5419 3.3.Law Conception Implementation
PENDEKATAN KOMPARATIF DALAM STUDI ISLAM Azra’i Harahap, MA
ABSTRAK
Islam adalah agama yang rahmatan lil „alamin. Karena didalam Islam diajarkan semua sendi-
sendi kehidupan yang dapat memberikan sebuah rasa ketenangan dan kesejukan ketika ajaran Islam dilaksanakan sesuai dengan apa-apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT.
Dalam Studi Islam, yang memiliki berbagai ragam disiplin Ilmu, terkadang dapat menjadikan dan bahkan menimbulkan persoalan, yang apabila tidak disikapi dengan arif dan bijaksana, maka perselihan dalam pertentangan pendapat akan menjadi pemicu terjadinya perpecahan dikalangan umat Islam itu sendiri. Karena hal ini disebabkan oleh adanya saling mempertahankan pendapat masing- masing.
Oleh karenanya Pendekatan Studi Komparatif merupakan bagian dari jawaban yang setidaknya dapat memperkecil sekaligus mempersempit perselisihan pendapat dikalanga n umat Islam itu sendiri. Dengan demikian, tulisan tentang “PENDEKATAN KOMPARATIF DALAM STUDI ISLAM”, diharapkan dapat memberikan pencerahan, sehingga perselisihan pendapat dikalangan umat bias diminimalisir.
I. Pendahuluan.
Agama merupakan jawaban yang harus diambil ketika berbagai macam persoalan yang sedang dihadapi oleh manusia. Namun dalam memahami agama perlu pendekatan-pendekatan tertentu agar pemecahan masalah tersebut dapat terselesaikan secara efektif dan efisien. Karena bagaimanapun juga dalam agama ada persoalan khilafiah yang mungkin dapat memperuncing masalah, sehingga berakibat pada pertentangan dalam mempertahankan pendapat masing-masing. Meskipun dalam hati kecilnya mengatakan bahwa pendapat tersebut tidak lebih benar dari pendapat orang lain. Hal ini dapat ditemui dalam berbagai
disiplin ilmu, misalnya: Teologi, Fiqh dan bahkan agama itu sendiri. Berkenaan dengan itu semua perlu
sebuah pendekatan yang diharapkan dapat memperkecil pertentangan dan perbedaan pendapat yang selama ini terjadi. Maka dengan demikian pendekatan dimaksud adalah pendekatan Komparatif. Jadi dalam memahami perbedaan yang terjadi dalam persoalan agama dapat membantu mempersatukan konsepsi terhadap berbagai masalah yang telah dihadapi selama ini.
II. Pengertian Pendekatan Komparatif.
Sebelum masuk kepada pengertian Pendekatan Komparatif, maka ada baiknya terlebih dahulu kita ketahui pengertian Pendekatan maupun pengertian Komparatif itu sendiri. Adapun yang dimaksud dengan pengertian pendekatan disini adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam suatu bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama (Nata, 2002: 28). Dengan demikian dapat dimengerti bahwa dalam memahami agama perlu pendekatan yang dapat memberikan cara pandang manusia kepada hasil pandang yang lebih baik. Sedangkan yang dimaksud dengan Komparatif secara etimologi adalah suatu
perbandingan, yang dalam istilah metode tafsir dikenal dengan metode muqarrin. Dan yang dimaksud
dengan muqarrin dalam istilah tafsir ini adalah: membandingkan ayat al Qur’an dengan menunjukkan
kandungan makna yang terdapat pada suatu ayat secara global (Nata, 2002: 172).
Untuk itu pendekatan Komparatif ini dapat diberi pengertian, yaitu suatu pendekatan yang membandingkan satu persepsi atau pendapat lain yang memiliki kandungan makna yang sama maupun berbeda, sehingga mendapatkan legalitas mana yang lebih mendekati kepada kebaikan dan kemaslahatan. III. Penggunaan Pendekatan Komparatif Dalam Tradisi Intelektual Islam.
Didalam Islam sering ditemukan perbedaan pendapat yang terkadang menjadi pemicu perpecahan antar umat Islam itu sendiri. Dan jarang sekali yang mengambil sisi positif dari sebuah perbedaan
pemahaman, dan bahkan sering terjebak pada masalah-masalah khilafiah itu sendiri. Dan perlu disadari,
sebenarnya perbedaan itu merupakan rahmat yang harus diambil sisi kebaikannya, dan bukan sebaliknya.
