• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Anak Usia Balita

Dalam dokumen Cdk 035 Kesehatan Jiwa (Halaman 46-52)

Sebelum dapat mendidik anak dengan baik, diharapkan keluarga, terutama orang tua yang melakukan peranan dalarn mendidik anak merupakan keluarga yang baik yaitu:

harmonis saling pengertian saling menghormati

saling menolong atau mendorong batasan hubungan fungsi/sistem

orang tua — anak ---> jelas kakek/nenek — orang tua ---> jelas paman/bibi — orang tua ---> jelas

Keluarga, terutama orang tua berfungsi utama dalam pen-didikan anak yang baik. Orang tua harus dapat mengusahakan suatu lingkungan hidup yang sebaik-baiknya bagi anak, supaya ia dapat berkembang ke arah yang diinginkan. Misalnya kelak ia dapat berdiri sendiri, tidak tergantung kepada orang lain, tak ada gejala

-

gejala kecemasan yang berat, menjadi orang yang berguna, taat pada tatatertib dan suka bekerja.

Diharapkan agar orang tua dapat merupakan contoh yang baik bagi anak, karena segala peranan dan tingkah lakunya dapat ditiru anak. Bila ada paman/bibi atau kakek/nenek yang tinggal serumah, sebaiknya yang memegang peranan dalam penentuan pendidikan anak adalah orang tua. Kecuali bila orang tua sedang tidak ada di rumah, pendidikan anak dapat dititipkan sementara pada kakek/nenek atau paman/bibi, dengan syarat pendidikan mereka tidak berbeda dengan orang tua. Tetapi begitu orang tua sudah berada di rumah lagi maka segera orang tua yang memegang peranan kembali.

Di dalam keluarga biasanya ada 2 atau 3 sistem yakni : 1. Sistem orang tua

2. Sistem anak

3. Sistem kakek/nenek atau paman/bibi bila se rumah. Batasan ketiga sistem ini harusjelas; maksudnya orang tua jangan terlalu ikut campur atau selalu mengatur aktivitas anak, ataupun sebaliknya anak jangan mengatur segala urusan orang

tua. Demikian juga kakek/nenek atau paman/bibi yang tinggal se rumah dengan orang tua, janganlah terlalu mengatur urusan orang tua atau selalu menentukan pendidikan anak. Jika demi-kian, batasan sistem orang tua anak, orangtua — kakek/ nenek atau paman/bibi menjadi kabur. Justru ini tidak boleh terjadi di

dalam keluarga. Hal sebaliknya juga tidak baik terjadi dalam keluarga bila batasan ketiga sistem di atas menjadi terlalu jelas atau terlalu kaku/jauh, yakni dalam keluarga saling tidak acuh, saling tidak memperhatikan kebutuhan masing-masing seperti hidup sendiri dan tidak ada komunikasi yang baik dalam keluarga.

Baik dalam mendidik anak usia balita maupun dalam men-didik anak/remaja, sebaiknya anak dapat merasakan bahwa ia disayangi, disenangi, diperhatikan, dihargai dan diterima dalam keluarga. Hanya dalam suasana demikian anak dapat memiliki kepercayaan diri sendiri, yang sangat penting dalam perkem-bangan kepribadian anak. Penting juga keyakinan anak bahwa bila timbul kesulitan, ia selalu dapat mengharapkan bantuan dan pertolongan orang tua. Walaupun kadang-kadang anak melanggar tata tertib sehingga mereka patut menerima hukum-an, mereka harus tahu bahwa orang tua tetap sayang kepada-nya. Marah maupun hukuman jangan ditujukan pada diri anak tetapi pada kesalahan atau perbuatannya, yang kemudian se-sudah itu berbaik lagi seperti semula.

Cara menunjukkan pada anak bahwa orang tua tidak setuju dengan perbuatan atau tindakan anak yang kurang baik :

Pertama-tama anak diberitahu bahwa perbuatan yang di-lakukan tidak baik, dan diterangkan juga alasannya dengan kata-kata sederhana dan singkat sesuai daya tangkap anak.

Jika anak tetap membandel, sikap orang tua — muka masam/tak tersenyum

— suara tak enak atau nada suara yang keras/nada marah. — sikap yang tak membenarkan, misalnya telunjuk ditunjuk•

kan ke atas.

anak.

