komputer, agrobisnis, dan kewirausahaan”
Capaian sasaran tersebut diukur berdasarkan 15 (lima belas) indikator sasaran yang dirumuskan dan menunjukkan keadaan sebagai berikut:
Tabel 3.28
Capaian Kinerja Indikator Kinerja Sasaran 14
NO. INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET
REALI-SASI
CAPAIAN KINERJA
(%) 1 APK dan APM di setiap
kecamatan. a. APK(Angka Partisipasi Kasar) 1) APK TK persen 88.78 84.15 94.78
2) APK SD termasuk PAKET A persen 101.12 100.73 99.61
3) APK SMP termasuk Paket B persen 125.38 109.46 87.30
4) APK SM termasuk Paket C persen 72.02 82.36 114.36 b. APM (Angka Partisipasi
Murni)
160
NO. INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET
REALI-SASI
CAPAIAN KINERJA
(%)
2) APM SMP persen 77.8 74.39 95.62
3) APM SM/MA persen 52.12 56.26 107.94 2 Rasio ketersediaan ruang kelas
untuk SD, SLTP, dan SLTA.
a. SD 1:17 1:18 101.30
b. SMP 1:27 1:33 106.90
c. SM 1:31 1:28 96.70
3 Rasio murid/rombongan belajar dengan guru per bidang studi.
a. SD 1:15 1:18 104.00
b. SMP 1:30 1:20 88.89
c. SM 1:09 1:26 124.64
4 Persentase sekolah yang menerapkan kurikulum bahasa inggris, komputer, agrobisnis, dan kewirausahaan.
persen 78 65.11 83.47
5 Persentase Anak Berkebutuhan khusus (ABK) yang terlayani pendidikan formal.
persen 33 41 124.24
6 Jumlah sekolah yang memenuhi standar mutu (SSN). sekolah 78 65.11 83.47 7 Peringkat kelulusan SD, SLTP, dan SLTA. a. SD Tingkat Provinsi 2 5 40.00 b. SMP Tingkat Provinsi 1 5 20.00
c. SMA tingkat Provinsi 2 5 40.00
d. SMK tingkat Provinsi 2 2 100.00
8 Persentase anak usia sekolah lulus SD, SLTP, dan SLTA.
a. SD persen 99.89 100 100.11
b. SLTP persen 92.43 98.81 106.90
c. SLTA persen 94.81 99.53 104.98
9 Persentase pendidikan non formal yang memenuhi standar mutu.
persen 83.4 83.4 100.00 10 Persentase anak putus sekolah
yang menyelesaikan kejar paket A, B dan C.
persen 20.01 20.01 100.00
11 Jumlah buta aksara.
a. Buta Aksara Dasar orang 0 0 0.00
b. Buta Aksara Lanjutan orang 21,500 1,000 4.65 12 Persentase guru yang memenuhi
kualifikasi dan standar kompetensi.
161
NO. INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET
REALI-SASI
CAPAIAN KINERJA
(%) 13 Persentase desa yang memperoleh
layanan perpustakaan.
a. Pembentukan Perpustakan persen 56 54.17 96.73 b. Layanan Perpus keliling persen 13 13.89 106.85 14 Ragam dan jumlah buku
perpustakaan.
a. Jumlah Judul Buku (250 judul/th)
judul/th 13,133 14,681 111.79 b. Jumlah eksemplar (1000
eks/th)
eks/th 52,532 54,485 103.72
15 Jumlah pustakawan dan pemustaka.
a. Jumlah pustakawan orang 25 9 36.00
b. Jumlah Pemustaka orang 49,819 31,277 62.78
RATA-RATA CAPAIAN INDIKATOR SASARAN 90.75
Dari hasil evaluasi terhadap sasaran tersebut diperoleh gambaran bahwa dari indikator sasaran yang ditetapkan menghasilkan angka capaian kinerja sebesar rata-rata 90,75 % yang mempunyai makna sangat berhasil.
