PENDEKATAN LAPANGAN
3.1 Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif dengan menggunakan survei melalui instrumen kuesioner digunakan untuk mengetahui bagaimana tingkat perubahan ekonomi dan adaptasi nelayan. Kuisioner yang telah disusun sebelumnya, diisi oleh responden, yaitu nelayan yang terlibat dalam pariwisata dan nelayan yang tidak terlibat dalam pariwisata. Kedua kelompok nelayan yang menjadi responden akan didata menyangkut kehidupan sosial dan ekonominya sebelum dan sesudah adanya kegiatan pengembangan ekowisata bahari. Data primer juga diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam, yaitu percakapan tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih yang duduk berhadapan secara fisik dan diarahkan pada suatu masalah tertentu. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi dari informan kunci, lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah daerah serta diskusi dengan pakar dan praktisi lapangan. Data primer yang dikumpulkan meliputi karakteristik nelayan lokal, aspek sosial dan aspek ekonomi.
Data sekunder merupakan hasil penelitian orang lain atau instansi lain dalam bentuk publikasi seperti laporan tahunan, literatur, dokumen, arsip baik secara time series maupun periode waktu tertentu. Data ini didapatkan dari Kantor Pusat Statistik, Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, kantor desa, Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNKJ) dan sebagainya di daerah tempat penelitan. Data ini meliputi jumlah kunjungan wisatawan, data kepariwisataan, jumlah penduduk, data perikanan dan data lainnya. Selain itu, informasi dan data berupa peta yang berhubungan dengan program pengembangan wisata bahari di kawasan tersebut juga ikut dikumpulkan.
3.1.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) sesuai dengan kebutuhan penelitian. Lokasi ini dipilih karena merupakan salah satu daerah yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Desa ini memiliki luas 4.302, 50 ha dengan luas kawasan daratan sekitar 60 persen. Jumlah penduduknya adalah 4.137 dan 1.483 (45.44) berprofesi sebagai nelayan1. Saat ini Karimunjawa juga dijadikan sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Jawa Tengah dan jumlah wisatawan yang berkunjung semakin bertambah sejak tahun 2007. Kawasan ini memiliki keindahan dan kekayaan alam yang ada untuk dikembangkan dalam sektor perikanan maupun pariwisata. Desa Karimunjawa juga dijadikan sebagai salah satu kawasan Taman Nasional Karimunjawa pada tahun 1999. Pertimbangan lainnya adalah tersedianya data pendukung yang dapat membantu peneliti dalam melakukan penelitian. Oleh karena itu dengan mengambil wilayah Desa Karimunjawa sebagai tempat penelitian, diharapkan dapat memberikan manfaat dan solusi dari permasalahan yang diteliti terhadap masyarakat Desa Karimunjawa. Studi lapangan dilakukan pada bulan April- Mei 2012.
3.1.2 Teknik Pengumpulan Data
Populasi penelitian ini adalah nelayan lokal yang ada di Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Unit analisis penelitian ini adalah individu nelayan yang berada di daerah tersebut baik yang memanfaatkan ataupun yang tidak memanfaatkan pariwisata sebagai mata pencaharian sampingannya. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode pengambilan sampel aksidental yang didasarkan pada kemudahan untuk menemui responden. Metode aksidental adalah metode penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja (nelayan) yang secara aksidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, apabila nelayan yang ditemui cocok sebagai sumber
1
data atau responden. Sampel yang terpilih karena berada pada waktu, situasi dan tempat yang tepat (Prasetyo dan Jannah 2006). Metode ini dipilih karena kerangka sampel yang digunakan untuk dasar pemilihan sampel tidak tersedia. Nelayan memiliki waktu kerja yang tidak dapat diperkirakan oleh karena itu apabila menggunakan kerangka sampling akan sulit mendapatkan data dari sampel yang sudah ditentukan. Nelayan Karimunjawa ada yang mulai melaut pada pagi hari sampai sore hari dan ada juga yang melaut dari sore hingga pagi hari.
Sebagian besar penduduk desa Karimunjawa berprofesi sebagai nelayan yang menggantungkan hidup pada hasil penangkapan ikan di laut. Sejak meningkatnya sektor pariwisata di Karimunjawa, sebagian besar nelayan memanfaatkan potensi ekowisata di daerah tersebut dengan menjadi tour leader, guide, penyewa alat selam, penginapan, warung makan, transportasi, membuat souvenir dan lain-lain. Sedangkan ada juga kelompok nelayan yang tetap bertahan hanya dengan memanfaatkan perikanan. Hal ini membuat nelayan terbagi menjadi dua, yaitu nelayan yang memanfaatkan kegiatan ekowisata dan nelayan yang hanya memanfaatkan usaha perikanan. Nelayan pariwisata adalah nelayan yang sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan hidupnya selain menggantungkan pada hasil penangkapan ikan di laut juga terlibat secara langsung dalam kegiatan pariwisata. Sedangkan nelayan non pariwisata adalah nelayan yang kegiatan sehari-harinya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya hanya menggantungkan hasil penangkapan ikan di laut. Dengan mengetahui ciri-ciri dua kelompok nelayan (dilihat dari umur, pendidikan, jumlah anggota keluarga, pendapatan keluarga dan pengalaman melaut) tersebut akan memperlihatkan dengan jelas perbedaan ukuran tingkat pemanfaatannya dari para nelayan yang aktif di kegiatan pariwisata dengan yang tidak aktif.
Jumlah sampel yang akan dijadikan responden adalah sebanyak 50 orang yang terdiri dari 25 responden berasal dari nelayan pariwisata dan 25 orang responden dari keluarga non pariwisata. Jumlah ini cukup untuk memenuhi reliabilitas dan validitas data. Masing-masing responden akan didata tentang kondisi sosial dan ekonomi sebelum dan sesudah kegiatan ekowisata bahari. Untuk melihat perubahan ekologi di
daerah tersebut maka data yang akan dikumpulkan adalah panjang pantai berpasir, jumlah hasil tangkapan nelayan dan ketersediaan air bersih.
3.2 Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Data kuantitatif yang diperoleh melalui kuesioner kemudian diolah dengan cara mengkode data, lalu dianalisis dengan menggunakan komputer. Selain pertanyaan yang bersifat kuantitatif, pada kuesioner juga terdapat pertanyaan kualitatif yang disajikan dalam bentuk pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Pertanyaan terbuka ditujukan untuk memperoleh data kualitatif dan pertanyaan tertutup untuk memperoleh data kuantitatif..
Data yang diolah merupakan data yang diturunkan dari kuesioner. Variabel yang diolah adalah variabel ekonomi dan adaptasi. Variabel ekonomi mengandung data mengenai jumlah trip melaut, jumlah hasil tangkapan ikan, dan tingkat pendapatan. Sedangkan variabel adaptasi mengandung data diversifikasi pekerjaan dan perubahan alat tangkap nelayan. Setiap pertanyaan diberi skor dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Tabel frekuensi semua variabel digunakan untuk mengecek apakah jawaban responden atas satu pertanyaan konsisten dengan pertanyaan yang lain, mempermudah mendapatkan karakteristik responden serta dapat menentukan klasifikasi yang paling baik untuk tabulasi silang. Data tersebut kemudian diinterpretasikan dan ditarik kesimpulan berdasarkan hipotesis yang ada. Adapun data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif dalam teks dan kutipan langsung dari pernyataan responden yang mendukung data kuantitatif. Selanjutnya tabulasi silang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara dua variabel yaitu variabel ekonomi dan pola adaptasi nelayan. Data tersebut kemudian diinterpretasikan dan ditarik kesimpulan berdasarkan hipotesis yang ada. Hal ini dilakukan melalui verifikasi dengan cara memikirkan ulang selama penulisan, tinjauan ulang pada catatan lapang. Artinya, terdapat satu tahapan dimana proses menyimpulkan tentang penelitian ini dilakukan bersama dengan para informan yang merupakan subjek dalam penelitian ini dan yang telah menyumbangkan data dan informasi terhadap penelitian ini.