• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendapatan Revenues

Dalam dokumen 2019 (Tidak Diaudit) 2019 (Unaudited) (Halaman 51-58)

Liabilitas Pengampunan Pajak pada awalnya

16. Pendapatan Revenues

30 September 2020 Rp

30 September 2019 Rp

Sewa Kapal Vessel Charter

Pihak berelasi (lihat Catatan 24) -- -- Related Parties (see Note 24)

Pihak Ketiga 141,935,662,386 150,326,340,881 Third Parties

Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan Kapal Vessel Repair and Maintenance Services

Pihak Ketiga 24,992,253,200 32,556,367,251 Third Parties

Jumlah 166,927,915,586 182,882,708,132 Total

Penjualan yang melebihi 10% dari pendapatan merupakan pendapatan jasa penyewaan kapal kepada pelanggan berikut:

Sales above 10% of net revenues represents charter service for the following customers:

30 September 2020 Rp

30 September 2019 Rp

PT. Riau Andalan Pulp & Paper 106,585,348,685 115,616,627,990 PT. Riau Andalan Pulp & Paper

PT. Bahtera Mitra Trada 7,939,090,908 19,600,000,001 PT. Bahtera Mitra Trada

Pada tanggal 30 September 2020 dan 2019, pendapatan yang belum ditagih masing-masing

adalah sebesar Rp6.297.105.934 dan

Rp19.537.771.427 (lihat Catatan 5).

As of September 30, 2020 and 2019, unbilled

revenue is Rp6.297.105.934 and

Rp19.537.771.427, respectively (see Note 5).

17. Beban Pokok Pendapatan 17. Cost of Revenues

30 September 2020 Rp

30 September 2019 Rp

Operasional Kapal 58,166,171,280 62,520,403,180 Vessel Operation

Penyusutan Kapal (lihat Catatan 8) 23,095,332,671 25,199,740,520 Depreciation of Vessel (see Note 8)

Beban Kru dan Tenaga Kerja Lainnya 18,447,834,722 17,922,220,108 Crew Expenses anf Other Labor Expenses

Pemeliharaan 7,222,539,556 7,006,045,347 Maintenance

Sewa Kapal 3,815,199,855 644,296,586 Rent of Vessel

Pemakaian Suku Cadang dan Material 2,090,499,634 8,766,733,505 Usage of Spare Parts and Material

Lain-lain 1,758,485,087 4,381,407,708 Others

Jumlah 114,596,062,805 126,440,846,954 Total

Tidak terdapat pemasok dan nilai pertanggungan jasa yang melebihi 10% dari pendapatan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 dan 2019.

There are no suppliers and sum service insured above 10% from revenue for the years ended on September 30, 2020 and 2019.

18. Beban Usaha 18. Operating Expenses

30 September 2020 Rp

30 September 2019 Rp

Imbalan Kerja (lihat Catatan 12) 972,616,242 1,154,964,152 Employee Benefit (see Note 12)

Jasa Profesional 588,883,081 912,872,798 Professional Fees

Perjalanan Dinas 554,471,083 961,220,947 Business Travelling

Perbaikan dan Pemeliharaan 361,558,862 445,906,148 Repair and Maintenance

Penyusutan (lihat Catatan 8) 289,612,784 302,967,396 Depreciation (see Note 8)

Telekomunikasi 144,269,286 138,546,442 Telecommunication

Lain-lain 957,943,913 1,425,822,799 Others

Jumlah 17,719,901,042 19,830,084,574 Total

19. Penghasilan Keuangan - Neto 19. Financial Income – Net

30 September 2020 Rp

30 September 2019 Rp

Penghasilan Bunga 1,498,162,452 916,499,905 Interest Income

Beban Bunga dan Keuangan (4,146,094,690) (2,165,247,843) Interest Expenses and Financial Charges

Jumlah (2,647,923,238) (1,248,747,938) Total

20. Penghasilan (Beban) Lainnya – Neto 20. Other Income (Expenses) – Net

30 September 2020 Rp

30 September 2019 Rp

Jasa keagenan Kapal 1,037,853,980 352,727,273 Ship Agency Services

Keuntungan (Kerugian) Selisih

Kurs - Netto 591,698,350 (508,503,955)

Gain (Loss) on Foreign Exchange Difference - Net

Laba (Rugi) atas Investasi dalam

Saham (lihat Catatan 5) (1,313,248,460) (254,145,718)

