B. Penyajian Data dan Analisis
2. Pendapatan UMKM Sebelum dan Sesudah Keberadaan Program BUMDes di Desa Panti Kecamatan Panti Kabupaten Jember
“karena program tersebut program yang bagus dan dapat memberikan dampak yang positif bagi kedua belah pihak, saya sebagai kepala Desa berharap kegiatan tersebut dilakukan secara berkelanjutan dan BUMDes dapat memperluas jangkauan.”92 Dari hasil wwancara tersebut program yang dilakukan BUMDes telah berjalan lancar sesuai dengan strategi yang ditetapkan oleh BUMDes Boss Muda dan itu berdampak positif bagi UMKM di Desa Panti.
2. Pendapatan UMKM Sebelum dan Sesudah Keberadaan Program
120.000. sehingga jika dihitung antara biaya produksi dan keuntungan yakni sebanyak Rp. 280.000.”
Pada sesi wawancara Bapak Hendro sebagai pemilik UMKM suwar-suwir sebagai berikut:
“untuk pengiriman produk yang kami lakukan yaitu satu minggu sekali sekitaran 70-100 kg itu sebelum kami bergabung dengan BUMDes. Setiap kali kami berproduksi 4-5 wajan”. 93
Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan perolehan pendapatan sebelum bergabung dengan BUMDes setiap satu minggu sekali produksi yang dilakukan suwar-suwir yakni 70-100 kg, dengan pengiriman tersebut dapat diketahui bahwa biaya produksi kisaran Rp. 800.000 sampai Rp. 1.120.000. dengan biaya produksi sebesar itu dapat diketahui keutungan yang diperoleh adalah Rp. 600.000 samapi Rp. 840.000. menurut data yang diperoleh modal yang dikeluarkan oleh pihak pengusaha sendiri diketahui bahwa produksi yang dilakukan satu minggu sekali.
Begitu juga saya berbicara dengan UMKM kopi yaitu bapak Roni beliau menyampaikan:
“biaya produksi yang kami keluarkan yaitu sebesar Rp.
380.000. karena kami membeli bahan baku kopi kisaran 10kg.
Dan kami menjual dengan kemasan 500 gram dengan harga Rp. 48.500. jadi kami menghasilkan 20 bungkus dalam 1 bulan dan menghasilkan laba kotor sebanyak Rp. 970.000.
keutungan yang di dapatkan Rp. 590.000. ”
Dalam sesi wawancara bapak Roni juga menjelaskan sebagai berikut:
93 Hendro, Wawancara, Jember, 20 Oktober 2022
“biasanya dalam 1 minggu itu dari pihak kami mengecek pada setiap toko, berapa bungkus kopi yang sudah terjual dan tinggal berapa bungkus kopi yang masih belum terjual.
Biasanya dari toko sendiri menyampaikan 4-5 bungkus kopi yang terjual dalam 1 minggu nya.”94
Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa UMKM kopi dalam 1 bulannya bisa menghasilkan kopi 20 bungkus dengan biaya produksi sebesar Rp. 380.000. dengan biaya produksi tersebut diketahui keutungan yang di dapatkan UMKM kopi Rp.
590.000 dalam 1 bulan.
Begitu juga dengan bapak Amir selaku UMKM Abon Pepaya beliau mengatakan:
“saya baru memulai usaha ini, jadi saya hanya menjual dipasaran dan juga toko-toko yang ada disekitaran rumah saya saja. Awalnya saya hanya memproduksi pepaya yang ada di sekitar rumah, kemudian saya olah menjadi abon, lalu saya menjualnya dengan kemasan biasa dan ketika ada orang membeli tidak sesuai kemasan tetap saya melayani dan dalam kemasan biasa yang beratnya sekitar 100 gram dengan harga Rp. 15.000. dalam 1 minggu saya bisa menjual abon pepaya sebanyak 7 kg dan menghasilkan 50 bungkus abon Pepaya.
Jadi dalam 1 minggu mendapatkan pendapatan Rp. 750.000 dengan rincian biaya produksi Rp. 450.000 sehingga menghasilkan laba dalam 1 minggu Rp. 300.000”.95
Dari wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa setiap kali produksi yang dilakukan UMKM Abon Pepaya yakni 7 kg dengan menghasilkan 50 bungkus dengan kemasan 100 gram. Dalam 1 minggunya pendapatan yang di dapat Rp. 750.000 masih belom dipotong biaya produksi sebesar Rp. 450.000. jadi pihak UMKM
94 Roni, Wawancara, Jember, 20 Oktober 2022
95 Amir , Wawancara, Jember, 20 Oktober 2022
Abon Pepaya mendapatkan keutungan Rp. 300.000 dalam 1 minggunya.
Tabel 4.3
Pendapatan Sebelum Keberadaan Program BUMDes “Boss Muda” Desa Panti
No Jumlah penjualan Modal per produksi Pendapatan 1 100 kg suwar-suwir Rp. 1.120.000 Rp. 840.000 2 20 bungkus Kopi Rp. 380.000 Rp. 590.000 3 50 Bungkus Abon Rp. 450.000 Rp. 300.000
Sumber: Data UMKM, 2020
b. Pendapatan UMKM sesudah ada keberadaan program BUMDes Berdasarkan hasil wawancara pada UMKM suwar-suwir bapak Hendro beliau mengatakan:
“setelah kami bergabung dengan BUMDes produksi yang kami hasilkan meningkat, yang awalnya kami hanya mencapai 100 kg dalam 1 minggunya, kini kami bisa mencapai 200 kg dalam 1 minggu. Untuk biaya produksi yang kami hasilkan masih sama sebelum kami bergabung dengan BUMDes.
