• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT TINGKAT PROVINSI

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 40-45)

BAB II PERKEMBANGAN DAN ANALISI PELAKSANAAN APBN DI TINGKAT

B. PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT TINGKAT PROVINSI

Realisasi penerimaan perpajakan di wilayah Kalimantan Selatan tahun 2018 sebesar Rp8,13 triliun. Realisasi ini meningkat cukup tajam (12,44%) dari realisasi tahun lalu.

Grafik 2.3 Perbandingan Target, Realisasi, dan Pertumbuhan Perpajakan Tahun 2017 dan 2018 Kalimantan Selatan

Apabila dilihat dari rinciannya, realisasi penerimaan PPh, PPN dan Pajak-pajak lainnya tahun 2018 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan realisasi pajak perdagangan internasional menurun 31% baik dari nominal maupun persentase realisasinya dari target yang ditetapkan. Penurunan disumbang dari PPh dan PPN Impor, Bea masuk, Bea keluar dan pendapatan pabean lainnya dengan persentase yang cukup tinggi antara 29% sampai dengan 100%.

Sumber: GFS Kanwil DJPb Kalsel, Kanwil DJP Kalselteng dan Kanwil DJBC Kalbagsel, 2018 (diolah)

Kajian Fiskal Regional Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018 21 Sumber: GFS Kanwil DJPb Kalsel, Kanwil DJP Kalselteng dan Kanwil DJBC

Kalbagsel, 2018 (diolah)

Sumber: GFS Kanwil DJPb Kalsel, 2018 (diolah)

Hal ini antara lain disumbang dari akibat adanya kepindahan pembayaran pajak oleh WP ke Jakarta.

Grafik 2.4 Realisasi Penerimaaan Pajak perdagangan Internasional 2017-2018 Kalimantan Selatan

2. Penerimaan Negara Bukan Pajak Pemerintah Pusat Tingkat Provinsi a. Perkembangan PNBP menurut jenis

Grafik 2.5 Perbandingan realisasi PNBP Tahun 2017-2018 Kalimantan Selatan

Realisasi PNBP di wilayah Kalimantan Selatan tahun 2018 sebesar Rp1,12 triliun. Sedikit menurun (3%) dari realisasi tahun 2017 sebesar Rp1,15 triliun. Penurunan PNBP K/L tersebut menunjukkan perlunya optimalisasi

Kajian Fiskal Regional Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018 22 Sumber: GFS Kanwil DJPb Kalsel, 2018

(diolah)

Sumber: GFS Kanwil DJPb Kalsel, 2018 (diolah)

PNBP oleh satker pengelola PNBP. Untuk semakin meningkatkan PNBP perlu dilakukan reviu terhadap tarif PNBP yang sudah ditetapkan. Tarif PNBP yang tidak terkait dengan hajat hidup masyarakat, dapat disesuaikan untuk mendekati harga pasar. Sebagai contoh tarif PNBP pengelolaan BMN dapat disesuaikan mendekati harga pasar setempat.

b. Perkembangan PNBP Fungsional

Grafik 2.6 Porsi PNBP Fungsional tahun 2018 Kalimantan Selatan

PNBP berdasarkan fungsi kementerian negara/

lembaga merupakan

penerimaan yang berasal dari hasil pungutan kemeterian negara/ lembaga atas jasa yang diberikan sehubungan dengan tugas pokok dan fungsinya dalam melaksanakan fungsi pelayanan kepada masyarakat. Pada tahun 2018, PNBP fungsional yang memiliki realisasi terbesar yaitu Jasa Kepelabuhanan, Pendapatan Pendidikan, Pendapatan Kepolisian, Pendapatan Navigasi Pelayaran dan Penerimaan Kembali Belanja Barang TAYL.

Grafik 2.7. Penerimaan PNBP Fungsional di Provinsi Kalimantan Selatan (dalam miliar)

Kajian Fiskal Regional Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018 23

17% jika dibandingkan tahun 2017. Namun jika dilihat persentase dari target yang ditetapkan mengalami penurunan. Pada tahun 2017 realisasi PNBP sebesar Rp961 miliar (127%) dari target pendapatan sebesar Rp914 miliar. Sedangkan tahun 2018 dari target pendapatan sebesar Rp1,13 triliun terealisasi Rp1,12 triliun (99%). Khusus pendapatan pendidikan terjadi penurunan realisasi yang cukup tinggi, dari 185% pada tahun 2017 menjadi 51% pada tahun 2018. Hal ini diakibatkan penetapan target pendapatan yang sangat tinggi pada satker ULM, padahal tidak terdapat kenaikan tarif SPP. Di sisi lain, pendapatan kepolisian terealisasi sangat tinggi, pada tahun 2018 ini mencapai 1.975% dari target. Hal ini karena adanya pendapatan tidak dibarengi dengan penetapan target yang realistis dengan mendasarkan pada capaian tahun-tahun sebelumnya dan data potensi yang ada. Bahkan beberapa satker tidak ada target pendapatan pada DIPA-nya meskipun memiliki pendapatan PNBP yang cukup besar.

