A. Teori Terkait Dengan Variabel Penelitian
3. Pendapatan Sektor Pariwisata
a. Pengertian Pendapatan Sektor Pariwisata
Menurut Undang-Undang Nomor 10/2009 Tentang Kepariwisataan, yang dimaksud dengan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah. Oleh karena itu pendapatan sektor pariwisata adalah pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan pariwisata seperti usaha hotel, restoran dan tempat-tempat hiburan. Dalam kaitannya dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terhitung sebagai pendapatan pariwisata antara lain Pajak Hotel, Pajak Restoran dan Pajak Hiburan.
b. Jenis-Jenis Pendapatan Sektor Pariwisata
1) Pengertian, Dasar Pengenaan, Tarif Pajak Hotel, Besaran Pokok Pajak Hotel
Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 1 Tahun 2011 pasal 3 tentang Pajak Daerah dijelaskan atas pelayanan yang disediakan oleh hotel dipungut pajak dengan nama Pajak Hotel.
Lebih lanjut pada bagian kedua Pajak Hotel Pasal 7 tentang Tarif Pajak Hotel ditetapkan sebagai berikut :
a) Hotel, Motel, Losmen, Gubuk Pariwisata, Wisma Pariwisata, dan Pesanggrahan sebesar 10% (sepuluh persen);
b) Rumah Penginapan dan Rumah Kos sebesar 5% (lima persen).
2) Pengertian, Dasar Pengenaan, Tarif Pajak Restoran, Besaran Pokok Pajak Restoran
Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 1 Tahun 2011 dijelaskan bahwa pengertian pajak restoran adalah
17 Marihot Pahala Siahaan, Hukum Pajak Elementer, (Yogyakarta, Graha Ilmu, 2010), Halaman 43
“Pajak yang dipungut atas pelayanan yang disediakan oleh Restoran”.
Dalam peraturan daerah tersebut dijelaskan bahwa dasar pengenaan Pajak Restoran adalah jumlah pembayaran yang diterima atau yang seharusnya diterima restoran.
Lebih lanjut tentang Tarif Pajak Restoran di Kabupaten Banyumas ditetapkan sebagai berikut :
a) Restoran, Rumah Makan, Kafetaria, Bar, dan Jasa Boga/Katering sebesar 10% (sepuluh persen);
b) Kantin, Warung Makan, dan Tempat Makan sebesar 5% (lima persen).
3) Pengertian, Dasar Pengenaan, Tarif Pajak Hiburan, Besaran Pokok Pajak Hiburan
Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 1 Tahun 2011 pasal 11 tentang Pajak Daerah dijelaskan bahwa pengertian pajak hiburan adalah pajak yang dipungut Atas penyelenggaraan hiburan.
Dalam peraturan daerah tersebut dijelaskan bahwa dasar pengenaan, Tarif, dan Cara Perhitungan Pajak Hiburan yaitu : a) Dasar pengenaan Pajak Hiburan adalah jumlah uang yang
diterima atau yang seharusnya diterima oleh penyelenggara hiburan.
b) Jumlah uang yang seharusnya diterima sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk potongan harga, tiket cuma-cuma atau bentuk lain yang dipersamakan yang diberikan kepada penerima jasa Hiburan.
Lebih lanjut tentang tarif pajak untuk setiap jenis hiburan sebagai berikut:
a) tontonan film :
(1) film menetap sebesar 15% (limabelas persen);
(2) film keliling sebesar 10% (sepuluh persen).
b) pagelaran kesenian, musik, tari dan/atau busana sebesar : (1) modern sebesar 15 (limabelas persen);
(2) tradisionil sebesar 7,5% (tujuh koma lima persen);
c) kontes kecantikan, binaraga dan sejenisnya sebesar 10%
(sepuluh persen);
d) pameran sebesar 10% (sepuluh persen);
e) diskotik, karaoke, klab malam dan sejenisnya sebesar 30% (tiga puluh persen);
f) sirkus, akrobat, dan sulap sebesar 15% (limabelas persen);
permainan bilyar, golf dan bowling sebesar 15% (limabelas persen);
g) pacuan kuda, kendaraan bermotor, dan permainan ketangkasan sebesar 10% (sepuluh persen);
h) panti pijat, refleksi, mandi uap/spa, dan pusat kebugaran (fitness center) sebesar 20% (dua puluh persen);
i) pertandingan olahraga sebesar 10% (sepuluh persen) B. Hasil Penelitian Yang Relevan
Penelitian terkait pendapatan sektor pariwisata dan pendapatan asli daerah sudah banyak dilakukan. Namun khusus untuk pendapatan sektor pariwisata banyumas belum ada yang meneliti, tentang kontribusi terhadap pendapatan asi daerah. Berikut merupakan beberapa penelitian yang relevan dengan pendapatan sektor pariwisata dan pendapatan asli daerah (PAD).
