD memerlukan pengkajian dan pertimbangan yang sistematik. Selain itu, sumber-sumber PAD banyak yang berkaitan langsung dengan masyarakat, sehingga perlu dipikirkan suatu pola dimana agar sumber-sumber PAD tersebut tidak membebani masyarakat.
TABEL VI.1
PAD Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2013 – 2014
Sumber PAD 2013 2014
Pajak Daerah Rp.509.323.825 Rp.1.407.226.612
Retribusi Daerah Rp.469.087.950 Rp.920.067.805
Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah yang di Pisahkan - -
Lain-lain PAD yang Sah - Rp.235.000.000
Total PAD Rp.978.411.775 Rp.2.562.294.417
Total APBD Rp.10.978.411.775 Rp. 323.570.107.806
Rasio PAD Terhadap APBD 8,91 % 0,79 %
BAB VII
POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN
1. Politik Dalam Negeri dan Kebangsaan
Berdasarkan laporan dari Kantor Kesbangpol Kabupaten Pesisir Barat, anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat sesuai dengan besaran jumlah penduduk berjumlah 25 orang. Saat ini anggota DPRD Pesisir Barat yang telah dilantik dan masih bertugas di kabupaten induk Lampung Barat berjumlah 14 orang, sisa 11 orang anggota akan menunggu penetapan KPUD Lampung Barat untuk selanjutnya akan dilantik bersamaan di DPRD Pesisir Barat. Adapun komposisi Anggota DPRD berdasarkan jenis kelamin untuk pria sebanyak 11 orang dan 3 orang wanita. Dengan rincian dari Partai Golkar 1 orang, PDI-P 3 orang, Partai Demokrat 2 orang, PBR 1 orang, PAN 2 orang, PKPI 1 orang, PPP 2 Orang dan PKNU 1 Orang. Jumlah peserta pemilih pada tahun 2014 ada sebanyak 108 orang dengan rincian sebanyak 56.927 orang pria dan 51.764 orang perempuan.
Jumlah Partai Politik (parpol) yang ada di Kabupaten Pesisir Barat sampai dengan bulan Juni 2014 sebanyak 12 partai. Sedangkan jumlah parpol peserta pemilu legislatif pada tahun 2014 12 parpol. Organisasi kemasyarakatan berdasarkan profesi pada tahun 2014 ada sebanyak 8 organisasi.
Keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal yang ada, di Kabupaten Pesisir Barat pada tahun 2014 ada sebanyak 6 LSM, Sedangkan LSM Nasional pada tahun 2014 sebanyak 3 LSM. Keberadaan jumlah media massa/pers lokal dan nasional di Kabupaten Pesisir Barat pada tahun 2014 ada sebanyak 4 media.
2. Hukum
Untuk jenis kasus tindak pidana yang di tangani oleh Pengadilan Negeri Liwa pada tahun 2010 untuk jenis kasus tolakan berjumlah 174 kasus dan pada tahun 2011 naik menjadi 206 kasus dan pada tahun 2012 turun cukup jauh menjadi 124 kasus, untuk rol/tilang pada tahun 2010 berjumlah 5.039 kasus pada tahun 2011 turun menjadi 4.904 kasus dan pada tahun 2012 untuk rol terdapat 2 kasus dan tilang 3.622 Kasus, sedangkan untuk kasus sumir terjadi pada tahun 2010 berjumlah 7 Kasus. Banyaknya kasus tilang yang masuk disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas.