3. Total Pendapatan Pemerintah Pusat Tingkat Provinsi

Data penerimaan pusat per pemda se Kalimantan Selatan dapat terlihat pada tabel di bawah ini.

Grafik 2.8. Penerimaan PNBP Fungsional di Provinsi Kalimantan Selatan

Sumber: Data GFS Kanwil DJPB Kalsel, Kanwil DJP Kalselteng, 2018

Dari 13 wilayah di Kalimantan Selatan, Banjarmasin masih dominan sebagai wilayah penghasil penerimaan terbesar (36%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagain besar pusat pertumbuhan ekonomi berada di Banjarmasin, serta kantor pusat perusahaan di wilayah lain banyak yang terdaftar di Banjarmasin.

Kajian Fiskal Regional Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018 24

Adapun Tanah Bumbu menempati posisi kedua (16%), karena di wilayah tersebut, terdapat banyak wajib pajak dengan NPWP setempat. Sebaran ini juga selaras dengan sektor pendukung pertumbuhan ekonomi Kalsel yaitu batubara dimana pada daerah penghasil, menunjukkan porsi pendapatan yang cukup tinggi. Sementara di wilayah yang tidak terdapat potensi pertambangan seperti daerah Hulu sungai dan Batola porsi pendapatan sangat kecil.

Sementara untuk PNBP masih terkonsentrasi pada 2 wilayah yaitu Banjarmasin dan Kotabaru dimana pada kedua daerah tersebut terdapat pelabuhan sebagai pintu keluar masuk barang dan jasa di Kalsel. Khusus untuk Banjarmasin juga karena adanya perguruan tinggi serta pendapatan kepolisian.

Tabel 2.2. Rasio Penerimaan Pusat dan Daerah di Provinsi Kalimantan Selatan

Sumber: Data GFS, BPS , BPS Kalimantan Selatan, 2018

Dari tabel di atas terlihat bahwa rasio pajak di Kalimantan baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas (termasuk PNBP SDA), masih dibawah rasio nasional. Demikian pula apabila konsolidasian seluruh penerimaan APBN dan APBD, ratio nya juga masih di bawah ratio nasional.

Rasio 2017 2018

PDRB ADHB (miliar) 159,593 171.935

Populasi (miliar) 0.00412 0.00418

PDRB ADHB per Kapita 38,738,308 41.132.775

PDRB ADHB per Kapita per bulan 3,228,192 3.427.731

UMP 2,258,000 2.454.000

Penerimaan Perpajakan (miliar) 7,480 8.140

PNBP (miliar) 1,154 1.122

Total Penerimaan Pusat (miliar) 8,634 9.252

PAD (miliar) 4,748 5.452

Total Penerimaan Pusat dan Daerah (miliar) 13,381 14.704

Pajak/PDRB 4.7% 4,7%

PNBP/PDRB 0.7% 0,65%

Pendapatan Pusat/PDRB 5.4% 5,3%

Penerimaan Pusat dan Daerah/PDRB 8.4% 8,5%

Tax Ratio Nasional (Sempit) 10.8% 10,25%

Tax Ratio Nasional (Luas) 11.5% 12,99%

Pajak/Populasi 1,815,746 1.947.368

PNBP/Populasi 280,019 268.421

Pendapatan Pusat/Populasi 2,095,765 2.213.397

Kajian Fiskal Regional Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018 25

Selain itu, meskipun Kalimantan Selatan penghasil barang tambang, namun adminsitrasi perpajakan dari perusahaan pertambangan/NPWP tidak semuanya terdaftar di Kalimantan Selatan.

Kondisi masih rendahnya ratio pendapatan ini sejalan dengan posisi APBN di Kalimantan Selatan yang dalam posisi defisit, artinya penerimaan APBN lebih kecil dibandingkan belanja. Kalimantan Selatan masih mendapat subsidi silang dari provinsi/daerah lain di Indonesia.

Apabila data penerimaan dikaitkan dengan jumlah populasi, terlihat bahwa kontribusi setiap penduduk Kalimantan Selatan dalam membayar pajak/PNBP/PAD setiap tahun adalah sekitar 8,5% dari PDRB per kapita. Sedikit meningkat dari tahun sebelumnya pada angka 8,3%.

Beberapa hal yang menyebabkan masih rendahnya penerimaan pajak antara lain, tarif PTKP dan batasan omzet usaha PKP yang masih cukup tinggi, serta di sisi lain tarif pajak yang masih rendah.

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 40-45)

Dokumen terkait