D. Tahap Pasca Operasi
2.2. BAGIAN HILIR 1. Kualitas Udara
2.2.14. Pendapatan Masyarakat A. Tahap Konstruksi
1) Dampak Penting yang Dipantau a) Jenis parameter
Pendapatan masyarakat. b) Indikator
Adanya kenaikan pendapatan masyarakat. 2) Sumber Dampak
Adanya kegiatan konstruksi kilang LNG, pelabuhan khusus, dan fasilitas pendukungnya.
3) Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau
Kenaikan pendapatan masyarakat yang antara lain dapat dilihat melalui daya beli masyarakat.
4) Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
Memantau efektivitas upaya pengelolaan yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
5) Metode Pemantauan Lingkungan Hidup a) Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Wawancara dan survei langsung di lapangan untuk mengetahui tingkat pendapatan dan daya beli masyarakat.
Data sekunder dari Kantor Pemrakarsa dan Dinas Tenaga Kerja Analisis data: secara deskriptif-evaluatif.
b) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Desa-desa di sekitar tapak proyek, Kantor Pemrakarsa dan Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai.
c) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan
6) Institusi Pemantauan Lingkungan
a) Pelaksana : PT. Donggi Senoro LNG (PT. DSLNG) b) Pengawas : Bapedalda Kabupaten Banggai
c) Pelaporan : Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai, Bapedalda Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
B. Tahap Operasi
1) Dampak Penting yang Dipantau a) Jenis parameter
Pendapatan masyarakat. b) Indikator
Adanya kenaikan pendapatan masyarakat. 2) Sumber Dampak
Adanya kegiatan operasional kilang, pelabuhan khusus, dan fasilitas pendukungnya.
3) Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau
Kenaikan pendapatan masyarakat yang antara lain dapat dilihat melalui daya beli masyarakat.
4) Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
Memantau efektivitas upaya pengelolaan yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
5) Metode Pemantauan Lingkungan Hidup a) Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Wawancara dan survei langsung di lapangan untuk mengetahui tingkat pendapatan dan daya dukung dan daya beli masyarakat.
Data sekunder dari Kantor Pemrakarsa dan Dinas Tenaga Kerja. Analisis data: secara deskriptif-evaluatif.
b) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Desa-desa di sekitar tapak proyek, Kantor Pemrakarsa, dan Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai.
c) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan
Pemantauan dilakukan 6 bulan sekali selama masa konstruksi. 6) Institusi Pemantauan Lingkungan
a) Pelaksana : PT. Donggi Senoro LNG (PT. DSLNG) b) Pengawas : Bapedalda Kabupaten Banggai
c) Pelaporan : Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai, Bapedalda Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
2.2.15. Proses Sosial A. Tahap Prakonstruksi
1) Dampak Penting yang Dipantau a) Jenis parameter
Proses sosial b) Indikator
Munculnya konflik atau ketidakpuasan warga masyarakat dalam proses pembebasan lahan dan tanam tumbuh.
Adanya perasaan iri atau kecemburuan penduduk lokal terhadap para tenaga kerja pendatang.
2) Sumber Dampak
Kegiatan pembebasan lahan dan tanam tumbuh. Kegiatan penerimaan tenaga kerja
3) Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau Terganggunya proses sosial dalam masyarakat. 4) Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
Mengetahui gangguan proses sosial yang terjadi dalam masyarakat dan efektivitas upaya pengelolaan yang telah dilakukan.
5) Metode Pemantauan Lingkungan Hidup a) Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Observasi dan wawancara untuk mengetahui tingkat penerimaan masyarakat terhadap proses pembebasan lahan dan penerimaan tenaga kerja.
Data sekunder dari Kantor Pertanahan dan Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai.
Analisis data: secara deskriptif-evaluatif. b) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Desa-desa di sekitar tapak proyek, Kantor Pertanahan dan Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai.
c) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan
Dua kali: selama dan setelah proses pembebasan lahan dan tanam tumbuh Dua kali: selama dan setelah proses penerimaan tenaga kerja
6) Institusi Pemantauan Lingkungan
a) Pelaksana : PT. Donggi Senoro LNG (PT. DSLNG) b) Pengawas : Bapedalda Kabupaten Banggai
c) Pelaporan : Kantor Pertanahan Kabupaten Banggai, Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai, Bapedalda Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
B. Tahap Konstruksi
1) Dampak Penting yang Dipantau a) Jenis parameter
Proses sosial b) Indikator
Munculnya kecemburuan, ketidakharmonisan hubungan dan bahkan konflik sosial khususnya antara penduduk lokal dengan tenaga kerja pendatang. 2) Sumber Dampak
Konstruksi komplek kilang LNG dan pelabuhan khusus. 3) Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau
Gangguan proses sosial dalam masyarakat. 4) Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
Mengetahui efektivitas upaya untuk mencegah, mengurangi atau menanggulangi gangguan proses sosial.
