LANDASAN TEORI
2. Pendidikan Agama Islam
a. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Sebelum penulis membahas Pendidikan Agama Islam, terlebih dahulu penulis akan bahas pendidikan secara umum, antara lain :
1) Bab I pasal 1 ayat 1 undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan pengajaran dan atau latihan bagi perannya dimasa akan datang.7 8
2) Menurut AD. Marimba bahwa “Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan
Q jasmani terdidik menuju terbentuknya kepribadian utama.
Dari pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh orang dewasa, dalam rangka menanamkan, membina dan mengembangkan potensi anak didik agar menjadi manusia utama yag berakhlak mulia yang terwujud dalam berfikir, bertindak, bersikap dan mempunyai ketrampilan yang berguna bagi nusa dan bangsa.
7) Diijen Pendidikan Dasar, 1995 him. 3.
Sedangkan Pendidikan Agama Islam menurut para ahli antara lain ia la h :
1) Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati, mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungannya kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan peranan nasional.
2) Adapun menurut Akhmadi pengertian Pendidikan Agama Islam ialah usaha sadar yang lebih khusus ditekankan untuk mengembangkan fitrah keberagaman subyek didik agar lebih mampu memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam.
Dari pengertian tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah usaha yang dilakukan untuk mengembangkan potensi anak didik secara sistematis dan pragmatis berdasarkan hukum Islam agar dapat dipahami, dihayati, dan diamalkan sebagai pandangan hidup untuk keselamatan di dunia sampai di akherat nantinya.
b. Dasar Pendidikan Agama Islam 1) Dasar Pendidikan Agama Islam
Yang dimaksud dengan dasar Pendidikan Agama Islam disini adalah pandangan yang mendasari seluruh aktivitas pendidikan baik dalam
rangka penyusunan teori, perencanaan maupun pelaksanaan pendidikan. Adapun dasar Pendidikan Agama Islam itu ada tiga :
a) Yuridis
Yaitu dasar Pendidikan Agama Islam yang berasal dari peraturan undang-undang yang secara langsung maupun tidak langsung dapat dijadikan pegangan dalam Pendidikan Agama Islam, diantaranya ialah :
- Dasar Ideal dan Konstitusional
Disebutkan dalam Undang-undang No. 2 Th 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 12: Pendidikan Nasional Berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945.
- Dasar Operasional
Yaitu dasar yang secara langsung mengatur pelaksanaan pendidikan secara nasional dalam hal ini adalah undang- undang No. 2 1989 tentang Pendidikan Nasional.
b) Dasar Religius
Adalah dasar yang bersumber Al-Qur'an atau Hadits Nabi Muhammad SAW.
Firman Allah dalam Al-Qur’an surat At Taubah ayat 122 :
A rtin y a:
“Tidak sepantasnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semua (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka itu dapat menjaga diri”.
Sedang Hadist Nabi menyebutkan antara lain :
A rtin y a:
Barang siapa yang memberi petunjuk atas kebaikan, maka dia mendapat pahala seperti yang melakukan kebaikan itu.
perempuan.
c) Dasar Sosial Psikologis
Manusia dalam hidupnya selalu membutuhkan pegangan yang disebut agama. Mereka merasa bahwa dalam jiwanya ada perasaan yang mengakui ada Dzat Yang Maha Kuasa tempat A rtin y a:
berlindung dan mohon pertolongan. Mereka akan merasa tenang dan tentram hatinya jik a dapat mendekatkan diri kepada Allah, hal ini sesuai dengan firman A lla h :
( 28 : ■*=■
jll
)jlfljT
(jU jai Mil
^ ! A rtinya:.... ingatlah hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tentram.
c. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Tujuan Pendidikan Agama Islam adalah meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa tentang Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta berakhlaq mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Tujuan ini merupakan penjabaran dari bunyi Undang-undang No. 2 tahun 1989 Bab II pasal 4 yaitu “... mengembangkan manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti yang lu h u r...”