Bila tetap membandel terus, orang tua dapat memukul pantat/paha anak. Pukulan ini hanya sebagai peringatan, jangan terlalu keras atau sampai berlebihan (supaya kapok), karena menyebabkan rasa dendam anak pada orang tua, merasa kurang dicintai sebab terlalu disakiti badannya.

Hukuman

-

hukuman ini menitikberatkan perbuatan anak yang salah, bukan diri anak sendui. Ini agar tidak timbul rasa dendam pada anak dan kehilangan kepercayaan dirinya. Misalnya cara orang tua memberitahu anak bila melakukan perbuatan yang salah: "Kamu tak bisa melakukan hal seperti ini, hanya anak yang nakal saja yang berbuat demikian. Saya tahu dan percaya biasanya kamu tidak berbuat demikian, lain kali jangan ya."

Jika anak dihukum bila bertingkah laku buruk, orang tua harus ingat juga untuk memuji atau memberi penghargaan bila anak bertingkah laku baik. Janganlah beranggapan bahwa dengan memuji anak akan menjadi sombong (besar kepala), asal pujian itu sifatnya wajar saja. Tentu saja anak menjadi sombong bila tingkah laku baik maupun buruk selalu dibenarkan dan mendapat pujian. Walau sebenarnya dalam hati kecil mereka bertanya: "Bagaimana ya tingkah laku yang salah, kok saya tidak pernah diberitahu?"

Persetujuan terhadap tingkah laku anak yang baik dapat berupa :

• pujian • tersenyum

• ucapan terima kasih atas bantuannya

• perubahan dalam sifat atau nada suara : wah-wah, hebat. • ciuman atau pelukan

• memberikan sesuatu yang diingini anak

• memberi penghargaan berupa hadiah yang nyata : gula-gula, boneka, uang, bintang (lambang), angka-angka (points). Lambang nyata yang diberikan orang tua pada tingkah laku anak yang baik akan terus mengingatkan anak terhadap

ke-berhasilannya. Hadiah harus diberikan segera sesudah tingkah laku anak yang baik dilakukan. Dengan memberikan penghar-gaan pada anak, orang tua sekaligus membesarkan kepercayaan anak pada dirinya sendiri. Tetapi janganlah selalu menjanjikan anak akan memberi sesuatu/hadiah bila melakukan kebaikan karena :

• orang tua mungkin tidak dapat memenuhi janjinya. • akan membiasakan anak, tidak akan berbuat baik bila tidak

diberi upah.

Orang tua sebaiknya merangsang inisiatif anak dan membe-rikan kebebasan anak untuk berkembang. Sebaiknya anak dibiarkan melakukan sesuatu menurut rencana dan kehendak mereka sendiri. Ini tidak saja merangsang inisiatif anak, melain-kan juga daya ciptanya. Bila kita memuji hasil karyanya mes-kipun hasilnya itu kurang baik, anak akan merasa bangga dan senang serta menambah kepercayaan dirinya. Bila anak terus menerus diperintah, hal ini sering mengakibatkan gairah kerja anak berkurang, anak menjadi malas (apatis) dan selalu tergan-tung kepada orang tua. Diusahakan agar hubungan orang tua dan anak cukup akrab, sehingga anak merasa bebas untuk mengutarakan segala isi hatinya maupun persoalannya terhadap orang tuanya, sehingga anak mendapat bimbingan yang

baik dalam memecahkan persoalannya.

Usaha orang tua agar dapat menambah kesenangan dan eratnya hubungan kekeluargaan misalnya :

• minum teh bersama

makan bersama (family table talking) • permainan bersama

• rekreasi bersama • bergurau bersama

• perayaan hari ulang tahun dan sebagainya.

Dengan demikian komunikasi antara anggota keluarga selalu terjadi.

Batasan tingkah laku anak yang merupakan aturan tata-ter-tib dalam keluarga akan merupakan pedoman bagi anak-anak, sehingga anak dapat mengerti apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak dibolehkan. Aturan

-

aturan ini hendaknya membantu dan membimbing anak; tidak boleh terlampau banyak sehingga sangat membatasi aktivitas anak dalam segala bidang. Misalnya : • Pada waktu tertentu (waktu makan, waktu tidur) anak harus

sudah berada di rumah. • sampai ke mana ia boleh pergi.

• menghargai atau memperhatikan milik orang lain.

• pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan tak boleh lupakan (melatih tanggung-jawab anak), misalnya : pu.