5) Metode Pemantauan Lingkungan Hidup a) Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Observasi dan wawancara untuk mengetahui tingkat penerimaan dan pola hubungan antara penduduk lokal dengan para pendatang.
Data sekunder dari Kantor Pemrakarsa dan Kantor Dinas Tenaga Kerja. Analisis data: secara deskriptif-evaluatif.
b) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Desa-desa di sekitar tapak proyek, Kantor Pemrakarsa, dan Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai.
c) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan Enam bulan sekali selama tahap konstruksi. 6) Institusi Pemantauan Lingkungan
a) Pelaksana : PT. Donggi Senoro LNG (PT. DSLNG) b) Pengawas : Bapedalda Kabupaten Banggai
c) Pelaporan : Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai, Bapedalda Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
C. Tahap Operasi
1) Dampak Penting yang Dipantau a) Jenis parameter
Proses sosial. b) Indikator
Munculnya kecemburuan, ketidakharmonisan hubungan sosial bahkan konflik sosial dalam masyarakat khususnya antara penduduk lokal dengan tenaga kerja pendatang.
2) Sumber Dampak
Kegiatan penerimaan tenaga kerja untuk operasional kilang LNG, pelabuhan khusus, dan fasilitas pendukungnya.
Kegiatan operasional kilang LNG, pelabuhan khusus dan fasilitas pendukungnya. 3) Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau
Gangguan proses sosial dalam masyarakat. 4) Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
Mengetahui efektivitas upaya yang dilakukan untuk mencegah, mengurangi atau menanggulangi gangguan proses sosial.
5) Metode Pemantauan Lingkungan Hidup a) Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Observasi dan wawancara untuk mengetahui tingkat penerimaan dan pola hubungan antara penduduk lokal dengan para pendatang.
Data sekunder dari Kantor Pemrakarsa dan Kantor Tenaga Kerja. Analisis data: secara deskriptif-evaluatif.
b) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Desa-desa di sekitar tapak proyek dan Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai.
c) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan Enam bulan sekali selama tahap operasi. 6) Institusi Pemantauan Lingkungan
a) Pelaksana : PT. Donggi Senoro LNG (PT. DSLNG) b) Pengawas : Bapedalda Kabupaten Banggai
c) Pelaporan : Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai, Bapedalda Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
2.2.16. Pelapisan Sosial A. Tahap Operasi
1) Dampak Penting yang Dipantau a) Jenis parameter
Pelapisan sosial. b) Indikator
Munculnya strata atau kelas-kelas sosial baru dalam masyarakat akibat banyaknya pendatang dengan tingkat pendidikan, ketrampilan dan penghasilan yang jauh lebih tinggi dibandingkan penduduk lokal.
2) Sumber Dampak
Kegiatan operasional kilang LNG, pelabuhan khusus dan fasilitas pendukungnya. 3) Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau
Perubahan strata/kelas sosial dalam masyarakat. 4) Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
Mengetahui efektivitas upaya untuk mencegah, mengurangi atau menanggulangi perubahan strata/kelas sosial dalam masyarakat.
5) Metode Pemantauan Lingkungan Hidup a) Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Observasi dan wawancara untuk mengetahui tingkat pendidikan, jenis mata pencahaarian dan tingkat penghasilan penduduk lokal dan pendatang.
Data sekunder dari Kantor Pemrakarsa dan Kantor Tenaga Kerja Analisis data: secara deskriptif-evaluatif.
b) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Desa-desa di sekitar tapak proyek, Pemrakarsa, dan Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai, dan Kantor Pemrakarsa.
c) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan Enam bulan sekali selama tahap operasi. 6) Institusi Pemantauan Lingkungan
a) Pelaksana : PT. Donggi Senoro LNG (PT. DSLNG) b) Pengawas : Bapedalda Kabupaten Banggai
c) Pelaporan : Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai, Bapedalda Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
2.2.17. Sikap dan Persepsi Masyarakat A. Tahap Prakonstruksi
1) Dampak Penting yang Dipantau a) Jenis parameter
b) Indikator
Adanya sikap dan persepsi negatif masyarakat terkait proses pembebasan lahan dan tanam tumbuh
Adanya sikap dan persepsi negatif masyarakat terkait proses penerimaan tenaga kerja
2) Sumber Dampak
Kegiatan pembebasan lahan dan tanam tumbuh. Proses penerimaan tenaga kerja.
3) Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau Sikap dan persepsi negatif masyarakat.
4) Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
Mengetahui proses pembebasan lahan dan tanam tumbuh serta efektivitas upaya pengelolaan yang telah dilakukan.
Mengetahui proses penerimaan tenaga kerja serta efektivitas upaya pengelolaan yang telah dilakukan.
5) Metode Pemantauan Lingkungan Hidup a) Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Survei langsung di lapangan untuk mengetahui proses pembebasan lahan dan tanam tumbuh serta tingkat keresahan dan atau penolakan masyarakat terhadap kegiatan tersebut.
Data sekunder dari Kantor Pertanahan dan Kantor Tenaga Kerja. Analisis data: secara deskriptif-evaluatif.
b) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Desa-desa di sekitar tapak proyek, Kantor Pertanahan Kabupaten Banggai, Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai.
c) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan
Dua kali: sebelum dan setelah proses pembebasan lahan dan tanam tumbuh Dua kali: sebelum dan setelah proses pengadaan tenaga kerja
6) Institusi Pemantauan Lingkungan
a) Pelaksana : PT. Donggi Senoro LNG (PT. DSLNG) b) Pengawas : Bapedalda Kabupaten Banggai
c) Pelaporan : Kantor Pertanahan Kabupaten Banggai, Bapedalda Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
B. Tahap Konstruksi
1) Dampak Penting yang Dipantau a) Jenis parameter
b) Indikator
Adanya sikap dan persepsi negatif masyarakat akibat munculnya berbagai dampak kegiatan seperti debu, kebisingan, gangguan lalulintas dan sebagainya
Adanya sikap dan persepsi negatif masyarakat terkait adanya tenaga kerja pendatang yang mempunyai tingkat pendidikan dan penghasilan yang lebih baik dibandingkan penduduk lokal.
2) Sumber Dampak
Konstruksi komplek kilang LNG dan pelabuhan khusus. 3) Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau
Sikap dan persepsi negatif masyarakat
4) Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
Mengetahui efektivitas upaya yang dilakukan untuk mengurangi sikap dan persepsi negatif masyarakat.
5) Metode Pemantauan Lingkungan Hidup a) Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Survei langsung di lapangan untuk mengetahui tingkat keresahan, ketidaknyamanan, dam penolakan masyarakat terhadap berbagai aktivitas proyek.
Data sekunder dari Kantor Pemrakarsa dan Kantor Tenaga Kerja. Analisis data: secara deskriptif-evaluatif.
b) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Desa-desa di sekitar tapak proyek, Kantor Pemrakarsa, dan Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai.
c) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan Enam bulan sekali selama tahap konstruksi. 6) Institusi Pemantauan Lingkungan
a) Pelaksana : PT. Donggi Senoro LNG (PT. DSLNG) b) Pengawas : Bapedalda Kabupaten Banggai
c) Pelaporan : Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai, Bapedalda Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
C. Tahap Operasi
1) Dampak Penting yang Dipantau a) Jenis parameter
b) Indikator
Adanya kecemburuan, ketidakharmonisan hubungan sosial bahkan konflik sosial dalam masyarakat khususnya antara penduduk lokal dengan tenaga kerja pendatang
Adanya sikap dan persepsi negatif masyarakat akibat munculnya berbagai dampak kegiatan seperti debu, kebisingan, gangguan lalulintas dan sebagainya.
2) Sumber Dampak
Penerimaan tenaga kerja untuk tahap operasi.
Operasional kilang LNG, pelabuhan khusus dan fasilitas pendukungnya. 3) Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau
Sikap dan persepsi negatif masyarakat
4) Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
Mengetahui efektivitas upaya yang dilakukan untuk mengurangi sikap dan persepsi negatif masyarakat terhadap proyek.
5) Metode Pemantauan Lingkungan Hidup a) Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Survei langsung di lapangan untuk mengetahui ada tidaknya kecemburuan dan keresahan masyarakat terhadap proses penerimaan tenaga kerja dan ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dari berbagai aktivitas proyek lainnya.
Data sekunder dari Kantor Pemrakarsa dan Kantor Tenaga Kerja Analisis data: secara deskriptif-evaluatif.
b) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Desa-desa di sekitar tapak proyek, Kantor Pemakarsa, dan Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai.
c) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan Enam bulan sekali selama tahap operasi. 6) Institusi Pemantauan Lingkungan
a) Pelaksana : PT. Donggi Senoro LNG (PT. DSLNG) b) Pengawas : Bapedalda Kabupaten Banggai
c) Pelaporan : Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai, Bapedalda Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
D. Tahap Pasca Operasi
1) Dampak Penting yang Dipantau a) Jenis parameter
Sikap dan persepsi masyarakat. b) Indikator
Adanya keluhan, protes dan penilaian negatif masyarakat terhadap munculnya pengangguran.