Karena itu perbedaan pendapat dalam pandangan hukum sebagai hasil penelitian (ijtihad), tidak
perlu dipandang sebagai faktor yang melemahkan kedudukan hukum Islam, bahkan sebaliknya bias memberikan kelonggaran kepada orang banyak sebagaimana yang diharapkan Nabi (Hasan, 1997: 7).
12
5424
Dengan demikian dalam kaitan diatas diperlukan sebuah pendekatan yang dapat terhindar dari saling klaim yang mengarah kepada kafir mengkafirkan.
Penerapan pendekatan komparatif ini kelihatannya telah berkembang dalam tradisi Intelektual Muslim, baik dilihat dari segi kurun waktunya, bidang kajiannya, maupun bentuk-bentuk perbandingan yang dilakukannya. Hal ini dapat dicermati melalui produk-produk perbandingan dari berbagai bidang ilmu, yaitu diantaranya:
1. Perbandingan Mazhab Fiqh.
Didalam bahasa arab Perbandingan Mazhab dikenal juga dengan Muqaranat al Mazahib. Kata al
Muqaranah berasal dari fi‟il madhi yaitu: “Qarana” yang berarti mengumpulkan, membandingkan dan
menghimpun. Berdasarkan makna lughawi diatas maka muqaranat al mazahib menurut istilah ulama fiqh
yaitu yang artinya:
“Mengumpulkan pendapat para Imam mujtahid dengan dalil-dalinya tentang suatu masalah yang diperselisihkan padanya, kemudian membandingkan dalil-dalil itu, satu sama lainya. Agar Nampak setelah dimunaqasyahkan pendapat mana yang terkuat dalilnya (Syafi’I, tt: 9).
Jadi perbandingan mazhab adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang pendapat-pendapat
para Fuqaha (Mujtahid) beserta dalil-dalilnya mengenai berbagai masalah, baik yang disepakati maupun
yang diperselisihkan dengan membandingkan dalil masing-masing. Kemudian didiskusikan dalil-dalil yang
dikemukakan oleh Fuqaha untuk menemukan pendapat yang paling kuat dan benar dalilnya (Yango, 1987:
83).
2. Perbandingan Mazhab Politik dan Aqidah.
Pada awal-awal abad ke II Hijrah, sering terdengar nama serta tokoh aliran-aliran dalam Islam. Hal ini jugatidak terlepas dari wilayah kajian pendekatan komparatif. Karena aliran-aliran ini juga memiliki pemikiran-pemikiran yang terkadang hamper bersamaan dengan aliran-aliran politik yang lainnya. Dan
bahkan terkadang memiliki perbedaan yang sangat kontradiktif, sehingga bias memunculkan interpretasi
yang luas terhadap apa yang mereka pertentangkan. Dalam mazhab politik dan aqidah ini Muhammad Abu Zahrah mengatakan ada 2 hal yang dapat diperbandingkan, yaitu: Perbandingan bidang politik dan perbandingan bidang Aqidah (Zahrah, 1996). Hal ini dapat dicontohkan kepada:
a. Bidang politik : Syi‟ah dan Khawarij.
b. Bidang Aqidah : Murji‟ah, Mu‟tazilah, Asy‟ariyah, Maturidiyah dan sebagainya.
Dari berbagai aliran yang memiliki latar belakang dan pemikiran yang berbeda, maka peran komparatif sangat dimungkinkan untuk menggali apa yang menjadi penyebab atas perbedaan pemahaman aliran-aliran tersebut. Dan perlu juga untuk menjadi bahan pemikiran bagi kita bahwa, pendekatan komparatif ini tidak diharapkan untuk mencari aliran mana yang benar dan aliran mana yang salah. Sehingga jikalau hal itu yang terjadi, maka objektifitas sebuah komparasi tidak akan didapatkan.
Untuk itu dalam memasuki wilayah aliran Politik dan Aqidah yang terhindar dari subjektifitas sebuah komparasi, maka ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan, yaitu:
a. Memperhatikan segi latar belakang munculnya sebuah aliran Politik dan Aqidah. b. Memberikan bandingan berdasarkan logika dan fakta sejarah.
3. Perbandingan Agama.
Perbandingan Agama adalah Ilmu yang membandingkan asal-usul, struktur dan ciri-ciri dari berbagai agama yang ada di dunia, dengan maksud untuk menentukan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan yang sebenarnya, dansejauh mana hubungan antara satu agama dengan agama yang linnya (Ali, 1992: 14).