Gain (Loss) for Investments in Shares (see Note 5)

Laba (Rugi) Pelepasan Aset Tetap (lihat

Catatan 8) (838,813,600) 228,787,933

Gain (Loss) on Disposal of Fixed Assets (see note 8)

Lain-lain - Neto (100,711,480) 210,480,929 Others - Net

Jumlah (623,221,210) 29,346,462 Total

21. Laba per Saham 21. Earnings per Share

30 September 2020 Rp

30 September 2019 Rp

Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk (Rp)

29,372,135,801 32,590,805,189 Profit for the Year Attributable to Owners

of the Parent Entity (Rp)

Rata-rata Tertimbang Saham Beredar 2,350,000,000 2,350,000,000 Weighted Average of Outstanding

Shares

,

Laba per Saham Dasar (Rp) 12.50 13.87 Basic Earnings per Share (Rp)

22. Kepentingan Non-Pengendali 22. Non-Controlling Interest

Rincian proporsi kepemilikan pemegang saham non-pengendali atas ekuitas dan laba entitas anak yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut:

Details of non-controlling interests in the equity and share of results of consolidated subsidiaries are as follows: 31 Desember/ December 31, 2018 Dikreditkan (Dibebankan) pada Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian/ Credited to Consolidated 31 Desember/ December 31, 2019 Dikreditkan (Dibebankan) pada Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian/ Credited to Consolidated 30 September 2020

Statement of Comprehensive Income Statement of Comprehensive Income Rp Rp Rp Rp Rp PT Permata Barito Shipyard Engineering 426,516,786 36,104,376 462,621,162 7,214,441 469,835,603 PT Permata Barito Shipyard Engineering PT Nelly Energi Lestarindo 18,833,296 (90,291) 18,743,005 (95,394) 18,647,611 PT Nelly Energi Lestarindo PT Pelayaran Hasko Hanly Global 921,855 (319,775) 602,080 188,536 790,616 PT Pelayaran Hasko Hanly Global Jumlah 446,271,937 35,694,310 481,966,247 7,307,583 489,273,830 Total 23. Perpajakan 23. Taxation

a. Pajak Dibayar di Muka a. Prepaid Taxes

30 September 2020 Rp

31 Desember 2019 Rp

Perusahaan Company

Pajak Penghasilan Income Tax

Pasal 23 42,349,776 21,592,698 Article 23

Pasal 21 -- 243,471 Article 21

Pajak Pertambahan Nilai -- -- Value Added Tax

Sub Jumlah 42,349,776 21,836,169 Sub Total

Entitas Anak Subsidiaries

Pajak Penghasilan Income Tax

Pasal 23 116,561,776 -- Article 23

Pasal 25 337,016,836 -- Article 25

Pasal 28a 95,708,872 95,708,872 Article 28a

Pajak Pertambahan Nilai 386,065,849 585,695,409 Value Added Tax

Sub Jumlah 935,353,333 681,404,281 Sub Total

Jumlah 977,703,109 703,240,450 Total

b. Utang Pajak b. Taxes Payable

30 September 2020 Rp

31 Desember 2019 Rp

Perusahaan Company

Pajak Penghasilan Income Tax

Pasal 15 91,804,899 64,660,449 Article 15

Pasal 21 188,684,446 426,685,682 Article 21

Pasal 23 42,061,735 124,135,143 Article 23

Pasal 29 -- 371,346,062 Article 29

Pajak Pertambahan Nilai 96,896,538 1,167,233,755 Value Added Tax

Sub Jumlah 419,447,618 2,154,061,091 Sub Total

Entitas Anak Subsidiaries

Pajak Penghasilan Income Tax

Pasal 15 -- -- Article 15 Pasal 21 40,336,092 230,618,225 Article 21 Pasal 23 9,720,850 5,972,155 Article 23 Pasal 25 30,869,963 50,599,021 Article 25 Pasal 4 (2) 900,151 -- Article 4 (2) Pasal 29 257,613,012 23,819,688 Article 29

Pajak Pertambahan Nilai 405,637,765 -- Value Added Tax

Sub Jumlah 745,077,833 311,009,089 Sub Total

c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan c. Income Tax Benefit (Expense) 30 September 2020 Perusahaan/ the Company Entitas Anak/ Subsidiary Konsolidasian/ Consolidated Rp Rp Rp