2) Sumber Dampak
Kegiatan penglepasan tenaga kerja.
3) Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau Sikap dan persepsi negatif masyarakat.
4) Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
Mengetahui efektivitas upaya yang dilakukan untuk mengurangi sikap dan persepsi negatif masyarakat.
5) Metode Pemantauan Lingkungan Hidup a) Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Survei langsung di lapangan untuk mengetahui adanya keresahan, keluhan, dan protes masyarakat terhadap kegiatan penglepasan tenaga kerja.
Data sekunder dari Kantor Pemrakarsa dan Kantor Tenaga Kerja. Analisis data: secara deskriptif-evaluatif.
b) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Desa-desa di sekitar tapak proyek dan Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai.
c) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan
Sebelum dan selama kegiatan penglepasan tenaga kerja. 6) Institusi Pemantauan Lingkungan
a) Pelaksana : PT. Donggi Senoro LNG (PT. DSLNG) b) Pengawas : Bapedalda Kabupaten Banggai
c) Pelaporan : Kantor Tenaga Kerja Kabupaten Banggai, Bapedalda Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
2.2.18. Sanitasi Lingkungan A. Tahap konstruksi
1) Dampak Penting yang Dipantau a) Jenis parameter
b) Indikator
Adanya sampah atau limbah padat konstruksi dan domestik serta limbah cair domestik yang tidak terkelola dengan baik.
2) Sumber Dampak
Kegiatan pembangunan/konstruksi kompleks kilang LNG, pelabuhan khusus, dan fasilitas pendukungnya.
3) Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau
Banyaknya sampah baik padat maupun cair dibeberapa tempat 4) Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
Untuk mengetahui perubahan kondisi sanitasi lingkungan di lokasi proyek. 5) Metode Pemantauan Lingkungan Hidup
a) Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Pengamatan langsung di lapangan untuk mengetahui ada tidaknya upaya pengelolaan sampah dan limbah serta tingkat penyediaan fasilitas di lokasi proyek.
Data sekunder dari Kantor Pemrakarsa Analisis data: deskriptif – evaluatif. b) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Di lokasi pembangunan kompleks kilang LNG, pelabuhan khusus, dan fasilitas pendukungnya serta Kantor Pemrakarsa.
c) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan
Enam bulan sekali selama pembangunan kilang LNG, pelabuhan khusus, dan fasilitas pendukungnya berlangsung.
6) Institusi Pemantauan Lingkungan
a) Pelaksana : PT. Donggi Senoro LNG (PT. DSLNG) b) Pengawas : Bapedalda Kabupaten Banggai
c) Pelaporan : Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Bapedalda Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
B. Tahap Pasca Operasi
1) Dampak Penting yang Dipantau a) Jenis parameter
Sanitasi lingkungan. b) Indikator
Timbulnya lubang-lubang/genangan air pada bekas bangunan kilang LNG, pelabuhan khusus, dan fasilitas pendukungnya lainnya.
2) Sumber Dampak
Kegiatan pembongkaran dan demobilisasi peralatan kilang dan pelabuhan khusus. 3) Parameter Lingkungan Hidup yang Dipantau
Kualitas sanitasi lingkungan: bekas lokasi kegiatan kumuh, kotor, tidak tertata dengan rapi dan baik.
4) Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
Untuk mengetahui efektivitas upaya pengelolaan dan mengetahui perubahan sanitasi pada saat pembongkaran dan demobilisasi peralatan berlangsung.
5) Metode Pemantauan Lingkungan Hidup a) Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Pengamatan langsung di lapangan untuk mengetahui kondisi lingkungan di lokasi bekas pembongkaran dan sekitarnya.
Data sekunder dari Kantor Pemrakarsa. Analisis data: deskriptif – evaluastif. b) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Di lokasi bekas pembongkaran kilang LNG, pelabuhan khusus, pipa, fasilitas pendukungnya, dan lingkungan di sekitarnya.
c) Jangka Waktu dan Frekuensi Pemantauan
Dua kali: sebelum dan setelah kegiatan pembongkaran dan demobilisasi selesai dilaksanakan.
6) Institusi Pemantauan Lingkungan
a) Pelaksana : PT. Donggi Senoro LNG (PT. DSLNG) b) Pengawas : Bapedalda Kabupaten Banggai
c) Pelaporan : Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Bapedalda Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
2.2.19. Tingkat Kesehatan Masyarakat