Penelitian yang dilakukan oleh Erwinda Dwi Maya S yang berjudul
“Kontribusi Pajak Hotel Dan Pajak Restoran Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu” Program Studi Ekonomi Koperasi Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya 2014. Analisis yang digunakan adalah analisis linier berganda. menunjukkan dari tahun 2003-2013 dan Hasil penelitian didapatkan bahwa pajak hotel secara parsial tidak berkontribusi signifikan terhadap PAD. Letak perbedaan penelitian yaitu pada subjek penelitiannya. Dan persamaanya yaitu terdapat variabel yang sama yaitu pajak hotel, pajak restoran dan pendapatan asli daerah.
Penelitian Yang Dilakukan Oleh Iftakhur Rizqiyah Kontribusi Yang Berjudul “Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame Dan Pajak Parkir Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Semarang” Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro 2015. Metode Dalam Penelitian Ini Yaitu Dengan Cara Mengumpulkan Data Yang Diperoleh Dari Dokumentasi (Berkas – Berkas) Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Hanya Terdapat Dua Variabel Independen Yang Berkontribusi Signifikan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Yaitu Pajak Restoran Dan Pajak Hiburan. Sementara Pajak Hotel, Pajak Reklame Serta Pajak Parkir Tidak Terdapat Kontribusi Yang Signifikan Terhadap Pendapatan Asli. Letak Perbedaan Penelitian Yaitu Pada Subjek Penelitiannya. Dan Persamaanya Yaitu Terdapat Variabel Yang Sama Yaitu Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan Dan Pendapatan Asli Daerah.
Penelitian Yang Dilakukan Oleh Saparuddin yang berjudul “Kontribusi Penerimaan Ajak Hiburan Dan Inflasi Terhadap Pendapatan Asli Daerah”
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara 2017. Metode Dalam Penelitian Ini Yaitu Dengan Cara Mengumpulkan Data Yang Diperoleh Dari Dokumentasi (Berkas – Berkas) Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Terdapat Dua Variabel Independen Yang Berkontribusi Signifikan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Yaitu Pajak Hiburan dan Inflasi.
Letak Perbedaan Penelitian Yaitu Pada Subjek Penelitiannya. Dan Persamaanya Yaitu Terdapat Variabel Yang Sama Yaitu Pajak Hiburan Dan Pendapatan Asli Daerah.
Penelitian yang dilakukan oleh Fakhrul Indra Hermansyah yang berjudul
“Analisis Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sinjai”. Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar 2017. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda menggunakan program Gret menggunakan data sekunder. Hasil Hasil penelitian ini menunjukkan dari tahun 2007-2016, PDRB sektor pariwisata berkontribusi positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Jumlah wisatawan dan tingkat infrastruktur berkontribusi positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah melalui PDRB sektor pariwisata.
Sedangkan, jumlah objek wisata tidak memiliki kontribusi terhadap pendapatan asli daerah melalui PDRB sektor pariwisata di Kabupaten Sinjai. Letak
perbedaa penelitian yaitu pada subjek penelitiannya. Dan persamaanya yaitu terdapat variabel yang sama yaitu sektor pariwisata dan pendapatan asli daerah.
Penelitian yang dilakukan oleh Nirmala Baini yang berjudul “Analisis Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Di Nusa Tenggara Barat (NTB)” Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada periode tahun 2009 -2015 variabel jumlah objek wisata, jumlah wisatawan, jumlah hotel dan jumlah biro perjalanan wisata secara bersama-sama berkontribusi signifikan dan positif terhadap penddapatan asli daerah di Nusa Tenggara Barat. Letak perbedaa penelitian yaitu pada subjek penelitiannya. Dan persamaanya yaitu terdapat variabel yang sama yaitu sektor pariwisata dan pendapatan asli daerah.
Penelitian yang dilakukan oleh Fawaidul Khoir yang berjudul “Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jember Tahun 2011-2017” Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis proporsional dan analisis trend. Hasil penelitian ini menunjukan kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah yang setiap tahunnya mengalami fluktuatif, meskipun setiap tahunnya pendapatan dari sektor pariwisata selalu mengalami peningkatan. Letak perbedaa penelitian yaitu pada subjek penelitiannya. Dan persamaanya yaitu terdapat variabel yang sama yaitu sektor pariwisata dan pendapatan asli daerah.