Dengan melihat kerangka tersebut maka Pendidikan Agama Islam identik dengan tujuan hidup manusia yaitu sebagai hamba Allah SWT yang beriman dan bertqwa. Hal ini sesuai dengan firman Allah :
(56 *. ^ ^ S f| 1*3
A rtin y a:
Dan tidak aku jadikan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
d. Materi dan Proses Pendidikan Agama Islam
Belajar memang sangat komplek, disamping harus memperhatikan cara atau petunjuk belajar harus memperhatikan pula beberapa prinsip-prinsip belajar antara lain ialah :
1) Agar seseorang benar-benar belajar yang mempunyai tujuan.
2) Tujuan itu timbul dari atau hubungan dengan kebutuhan hidupnya dan bukan karena dipaksakan orang lain.
3) Orang itu harus bersedia mengalami bermacam-macam kesukaran dan berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan yang berharga bagi dirinya.
4) Belajar itu harus terbukti dari perubahan kelakuan.
5) Selain tujuan pokok yang hendak dicapai, diperoleh pula hasil-hasil sambilan atau sampingan.
6) Belajar lebih berhasil dengan jalan berbuat atau melakukan.
7) Seorang belajar sebagai keseluruhan, tidak dengan otaknya atau secara intelektual saja tetapi juga secara sosial, emosional, etis, dan sebagainya.
8) Dalam belajar seorang memerlukan bantuan dan bimbingan orang lain.
9) Untuk belajar diperlukan insting. Belajar harus dipahami, bukan hanya menghafal fakta secara verbalitas.
10) Disamping mengejar tujuan belajar yang sebenarnya, seorang sering mengejar tujuan lain.
11) Belajar lebih berhasil apabila usaha itu memberi sukses yang menyenangkan.
12) Ulangan dan latihan perlu akanteyapi harus didahului oleh pemahaman.
13) Belajar hanya mungkin kalau ada kemampuan dan hasrat untuk belajar.9
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa belajar harus memenuhi prinsip-prinsip antara lain :
1) Ada tujuan
2) Ada kesulitan yang menimbulkan aktifi tas 3) Ada materi
4) Menggunakan metode yang tepat 5) Adanya penilaian
e. Alat dan Metode Pendidikan Agama Islam 1) Alat Pendidikan Agama Islam
Menurut Zuhairini alat pendidikan atau media pendidikan itu ada tiga kelompok :
> Alat Pengajaran Agama
> Alat Pendidikan Agama yang langsung > Alat Pendidikan gama yang tidak langsung 10 Ad. Alat Pengajaran Agama Islam
Untuk mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam, maka jalan yang ditempuh adalah memberikan pengajaran agama. Dalam
pelaksanaan pengajaran agama tersebut dibutuhkan alat sebagai media bantu mengajar alat-alat tersebut dapat dibedakan menjadi tig a :
- Alat pengajaran klasikal, contoh papan tulis, kapur, tempat solat, dan lain-lainnya.
- Alat pengajaran individual, contoh alat-alat tulis, buku pelajaran murid, buku pegangan guru, buku persiapan guru. - Alat peraga yaitu alat pengajaran yang berfungsi untuk
memperjelas atau memberi gambaran yag konkrit tentang hal-hal yang diajarkan.11
Daiam penyampaian pelajaran bermacam-macam alat telah diciptakan agar mempermudah siswa memahaminya. Alat-alat tersebut sep erti:
- Visual audis, contoh gambar-gambar yang diproyeksikan di papan tulis.
- Audio audis, seperti radio, tape recorder. - Audio visual, seperti televisi, film. Ad. Alat Pendidikan Agama Langsung
Menurut Zuhairini yang disebut alat pendidikan langsung yaitu menanamkan pengaruh yang positif pada siswa dengan memberi contoh tauladan, nasehat, perintah berbuat amal soleh dan membiasakan suatu amal dan sebagainya.11 12 13
11) Ibid him. 51. 12) Ibid him. 52. 13) Ibid him. 53.