Sedangkan jumlah perkara yang diputus oleh pengadilan tingkat I pada tahun 2010 tercatat 176 putusan, putusan banding 8 putusan dan kasasi 1 putusan. Pada tahun 2011 untuk 195 putusan tingkat I, 4 Banding dan 1 Kasasi. selanjutnya untuk tahun 2012 terdapat 86 putusan tingkat I dan 2 Banding. Dan kasus Rol/Tilang pada tahun 2010 yang terselesaikan berjumlah 5.039 kasus, pada tahun 2011 4.904 kasus dan pada tahun 2012 berjumlah 2 Rol dan 3.626 tilang. Jumlah kasus perdata di Kabupaten Pesisir Barat relatif sedikit, pada tahun 2010 perkara perdata yang masuk ke Pengadilan Negeri Liwa berjumlah 1 kasus, di tahun 2011 berjumlah 8 kasus dan pada tahun 2012 berjumlah 3 kasus. Untuk perkara perdata yang diputus dan kasasi oleh Pengadilan Negeri pada tahun 2010 ada 4 gugatan perdata, tahun 2011 ada 4 gugatan perdata, 2 permohonan perdata dan tahun 2012 tidak ada kasus perdata yang di putus di Pengadilan Negeri Liwa.
Untuk jumlah narapidana yang dari putusan pengadilan di Lembaga Permasyarakatan Krui pada tahun 2010 berjumlah 164 Dewasa, 28 Pemuda, 12 Anak-Anak, tahun 2011 berjumlah 163 Dewasa, 35 Pemuda, 19 Anak-anak dan pada tahun 2012 berjumlah 163 Dewasa, 35 Pemuda, 19 Anak-anak. Sedangkan untuk tambahan narapidana yang terkena pidana kurungan penganti denda di Lembaga Permasyarakatan Krui pada tahun 2010 berjumlah 8 orang dewasa, tahun 2011 berjumlah 7 orang dewasa dan pada tahun 2012 berjumlah 9 orang dewasa.
3. Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban Umum
Berdasarkan data laporan dari Polsek Pesisir Tengah maupun Kesbangpolinmas Kabupaten Pesisir Barat bahwa situasi keamanan dan ketertiban dalam masyarakat cukup kondusif dan terkendali, meskipun dibeberapa wilayah masih terdapat gangguan keamanan dan ketertiban, namun dapat diatasi dengan baik. Berdasarkan data laporan dari Polres Lampung Barat pada tahun 2013 terjadi 11 (sebelas) jumlah tindak kriminalitas yang menyangkut keamanan, ketentraman dan ketertiban umum. Hingga bulan Juni 2014, Jumlah Aparat Keamanan (Polisi) ada 46 orang dan jumlah Pos Keamanan (Polisi) 3 unit.
BAB VIII INSIDENSIAL
1. Pengungsi
Berdasarkan data laporan dari Dinsosnakertrans Kabupaten Pesisir Barat Sampai dengan bulan Juni 2014, belum ada penduduk daerah yang mengungsi apabila terjadi bencana alam. Bencana alam yang terjadi tersebut oleh penduduk dirasa belum begitu mengkhawatirkan, sehingga penduduk yang terkena musibah tersebut tetap bertahan di lokasi tempat tinggalnya masing-masing. Begitu pula saat terjadi bencana tanah longsor dan banjir meskipun ada beberapa tempat tinggal yang mengalami kerusakan akibat tanah longsor, gempa, angin puyuh maupun banjir namun masih dapat segera dapat diperbaiki dan tetap ditempati.
2. Bencana Alam
Berdasarkan data laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat pada tahun 2013 dan 2014 lokasi rawan bencana terdapat di semua kecamatan di Kabupaten Pesisir Barat. Pada tahun 2013 terjadi musibah bencana alam banjir dan tanah longsor di Pekon Gunung Kemala, Kecamatan Karya Penggawa dan Pekon Mandiri Sejati, Kecamatan Pesisir Selatan. Jumlah kerugian material yang ditimbulkan mencapai Rp.3.500.000.000,00. Bantuan yang telah disalurkan kepada pihak yang terkena musibah bencana antara lain berupa uang sebesar Rp.2.000.000.000,00; beras 15 ton, mie isntan 500 kardus, minyak goreng 500 liter, pakaian sebanyak 500 paket, material bangunan 80 paket dan obat-obatan 400 paket. Dan pada tahun 2014 terjadi bencana alam yang ada di 11 titik, dan kebutuhan bantuan yang disalurkan ke masyarakat antara lain: beras 15 ton, mie isntan 500 kardus, minyak goreng 500 liter, pakaian sebanyak 500 paket, peralatan darurat 10 unit dan material bangunan 80 paket.