Penelitian yang dilakukan oleh Dinda Kurnia Santi yang berjudul
“Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota di Profinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2010-2016”
Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 2018. Metode yang digunakan metode analisis regresi data panel. Hasil dari penelitian ini adalah jumlah hotel dan jumlah wisatawan berkontribusi positif dan signifikan Terhadap Apendapatan Asli Daerah Kabupaten /Kota Provinsi Istimewa
Yogyakarta. Sedangkan jumlah obyek wisata dan jumlah biro perjalanan wisata tidak berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten /Kota Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Letak perbedaa penelitian yaitu pada subjek penelitiannya. Dan persamaanya yaitu terdapat variabel yang sama yaitu sektor pariwisata dan pendapatan asli daerah.
Penelitian yang dilakukan oleh Rieke Sri Rizki Asti Karini yang berjudul
“Kontribusi Penerimaan Pendapatan Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung”,Tahun 2018 Metode yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif.Rancangan pengujian hipotesis dalam penelitian ini terdiri dari analisis regresi linear berganda. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa secara parsial pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan tidak memiliki kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah namunsecara simultan pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan merupakan komponen pendapatan sektor pariwisata berkontribusi secara signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama meneliti kontribusi pariwisata pendapatan asli daerah. Perbedaannya pada subjek dan tahun penelitian.
Penelitian yang dilakukan oleh Sulistiyani Lawesri yang berjudul
“Kontribusi Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bandar Lampung”,Tahun 2019 Metode yang digunakan adalah metode pendekatan deskriptif kuantitatif Rancangan pengujian hipotesis dalam penelitian ini terdiri dari analisis regresi linear berganda. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa secara pajak hotel berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah, pajak restoran dan pajak hiburan tidak memiliki kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah. Namun secara simultan pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan berkontribusi secara signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama meneliti kontribusi pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan pendapatan asli daerah. Perbedaannya pada subjek dan tahun penelitian
Tabel 2. 1
Hasil Penelitian Yang Relevan
No. Nama / Tahun Judul Perbedaan dan Perbedaan 1 Erwinda Dwi
Maya S (2014)
Kontribusi Pajak Hotel Dan Pajak Restoran Terhadap Pendapatan Asli Daerah (Pad) Kota Batu
Perbedaan : Subjek penelitian Persamaan : terdapat variabel yang sama yaitu Pajak Hotel, Pajak Restoran Dan Pendapatan
Perbedaan : Subjek penelitian Persamaan : terdapat variabel yang sama yaitu Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Asli Daerah Kabupaten Sinjai
Perbedaan : Subjek penelitian yang sama yaitu Pajak Hiburan dan Pendapatan Asli Daerah.
Perbedaan : Subjek penelitian Persamaan : terdapat variabel yang sama yaitu Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan
C. Kerangka Berpikir
Pajak menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 disebutkan pengertian pajak yaitu “kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.18
18 Primandita.Fitriandi, dkk., Kompilasi undang-undang perpajakan terlengkap, (Jakarta : Salemba Empat, 2018) halaman 2
Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan retribusi daerah kemudian diperbaharui menjadi undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 disebutkan pajak dibagi menjadi dua, yaitu pajak pusat dan pajak daerah.
Pajak daerah dibagi menjadi dua yaitu pajak provinsi dan pajak kabupaten atau kota. Pajak yang dipungut oleh pemerintah kabupaten/kota terdiri dari : Pajak Hotel, Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Penerangan Jalan, Pajak Pengambilan Bahan Galian Glongan C, Pajak Parkir.19
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Rieke Sri Rizki Asti Karini pada tahun 2018 yang berjudul Kontribusi Penerimaan Pendapatan Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung disebutkan bahwa pajak hotel, pajak restoran dan pajak hiburan termasuk dalam pendapatan pariwisata.
Sumber PAD merupakan sumber keuangan daerah yang digali dalam wilayah daerah yang bersangkutan, yang terdiri dari : Pajak Daerah, Retribusi Daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang di pisahkan, dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang sah diantaranya : hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, pendapatan bunga, keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, dan komisi, potongan atau bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa oleh daerah.20
19 Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan retribusi daerah kemudian diperbaharui menjadi undang-undang Nomor 34 Tahun 2000
20 UU No.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
Gambar 2. 1 Daerah dijelaskan atas pelayanan yang disediakan oleh hotel dipungut pajak dengan nama Pajak Hotel.
SUMBANGAN PAJAK HIBURAN:
Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 1 Tahun 2011 pasal 11 tentang Pajak Daerah dijelaskan bahwa pengertian pajak hiburan adalah pajak yang dipungut Atas penyelenggaraan hiburan.