• tak boleh memukul saudara atau teman tanpa sebab • tak boleh melakukan aktivitas yang sangat berbahaya

salnya: bermain api, naik di tempat tinggi sekali, berlari saat menyeberang di jalan yang ramai.

• melawan permintaan orang tua yang cukup beralasan dan sebagainya.

Mungkin masih banyak lagi aktivitas lain yang tidak boleh dilakukan oleh anak, tergantung macam kultural dan situasi sosial. Batasan

-

batasan tingkah laku anak ini maksudnya me-latih anak supaya ia dapat mengendalikan diri serta mengenal disiplin dan tanggung jawab.

Melatih tanggung-jawab pada anak juga harus diajarkan, yakni dengan memberi tugas sehari-hari yang harus dikerjakan di rumah, misalnya :

• membersihkan tempat tidur • menyapu rumah

• mengemasi meja makan

• membersihkan sepatu dan sebagainya

Tugas yang diberikan sudah tentu harus sesuai dengan umur anak. Dengan melatih bekerja, anak akan belajar bertanggung jawab atas pekerjaannya, bekerja tidak atas perintah, melainkan atas kesadarannya sendiri. Bila anak merasakan bahwa orang tuanya menyayangi, menghargai, penuh pengertian dan pertimbangan, bersikap tetap (konsistensi) dan berwibawa serta melatih disiplin, anak dapat melakukan identifikasi dengan baik terhadap orang tuanya. Dengan demikian diharapkan anak dapat bekembang menjadi dewasa dengan baik.

Dalam mendidik anak usia balita, perlu diperhatikan : • usia anak

• perkembangan jiwa anak

• adakah kelainan biologis pada anak misalnya : kelainan metabolisme, gangguan organik otak, radang otak, trauma

kelahiran rudapaksa kepala dan sebagainya.

Dengan mengetahui perkembangan jiwa anak, kita dapat mengobservasi apakah anak sudah berkembang seperti yang di-harapkan umumnya pada anak normal atau mengalami kelam-batan. Bila ada kelainan biologis pada anak, hal ini dapat me-rupakan salah satu penyebab terjadinya kelambatan perkem-bangan fisik, mental dan sosialisasi anak. Bila tidak ada kelainan biologis pada anak maka sebab kelambatan perkembangan anak pada umur balita mungkin karena sebab lingkungan, misalnya karena kekeliruan cara mendidik orang tua, pengaruh teman, guru dan sebagainya.

Di bawah ini akan diterangkan cara membimbing anak usia balita (The Washington Guide) untuk orang .tua agar anak dapat berkembang normal seperti yang diharapkan sesuai dengan usianya. Tentu saja bimbingan ini tidak diperuntukkan anak dengan keterbelakangan mental (retardasi mental) yang memang sudah terlambat dalam perkembangannya, tetapi dapat dipakai sebagai pedoman untuk mengetahui apakah perkembangan anak terlambat atau tidak. Bimbingan pada anak usia balita ini meliputi melatih anak dapat makan sendiri, kemampuan berbicara, aktivitas bermain, ketrampilan motorik, dan latihan berak dan kencing pada tempat yang sesuai (WC/ kamar mandi - toilet training).

Umur

1-3 bulan

M A K A N

Tujuan Diharapkan Tercapai Aktivitas yang dianjurkan

– ada refleks mengisap – Ubahlah posisi menetek

– dapat menelan bubur bila ada kesukaran

meng-- dapat mengkoordinir antameng-- isap.

ra mengisap, menelan dan – Perkenalkan makanan

bu-bemafas bur sehari-hari disuapkan

dengan sendok kecil. – Letakkan anak dalam

sisi relaks dan

nangkan pada saat beri makan.

– Berilah makanan path

anak sesuai dengan tuhannya.

4-8 bulan

9-12 bulan

– Lidah digunakan mengge- – Perkenalkan dan berilah

rakkan makanan dalam makanan roti biskuit

mulut. tuk mengembangkan :

– Dapat menggerakkan ta- - gerakan tangan ke mulut

ngan ke mulut - dilatih memegang botol

– Dapat mengunyah an, dap at makan biskuit. – Dapat mengenal botol susu

dengan melihat.

– Dapat memegang botolnya – Perkenalkan cangkir atau

sendiri. gelas dengan cairan

sedi-– Dapat minum di gelas (di kit untuk diminum.

cangkir) dengan bantuan. – Dudukkan anak di kursi

– Makan dengan jari jari. tinggi untuk

bersama-sa-– Mulai memegang sendok. ma makan di meja

de-ngan keluarga.