Bencana banjir yang terjadi berupa bencana alam gerakan tanah/longsor dan banjir, ini erat kaitannya dengan sifat fisik lahan, sifat dan posisi batuan, struktur geologi, keterjalan, penggunaan lahan serta kondisi keairannya daerah dengan sedimen marine lempung dan medan terjal banyak terjadi gerakan tanah.
Jenis lempung ini plastisitasnya mengembang dan mengerut dengan perubahan cuaca, sedangkan batuan ditindih dengan batuan gunung api sehingga pada daerah kontaknya sering terjadi longsor. Daerah dengan curah hujan tinggi juga rawan terhadap longsoran, demikian halnya dengan aktifitas manusia seperti potong dan pangkas (cut and fill) terhadap tanaman dan tanah di lereng juga dapat meningkatkan kecenderungan lahan untuk longsor. Bencana alam berupa gerakan tanah yang terjadi di wilayah Kabupaten Pesisir Barat terdapat pada kawasan hutan, tepi sungai, tepi jalan dengan kondisi lahan terjal atau pada lokasi terjal dengan curah hujan tinggi.
Wilayah Kabupaten Pesisir Barat yang telah teridentifikasi sebagai daerah rawan bencana alam gerakan tanah, sebagai berikut:
1. Kecamatan Lemong; 2. Kecamatan Pesisir Utara; 3. Kecamatan Way Krui;
4. Kecamatan Karya Penggawa; 5. Kecamatan Pesisir Selatan;
6. Kecamatan Ngambur; 7. Kecamatan Bengkunat; dan 8. Kecamatan Bengkunat Belimbing.
3. Penyakit Menular
Berdasarkan Laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat, dari tahun 2012 hingga bulan Juni 2014 di wilayah Kabupaten Pesisir Barat belum ditemukan kasus penyakit menular seperti DBD, malaria, ISPA, diarae dll.
4. Kebakaran Hutan, Pencurian dan Penyelundupan Kayu
Berdasarkan data laporan dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pesisir Barat dari tahun 2012 hingga bulan Juni 2014 di wilayah Kabupaten Pesisir Barat belum ditemukan kasus kebakaran hutan, pencurian dan penyelundupan kayu.
BAB IX PENUTUP
Pada hakekatnya penyediaan data dan informasi ini merupakan upaya untuk mewujudkan akuntabilitas publik serta membangun citra Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Barat yang bersih, berwibawa dan bertanggung jawab. Penyediaan data dan informasi yang akurat disamping untuk keperluan perencanaan diperlukan juga dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan yang efektif dan tepat sasaran.
Dengan selesainya Penyusunan Buku Informasi dan Profil Daerah Kabupaten Pesisir Barat ini, atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dari semua SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) dan kepada semua pihak yang telah membantu mulai dari penyediaan data, pengolahan data sampai penyajian dan analisisnya, akhirnya semoga buku ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
DAFTAR ISI
PROFIL KECAMATAN PESISIR TENGAH ……….... 1 PROFIL KECAMATAN LEMONG ……….. 6 PROFIL KECAMATAN KRUI SELATAN ……….. 11 PROFIL KECAMATAN WAY KRUI ……... 16 PROFIL KECAMATAN PESISIR SELATAN ……….. 21 PROFIL KECAMATAN NGAMBUR ... 26 PROFIL KECAMATAN BENGKUNAT BELIMBING ………. 31 PROFIL KECAMATAN BENGKUNAT ……… 36 PROFIL KECAMATAN PESISIR UTARA ……….. 41 PROFIL KECAMATAN KARYA PENGGAWA ... . 45 PROFIL KECAMATAN PULAU PISANG ……… 50
PROFIL
KECAMATAN PESISIR TENGAH A. Kondisi Wilayah
Umum
Kecamatan Pesisir Tengah resmi menjadi wilayah Kabupaten Lampung Barat berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1991 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Barat. Kemudian dengan adanya pembentukan Kecamatan Way Krui dan Kecamatan Krui Selatan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Barat Nomor 02 Tahun 2010 tentang Pembentukan Kecamatan Kebun Tebu, Air Hitam, Pagar Dewa, Batu Ketulis, Bandar Negeri Suoh, Lumbok Seminung, Way Krui dan Krui Selatan, maka batas Kecamatan Pesisir Tengah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kecamatan Way Krui
Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Krui Selatan
Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Samudera Indonesia
Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Balik Bukit
Wilayah Kecamatan Pesisir Tengah memiliki luas 120,64 km² atau 4,18% dari luas wilayah Kabupaten Pesisir Barat. Peruntukan wilayah lahan Kecamatan Pesisir Tengah sebagian besar adalah dipergunakan untuk lahan pertanian dan perkebunan, sementara sisanya terbagi dalam berbagai peruntukan, seperti: permukiman penduduk, pariwisata, perdagangan, perikanan, peternakan, fasilitas umum dll. Gambaran peruntukan ini sekaligus menunjukkan bahwa karakteristik wilayah Kecamatan Pesisir Tengah merupakan wilayah perpekonan yang didominasi kegiatan perekonomian dalam bentuk pertanian dan perkebunan dan Perdagangan.