Beban Pajak Kini -- (257,613,012) (257,613,012) Current Tax Expense

Beban Pajak Tangguhan -- -- -- Deferred Tax Expense

Jumlah Beban Pajak -- (257,613,012) (257,613,012) Total Tax Expenses

30 September 2019 Perusahaan/ the Company Entitas Anak/ Subsidiary Konsolidasian/ Consolidated Rp Rp Rp

Beban Pajak Kini -- (969,762,584) (969,762,584) Current Tax Expense

Beban Pajak Tangguhan -- -- -- Deferred Tax Expense

Jumlah Beban Pajak -- (969,762,584) (969,762,584) Total Tax Expenses

Pajak Kini

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan, sebagaimana disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan estimasi laba kena pajak untuk

tahun-tahun yang berakhir pada tanggal

30 September 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Current Tax

The reconciliation between income before income taxes, as presented in the consolidated statements of comprehensive income to the estimated taxable income for the years ended September 30, 2020 and 2019, is as follows:

30 September 2020 Rp

30 September 2019 Rp

Laba Sebelum Taksiran Pajak Penghasilan Sesuai Laporan Laba Rugi Komprehensif

Konsolidasian 29,637,570,345 33,588,459,049

Profit Before Income Tax according to the Consolidated Statements of

Comprehensive Income

Laba sebelum Pajak Penghasilan Entitas Anak (2,349,624,156) 848,763,692 Profit before Income Tax of Subsidiaries

Laba Perusahaan Sebelum Taksiran Pajak

Penghasilan 27,287,946,189 34,437,222,741

Profit before Estimated Income Tax of the Company

Koreksi Fiskal Tac Correction

Pendapatan yang Dikenakan Pajak

Penghasilan Final (141,935,662,386) (150,026,340,881)

Income Subjected to Final Income Tax

Beban Usaha atas Pendapatan yang

Dikenakan Pajak Penghasilan Final 114,647,716,197 115,589,118,140

Operating Expenses on Revenue Subjected to Final Income Tax

Jumlah -- -- Total

Penghasilan Kena Pajak - Dibulatkan -- -- Taxable Income - Rounded

Beban Pajak Penghasilan Dihitung

Berdasarkan Tarif Pajak yang Berlaku -- --

Current Tax Expense Calculated by Prevalling Tax Rate

Dikurangi : Pajak Dibayar di Muka

Pajak Penghasolan 23 -- --

Less : Prepaid Taxes Income Tax Article 23

Taksiran Utang Pajak Penghasilan Badan

Perusahaan -- --

Estimated Corporate Income Tax Payable of the Company

Perhitungan penghasilan kena pajak untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2020 dan 2019 .

Calculation of taxable income for the nine months period ended September 30 2020 and 2019.

Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dengan hasil perkalian laba sebelum pajak penghasilan dan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:

A reconciliation between income tax expense with the result of profit before income tax with prevailing tax rates is as follows:

30 September 2020 Rp

30 September 2019 Rp

Laba Sebelum Pajak Penghasilan Sesuai Laporan Laba Rugi dan Penghasilan

Komprehensif Lain Konsolidasian 29,637,570,345 33,588,459,049

Profit Before Income Taxa ccording to the Consolidated Statements of

Comprehensive Income

Laba sebelum Pajak Penghasilan Entitas Anak (2,349,624,156) 848,763,692 Profit before Income Tax of Subsidiaries

Laba sebelum Pajak Penghasilan -

Perusahaan 27,287,946,189 34,437,222,741

Profit before Income Tax - Company

Tarif Pajak Berlaku 25% 6,821,986,547 8,609,305,685 Prevalling Tax Rate 25%

Koreksi Fiskal 6,821,986,547 8,609,305,685 Tax Adjustment

Beban Pajak Penghasilan - Perusahaan Income Tax Expense – the Company

Pajak Kini -- -- Current Tax

Beban Pajak Penghasilan - Perusahaan -- -- Income Tax Expense – Subsidiary

Pajak Kini (257,613,012) (969,762,584) Current Tax

Deferred Tax -- -- Deferred Tax

Beban Pajak penghasilan Konsolidasi (257,613,012) (969,762,584) Consolidated Income Tax Expenses

d. Pajak Penghasilan Final d. Final Income Taxes

Perhitungan atas pajak final sehubungan dengan pendapatan atas sewa kapal dan

pengoperasian kapal Perusahaan dan

PT Pelayaran Hasko Hanly, entitas anak, untuk periode yang berakhir 30 September 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The computation of final tax related to charter revenues and vessels operation of the Company and PT Pelayaran Hasko Hanly, a subsidiary, for the period ended September 30, 2020 and 2019 is as follows:

30 September 2020 Rp

30 September 2019 Rp

Pendapatan yang Telah Difakturkan

Berhubungan dengan Pengoperasian Kapal 141,935,662,386 150,326,340,881

Invoiced Revenue from Charter and Operation of Vessels

Beban Pajak penghasilan Final 1,703,227,946 1,803,916,079 Final Income Tax Expenses

Dikurangi : Less :

Pemotongan Selama Tahun Berjalan (1,543,169,915) (1,705,164,249) Current Year Witholding

Akrual (68,253,047) (47,575,915) Accrual

(1,611,423,047) (1,752,740,164)

Beban Pajak Penghasilan Final yang Belum

Dipotong 91,804,899 51,175,915

Unwithold Final Income Tax Expense

Perhitungan beban pajak penghasilan final di atas menggunakan tarif 1,2% dari pendapatan.

The calculation of the final income tax expense above is calculated based on the tax rate 1.2% of revenue.

e. Pajak Tangguhan e. Deferred Tax 31 Desember/ December 31, 2019 Dikreditkan padaLaba Rugi/ Credited to Profit or Loss Dikreditkan oada Penghasilan Komprehensif Lain/ Credited to Other Comprehensive Invome 30 September 2020 Rp Rp Rp Rp

Aset Pajak tangguhan Deferred Tax Assets

Entitas Anak Subsidiary

Imbalan Kerja Karyawan 921,965,764 -- 17,131,615 939,097,379 Employee Benefit

Aset Tetap (94,690,653) -- -- (94,690,653) Fixed Assets

Jumlah Aset Pajak Tangguhan 827,275,111 -- 17,131,615 844,406,726 Total Deferred Assets

31 Desember/ December 31, 2018 Dikreditkan padaLaba Rugi/ Credited to Profit or Loss Dikreditkan oada Oenghasilan Komprehensif Lain/ Credited to Other Comprehensive Invome 30 September 2019 Rp Rp Rp Rp

Aset Pajak tangguhan Deferred Tax Assets

Entitas Anak Subsidiary

Imbalan Kerja Karyawan 774,775,748 -- 11,030,857 785,806,604 Employee Benefit

Aset Tetap 1,411,618 -- -- 1,411,618 Fixed Assets

Jumlah Aset Pajak Tangguhan 776,187,366 -- 7,353,905 787,218,222 Total Deferred Assets

f. Pengampunan Pajak f. Tax Amnesty

PT Pelayaran Nelly Dwi Putri (Perusahaan)

Pada tahun 2016, Perusahaan ikut

berpartisipasi dalam program pengampunan pajak. Perusahaan telah menerima Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP)

tanggal 21 September 2016. Aset

pengampunan pajak yang dideklarasikan berupa aset tetap. Jumlah aset pengampunan pajak adalah sebesar Rp357.350.000. Jumlah uang tebusan yang dibayarkan dalam program

pengampunan pajak adalah sebesar

Rp7.147.000.

PT Pelayaran Nelly Dwi Putri (the Company) In 2016, the Company participate in tax amnesty program. The Company have received Approval Letters of Tax Amnesty (SKPP) in September 21, 2016. Declared Tax amnesty of asset is fixed

assets amounted to Rp357,350,000.

Redemption money which was paid for tax amnesty program a13mounted to Rp7,147,000.

Berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) tanggal 21 September 2016, Perusahaan mendeklarasikan aset tetap sebesar Rp357.350.000 dan dicatat pada akun aset pengampunan pajak dan tambahan modal disetor Perusahaan.

Based on Approval Letter of Tax Amnesty (SKPP) dated on September 21, 2016, the Company declared fixed asset amounted to Rp357,350,000 and recorded in tax amnesty asset account and additional paid-in capital of the Company.

