• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

2.3 Pendidikan Alternatif dalam Perluasan Akses Pendidikan

Salah satu bentuk perluasan akses pendidikan SMP antara lain pendidikan non formal dalam bentuk pendidikan luar sekolah yang bisa berupa Kejar Paket B maupun SMP Terbuka. SMP Qoriyah Thoyyibah di Kota Salatiga adalah salah satu SMP alternatif yang dapat digolongkan dalam SMP Terbuka yang cukup maju dan merupakan salah satu pilihan bagi siswa dimana kurikulumnya lebih menekankan pada life skill sesuai dengan potensi unggulan lokal di bidang pertanian, perikanan, pariwisata, dan lain-lain (Tempo, edisi 030 April - 6 Mei 2007).

Bentuk perluasan akses pendidikan SMP berupa SMP alternatif merupakan salah satu upaya atau solusi yang paling memungkinkan untuk mengatasi berbagai kendala seperti keterbatasan lahan, keterbatasan ekonomi (seperti pembelian seragam sekolah, biaya gedung) dan keterbatasan akses (dapat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan).

Pendidikan luar sekolah dalam bentuk sekolah alternatif seperti SMP Qoryah Thoyyibah di Salatiga, SMP Alam Arridho di Semarang, dan SMP alternatif lainnya merupakan bentuk partisipatif / kepedulian masyarakat terhadap pendidikan mengingat keterbatasan (anggaran) pemerintah.

Sebagai contoh SMP alternatif adalah SMP Qoryah Thoyyibah di Salatiga (http://www.pendidikansalatiga.net/qaryah/profil.htm,2003), tidak hanya kecerdasan yang diukur pada seberapa tinggi nilai yang diperoleh tetapi jiwa kemandirian kreativitas, solidaritas dan kepekaan sosial siswa juga dikedepankan. Siswa diajarkan untuk mengetahui dirinya, orang di sekitarnya dan

lviii

lingkungannya. Terdapat pula materi pelajaran bahasa Inggris dan Komputer agar siswa memiliki kopetensi berupa ketrampilan tambahan sebagai bekal menghadapi masa depannya.

Motivasi siswa sangat tinggi serta adanya dukungan orang tua untuk belajar di SMP Alternatif Qoryah Thoyyibah tersebut, terbukti setiap tahun jumlah siswa selalu meningkat walaupun mereka berasal dari keluarga miskin, faktor geografis yang kurang menguntungkan dan lain sebagainya. Hal tersebut berkat adanya persamaan visi untuk “Mewujudkan masyarakat tani yang tangguh dan mampu mengelola serta mengontrol segala sumber daya yang tersedia beserta seluruh potensinya sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan kelestarian lingkungan serta kesetaraan laki-laki dan perempuan”.

Selain persamaan visi tersebut, juga menawarkan prinsip pendidikan alternatif, yaitu :

1. Prinsip pendidikan yang dilandasi dengan semangat membebaskan dan semangat perubahan kearah yang lebih baik. Membebaskan berarti keluar dari belenggi legal formalistik yag selama ini menjadikan pendidikan tidak kritis dan tidak kreatif. Semangat perubahan yang lebih baik diartikan sebagai kesatuan belajar dan mengajar yaitu siapa yang lebih tahu mengajari yang belum paham dan pada hakekatnya seorang guru yang mengajar sebenarnya ia sedang belajar terkadang belajar apa yang belum diketahui dari murid.

2. Prinsip keberpihakan yaitu keluarga miskin diberi akses yang sama untuk memperoleh pendidikan dan pengetahuan.

lix

3. Prinsip berdasarkan kegembiraan murid dan guru dalam proses belajar mengajar yaitu tidak ada ruang sekat antara guru dan murid, keduanya adalah tim yang berproses secara partisipatif. Guru sebagai fasilitator dalam meramu kurikulum.

4. Prinsip partisipatif antara pengelola sekolah, guru, siswa, wali murid, masyarakat dan lingkungannya dalam merancang sistem pendidikan yang sesuai kebutuhan sehingga intelektualitas dapat membumi.

Adapun tenaga pendidikan dari guru sebagai fasilitator tersebut harus memiliki idealisme dan komitmen tinggi yang selalu berpihak kepada kemiskinan dan lingkungan disamping harus memahami metodologi pendidikan, kerangka fikir yang terbuka, menguasai materi yang diajarkan, memahami analisis sosial sehingga kebutuhan siswa dan masyarakat di lingkugannya dapat terpenuhi serta dapat memposisikan diri mengajar disertai belajar sehingga dapat memperbaiki secara terus menerus atas kekurangannya.

Minat siswa terhadap SMP alternatif sangat tinggi karena yang dikedepankan adalah pemahaman terhadap suatu masalah (bukan hafalan), kontekstual (sesuai kebutuhan dan bermanfaat bagi diri dan lingkungannya), timbul semangat kebersamaan (sistem penghargaan dan sangsi diterapkan dalam arti saling mengevaluasi antar siswa), kecerdasan intelektual bukan satu-satunya yang dikedepankan tetapi adanya kecerdasan emosional dan kecerdasan religi serta selalu gembira sehingga muncul inovasi dan kreatifitas selama proses belajar mengajar.

lx

Sebagai sarana penunjangnya adalah 1). Internet, pengetahuan tidak sebatas buku paket melainkan memperoleh pengetahuan secara terbuka dan bebas (internet sebagai perpustakaan). 2). Pemanfaatan lingkungan sebagai media belajar sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan secara lagsung dengan keadaan yang sebenarnya (pertanian, home industri, konservasi alam, air, warung desa dan sebagainya). 3). Tokoh penggerak desa yaitu sebagai fasilitator sekaligus mediator bagi lembaga sekolah, masyarakat, pemerintahan lokal dan orang-orang yang terkait dengan sekolah. Terbukti adanya peraturan desa yang berisi alokasi pajak desa sebagian untuk sekolah.