Jarak antara ibukota kecamatan dengan pekon-pekon yang ada di wilayah Kecamatan Pesisir Tengah relatif dekat, dimana jarak terjauh hanya sekitar 2 kilometer. Kondisi ini didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang cukup memadai dan diharapkan hubungan antara pemerintah pekon dengan pemerintah kecamatan mudah dilaksanakan, yang pada akhirnya dapat mempermudah koordinasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Sedangkan rata-rata jarak dari Kecamatan Pesisir Tengah ke Ibukota provinsi adalah ±350 km dan rata-rata jarak tempuh perjalanan dengan kendaraan bermotor ±5 jam, dengan demikian jarak ini sangat jauh serta memakan waktu yang cukup lama. Seperti diketahui bahwa Kabupaten Pesisir Barat adalah satu-satunya kabupaten di Provinsi Lampung yang jaraknya paling jauh dari Ibukota Provinsi Lampung, Bandar Lampung. Namun demikian, bukan berarti menjadi hambatan dalam rangka koordinasi penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini karena telah didukung oleh fasilitas jalan yang cukup baik dan kemajuan teknologi, diantaranya alat komunikasi hand phone seluler dan internet.
Geografi
Letak Kecamatan Pesisir Tengah berada pada titik koordinat: 05o 02’ 18” Lintang Selatan dan 103o 56’
05” Bujur Timur.
Topografi
Secara topografi, Kecamatan Pesisir Tengah merupakan daerah dataran rendah yang cendrung berbukit dengan ketinggian ± 0-700 M dari permukaan laut. Secara topografi kecamatan ini terdiri
dari: lahan kering, persawahan, pertanian dan perkebunan dengan suhu rata-rata 25o–30o C.
Menurut Oldeman, Irsal L Darwis (1979), akibat pengaruh dari rantai pegunungan Bukit Barisan, maka Pesisir Barat memiliki 2 (dua) Zone iklim yaitu :
Zona A (Jumlah bulan basah >9 bulan) terdapat dibagian barat TNBBS termasuk Krui dan
bintuhan;
Zona B (Jumlah bulan basah 7-9 bulan) terdapat di bagian timur TNBBS.
Dengan demikian iklim Kecamatan Pesisir Tengah berada pada Zona A. Berdasarkan curah hujan dari Lembaga Meteorologi dan Giofisika, curah hujan Kecamatan Pesisir Tengah berkisar antara 2500-3000 milimeter/tahun.
Pemerintahan
Kecamatan merupakan perangkat daerah kabupaten/kota sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh Camat.
