• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5. Pendekatan koordinatif dan integratif

Pendekatan koordinatif dan integrasi dimaksudkan untuk memperoleh dukungan dari masyarakat. Teguran yang disampaikan oleh KPI dan diberhentikannya program acara ini telah menjadi rahasia umum dan masyarakat mengetahuinya. Dalam menjalankan pendekatan koordinatif dan integratif ini Trans 7 mengacu pada fungsi media televisi yaitu sebagai memberi informasi, memberikan pendidikan, memberikan hiburan dan memberikan pengaruh dengan persuasi.

Berikut kutipan hasil wawancara dengan Anita Wulandari Marketing Public Relations Departement Head Trans 7 dalam rangka pendekatan koordinatif dan integrative

Sebagai orang media dibutuhkan kreativitas yang tinggi, belum lagi saat ini dimana media televisi bermunculan, sehingga setiap stasiun televisi berlomba-lomba menampilkan program acara yang menarik penonton.

Dengan adanya teguran KPI kami berusaha mengadakan perubahan-perubahan sebagaimana yang dipersyaratkan oleh KPI. Meskipun program acara Bukan Empat Mata sebagai sebuah acara hibuan, kami berusaha untuk menyajikan pesan-pesan yang mendidik, memberikan inforamasi dan juga mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari suatu kejadian atau peristiwa yang biasanya disampaikan oleh para bintang tamu maupun presenter Bukan Empat Mata.

Jika disimak dan dipahami dari kutipan di atas pihak Trans 7 concent telah melakukan perubahan dalam acara Bukan Empat Mata. Pihak Humas berhati-hati dalam membuat program acara Bukan Empat Mata, meskipun ada beberapa yang seharusnya disampaikan, mengingat adanya kode etik yang wajib dipatuhi dengan terpaksa tidak dilakukan. Memang sebagai orang media perasaan dibatasi KPI tidak dapat dipungkiri. Demi kepentingan

bersama baik untuk Trans 7 maupun KPI maka Humas lebih mengambil jalan tengah.

Wawancara akhirnya diakhiri dengan pernyataan Anita Wulandari yang berkaitan dengan evaluasi ke internal berkaitan dengan sanksi yang diberikan KPI sebagai berikut : Trans 7 akan selalu melakukan introspeksi internal dan menjadikannya PR tambahan dalam menjaga faktor eksternal seperti bintang tamu sebagaimana yang pernah disampaikan KPI.

Wawancara selanjutnya dilakukan dengan pihak KPI yang diwakili Ibu

Nina Mutmainnah Anggota KPI Pusat bidang Isi Siaran. Wawancara ini

dilakukan dimaksudkan untuk mengungkap sejelas-jelasnya tentang perselisihan dengan Trans 7 khususnya program acara Bukan Empat Mata. Dengan memperoleh penjelasan dari pihak KPI diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang strategi yang dilakukan Trans 7 sehingga program acara Bukan Empat Mata masih tetap bisa tayang dan bertahan hingga saat ini.

Program acara Bukan Empat Mata merupakan program acara yang fenomenal dan banyak ditonton oleh masyarakat. Program acara Bukan Empat Mata juga pernah masuk dalam nominasi program acara favorit. Sudut pandang masyarakat ternyata berbeda dengan KPI. Menurut KPI program acara Bukan Empat Mata sebagai acara yang kurang mendidik karena sering melanggar aturan. Berikut kutipan hasil wawancara dengan Nina Mutmainnah Anggota KPI Pusat bidang Isi Siaran tentang tanggapan program siaran Bukan Empat Mata.

Program acara Bukan Empat Mata termasuk dalam acara yang memiliki reputasi cukup buruk karena sering mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Program acara Bukan Empat Mata sering

melanggar kesopanan dan kesusilaan. Program acara ini banyak menampilkan dialog dan celetukan yang mengandung seks.

Dari kutipan di atas jelas KPI memiliki sudut pandang yang berbeda dengan masyarakat. KPI lebih menekankan setiap program acara televisi mengutamakan segi edikatif, informatif dan pengaruh dengan persuasif. Kalaupun suatu program acara menekankan kepada hiburan, KPI tetap mengutamakan kepentingan masyarakat luas. Dalam hal ini setiap program acara harus tetap berada pada koridor akar budaya bangsa Indonesia. Jika tidak maka konsekuensinya akan sama seperti program acara Bukan Empat Mata memperoleh sanksi dari KPI.