Ad. Alat Pendidikan Agama yang tidak langsung
Alat pendidikan yang bersifat kuratif dengan kata lain bahwa alat pendidikan ini juga disebut hukuman dapat dijadikan sebagai alat untuk mendidik.14
2) Metode Pendidikan Agama Islam
Metode adalah suatu cara yang dilaksanakan dalam pendidikan, fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan, sehingga tidak kalah pentingnya dengan komponen yang lain.
Penggunaan metode sangatlah sulit dalam efektifitasnya, sebab metode yang baik untuk guru yang satu bisa kurang baik bagi guru yang lain. Hal ini sangat mungkin timbul berbagai metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar.
Faktor yang menimbulkan banyak metode antara lain : a) Tujuan pengajaran
b) Materi pelajaran
c) Besarnya kelas (banyaknya siswa) d) Kemampuan siswa
e) Kemampuan guru f) Fasilitas
g) Waktu yang tersedia
Menurut Drs. Mansyur metode mengajar dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu :
a) Metode mengajar kelompok/klasikal b) Metode mengajar individual15
Adapun yang termasuk dalam klasifikasi metode mengajar kelompok/klasikal:
a) Metode ceramah b) Metode tanya jawab c) Metode diskusi d) Metode demonstrasi e) Metode sosiodrama f) Metode karya wisata g) Metode keija kelompok
Adapun yang termasuk dalam klasifikasi metode individual antara la in :
a) Metode latihan b) Metode eksperimen f. Evaluasi Pendidikan Agama Islam
1) Tujuan Evaluasi
Menurut Akhmadi tujuan evaluasi Pendidikan Agama Islam adalah untuk memperoleh data pencapaian hasil belajar mengajar yang menunjukkan tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan pelajaran dan untuk mengukur atau menilai efektifitas pengalaman mengajar, kegiatan-kegiatan belajar dan metode-metode mengajar yang dipergunakan.16
15) Akhmadi, Ilmu Pendidikan Islam, Fak. Tarbiyah IAIN Salatiga, 1987 him. 104. 16) Mansyur, Strategi Belajar Mengajar, Diijen Pendidikan Islam, Jakarta, 1994 him. 138.
2) Fungsi Evaluasi
Fungsi evaluasi Pendidikan Agama Islam tidak berbeda dengan fungsi pendidikan pada umumnya yaitu :
a) Penentuan kelemahan dan kekuatan serta kesanggupan murid dalam memiliki/menguasai materi perlajaran yang telah diterima dalam proses belajar mengajar, atau proses teaching learning. b) Penentuan komponen-komponen yang perlu diperbaiki/direvisi
(metode, materi, alat tujuan, dan lain-lain).
c) Penentuan kelemahan/kekuatan guru dalam melaksanakan program teaching learning.
d) Menyediakan bahan untuk membimbing pertumbuhan/ perkembangan murid secara individu/kelompok.17
3) Jenis Evaluasi
Menurut Drs. Dewanto, evaluasi dibedakan menjadi empat macam y a itu :
a) Evaluasi Formatif
Berfungsi untuk memperbaiki teaching learning b) Evaluasi Sumatif
Berfungsi untuk menentukan angka kemajuan anak c) Evaluasi Penempatan
Berfungsi untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar
d) Evaluasi Diagnotik
Berfungsi untuk memecahkan masalah
Tampak bahwa siswa sebagai input selama proses belajar mengajar/proses transformasi dipengaruhi juga oleh sarana, alat pengajaran, alat peraga/media. Sebelum guru mulai kegiatan mengajar, bahkan sebelum atau sekurang-kurangnya pada waktu penyusunan rencana mengajar guru telah memilih alat yang diperkirakan dapat membantu melancarkan atau mempeijelas konsep yang akan diajarkan.