Susunan Organisasi Pemerintah Kecamatan Pesisir Tengah terdiri dari : a. Camat
b. Sekretaris Kecamatan terdiri dari:
Sub Bagian Umum dan Keuangan;
Sub Bagian Perencanaan
c. Seksi terdiri dari:
Seksi Pemerintahan;
Seksi Kesejahteraan Rakyat;
Seksi Pemberdayaan Masyarakat Pekon/Kelurahan;
Seksi Ketentraman dan ketertiban;
d. Kelompok Jabatan Fungsional e. Staf
Pemerintahan Kecamatan Pesisir Tengah sudah dapat berjalan cukup baik dengan fasilitas yang cukup memadai, baik dari aspek sarana dan prasarana maupun aspek Sumber Daya Manusianya. Hal ini dikarenakan Kecamatan Pesisir Tengah merupakan kecamatan induk yang terbentuk dari saat masih bergabung dengan Kabupaten Lampung utara.
Wilayah Kecamatan Pesisir Tengah secara administrasi terdiri dari 6 (enam) pekon dan 2 (dua) Kelurahan, sebagai berikut:
a. Pekon Way Redak b. Pekon Seray
c. Pekon Kampung Jawa d. Pekon Rawas
e. Kelurahan Pasar Krui f. Pekon Suka Negara g. Pekon Pahmungan h. Kelurahan Pasar Kota Krui Dari setiap pekon terdiri dari: a. Satu orang peratin
b. Satu orang Sekdes/juru tulis c. Tiga orang kepala urusan (kaur) d. Tiga orang pemangku
e. Satu orang Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dengan anggotanya f. Satu orang Ketua Lembaga Himpun Pemekonan (LHP) beserta anggotanya
g. Satu orang pembantu Petugas Pencatat Nikah (PPN) sebagai Koordinator keagamaan
h. Satu orang Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan anggotanya
B. Demografis dan Sosial Demografis
Penduduk Kecamatan Pesisir Tengah berjumlah 18.893 jiwa yang terdiri dari 9.553 jiwa laki-laki dan 9.340 jiwa wanita yang menyebar di 6 (enam) pekon dan 2 (dua) kelurahan dengan penyebaran penduduk yang kurang merata antara satu pekon dengan pekon lainnya. Hal ini dikarenakan pemukiman penduduk sebagian masih berpencar-pencar dan membentuk kelompok-kelompok kecil yang disebut umbul.
Jumlah Penduduk per Pekon Kecamatan Pesisir Tengah 2015
No Pekon/Kelurahan Jumlah Penduduk
1 Way Redak 943
2 Serai 1,700
3 Kampung Jawa 2,253
4 Rawas 1,836
5 Kelurahan Pasar Krui 5,717
6 Sukanegara 960
7 Pahmungan 1,244
8 Kelurahan Pasar Kota Krui 4,240
JUMLAH 18,893
Sumber: Disdukcapil Kab. Pesisir Barat dan Kecamatan Pesisir Tengah 2015
Rata-rata jumlah penduduk per kilometer persegi disebut dengan kepadatan penduduk. Hampir seluruh wilayah pekon yang ada di Kecamatan Pesisir Tengah belumlah padat jika dibandingkan dengan wilayah perkotaan, hal ini ditunjukkan oleh tabel di atas, dimana tingkat kepadatan penduduk Kecamatan Pesisir Tengah adalah 153 jiwa/km². Kelurahan Pasar Kota Krui merupakan kelurahan yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi, sedangkan pekon yang memiliki kepadatan penduduk terendah adalah Pekon Sukanegara.
Sosial Budaya
Penduduk Kecamatan Pesisir Tengah sangat majemuk, dengan berbagai suku dan adat istiadat, seperti: Suku Jawa, Lampung, Sunda, Batak, Padang, Betawi dll yang tersebar dimasing-masing kelurahan dan pekon. Kehidupan sosial budaya di wilayah ini didominasi oleh Suku Jawa, Lampung dan Padang. Sedangkan di Kelurahan Pasar Krui didominasi oleh Suku Lampung, Padang dan Sunda dengan kehidupan social, budaya dan adat istiadat yang masih kental.