Sanksi yang berupa teguran ataupun penghentian suatu program acara oleh KPI dilakukan setelah adanya masukan dari masyarakat. Melalui pertimbangan dan memperhatikan secara langsung suatu program acara, KPI melakukan proses untuk dijatuhkannya sanksi tersebut. Berikut hasil wawancara penulis dengan Nina Mutmainnah Anggota KPI Pusat bidang Isi Siaran tentang proses terjadinya penghentian program acara Bukan Empat Mata.

“Penghentian tayang pada acara yang dibawakan Tukul bukan tanpa alasan jelas. Sudah dua kali Bukan Empat Mata ditegur karena berbau porno. Puncak kesalahan Bukan Empat Mata, terjadi pada tayangan 3 Juni 2009. Saat itu Kangen Band menjadi bintang tamu. Ketika itu salah satu personel band asal Lampung tersebut secara tidak sengaja menyebutkan kata berkonotasi alat kelamin pria.

Baru-baru ini pada bulan Agustus Tahun 2012, Bukan Empat Mata menerima Peringatan Tertulis dari KPI, karena menayangkan adegan saat salah satu host wanita, Marcella Lumowa, menyampaikan cerita berjudul "Doa Seorang Wanita Bernama Susi", yang berpotensial menimbulkan dampak negatif karena melibatkan keberadaan Tuhan dalam lawakan. Keputusan penghentian tayang ini sudah dengan pertimbangan, dan dari hasil rapat, sudah tidak bisa ditolerir lagi.

Dari kutipan wawancara di atas nampak jelas bahwa tindakan KPI memberikan teguran bahkan penghentian suatu program acara Bukan Empat Mata Trans 7 telah melalui pendekatan persuatif. Pertama KPI telah memperingatkan agar pihak Trans 7 berhati-hati dalam membuat program acara yang ditayangkan secara langsung. Khusus untuk program acara Bukan Empat Mata pihak KPI memperingatkan untuk berhati-hati dalam pemilihan bintang tamu yang dihadirkan.

KPI merupakan lembaga yang bertugas memantau dan mengawasi penyiaran televisi. Tujuannya adalah agar setiap siaran yang dibuat oleh televisi sesuai dengan fungsi dari media massa yaitu memberikan informasi, memberikan edukatif, memberikan hiburan serta pengaruh dengan persuasif. Pada kenyataannya saat ini masih ada beberapa stasiun televisi yang dengan sengaja atau tidak disadari menayangkan siaran yang tidak sesuai dengan fungsi media massa itu sendiri. Lantas bagaimana tindakan KPI terhadap stasiun televisi tersebut, karena sepengetahuan penulis KPI terkesan lambat dan membiarkan program acara yang jelas-jelas melanggar kesopanan. Berikut kutipan hasil wawancara dengan Nina Mutmainnah Anggota KPI Pusat bidang Isi Siaran.

Kita memiliki undang-undang penyiaran yang jelas dan setiap stasiun televisi sudah mengetahui hal ini. Tugas kami adalah memantau setiap program acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi. Jika memang ada suatu program acara yang melanggar undang-undang siaran, tentu akan kami ambil tindakan dari mulai peringatan sampai pemberhentian tayang. Dan perlu adik ketahui selama ini bukan hanya program acara Bukan Empat Mata yang memperoleh sanksi dari KPI, stasiun televisi lain pun seperti RCTI juga pernah diberikan sanksi oleh KPI.

Lebih lanjut Nina Mutmainnah memperlihatkan dan membacakan Undang-Undang penyiaran sebagai berikut :

Undang-undang Penyiaran No. 32/ 2002 Pasal (5) b yang berbunyi bahwa Isi siaran dilarang menonjolkan unsur kekerasan, cabul, perjudian, penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang.

Kemudian Standar Program Siaran KPI Pasal 13 ayat (1) yang berbunyi bahwa Lembaga penyiaran tidak boleh menyajikan penggunaan bahasa atau kata-kata makian yang mempunyai kecenderungan menghina/merendahkan martabat manusia, memiliki makna jorok/ mesum/cabul/vulgar, serta menghina agama dan Tuhan.

Tindakan KPI terhadap suatu program acara bukan main-main dan ternyata tidak diskriminatif. Selain program reality show Bukan Empat Mata, KPI juga memberikan teguran ke lima acara lain yang ditayangkan Februari hingga Mei. Teguran pertama diberikan kepada program Big Movies Global TV, karena banyak menampilkan kekerasan fisik. Program acara lainnya yang mendapat teguran film lepas Indosiar yang banyak menampilkan kekerasan verbal maupun pukulan. Sedangkan untuk program Bukan Empat Mata yang ditayangkan Trans 7 dinilai melanggar kesopanan dan kesusilaan.

Acara Bodo Amat Ah (TPI) dan Lajang serta Cagur Naik Bajaj yang ditayangkan antv diimbau untuk diperbaiki materinya.KPI juga memberikan teguran Dahsyat RCTI, karena pembawa acara sering mengucapkan kata-kata vulgar.

Keputusan KPI menghentikan tayang program acara Bukan Empat Mata pada dasarnya bersifat fleksibel. KPI pada waktu itu masih memberikan tenggang waktu untuk klarifikasi dan melakukan langkah-langkah perbaikan. Tidak lama setelah mendapat teguran dari KPI pihak Trans 7 melalui

perwakilannya mengadakan diskusi dan evaluasi dengan KPI. Dalam diskusi tersebut diperoleh kesepakatan kedua belah pihak dimana KPI memberikan kesempatan kepada Trans 7 bahwa program acara Bukan Empat Mata tetap dapat ditayangkan.

Berikut hasil wawancara dengan Nina Mutmainnah Anggota KPI Pusat bidang Isi Siaran tentang pencabutan kembali larangan tayang Bukan Empat Mata.

Awalnya, KPI yakin kalo Trans 7 ga’ bakal bisa menggoyahkan keputusan meski masih memberi keringanan asal Bukan Empat Mata

Ganti Nama Lagi, tapi tetep dalam pantauan. Namun setelah

memperoleh klarifikasi dari Trans 7 KPI akhirnya mempertimbangkan kembali. KPI pada prinsipnya dapat menerima klarifikasi dari Trans7 bahwa kejadian bukanlah suatu kesengajaan, namun terjadinya hal tersebut tetap disesalkan. Hal ini karena Pasal 13 SPS yang melarang disajikannya kata-kata bermakna jorok/mesum/cabul/vulgar telah dilanggar. Meski demikian Bukan Empat Mata tetap dalam pantauan untuk tidak melanggar kesepatakan syarat yang diajukan KPI.

Berikut syarat yang diajukan KPI terhadap program acara Bukan Empat Mata.

1. Bukan Empat Mata hanya dapat ditayangkan dengan frekuensi tayang paling banyak 3 (tiga) kali dalam satu minggu, berlaku selama 2 (dua) bulan sejak 13 Juni s/d 13 Agustus 2009.

2. Bukan Empat Mata hanya dapat ditayangkan antara pukul 22.00 s/d 03.00 WIB.

3. Bukan Empat Mata hanya dapat ditayangkan dalam bentuk rekaman (recorded), dan bukan siaran langsung (live).

4. Trans7 meminta maaf kepada masyarakat luas atas kejadian yang terjadi di edisi 3 Juni 2009 dalam bentuk (1) running text dan (2) melalui pembawa acara di awal acara edisi Bukan Empat Mata yang paling awal ditayangkan.

Dari kutipan wawancara diatas jelas bahwa setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan kegiatan komunikasi dalam memperoleh pengertian dan pemahaman bersama. Pencabutan kembali layarangan tayang acara Bukan Empat Mata merupakan keberhasilan Humas dalam melakukan pendekatan dan

komunikasi dengan KPI. Dengan adanya pemahaman kedua belah pihak pasa akhirnya melakukan klarifikasi terhadap permasalahan yang terjadi di program acara Bukan Empat Mata.

Wawancara yang ketiga dilakukan terhadap masyarakat yang diwakili oleh Toriq Akbar dan Fransisca pengembar Bukan Empat Mata. Tujuan dilakukan wawancara ini untuk mengetahui bagaimana tanggapan masyarakat tentang program acara Bukan Empat Mata serta keputusan KPI yang memberhentikan program acara tersebut.

Program acara Bukan Empat Mata hingga saat ini masih sangat digemari oleh masyarakat. Di setiap penayangan Bukan Empat Mata menampilkan bintang tamu yang mampu menghibur penonton. Celotehan Tukul Arwana sebagai presenter, Vega, dan Peppy membuat setiap penonton tertawa. Berikut hasil wawancara yang penulis lakukan dengan penggemar Bukat Empat Mata saudara Toriq Akbar sebagai berikut :

Sebagai sebuah acara hiburan saya suka dengan acara Bukan Empat Mata. Acara ini bagi saya sangat menghibur dan memberi wawasan pengetahuan. Tukul Arwana misalnya dengan kata-kata yang cerdas serta dikemas dengan lawakannya membuat senang untuk menontonnya. Belum lagi si Ngatini alis Vega sangat kompak sekali dengan Tukul arwana sehingga menjadikan suasaan menjadi rame dan enak di tonton. Hal senada juga dikatakan oleh Fransisca

Saya suka dengan acara Bukan Empat Mata karena dapat memberikan hiburan di waktu senggang setelah seharian bekerja. Terutama bintang tamu yang ditampilkan sangat beragam sehingga tidak menjenuhkan. Kekompakan crew Bukan Empat Mata menghidupkan suasana acara. Teguran KPI terhadap program acara Bukan Empat Mata yang berakhir dengan penghentian tayang sudah diketahui oleh masyarakat umum. Tindakan

KPI memperoleh berbagai macam tanggapan dari masyarakat. Berikut penulis sajikan hasil wawancara dari Toriq Akbar salah seorang masyarakat pengemar Bukan Empat Mata.

Gimana yaa... menurut saya seharusnya KPI tidak perlu menghentikan, karena memang apa yang disuguhkan pada acara Bukan Empat Mata masih wajar. Sebenarnya banyak program acara yang justru lebih tidak mendidik dari Bukan Empat Mata, tapi KPI tidak bereaksi. Jadi menurut saya ada kepentingan tertentu dari pihak lain.

Hal senada juga dikatakan oleh Fransica

Emang seharusnya KPI tidak dapat menghentikan begitu saja. Memang pada acara Bukan Empat Mata terkadang terlalu menyuguhkan yang berlebihan. Tapi menurut saya masih pada taraf yang wajar. Yang pasti saya suka karena hingga saat ini program acara Bukan Empat Mata masih tetap ditayangkan Trans 7.

Penghentian program acara Bukan Empat Mata tidak terjadi dengan spontan. Menurut KPI penghentian ini sudah melalui proses yang diawali adanya peringatan melalui surat. Lain halnya Trans 7 yang merasa adanya diskriminasi, meskipun tidak disampaikan secara terbuka, karena masih banyak program acara lain yang serupa. Berikut hasil wawancara yang penulis peroleh dari saudara Toriq Akbar tentang tanggapan tindakan KPI menghentikan program acara Bukan Empat Mata.

Sebenarnya KPI bersikap sepihak. Dengan memberhentikan program Acara Bukan Empat mata tentu saja merugikan Trans 7.

Hal senada juga dikatakan oleh Fransisca

Gak tepat sih, karena itu akan merugikan pihak Trans 7. Mestinya cukup diberikan peringatan saja untuk tidak menampilkan hal-hal yang tidak mendidk, tapi itu kan sangat subyektif yaah.

Program acara Bukan Empat Mata hingga saat ini masih tetap bertahan meskipun ada perubahan jadwal tayang. Kalau sebelumnya disiarkan mulai jam

21.00 WIB sekarang dimulai jam 22.15 WIB. Masih tayangnya program acara Bukan Empat Mata ini tidak lain karena memang masih digemari oleh masyarakat dan memiliki rating yang baik diantara program lain di Trans 7. Berikut tanggapan hasil wawancara dari saudara Toriq Akbar salah seorang penggemar Bukan Empat tentang keberadaan program acara Bukan Empat Mata masih bertahan hingga saat ini.

Yaah karena program acara ini masih diminati oleh masyarakat kali yaa. Yang pasti saya pribadi sih menilai karena acara ini sangat bagus dapat memberikan hiburan.

Hal senada juga dikatakan oleh Fransisca.

Karena mungkin acara ini banyak peminatnya, kan Bukan Empat Mata juga membuka website sehingga dapat diketahui bagaiman reaksi para penggembar Bukan Empat Mata.

Konsep acara Bukan Empat Mata yang utama adalah memberikan hiburan kepada masyarakat. Seiring perjalannya program acara Bukan Empat Mata ternyata tidak saja memberikan hiburan tetapi juga memberikan pendidikan, informasi dan juga sebagai pesan persuasif. Fungsi ini sebenarnya telah disadari oleh masyarakat dimana dalam menonton Bukan Empat Mata tidak saja merasa terhibur tetapi juga memperoleh pengetahuan. Berikut hasil wawancara dengan saudara Toriq Akbar pengemar Bukan Empat Mata tentang manfaat menonton Bukan Empat Mata.

Jelas banyak donk, yang pasti masyarakat memperoleh hiburan selain juga menambah penetahuan. Ingat ya mas, para bintang tamu yang dihadirkan di Bukan Empat Mata itu tidak main-main, ada Pak Menteri, Ustad, Gubernur, para artis, olahragawan dan banyak lagi. Dari situlah masyarakat memperoleh pengetahuan yang beraneka ragam.

Hal senada juga dikatakan oleh Fransisca

Banyak Mas, yang pasti hiburan kaan, kemudiaan ada pengetahuan tentang olahraga, tentang agama, tentang politik, dan macam-macam lah mas. Pokoknya hebat dech program Bukan Empat Mata.

Dari kutipan wawancara kepada masyarakat yang diwakili oleh Toriq Akbar dan Fransica terlihat bahwa program acara Bukan Empat Mata Trans 7 memang disukai oleh masyarakat. Bukan Empat Mata sebagai program acara yang memberikan hiburan dan memberikan pengetahuan tentang berbagai hal, olah raga, politik, pendidikan, ekonomi dan masih banyak lagi yang dikemas dalam format humor.

4.3 Pembahasan

Sebagaimana permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana strategi Public Relations Trans 7 dalam membangun image Program Bukan Empat Mata. Untuk keperluan pemecahan masalah penelitian menggunakan aspek-aspek pendekatan strategi humas. Dimana aspek-aspek strategi humas ini berguna bagi seorang Public Relations untuk menjalin hubungan dengan pihak eksternal. Aspek-aspek tersebut meliputi strategi operasional, pendekatan persuasive dan edukatif, pendekatan tanggungjawab sosial humas, pendekatan kerjasama dan pendekatan koordinatif dan integrative.

Program acara Bukan Empat Mata Trans 7 merupakan salah satu program acara talk show yang sering mendapat teguran dari KPI. Teguran ini berkaitan dengan ditampilkannya bintang tamu dalam program Bukan Empat Mata. Ada segi positif dan negative dengan adanya teguran dari KPI ini. Bukan Empat Mata yang sebelumnya sering menampilkan kata-kata jorok ataupun bintang tamu yang tidak sesuai dengan etika masyarakat akhirnya berubah menjadi bahasa humor yang mendidik.

Segi positif lain dengan adanya teguran KPI menjadikan program Bukan Empat Mata dapat melaksanakan fungsi media massa yaitu sebagai fungsi

informati, edukatif dan menghibur. Di sisi lain dengan adanya teguran KPI sangat merugikan Trans 7 karena durasi tayang menjadi berkurang sehingga mengurangi iklan yang biasa ada di tayangan Bukan Empat Mata. Belum lagi dari segi penonton, dengan pengunduran jam tayang Bukan Empat Mata sedikit banyak mengurangi penonton, mengingat jam tayang ini lebih malam 1 jam.

Secara umum teguran KPI pada program Bukan Empat Mata dilihat dari sudut penonton positif karena dapat memberikan informasi yang edukatif dan hiburan. Namun dilihat dari sudut perusahaan sangat merugikan karena mengurangi segmen penonton dan juga profit perusahaan karena berkurangnya iklan pada tayangan Bukan Empat Mata.

BAB V

Dokumen terkait