– Tawarkan sendok untuk dipegang bila ada perhatian.

1-1½ tahun

–Dapat memegang cangkir dengan jari-jarinya –Dapat menaikkan cangkir

dan meminumnya. –Mulai menggunakan sendok

diputar-putar di mangkok. –Masih sukar memasukkan

sendok ke mulut

–Teruskan memberi kanan yang dapat gang : roti biskuit. –Berila h kesempatan tuk makan sendiri dengan pining & cangkir dari tik/seng yang tidak pecah –Sebaiknya pining cekung,

sendok dapat

kan dengan mudah & mengambil nasi juga dah.

–Berikan minuman dah makan supaya tak banyak minum.

1½ - 2½ tahun

–Dapat minum tanpa tum-pah.

–Dapat memegang gelas ke-cii dengan tangan. –Dapat memasukkan sendok

ke dalam mulut dengan nat.

–Dapat membedakan makan-an dengmakan-an benda ymakan-ang tak dapat dimakan.

–Sering bermain dengan kanan.

–Diberanikan untuk ma-kan sendiri dengan sen-dok.

–Jangan memaksa anak

waktu makan.

–Layanilah anak makan

dengan cara yang mena-rik/menyenangkan. –Berilah makanan sedikit

dulu, bila jumlah nasi ba-nyak anak malas makan.

2½ - 4 tahun

–Dapat mengambil nasi ngan sendpk nasi (centong) –Membutuhkan sedikit tuan sejak makan di meja. –Dapat makan sendiri di

me-ja dengan sedikit makanan tercecer.

–Senang membantu tur meja makan (piring,

sendok, gelas).

–Mendorong anak untuk melakukan nya sendiri (self help) –Berilah kesempatan pada

anak melatih ketrampil-an menyeduk nasi. –Mendorong anak untuk

membantu mengatur me-ja makan.

–Diberi penerangan me-ngenai aturan makan.

4 - 5 tahun

–Dapat makan sendiri de-ngan baik.

–Dapat lancar bergaul & ben-bicara saat makan.

–Diajarkan anak biasa ber-gaul, berbicara saat ma-kan (tidak kaku). –Diajarkan agar anak

su-dah dapat : - menyiapkan - melayani tamu/orang

tua saat makan. –Diminta anak untuk

ber-cerita saat makan menge-nak hal-hal yang terjadi hari ini (kejadian di seko-lah waktu bennain-main), – Family Table talking

Umur

KEMAMPUAN BERBICARA

Tujuan Diharapkan Tercapai Aktivitas Yang Dianjurkan

1 -3 bulan

Kemampuan. A. Menangkap suara.

–menggerakkan mata,

ba-dan bila mendengar suara dekat telinganya –tersenyum bila dirangsang

sosial (dibuai)

–Observasi.

Ekspresi muka, pergerak-kan badan bila suara di-. bunyikandi-.

–Tersenyum dan berbicara pelan dengan nada me-nyenangkah sambil :

4-8 bulan 9-12 bulan 1-1½ tahun B. Mengeluarkan suara –keluar suara mengisap dalam menangis dapat dibe-dakan :

- rasa tak nyaman - sakit

- lapar

A. Menangkap suara –Mata dapat mencari ber suara

–dapat membedakan suara menyenangkan

tawa) dan menegangkan

(suara keras-menangis) –dapat menaikkan kedua

ngannya bila ibu datang

mengucapkan: "Ikut saya" B. Mengeluarkan suara

–tertawa keras bila digoda –dapat bersuara huruf hidup ba ba di di

huruf mati : m, m –dapat bereaksi dengan

ra bila diajak bicara –dapat bicara da- da, ma-ma – tanpa arti.

kemampuan A. Menangkap suara –Bila nama bayi disebut

yi bergerak-gerak,

ra: dada baba

–Ditawarkan mainan dengan

suara – badan bergerak

akan memegang. –Tampak perhatian dengan

perintah sederhana. B. Mengeluarkan suara –Dapat meniru suara tu misalnya :

–batuk-batuk –suara dari bibir, lidah –Dapat menyebut 2 kata : mama, dada, yang spesifik untuk orang tuanya.

Kemampuan A. Menangkap suara

–memperhatikan orang yang mengajak bicara

–Menyatakan keinginan ngan isyarat

–Melihat keanggotaan kelu-arga bila namanya gil.