Pada tanggal 31 Desember 2016, Perusahaan mengukur kembali aset pengampunan pajak pada tanggal SKPP. Terdapat selisih aset

On December 31, 2016, the Company remeasured tax amnesty asset at the date of SKPP. There is difference between tax amnesty

pengampunan pajak yang telah diukur kembali pada tanggal SKPP dengan aset yang dideklarasikan sesuai dengan SKPP. Atas pengukuran kembali aset pengampunan pajak tersebut, aset pengampunan pajak sebesar Rp178.675.000 direklasifikasi ke akun aset tetap, dengan demikian seluruh pajak terutang, sanksi administrasi perpajakan, dan sanksi pidana di bidang perpajakan dihapuskan.

asset that have been remeasured and declared assets accordance with SKPP. Upon the remeasurement of tax amnesty asset, tax amnesty asset amounted to Rp178,675,000 reclassified into fixed asset account, thus all the tax payable, tax administration penalty, and tax penalty are written off.

PT Permata Barito Shipyard & Engineering (PBSE)

Pada tahun 2017, PBSE ikut berpartisipasi

dalam program pengampunan pajak.

Perusahaan telah menerima Surat Keterangan

Pengampunan Pajak (SKPP) tanggal

12 April 2017. Aset pengampunan pajak yang dideklarasikan berupa aset tetap sebesar Rp20.000.000. Jumlah uang tebusan yang dibayarkan dalam program pengampunan pajak adalah sebesar Rp1.000.000.

PT Permata Barito Shipyard & Engineering (PBSE)

In 2017, PBSE participate in tax amnesty program. The Company have received Approval Letters of Tax Amnesty (SKPP) in April 12, 2017. Declared Tax amnesty of asset is fixed assets amounted to Rp20,000,000. Redemption money which was paid for tax amnesty program amounted to Rp1,000,000.

Berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) tanggal 12 April 2017, Perusahaan mendeklarasikan aset tetap sebesar Rp20.000.000 dan dicatat pada akun aset pengampunan pajak dan tambahan modal disetor Perusahaan.

Based on Approval Letter of Tax Amnesty (SKPP) dated on April 12, 2017, the Company declared fixed asset amounted to Rp20,000,000 and recorded in tax amnesty asset account and additional paid-in capital of the Company. Pada tanggal 31 Desember 2017, Perusahaan

mengukur kembali aset pengampunan pajak pada tanggal SKPP. Terdapat selisih aset pengampunan pajak yang telah diukur kembali pada tanggal SKPP dengan aset yang dideklarasikan sesuai dengan SKPP. Atas pengukuran kembali aset pengampunan pajak tersebut, aset pengampunan pajak sebesar Rp10.000.000 direklasifikasi ke akun aset tetap, dengan demikian seluruh pajak terutang, sanksi administrasi perpajakan, dan sanksi pidana di bidang perpajakan dihapuskan.

On December 31, 2017, the Company

remeasured tax amnesty asset at the date of SKPP. There is difference between tax amnesty asset that have been remeasured and declared assets accordance with SKPP. Upon the remeasurement of tax amnesty asset, tax amnesty asset amounted to Rp10,000,000 reclassified into fixed asset account, thus all the tax payable,tax administration penalty, and tax penalty are written off.

g. Administrasi Pajak g. Tax Administration

Undang-undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa masing-masing perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu.

Fiscal laws in Indonesia requires that each company calculate, determine and pay the amount of tax payable individually.

Berdasarkan Undang-Undang yang berlaku, Direktur Jendral Pajak (“DJP”) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam jangka waktu tertentu. Untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya, jangka waktu tersebut adalah sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak tetapi tidak lebih dari tahun 2013, sedangkan untuk tahun pajak 2008 dan

Based on the prevailing laws, the Director General of Tax (“DJP”) may asses or amend taxes within a certain period of time. For fiscal years 2007 and earlier, the period is ten years since the tax become payable but not more than 2013, while for the fiscal years 2008 and onwards, the period is five years from the time of the tax become payable.

seterusnya, jangka waktunya adalah lima tahun sejak saat terutangnya pajak.

Pada 31 Maret 2020, berdasarkan Perpu No. 1 tahun 2020 menyebutkan bahwa tarif pajak penghasilan diturunkan menjadi 22% untuk tahun 2020 dan 2021, dan sebesar 20% untuk tahun 2022.

On March 31, 2020, based on Perpu No. 1 year 2020 states that the income tax rate is lowered to 22% for 2020 and 2021, and 20% for 2022.

24. Sifat, Transaksi dan Saldo dengan Pihak-Pihak

Dalam dokumen 2019 (Tidak Diaudit) 2019 (Unaudited) (Halaman 51-58)

Dokumen terkait