Mari kita berhitung. Setiap tahun hutan Indonesia yang hilang 3,8 juta hektare. Itu artinya setiap menit ada penggundulan hutan seluas 7,2 hektare atau sekitar 14 kali luas lapangan bola. Itu data menurut Wahana Lingkungan Hidup Indone- sia (Walhi). Berapa tahun hutan Kalimantan akan bertahan? Tak akan lama. Walhi meramalkan, hutan Borneo cuma akan bertahan hingga 2010 saja.
Namun, gerusan kerusakan lingkungan tak akan pernah mematahkan semangat para pembela lingkungan. Mereka adalah orang-orang yang separuh nyawanya dipertaruhkan untuk memperbaiki lingkungan hidup. Mereka adalah sosok yang tak cuma bisa berteriak, tapi juga bisa melakukan misi yang mustahil seperti mencangkuli bukit batu, menghutankan pantai seluas 58 hektare. Dua pekan silam, para penyelamat bumi Indonesia itu dianugerahi penghargaan Kalpataru yang diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Presiden Cipanas, Jawa Barat. Inilah kisah-kisah kegigihan para perawat bumi itu:
Warga Desa Pemuteran, Bali Sang Perawat Terumbu
DICARI: penjaga laut desa miskin di Bali, Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng. Tempat kerja: Teluk Pemuteran, sepanjang empat kilometer yang dulu kaya ikan dan penyu. Risiko pekerjaan: berhadapan dengan pengebom ikan, tidak dibantu polisi, rumah diancam diserbu dan dibakar oleh para pencuri penyu. Gaji: seikhlasnya dari warga Pemuteran. Siapa bersedia?
Pada awalnya, tak ada yang sudi melakukan pekerjaan itu. Yang justru tergerak adalah Chris Brown, pria Australia yang menetap di desa itu dan punya hobi menyelam. Terumbu karangnya sudah hancur, ikan menghilang, ujar Chris. Inilah biang kemiskinan di desa itu. Ia menceritakan kerusakan itu kepada penduduk setempat, tapi tak ada yang percaya sampai ia merekam kerusakan itu dengan kamera video.
Chris pernah melaporkan pengeboman ikan yang dilakukan tetangga desa itu ke polisi. Imbalannya bukan pujian, justru rumahnya diserbu orang-orang yang menghunus sabit dan pisau serta nyaris dibakar. Kapok saya, kata lelaki yang dijuluki Nyoman Australia itu. Ia dan warga pun lalu menanam terumbu karang
dengan membuat keranjang besi berdiameter tiga meter. Besi itu dialiri arus listrik kecil, 9-12 volt DC untuk merangsang pertumbuhan karang. Mereka juga menegakkan aturan adat yang ketat, seperti mendenda penangkap penyu, menghidupkan polisi desa (pecalang). Kini, Pemuteran yang miskin tinggal sejarah.
Mukarim
Benteng Mangrove dari Penunggul
SELAMA 19 tahun Mukarim hidup dengan penuh cemooh. Gila, begitu kata tetangganya. Itu cuma karena dia tak pernah henti menanam pohon bakau-- tanaman ini tak ada harganya bagi warga Desa Penunggul, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Mukarim tak menyerah pada olok-olok tetangga. Dia punya keinginan sederhana: menyelamatkan rumah renta miliknya yang selalu tergerus air laut yang pasang. Dan pohon bakau yang ditanamnya adalah benteng impiannya.
Mukarim memulai kegilaannya menanam bakau dengan 20 biji pohon tinjang alias bakau yang dia temukan di pantai sebelah desanya. Sejak itulah dia selalu berburu biji-biji pohon bakau. Dia menanam, menanam, dan menanam dengan awalnya cuma dibantu istri dan anaknya. Rutinitas itu berlangsung hingga 19 tahun. Kini, hutan bakaunya telah lebat dan luasnya mencapai 58,1 hektare. Ada pohon bakau yang batangnya menjulur sampai 800 meter ke laut, katanya, senang. Sebuah benteng mangrove telah lahir. Pohon-pohon itu bukan cuma untuk menangkis air laut yang menggila, tapi juga menyuburkan ikan. Kami tak perlu lagi melaut jauh-jauh, ujarnya.
. . . .
Sumber:Tempo, 26 Juni 2006
Setelah membaca cerita di atas, menurut pendapatmu siapakah yang menjadi pendekar-pendekar penyelamat bumi itu? Mengapa mereka dijuluki pendekar? Sikap apakah yang mereka terapkan berkaitan dengan semangat juang 1945?
Pada masa sekarang ini semangat juang 1945 masih relevan. Semangat juang 1945 adalah semangat para pejuang bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan 17 Agustus 1945. Semangat juang tersebut di antaranya adalah:
a. Semangat menentang dominasi asing dalam segala bentuknya terutama penjajahan suatu bangsa terhadap bangsa lain.
b. Semangat pengorbanan harta benda dan jiwa raga. c. Semangat tahan derita dan tahan uji.
d. Semangat kepahlawanan.
e. Semangat persatuan dan kesatuan. f. Percaya pada diri sendiri.
Adakah semangat juang tersebut pada diri kalian? Untuk mengetahui- nya, salin dan isilah dalam buku tulismu daftar skala sikap berikut ini! Bubuhkan tanda ceklis (÷) pada kolom S (setuju), R (ragu) atau TS (tidak setuju)!
No. Butir pernyataan S R TS
1. Kita berucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah kemerdekaan dan berhasilnya UUD 1945 ditetapkan.
2. Pada alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 dinyatakan bahwa Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa . . . . ini berarti bahwa bila tanpa berkat rahmat Allah, perjuangan bangsa Indonesia tidak mungkin berhasil memperoleh kemerdekaan.
3. Penjajahan di bidang ekonomi dan budaya dewasa ini tidak kalah membahayakannya dengan penjajahan di bidang politik. Hal ini merupakan bentuk penjajahan asing yang harus kita lawan.
4. Masuknya pengaruh negatif budaya asing terhadap kebudayaan Indonesia harus diwaspadai jangan sampai merusak nilai kepribadian bangsa.
5. Proklamasi Kemerdekaan sebaiknya selalu diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia, karena hanya dengan Proklamasi, Negara Kesatuan RI dapat berdiri. 6. Saya akan berjuang mengorbankan jiwa raga dan harta
kekayaan untuk mempertahankan kemerdekaan. 7. Meskipun hidup kekurangan, tetap berusaha. Sebab
jika dibandingkan dengan penderitaan bangsa ketika masa penjajahan, tidak seberapa.
8. Untuk menggalang persatuan dan kesatuan bangsa, masih diperbolehkan berkorban untuk kepentingan sendiri dan golongan.
9. Semangat kepahlawanan yang perlu diterapkan pada masa kemerdekaan ialah membela negara sesuai profesi masing-masing.
10. Percaya diri atas kemampuan bangsa sendiri merupakan modal yang sangat penting untuk membangun bangsa dan negara.
Dewasa ini, kita bergembira pada saat memperingati kemerdekaan Republik Indonesia. Namun kegembiraan itu sepantasnya dilanjutkan dengan tekad setia kepada kemerdekaan. Tekad tersebut adalah siap mem- pertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan pelaksanaan pembangunan. Di samping itu, tetap berpendirian untuk menjadikan Indonesia sebagai tanah tumpah darah tercinta.
K E G I A T A N