• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Kajian Pustaka

2. Pendekatan Tematik Integratif

Pendekatan tematik integratif adalah salah satu model pembelajaran terpadu (integrated instruction) yang merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individu maupun kelompok aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan otentik (Majid, 2014). Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (Majid, 2014:80).

Kemendikbud (2013:137) menjelaskan bahwa pendekatan tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Kemudian menurut Trianto (2009:80), pendekatan tematik adalah pendekatan edukasional yang mempersiapkan siswa untuk menghadapi pembelajaran seumur hidup.

Mulyasa (2014:170) menambahkan bahwa pada Kurikulum 2013 pembelajaran disemua tingkatan kelas rendah maupun kelas tinggi dilaksanakan secara tematik integratif sehingga mata pelajaran tidak disajikan secara terpisah melainkan berdasarkan tema, lalu dikombinasikan dengan mata pelajaran yang saling berkaitan. Pendekatan tematik integratif menawarkan model-model pembelajaran yang menjadikan aktivitas menjadi relevan dan penuh makna bagi siswa, baik aktifitas formal maupun informal, meliputi pembelajaran inquiry secara aktif sampai dengan penyerapan pengetahuan dan fakta secara pasif, dengan memberdayakan pengetahuan dan pengalaman siswa untuk membantunya mengerti dan memahami dunia kehidupannya (Trianto, 2014).

a. Prinsip Pendekatan Tematik Integratif

Pengajaran tematik tidak boleh bertentangan dengan tujuan kurikulum yang berlaku, tetapi sebaliknya pembelajaran tematik harus mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang memuat dalam kurikulum. Materi pelajaran yang dapat dipadukan dalam satu tema

perlu pertimbangan karakteristik siswa seperti minat, kemampuan, kebutuhan, dan pengetahuan awal (Trianto, 2014:84-85). Menurut Sukardi (dalam Sugiyanto, 2007) secara umum prinsip-prinsip pendekatan tematik dapat diklasifikasikan menjadi:

1) prinsip penggalian tema

Prinsip penggalian tema merupakan prinsip utama (fokus) dalam pembelajaran tematik. Artinya, tema-tema yang saling tumpang tindih dan ada keterkaitan menjadi target utama dalam pembelajaran.

2) prinsip pengelolaan pembelajaran

Pengelolaan pembelajaran dapat optimal apabila guru mampu menempatkan dirinya dalam keseluruhan proses. Artinya, guru harus mampu menempatkan diri sebagai fasilitator dan mediator dalam proses pembelajaran.

3) prinsip evaluasi

Evaluasi pada dasarnya menjadi fokus pada setiap kegiatan. Bagaimana suatu kerja dapat diketahui hasilnya apabila tidak dilakukan evaluasi. Pelaksanaan evaluasi dalam pembelajaran tematik memerlukan beberapa langkah sebagai berikut:

a) Memberi kesempatan siswa untuk melakukan evaluasi diri disamping bentuk evaluasi lainnya.

a) Guru perlu mengajak para siswa untuk mengevaluasi perolehan belajar yang telah dicapai berdasarkan kriteria keberhasilan pencapaian tujuan yang akan dicapai.

4) prinsip reaksi

Dampak pengiring, bagi perilaku secara sadar belum tersentuh oleh guru dalam KBM. Karena itu, guru dituntut agar mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran secara tuntas sesuai dengan tujuan-tujuan pembelajaran.

b. Kelebihan Pendekatan Tematik Integratif

Pendekatan tematik sebagai bagian dari pembelajaran terpadu memiliki banyak kelebihan yang dapat dicapai. Berikut adalah kelebihan pendekatan tematik menurut Panduan KTSP (dalam Trianto, 2014:83):

1) Memudahkan pemusatan perhatian pada satu tema tertentu.

2) Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antara isi mata pelajaran dalam tema yang sama.

3) Pemahaman materi mata pelajaran lebih mendalam dan berkesan. 4) Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan

mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. 5) Lebih dapat dirasakan manfaat dan makna belajar karena materi

6) Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam suatu mata pelajaran dan sekaligus dapat mempelajari mata pelajaran lain.

7) Guru dapat menghemat waktu sebab mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkan sekaligus, dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, dan waktu selebihnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan materi.

Rusman dalam (Prastowo, 2014:69) menambahkan kelebihan pendekatan tematik sebagai berikut:

1) Pengamalan dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar.

2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa.

3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama.