Pendidikan
Tingkat pendidikan penduduk Kecamatan Pesisir Tengah bervariasi, diantaranya penduduk tamatan Sekolah Dasar (SD) 16%, lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) 21%, Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) 23 % dan sebagian kecil perpendidikan Strata II (S2) yaitu 1%, Strara I (S1) yaitu 3%, D3/sederajat 4%, D1/D2/sederajat 3%, serta masih ada juga yang tidak lulus SD yakni 14 %, belum bersekolah yaitu 15%. Masih tingginya angka penduduk yang tidak lulus SD dipengaruhi beberapa faktor antara lain: rendahnya perekonomian dan kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya pendidikan.
Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Kecamatan Pesisir Tengah Tahun 2015
No Tingkat Pendidikan Jumlah Penduduk Porsentase
1 SD 3.235 16 2 SLTP 3.774 21 3 SLTA 4.339 23 4 DI/DII Sederajat 553 3 5 D3/Sederajat 577 4 6 Starata I ( S1)/DIV 414 3 7 Strata II 48 1 8 Tidak lulus SD 2.536 14 9 Belum bersekolah 3.015 15 Jumlah 18.425 100
Sumber: Disdukcapil Kab. Pesisir Barat dan Kecamatan Pesisir Tengah 2015
Kesehatan
Kesehatan adalah kebutuhan fital yang harus diberikan kepada masyarakat. Dengan jiwa dan badan yang sehat semua kegiatan kehidupan akan berjalan dengan baik. Melalui sarana dan prasarana kesehatan, pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dilakukan. Sarana dan prasarana kesehatan itu antara lain puskesmas, puskesmas pembantu dan poskesdes dengan sarana dan prasarana yang memadai sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Sementara Kecamatan Pesisir Tengah pada saat ini memiliki 1 (satu) Puskesmas dan 1(satu) Puskesmas pembantu.
Peribadatan
Penduduk Kecamatan Pesisir Tengah mayoritas memeluk Agama Islam yaitu 99,87%, Protestan 0,11%, Khatolik 0,02%, Hindu 0%, dan Budha%. Berdasarkan pada data jumlah pemeluk Agama Islam tersebut maka jumlah tempat peribadatan mayoritas adalah Masjid.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama yang Dianut Kecamatan Pesisir Tengah Tahun 2015
No Nama Agama Jumlah Penduduk Porsentase
1 Islam 18.401 99.87 2 Protestan 19 0,11 3 Khatolik 5 0,02 4 Budha 0 0 5 Hindu 0 0 Jumlah 18.425 100
Sumber: Disdukcapil Kab. Pesisir Barat 2015
Perekonomian
Kondisi perekonomian penduduk Kecamatan Pesisir Tengah belum begitu baik dan masih banyak yang harus kembangkan. Dari jumlah total penduduk, terdapat 13.573 jiwa merupakan usia angkatan kerja yang berumur 13 tahun sampai dengan 56 tahun. Sementara itu penduduk yang bekerja di sektor pertanian dan perkebunan mencapai 11.175 jiwa, sektor pengusaha skala sedang 77 jiwa, sektor pengerajin 20 jiwa, sektor buruh perkebunan dan pertanian 557 jiwa, sektor pedagang kecil 34 jiwa, nelayan 65 jiwa, Pegawai Negeri Sipil 104 jiwa, TNI POLRI 42 jiwa. Sedangkan sisanya belum bekerja.
Dari data di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penduduk Kecamatan Pesisir Tengah bersifat agraris yang artinya sebagian besar masyarakat Kecamatan Pesisir Tengah mata pencariannya adalah bertani dan berkebun. Adapun hasil dari pertanian dan perkebunannya adalah: Padi, damar, duren, duku, sayuran dll. Damar Mata Kucing merupakan komoditi unggulan penduduk Kecamatan Pesisir Tengah. Sedangkan hasil peternakan, seperti: sapi, kerbau, kambing, domba dan ayam. Kemudian terdapat pula hasil perikanan air laut seperti: ikan tuna, ikan tuhuk, ikan tongkol, cumi, udang, kepiting dan simba. Sedangkan hasil perikanan dari air tawar berupa ikan mas dan ikan mujair. Sebagai pusat perekonomian, telah ada 1 (satu) pasar, yaitu di Kelurahan Pasar Krui yang berlokasi di Pekon Way Batu.