B. Mengeluarkan suara –Mengeluarkan 3 kata lagi selain mama, dada – pipis, makan, mimik.

–Kadang-kadang dapat nyebutkan nama benda

yang diminta. Kemampuan

A. Menangkap Pembicaraan –Bisa menunjukkan bagian

tubuh yang disebut

(hi-- memegang - meraba - membuai bayi –Hindari bayi agar jangan

menangis lama dan terus menerus.

–Bicaralah dengan bayi se-lama merawat, memberi makan, memandikan dan sebagainya.

–Usahakan kontak mata

selama bicara

–Tirukan suara yang

diu-capkan bayi. –Godalah bayi dengan

menggelitik sampai terta-wa.

–Berilah perintah sederha-na : - duduklah - berdirilah - tutup pintu - bukapintu - datanglah ke sini –Berilah suara dari bibir

li-dah di mana bayi dapat meniru (melatih bicara) –Ajaklah bicara bayi bila sedang :

- makan - mandi - bermain-main

–Bari petunjuk nama ba-rang untuk makan, alat rumah tangga, sambil me-nunjukkan barangnya. –Diberanikan anak untuk

berkata-kata dan menga-takan apa yang diingin-kan.

–Tunjukkan pada anak ucapan kata-kata dari mulut ibu.

–Tunjukkan nama keguna-annya.

-Teruskan untuk

menun-jukkan nama benda yang

dilihat & dipakai anak. –Diberanikan anak untuk

1½-2½ tahun

dung, mata)

–Dapat melaksanakan 2 - 3 perintah secara verbal mi-salnya :

1. ambil bola di meja 2. berikan ke ibu B. Mengeluarkan kata-kata/

kalimat

–Dapat mengatakan 2 ma-cam kata-kata yang berbe-da misalnya :

1. bennain bola 2. minta kue

–Dapat menyebutkan nama-nama benda di dalam

gam-bar: kucing, burung,

an-jing, kuda (± 100-200 ka-ta)

–Sering menyebut dirinya

aku/saya daripada

nama-mengatakan keinginan-nya, jangan memakai ba-hasa isyarat.

–Ajaklah anak berbicara selama makan

–Sebutkan & hitunglah

jumlah benda-benda di

meja

–Usahakan agar anak lihat muka kita selama kita menyebut nama da

–Sediakan waktu ± Ya jam sehari untuk kan nama benda atau

natang dalam gambar/

buku.

–Bila dapat peganglah danya lalu tunjukkan manya.

nya (mulai pakai kata ganti orang).

2½-4

Kemampuan

A. Menangkap pembicaraan –dapat mengikuti cerita TV

sampai lama.

–dapat memilih benda yang lebih kecil atau besar bila disuruh

–dapat mengerti kata depan: di bawah, di atas, di muka, di belakang.

–dapat mengerti giliran

ber-–Bacalah cerita keluarga/ anak-anak humor dengan lebih terperinci (detail) –Dilatih anak untuk

mela-kukan perintah orang tua - ambilkan bola - berikan adik - bukalah sepatumu

–Dengarkan keterangan

anak tentang gambar

yang dibuat.

tahun

main

–Diberanikan anak untuk –dapat melaksanakan

perin-tah orang tua.

B. Mengeluarkan kata-kata/ kalimat

–dapat menyebut dirinya la-ki-laki/perempuan. –dapat menyebut nama

ben-da yang digambar. –dapat bercerita/menyanyi –dapat menyebutkan semua

huruf abjad

mengulangi : - cerita

- nyanyian, sajak. –Berilah jawaban singkat

sederhana pada setiap

pertanyaan anak –Ajaklah rekreasi: ke laut,

ke bioskop, ke kebun bi-natang lalu diskusikan de-ngan anak.