4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa.

5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya. 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerja sama,

c. Keterbatasan Pendekatan Tematik Integratif

Disamping kelebihan, pendekatan tematik integratif memiliki keterbatasan terutama dalam pelaksanaannya. Menurut (Majid, 2014:93-94), keterbatasan dalam pendekatan tematik integratif adalah:

1) Aspek guru

Guru harus berwawasan luas, memiliki aktivitas tinggi, keterampilan metodologis yang handal, rasa percaya diri yang tinggi, berani mengemas dan mengembangkan materi.

2) Aspek peserta didik

Pendekatan tematik integratif menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”, baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya.

3) Aspek sarana dan sumber pembelajaran

Pendekatan tematik integratif memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak yang bervariasi, mungkin juga fasilitas internet.

4) Aspek kurikulum

Kurikulum harus luwes, berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi).

Pendekatan tematik integratif membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif), yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa bidang kajian terkait yang dipadukan.

d. Karakteristik Pendekatan Tematik Integratif

Pembelajaran tematik sebagai bagian dari pembelajaran terpadu juga memiliki karakter sebagaimana pembelajaran terpadu. Menurut Depdikbud (dalam Trianto, 2014:93-94), pendekatan tematik integratif sebagai suatu proses memiliki beberapa karakteristik yaitu: 1) holistik

Suatu gejala atau fenomena yang menjadi pusat perhatian dalam pendekatan tematik diamati dan dikaji dari beberapa bidang kajian sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. 2) bermakna

Pengkajian suatu fenomena dari berbagai macam aspek seperti yang sudah dijelaskan di atas, memungkinkan terbentuknya semacam jalinan antar konsep-konsep yang berhubungan yang disebut skemata. Hal ini akan berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari.

3) otentik

Pendekatan tematik integratif memungkinkan siswa memahami secara langsung prinsip dan konsep yang ingin dipelajarinya melalui kegiatan belajar secara langsung. Mereka

memahami dari hasil belajarnya sendiri, bukan sekedar pemberitahuan guru. Informasi dan pengetahuan yang diperoleh sifatnya menjadi lebih otentik. Misalnya, hukum pemantulan cahaya diperoleh oleh siswa melalui kegiatan eksperimen. Guru lebih banyak bersifat sebagai fasilitator, sedangkan siswa bertindak sebagai aktor pencari informasi dan pengetahuan. Guru memberikan bimbingan ke arah mana yang dilalui dan memberikan fasilitas seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan tersebut.

4) aktif

Pendekatan tematik integratif menekankan keaktifan siswa dalam pembelajaran baik secara fisik, mental, dan intelektual, maupun emosional guna tercapainya hasil belajar yang optimal dengan mempertimbangkan hasrat, minat dan kemampuan siswa sehingga mereka termotivasi untuk terus-menerus belajar. Dengan demikian pendekatan tematik integratif bukan semata-mata merancang aktivitas-aktivitas dari masing-masing mata pelajaran yang saling terkait. Pendekatan tematik integratif bisa saja dikembangkan dari suatu tema yang disepakati bersama dengan melirik aspek-aspek kurikulum yang bisa dipelajarai secara bersama melalui pengembangan tema tersebut.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan tematik integratif adalah pendekatan yang mempelajari

berbagai mata pelajaran dengan mengaitkannya dalam satu tema sebagai persiapan siswa untuk mengadapi pelajaran hidup. Pendekatan tematik memiliki model-model yang menjadikan aktifitas menjadi relevan dan penuh makna. Pendekatan tematik sebagai bagian dari pembelajaran terpadu memiliki banyak keuntungan yang dapat dicapai bagi guru maupun siswa. Secara umum pendekatan tematik memiliki prinsip-prinsip pembelajaran yang dapat diklarifikasikan menjadi empat prinsip yaitu prinsip penggalian tema, prinsip pengelolaan pembelajaran, prinsip evaluasi, prinsip reaksi. Ada empat karakteristik yang dimiliki pendekatan tematik integratif yaitu, holistik, bermakna, otentik, aktif. Pendekatan tematik integratif juga memiliki kelebihan yang menjadikan kegiatan pembelajaran menjadi lebih berbobot dan menekankan pada permasalahan yang sering dijumpai oleh siswa pada kesehariannya. Kelebihan tersebut juga diikuti dengan keterbatasan yang terdapat dalam pelaksanaannya.

Dokumen terkait