PAJAK
( pasal 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007) PAJAK
PAJAK DAERAH
SUMBANGAN PAJAK RESTORAN : Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 1 Tahun 2011 dijelaskan bahwa pengertian pajak restoran adalah Pajak yang dipungut
6) Pajak Pengambilan Bahan Galian Glongan C 7) Pajak Parkir.
PENGARUH PENDAPATAN SEKTOR PARIWISATA
Kontribusi Pendapatan Sektor Pariwisata (Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Hotel) Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banyumas
D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.21 Hipotesis dapat diartikan sebagai pernyataan yang akan diteliti sebagai jawaban sementara dari suatu masalah. Berdasarkan kerangka pemikiran teoritis tersebut maka diajukan hipotesis sebagai berikut :
Hipotesis 1:
H1 : Terdapat kontribusi dari pendapatan pajak hotel terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Banyumas
Ho : Tidak terdapat kontribusi dari pendapatan pajak hotel terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Banyumas
Hipotesis 2 :
H1 : Terdapat kontribusi dari pendapatan pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Banyumas
Ho : Tidak terdapat kontribusi dari pendapatan pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Banyumas
Hipotesisi 3:
H1 : Terdapat kontribusi dari pendapatan pajak hiburan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Banyumas
Ho : Tidak terdapat kontribusi dari pendapatan pajak hiburan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Banyumas
Hipotesisi 4:
H1 : Terdapat kontribusi dari pendapatan sektor pariwisata (Pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan) terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Banyumas
H0 : Tidak terdapat kontribusi dari pendapatan sektor pariwisata (Pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan) terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Banyumas
21 Sugiono, Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D, (Bandung :Alfabeta Bandung, 2015), halaman 96
24 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat Dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.Wilayah Kabupaten Banyumas terletak di sebelah Barat Daya dan bagian dari Propinsi Jawa Tengah. Terletak di antara garis Bujur Timur 108o 39,17,, sampai 109o 27, 15,, dan di antara garis Lintang Selatan 7o 15,05,, sampai 7o 37,10,, yang berarti berada di belahan selatan garis khatulistiwa.1Luas wilayah Kabupaten Banyumas sekitar 1.327,60 km2 atau setara dengan 132.759,56 ha, dengan tekanan rata-rata antara 1.001 mbs, dengan suhu udara berkisar antara 21,4 derajat C - 30,9 derajat C.2
Gambar 3. 1
Peta Lokasi Wilayah Kabupaten Banyumas
Sumber: Maps
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian merupakan waktu yang dibutuhkan peneliti dalam melakukan penelitian. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 12 bulan dari
1 Website Resmi Kabupaten Banyumas https://www.banyumaskab.go.id/page/307/ letak-geo grafis 31 Oktober 2019
2Ibid.
bulan Januari 2020 hingga bulan Desember 2020. Adapun tabel waktu penelitian disajikan pada tabel berikut:
Tabel 3. 1
Waktu Penyusunan dan Penelitian
Keterangan Waktu Penelitian (2020)
Bulan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Pengajuan Judul
Pengumuman judul Penyusunan proposal
Seminar proposal dan perbaikan proposal
Penyusunan BAB I Penyusunan BAB II Penyusunan BAB III Pengumpulan data penelitian Pengolahan data peelitian Penyusunan Bab IV Penyusunan Bab V Penyusunan Abstrak
B. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif.
metode kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan data yang berbentuk angka atau presentase yang menunjukkan kontribusi Kontribusi Pendapatan Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Banyumas
Menurut Sugiono “Metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif /statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan”. 3
3Sugiyono, Metode Penelitian KOMBINASI (Mixed Methods), (Bandung : Alfabeta, 2011), Cet 1, Halaman 11
Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research).
Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literature (kepustakaan) yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan data sekunder dengan cara melakukan penelaahan terhadap beberapa buku yang berkaitan dengan indikator variabel penelitian.
C. Populasi Sampel
1. Populasi menurut Sugiono, adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.4 Yang menjadi populasi dalam penelitian ini yaitu Kabupaten Banyumas dari Pendapatan sector pariwisata Kabupaten Banyumas selama 11 tahun pada tahun 2007 sampai 2017.
2. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.5Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Sampling jenuh dengan dijadikan sampel yaitu semua data realisasi penerimaan pajak hotel, pajak restoran dan pajak hiburan selama tahun pengamatan yaitu pendapatan sector pariwisata Kabupaten Banyumas selama 11 tahun pada tahun 2007 sampai 2017 dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banyumas pada tahun 2007-2017.6
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono, “variable penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya”.7
4Sugiyono, Ibid, halaman 80
5 Wiratna Sujarweni, Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi, (Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2015), h. 81.