4-5

Kemampuan

A. Menangkap pembicaraan –dapat mengerti nilai

ma-cam-macam uang logam. –dapat mengerti perintah

le-bih panjang (3-4 perintah) B Mengeluarkan pendapat –dapat menyebut

macam-macam nama uang logam –dapat menjawab

pertanya-an dengpertanya-an baik

–dapat menerangkan arti

ka-–Ajaklah anak bermain de-ngan benda-benda yang berwarna

–Diajarkan anak

menye-butkan dan mengatakan/

menggunakan kata-kata

dengan benar

–Bentuklah kelompok

anak-anak untuk bergilir-an menyebut nama-nama benda di buku gambar – Ijinkan anak untuk

me-tahun

ta: topi, bola milih sendiri:

–dapat lancar bertanya –dapat menyebut 4 macam

warna

- macam permainan - macam cerita

- aktivitas apa akan dila-kukan

–Berikan kesempatan anak untuk memainkan

peran-an cerita yang

–Diajarkan aturan tata tib pergaulan misalnya : - mengucapkan terima

sih

- menyilakan tamu ma-kan, duduk

Umur

KETRAMPILAN MOTORIK

Tujuan Diharapkan Tercapai Aktivitas Yang Dianjurkan

1-3 bulan 4-8 bulan 9-12 bulan 1-1½ tahun

– Kepala dipegang ke atas –Tempatkan bayi dalam hati-hati bila bayi telung- posisi telungkup

kup –Bantulah bayi dalam

po-– Kepala dapat tegak bila di- sisi duduk dengan kepa-bantu dalam posisi duduk. banya tegak

– Dapat mengikuti semua ob- –Berilah kesempatan un-yek yang dapat dilihatnya tuk melihat aktivitas

mua orang

–Menangkap botol/mainan –Berikan macam-macam

dengan kedua tangannya. mainan, benda-benda

–Dapat mengambil barang- plastik, bola, boneka, ku-barang kecil. misalnya : bus dan sebagainya yang

kubus. beraneka warna

–Dapat memindahkan main- –Berikan juga

an dari satu tangan ke ta- man kecil yang lunak

ngan lainnya. sampai keras atau yang –Mula-mula duduk dengan berbunyi

sedikit bantuan dengan ke- –Bantulah bayi dalam

pala & punggung tegak, la- sisi duduk bila kepala dan

lu dapat duduk sendiri. punggung sudah tegak

stabil.

—Dapat bangun sendiri ke —Ijinkan bayi untuk ba-posisi duduk ngun berusaha berdiri

—Dapat merangkak —Berilah kesempatan dan —Mula-mula pegangan dalam tempat untuk latihan

posisi berdiri bayi merangkak. Dilatih —Lama-lama berdiri sendiri. anak dituntun untuk

latihan berjalan

—Ajaklah anak bermain-main kapal terbang untuk latihan memegang dengan jari-jari (juga disediakan benda-benda, misalnya: sendok, cangkir, kubus

dan sebagainya)

—Dapat berjalan berapa lang- —Memberi kesempatan

kah tanpa bantuan. tuk melatih anak berjalan

—Berjalan naik tangga dengan dan menaiki tangga

bantuan, merangkak waktu ngan pertolongan

turun tangga.

—Dapat membalik-balik ha- —Memimpin anak dalam

laman buku aktivitas membalik

halaman buku, menulis de -ngan kertas dan pensil berwarna

—Berilah anak mainan

se-perti : kubus, cangkir, boneka kain dan benda

lunak lainnya

—Mulai m emperkenalkan

anak untuk berayun-ayun

—Berilah mainan yang

da-pat didorong

nya.

1½-2½ tahun

–Dapat berlari-lari –Dapat naik & turun tangga

dengan 1 kaki

–Dapat melempar bola de-ngan tade-ngan di atas bahu –Dapat meloncat di tempat. –Dapat mengendarai sepeda

roda 3

–Dapat meniru garis lurus (vertikal)

–Dapat membuat menara

dari 4 balok atau lebih

– Memberi kesempatan pa-da anak untuk memprak-tekkan dan mengembang-kan aktivitas

– lari-lari

– naik, turun tangga – Melatih anak melihat

sua-tu kegiatan, lalu anak di-beranikan untuk menco-banya

– meniru menulis garis rus

– membuat menara

– Berikan sepeda roda 3

dan melatih kaki anak

menjalankan pedal sepe-da.

2½-4 tahun

–Berjalan turun tangga de-ngan kaki bergantian –Dapat meloncat dengan

sa-tu kaki selama ± 10 detik –Dapat meniru :

- bulatan - ganis bersilang –Dapat menggambar terdiri

dari 3 bagian

– Biarkan anak melakukan kombinasi macam-macam mainan dan membutuh-kan benda-benda dari : - tanah liat

- malam

– Berilah kesempatan anak

Dalam dokumen Cdk 035 Kesehatan Jiwa (Halaman 46-52)

Dokumen terkait