Hanya saja yang berbeda produksi yang awalnya kami hanya 100 kg kini bisa mencapai 200 kg.”
Dalam sesi wawancara bapak Hendro mengatakan sebagai berikut:
“ada 21 toko yang mendistribusian produk kami, yang awalnya dulu saya hanya mendistribusikan 6 toko sekarang makin meningkat dengan 21 toko yang ada di Jember.”96 Dari uraian diatas dapat disimpulkan data mengenai pengiriman yang dilakukan UMKM suwar-suwir dalam 1 minggunya bisa menembus angka 200 kg dengan biaya produksinya yang masih tetap sama di hitung per satu wajannya yakni bisa mencapai 15-16 kg yang tidak mengurang atau meningkat. Sehingga dengan hasil produk
96 Hendro , Wawancara, Jember, 20 Oktober 2022
sebanyak itu maka UMKM suwar-suwir dapat menghasilkan Rp.
1.560.000. hasil tersebut masih dibagi menjadi 70% untuk UMKM dan 30% untuk BUMDes.
Menurut yang telah peneliti temui secara keutungan yang dihasilkan oleh UMKM Suwar-Suwir setelah bergabung dengan program BUMDes mengalami kenaikan pendapatan yang stabil dan lebih baik dari penjualan sebelumnya.
begitu pula dengan UMKM kopi bapak Roni, beliau mengatakan sebagai berikut:
“sejak kami bergabung dengan BUMDes produksi yang kami hasilkan meningkat, yang awalnya 1 bulan kami hanya memproduksi 10 kg kini kami mencapai 40 kg. Untuk kemasannya kami masih sama 500 gram atau mencapai 80 bungkus. ”
Sesi wawancara dengan Bapak Roni beliau mengatakan sebagai berikut:
“pendistribusian produk kopi kami yang awalnya kami hanya menjual di toko sekitaran tempat produksi, sekarang kami bisa mendistribuskan 6 toko yang ada di Jember.kami juga mendapatkan modal berupa alat produksi”.97
Dari uraian di atas dapat disimpulkan data mengenai pengiriman yang dilakukan UMKM kopi dalam 1 bulan mencapai 80 bungkus. Dengan biaya produksi yang dihasilkan dengan 40 kg kopi mencapai Rp. 1.440.000. sehingga produk sebanyak itu maka UMKM kopi dapat menghasilkan Rp. 3.880.000 itupun masih belum dikurangi jumlah produksi dalam 1 bulan yaitu Rp. 3.880.000- Rp. 1.440.000 =
97 Roni , Wawancara, Jember, 20 Oktober 2022
Rp. 2.440.000. hasil tersebut masih dibagi menjadi 70% untuk UMKM dan 30% untuk BUMDes.
Berdasarkan wawancara Bapak Amir selaku UMKM Abon Pepaya menyampaikan sebagai berikut:
“kami setelah bergabung dengan program BUMDes ini produksi yang kami hasilkan meningkat yaitu 15 kg. Kami mendapatkan 120 bungkus abon pepaya. Penjualan kami masih sama seperti awal hanya saja yang membedakannya yaitu mengenai jumlah produksi. Kami membungkus 100 gram dan menjualnya Rp. 15.000. pendaptan kami yaitu 120 bungkus x Rp. 15.000 = 1.800.000. itupun masih belom dikurangi dengan biaya produksi yang menjadi Rp.
1.350.000.”
Sesi wawancara dengan Bapak Amir menyatakan sebagai berikut:
“kami memdistribusikan produk kami pada 8 toko yang ada di jember. Dalam setiap pengiriman yaitu 1 minggu sekali.
Untuk mengetahui sisa berapa produk yang ada di setiap toko tersebut. Untuk ketahanannya sendiri itu 2 minggu.
Mangakanya kami biasa mengecek jumlah produk itu dalam 1 minggu sekali”.98
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa produk yang dipasarkan tidak hanya disekitar rumah produksi tapi juga ada di 8 toko yang ada di Jember. Produksi yang kami lakukan sekarang menjadi 15 kg mendapatkan 120 bungkus Abon Pepaya dengan 100 gram dijual dengan harga Rp. 15.000 dalam 1 bungkusnya.
Pendapatan dalam 1 minggunya yaitu Rp. 1.800.000 ini masih dikurang dengan biaya produksi yaitu sebesar Rp. 450.000. setelah
98 Amir , Wawancara, Jember, 20 Oktober 2022
hasil yang didapatkan yaitu Rp. 1.350.000 dengan pembagian hasil 70% untuk UMKM dan 30% untuk BUMDes.
Tabel 4.4
Pendaptan UMKM sesudah keberadaan Program BUMDes “Boss Muda”
Desa Panti
No Jumlah penjualan Modal per produksi Pendapatan 1 200 kg Suwar-suwir Rp.1.120.000 Rp. 1.560.000 2 80 Bungkus Kopi Rp. 1.440.000 Rp. 2.440.000 3 120 Bungkus Abon Rp. 450.000 Rp. 1.350.000 C. Pembahasan Temuan
Pada bagian ini akan dijabarkan mengenai temuan-temuan peneliti tentang Strategi Peningkatan Pendapatan UMKM Melalui Program BUMDes
“ Boss Muda” Desa Panti Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Berdasarkan hasil analisis dari data yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. maka hasil tersebut perlu adanya pembahasan terhadap hasil temuan dengan dikaitkan dengan teori-teori yang berkaitan dengan topik penelitian. Untuk itu pembahasan temuan ini disesuaikan dengan sub yang menjadi pokok pembahasan. Kegunaannya dalah untuk mempermudah dalam menjawab pertanyaan yang menjadi landasan dalam penelitian ini. Hasil temuan dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Strategi Peningkatan Pendapatan Melalui Program BUMDes pada