6 Sugiyono, Ibid, halalaman 10
7Sugiono, Ibid, halalaman 10
Variabel yang diteliti dibedakan menjadi dua, yaitu: 1) Variabel Bebas (independent variables) disimbol kanhuruf X, dan 2) Variabel Terikat (dependent variables) disimbolkan huruf Y.
a. Variabel Independen (bebas).
Variabel independen dalam penelitian ini adalah pajak hotel (X1), pajak restoran (X2) dan pajak hiburan X(3).
b. Variabel Dependen (terikat)
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pendaparan asli daerah (Y).
2. Definisi Konseptual
Definisi konseptual adalah abstarksi yang diungkapkan dalam kata-kata yang dapat membantu pemahaman, diantanya sebagai berikut:
Berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Bab 1 Poin 20 dan 21 mengenai pengertian Pajak Hotel adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh hotel. Hotel adalah fasilitas penyedia jasa penginapan/peristirahatan termasuk jasa terkait lainnya dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga motel, losmen,gubug pariwisata, wisma pariwisata, pesanggrahan, rumah penginapan dan sejenisnya, serta kamar kos dengan jumlah kamar lebih dari 10(sepuluh).8
a. Pajak Restoran (X2)
Menurut Peraturan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Bab 1 Poin 22 dan 23 mengenai pengertian Pajak Restoran adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh restoran. dimana restoran menurut undang undang tersebut adalah fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga rumah makan, kafetaria, kantin, warung, bar, dan sejenisnya termasuk jasa boga/catering
.
9
8 Undang-Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
9 Undang-Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
b. Pajak Hiburan (X3)
Menurut Peraturan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Bab 1 Poin 24 dan 25 mengenai pengertian Pajak Hiburan, Pajak Hiburan adalah pajak atas penyelenggaraan hiburan. Hiburan yang dimaksud adalah semua jenis tontonan, pertunjukan, permainan, dan/atau keramaian yang dinikmati dengan dipungut bayaran
.
10c. Pendapatan Asli Daerah (Y)
Menurut Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Pasal 1 angka 18 menyatakan bahwa “Pendapatan Asli Daerah, selanjutnya disebut PAD adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.”11
d. Pajak Hotel (X1)
Pada Penelitian ini akan dianalisis kontribusi antara variabel Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, dan Pendapatan Pariwisata (Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan) terhadap Pendapatan Asli Daerah. Sehingga kerangka konseptual digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3. 2 Kerangka Konseptual
10 Undang-Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
11 Undang-Undang Republik Indonesia No. 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Berdasarkan gambar kerangka konseptual diatas, penelitian ini menguji apakah Pajak Hotel, Pajak Restoran dan Pajak Hiburan memiliki kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Banyumas.
3. Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan penentuan construck sehingga menjadi variabel yang dapat diukur, dapat dilihat dari tabel 3.2 berikut:
Tabel 3. 2
Definisi Operasional Variabel X dan Y
No Variabel Definisi Satuan
1 Pajak Hotel (X1) Pajak Hotel, pajak yang di sediakan oleh pihak hotel atas penyelenggarakan usaha yang di tetapkan melalui peraturan daerah (Perda) dan disetorkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) dimana pajak ini dapat dilihat dari kolom PAD di bagian pajak daerah.
Jutaan Rupiah (Rp)
2 Pajak Restoran (X2)
Pajak Restoran, pajak yang di sediakan oleh pihak restoran atas penyelenggarakan usaha yang di tetapkan melalui peraturan daerah (Perda) dan disetorkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) dimana pajak ini dapat dilihat dari kolom PAD di bagian
Pajak Hiburan, pajak yang di sediakan oleh pihak hotel atas penyelenggarakan usaha yang di tetapkan melalui peraturan daerah (Perda) dan disetorkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) dimana pajak ini dapat dilihat dari kolom PAD di bagian pajak daerah.
Jutaan Rupiah (Rp)
5 Pendapatan Asli Daerah (Y)
Pendapatan Asli Daerah, selanjutnya disebut PAD, pendapatan yang diperoleh daerah dipungut berdasarkan peraturan daerah (Perda) dan dikelola oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). PAD terdiri dari Pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang
Pendapatan Asli Daerah, selanjutnya disebut PAD, pendapatan yang diperoleh daerah dipungut berdasarkan peraturan daerah (Perda) dan dikelola oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). PAD terdiri dari Pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang