• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendekatan Penelitian

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 74-78)

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

KAJIAN PUSTAKA

6) Modal Kesehatan

3.1. Pendekatan Penelitian

BAB III

METODE PENELITIAN

Pengelolahan data primer dan sekunder untuk tujuan tertentu dibutuhkan sebuah metode penelitian yang bersifat ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan oleh si peneliti. Dengan demikian, langkah-langkah dalam metode penelitian seperti proses pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan sebuah penelitian dapat dilakukan dengan tepat yang pada gilirannya akan dapat menjawab dari tujuan penelitian itu sendiri.

Adapun pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif analitis. Hal tersebut mengacu kepada dasar pertimbangan bahwa penelitian ini dirancang dengan tujuan yang membuat deskripsi, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Nazir, Moh, 1998). Dengan menggunakan metode penelitian tersebut peneliti ingin mendeskripsikan dan memahami mengenai sebab utama mengapa siswa lulusan Sekolah Dasar di Kec. Cikedung dan Kec. Sukra, Kab. Indramayu tidak melanjutkan sekolah ke jenjang SMP/Sederajat.

3.1. Pendekatan Penelitian

Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sebuah pendekatan yang diharapkan akan mampu membuka tabir atau memperoleh konfirmasi yang lebih mendalam tentang hukum sebab akibat yang dapat dipergunakan untuk memprediksi gejala-gejala umum suatu kondisi sosial tertentu. Pendekatan kualitatif menuntut peneliti berada pada posisi yang obyektif, bebas keberpihakan, tidak mempunyai kepentingan khusus di dalam mengukur berbagai aspek dalam kehidupan sosial, meneliti berbagai bukti, dan mengulang sebuah penelitian lainnya.

62

  3.2. Sifat Penelitian

Konsekuensi logis dari sebuah penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif adalah, peneliti diuji tentang bagaimana sebuah penelitian dapat dilakukan secara mendalam, terperinci, dan spesifik terhadap data yang bertujuan untuk mengetahui alasan mengapa siswa lulusan Sekolah Dasar di Kec. Cikedung dan Kec. Sukra, Kab. Indramayu tidak melanjutkan sekolah ke jenjang SMP/Sederajat. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tipe analisis deskriptif.

Penentuan analisis penelitian dilakukan secara kualitatif yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis/lisan dari orang-orang (informan) yang telah diwawancara. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara terhadap sejumlah informan yang telah ditentukan sebagai sasaran penelitian. Selain data kualitatif seperti hasil wawancara tersebut, penelitian kualitatif dimaksudkan untuk memahami gejala-gejala umum yang dialami oleh subyek penelitian (Moleong: 2003), seperti pendapat mereka (informan/ narasumber) tentang arti dari pendidikan dan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun yang diuraikan dalam bentuk kata-kata (deskriptif).

Alasan lain penggunaan penelitian kualitatif adalah untuk mengetahui kualitas suatu hal-hal, program, dan sebagainya yang telah/sedang terjadi, dengan cara membandingkannya dengan suatu standar. Hasil dari penilaian ini mungkin digunakan untuk meningkatkan kualitas sesuatu yang dinilai itu, atau membuat suatu keputusan (Moleong:

2003). Dalam kaitan dengan obyek yang diteliti, yaitu faktor-faktor penyebab siswa lulusan Sekolah Dasar tidak melanjutkan sekolah, maka penelitian ini akan melihat alasan-alasan yang menyebabkan mereka tidak melanjutkan sekolah.

  3.3. Cara Pengumpulan Data Penelitian

Dalam penelitian ini, data yang diperoleh meliputi dua jenis data, yaitu data yang digolongkan sebagai data primer dan data yang digolongkan sebagai data sekunder.

a. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari informan. Untuk memperoleh data primer, dilakukan penelitian lapangan. Dari teknik ini akan diperoleh data berupa pencatatan/

rekaman wawancara. Wawancara dilakukan untuk memperoleh data/informasi dari informan yang terkait dengan masalah yang diteliti. Untuk maksud tersebut, maka informan dipilih secara sengaja, yakni informan yang memiliki kemampuan memberikan informasi selengkap mungkin kepada peneliti terkait dengan alasan mengapa mereka tidak sekolah. Wawancara digunakan dengan pedoman wawancara dengan daftar pertanyaan disesuaikan dengan karakteristik informan masing-masing. Wawancara berlancung secara informal dan bersifat terbuka (wawancara terbuka), dengan maksud agar pembicaraan berlangsung secara bebas tanpa terpaku pada urutan daftar pertanyaan, sehingga materi atau isi pembicaraan berkembang sesuai dengan apa yang diinginkan peneliti.

b. Data sekunder adalah semua data yang diperoleh bukan dari interview.

Beberapa dari data-data sekunder ini antara lain peraturan perundang-undangan, reportase dari media, laporan penelitian terdahulu serta dokumentasi lainnya. Data sekunder diperoleh dengan cara melakukan studi pustaka. Data ini dipergunakan untuk melengkapi hasil wawancara.

  3.4. Informan atau Narasumber

Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Menurut Bogdan (Moleong, 1993), informan bermanfaat bagi peneliti agar dalam waktu yang relatif singkat banyak informasi yang terjangkau, karena informan dimanfaatkan untuk berbicara bertukar pikiran dan membandingkan satu kejadian yang ditemukan dari subyek yang lain.

Dalam penentuan informan, peneliti berdasar pada karakteristik informan yang baik, antara lain seperti eseorang yang mengetahui dengan baik budaya daerahnya dan menyaksikan kejadian-kejadian ditempatnya, terlibat aktif dengan kegiatan yang ada ditempat penelitian, anggota masyarakat yang dapat meluangkan waktu bersama peneliti karena penelitian lapangan membutuhkan waktu yang cukup lama dengan intensitas yang tinggi, dan nonanalitis. Orang yang tidak analitis namun mengetahui dengan baik situasi daerahnya tanpa berpretensi menganalisis suatu kejadian, merupakan informan yang baik.

Berdasarkan pada keempat kriteria tersebut, terdapat empat unsur pihak yang diharapkan dapat berperan sebagai informan atau narasumber dalam penelitian mengenai siswa lulusan Sekolah Dasar tidak sekolah, yaitu:

a. Pejabat atau pegawai pelayanan publik yang bernaung di bawah Dinas Pendidikan Kab. Indramayu, khususnya bertanggung jawab pada jenjang pendidikan dasar. Sebagai pejabat, maka memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan dan sekaligus pelaksana atau implementor Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun serta bertanggung jawab atas keberhasilannya.

b. Masyarakat

Masyarakat turut pula berperan terhadap lingkungan, khususnya dalam menyikapi masalah anak yang tidak melanjutkan sekolah.

Masyarakat diharapkan dapat memberi sumbangsih dan turut serta dalam merumuskan program-program untuk menjawab masalah

  tersebut. Adapun untuk informan dari masyarakat terdiri dari kepala

desa, kepala sekolah, dan teman bermain di Kec. Cikedung dan Kec.

Sukra, Kab. Indramayu.

c. Orangtua anak yang tidak melanjutkan

Orangtua adalah posisi yang paling strategis untuk mengurai masalah pendidikan anaknya. Bagaimana orangtua berperan dalam memotivasi, mengawasi, membina anak untuk terus bersekolah dengan berbagai upaya. Penelitian ini akan melibatkan 10 orangtua anak yang tidak melanjutkan di Kec. Cikedung dan Kec. Sukra, Kab.

Indramayu.

d. Anak yang tidak melanjutkan sekolah

Anak sebagai pelaku utama di dalam penelitian ini perlu untuk dikupas sedalam-dalamnya. Penelitian ini akan membidik sasaran 10 anak untuk mengetahui apa yang menjadi alasan utama mereka tidak melanjutkan sekolah di Kec. Cikedung dan Kec. Sukra, Kab.

Indramayu.

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 74-78)