SMP alternatif Qoryah Thoyyibah terbukti dapat diterima oleh masyarakat karena konsep pendidikan yang ditawarkannya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan solusi cerdas dalam mengatasi permasalahan pendidikan sekarang. Adapun konsep yang diterapkan oleh SMP Qoryah Thoyyibah tersebut adalah :

1. Lokalitas, yaitu semua komponen terpadu (siswa, guru, pengelola, komite dan lokasi sekolah) terwadai dalam satu wilayah yang dapat dijangkau (tidak capai bila berjalan kaki). Maksud dalam kaidah lokalitas tersebut agar guru dan murid sepaham, mengetahui dan menyatu dalam melihat persoalan sosial. Disamping itu lokalitas untuk mempermudah interaksi guru dan murid diluar jam pelajaran. Murid dapat menanyakan kepada gurunya tentang sesuatu yang belum dipahaminya kapanpun bila dibutuhkan dan guru dapat mengawasi murid tanpa harus menyediakan waktu secara khusus. Lokalitas juga dapat menjalin hubungan komunikasi antara orang tua, anak dan guru sehingga

lxi

permasalahan pendidikan dapat direspon dengan segera. Inilah yang dipahami dengan sebutan masyarakat yang dialogis akademis.

2. Murah (karena dapat dijangkau oleh siswa tanpa harus mengeluarkan biaya transport. Disamping itu murah dalam hal ini bukan berarti gratis tetapi adanya pemangkasan beberapa pos pengeluaran sehingga biaya dapat ditekan dan dialokasikan pada sesuatu yang dapat memberi nilai yang lebih tinggi demi kemajuan belajar.

3. Memangkas birokrasi yang telalu rumit. Birokrasi biasanya merumitkan dan membebani siswa dalam bentuk aturan-aturan yang memberatkan, sepihak dan biasanya lebih dipengaruhi oleh kepentingan lain dari pada kepentingan/kebutuhan siswa. Yang membedakan disini adalah kegiatan siswa didasarkan kepada kesepakatan, kebutuhan dan persoalaan yang riil dihadapi siswa, orang tua dan masyarakat dimana mereka tinggal sehingga tidak terpisah dalam kontek kemasyarakatan dan lokalitasnya.

4. Efesiensi biaya dan waktu. Biaya berkaitan dengan kemampuan orang tua dan keterjangkauan pendidikan itu sendiri sedangkan waktu berkaitan dengan jarak yang ditempuh, ketepatan memulai dan mengakhiri pelajaran, waktu efektif untuk pelajaran dan stamina siswa. Efesiensi biaya di SMP alternatif dari segi transportasi dapat dialihkan untuk manfaat lainnya (adanya prinsip lokalitas), seperti angsuran komputer Rp. 1.000,-, sarapan pagi dan makanan bergizi (2 x) Rp. 1.000,- dan angsuran SPP, LKS dan Penunjang lain Rp.1.000,-. Siswa yang seharusnya berangkat yang terlalu pagi (karena jarak tempuh yang jauh) dapat dimanfaatkan untuk kursus bahasa Inggris. Hal ini

lxii

lebih dapat diterima oleh anak karena kondisi yang masih fres dan bersifat kontinyu.

5. Penjagaan Mutu. Di SMP alternif Qoryah Thoyyibah berusaha dibangun jiwa kemandirian, kreatifitas, solidaritas, dan kepekaan sosial kepada siswanya. Siswa dipancing untuk tahu dirinya orang disekitarnya dan lingkungannya. Materi pelajaran bisa sama dengan sekolah lain tetapi proses belajar mengajar yang berbeda sehingga melahirkan daya tangkap yang berbeda pula dan hal tersebut sangat berpengaruh pada pemebentukan karakter dan kemampuan anak itu sendiri. Materi bahasa Inggris dan komputer diharapkan anak memiliki kompetensi yang lebih berupa ketrampilan tambahan sebagai bekal untuk masa depannya. Mutu pendidikan tidak hanya diukur seberapa ia dapat mengerjakan tes di atas kertas tetapi murid dapat mengatasi situasi yang dihadapi, langkah apa yang ia tempuh dsb.

6. Parisipasi aktif orang tua / wali siswa. Orang tua siswa diberi kesempatan terlibat langsung dalamproses belajar mengajar di ruang berbeda sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dimilikinya dan dianjurkan untuk menjadi guru pamong atau komite sekolah.

7. Pemberdayaan. Di SMP Alternatif Qoryah Thoyyibah diadakan semacam usaha produktif yang berprospektif ramah lingkungan dalam rangka peningkatan pendapatan mengingat mereka berasalah dari keluarga tidak mampu sehingga pemberdayaan tersebut dapat meningkatkan ekonomi keluarga seperti konglomerasi sektor pertanian (penguasaan bibit / benih, budidaya, pengelolaan pasca panen dan pemasaran).

lxiii

Dokumen terkait