Berdasarkan data tersebut di atas, potensi perekonomian di Kecamatan Pesisir Tengah berpeluang cukup bagus namun yang menjadi kendala dalam pertumbuhan ekonomi adalah rendahnya harga dan daya beli terhadap hasil pertanian dan perkebunan masyarakat serta masih terbatasnya sarana dan prasarana yang tersedia dari semua sektor, seperti; jalan, jembatan, pasar, alat transportasi dan sarana prasarana umum lainnya.
Pariwisata
Kecamatan Pesisir Tengah mempunyai potensi pariwisata yang cukup bagus, objek wisata yang telah ada antara lain yaitu:
• Pantai Kuala Stabas yang terletak di Kelurahan Pasar Krui dangan jarak tempuh dari pusat pemerintahan sekitar 1,5 km;
• Pantai Labuhan Jukung yang terletak di Pekon Kampung Jawa dangan jarak tempuh dari pusat pemerintahan sekitar 1 km;
• Pantai Way Redak yang terletak di Pekon Way Redak dangan jarak tempuh dari pusat pemerintahan sekitar 3 km; dan
• Repong Damar yang terletak di Pekon Pahmungan dangan jarak tempuh dari pusat pemerintahan sekitar 3 km.
PROFIL
KECAMATAN LEMONG
A. Kondisi Wilayah Umum
Kecamatan Lemong dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Barat Nomor 15 Tahun 2000 Tentang Pembentukan 8 (delapan) Kecamatan Pembantu Menjadi Kecamatan Definitif, dengan batas:
Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kec. Nasal, Kab. Kaur, Bengkulu
Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Pesisir Utara
Sebelah Barat : Berbatasan dengan Samudera Hindia
Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Sukau
Wilayah Kecamatan Lemong memiliki luas 454,99km² atau 15,65% dari Luas Wilayah Kabupaten Pesisir Barat. Peruntukan lahan di wilayah Kecamatan Lemong sebagian besar adalah dipergunakan untuk lahan pertanian dan perkebunan sementara sisanya terbagi dalam berbagai peruntukan: seperti permukiman penduduk, pariwisata, perdagangan, perikanan, peternakan, fasilitas umum dll. Gambaran peruntukan ini sekaligus menunjukkan bahwa karakteristik wilayah Kecamatan Lemong merupakan wilayah perpekonan yang didominasi oleh kegiatan perekonomin dalam bentuk pertanian dan perkebunan.
Rata-rata jarak dari Kecamatan Lemong ke ibukota kabupaten adalah ±45 km dan rata-rata jarak tempuh perjalanan dengan kendaraan bermotor ±1,5 jam. Sementara jarak antara ibukota kecamatan dengan pekon-pekon yang ada di wilayah Kecamatan Lemong relatif dekat, dimana jarak terjauh hanya sekitar 7 km. Meskipun dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang belum memadai, namun hubungan antara pemerintah pekon dengan pemerintah kecamatan diharapkan mudah dilaksanakan, yang pada akhirnya dapat mempermudah koordinasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Sedangkan rata-rata jarak dari Kecamatan Lemong ke ibukota provinsi adalah ±385 km dan rata-rata jarak tempuh perjalanan dengan kendaraan bermotor ±8 jam, dengan demikian jarak ini sangat jauh serta memakan waktu yang cukup lama. Seperti diketahui bahwa Kabupaten Pesisir Barat adalah satu-satunya kabupaten di Provinsi Lampung yang jaraknya paling jauh dari Ibukota Provinsi Lampung, Bandar Lampung. Namun demikian, bukan berarti menjadi hambatan dalam rangka koordinasi penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini karena telah didukung oleh fasilitas jalan yang cukup baik dan kemajuan teknologi, diantaranya alat komunikasi hand phone seluler dan internet.
Geografi
Letak Kecamatan Lemong pada koordinat: 05º01’50” Lintang Selatan dan 103º 46’01” Bujur Timur.
Topografi
Secara Topografi Kecamatan Lemong merupakan daerah datar yang cenderung berbukit dengan