Sasaran ini untuk mencapai misi keempat ”Pengembangan sumber daya manusia yang terampil, profesional dan peduli”, dengan grand strategi mengembangkan SDM yang terampil, profesional, berintegritas, religius, dan peduli dan tujuan keberpihakan dan
pemberdayaan kepada masyarakat menengah kebawah untuk memperoleh kemudahan akses layanan pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya.
Tingkatan capaian kinerja untuk 10 (sepuluh) indikator kinerja sasaran yaitu Rasio ketersediaan ruang kelas untuk SD, SLTP, dan SLTA, Rasio murid/rombongan belajar dengan guru per bidang studi, Persentase sekolah yang menerapkan kurikulum bahasa inggris, komputer, agrobisnis, dan kewirausahaan, Jumlah sekolah yang memenuhi standar mutu (SSN), Persentase anak usia sekolah lulus SD, SLTP, dan SLTA, Persentase pendidikan non formal yang memenuhi standar mutu, Persentase anak putus sekolah yang menyelesaikan kejar paket A, B dan C, Persentase guru yang memenuhi kualifikasi dan standar kompetensi, Persentase desa yang memperoleh layanan perpustakaan, dan Ragam dan jumlah buku perpustakaan, telah mencapai target yang telah ditetapkan.
Untuk indikator kinerja sasaran yaitu ratio ketersediaan ruang kelas SD dan SMA telah mencapai target yang telah ditetapkan, sedang untuk SMP dan SMK belum sesuai target, sehingga ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:
162 1. rehab berat ruang kelas; dan
2. pemeliharaan ruang kelas/rehab sedang ruang kelas.
Untuk capaian kinerja atas indikator sasaran ratio ketersediaan ruang kelas PAUD realisasi belum dapat/tidak dapat ditampilkan berkenaan PAUD dilaksanakan oleh masyarakat.
Untuk capaian kinerja atas indikator sasaran “rasio murid/rombongan belajar dengan guru bidang studi” perlu disampaikan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Guru bidang studi SD (Pendidikan Agama dan Penjaskes) telah mencapai target. Untuk guru kelas SD belum dapat memenuhi rombel yang ada. Guru kelas SD sesuai rombel mestinya sejumlah 2.824 guru, yang ada 2.288 guru atau 81,02% sehingga guru kelas SD masih kekurangan;
2. Untuk SMP, ketersediaan guru bidang studi/mata pelajaran TI dan Bahasa Jawa belum dapat terpenuhi, sedang guru bidang studi/mata pelajaran lainnya cukup bahkan ada yang kelebihan cukup banyak terutama bidang studi Bahasa Inggris, Matematika, dan IPS;
3. Untuk guru bidang studi pada SMA cukup, ada yang memungkinkan untuk koordinasi dengan luar Kab. Gunungkidul guna mutasi guru (PPKn dan Bahasa Indonesia).
4. Untuk guru bidang studi SMK belum dapat memenuhi capaian berkenaan dengan adanya beberapa program studi.
Untuk indikator sasaran persentase guru yang memenuhi kualifikasi dan standar kompetensi telah melampaui target. Hal tersebut didapat dari data dari guru sejumlah 6.565 orang, yang telah berpendidikan S1 sejumlah 4.487 orang atau 68,34%.
Sedangkan untuk 5 (lima) indikator kinerja sasaran yaitu APK dan APM di setiap kecamatan, Persentase Anak Berkebutuhan khusus (ABK) yang terlayani pendidikan formal, Peringkat kelulusan SD, SLTP dan SLTA, Jumlah buta aksara, dan Jumlah pustakawan dan
pemustaka, masih belum mencapai target. Belum dapat tercapainya target ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. APK TK, dari target 88,78% dapat tercapai/terealisasi 84,15%, sehingga tingkat capaian kinerjanya 94,78%, hal ini dikarenakan masih adanya anak usia TK yang menyandang ABK belum terlayani pada tingkat TK.
b. APK SD termasuk paket A, dari target 101,12% dapat tercapai/terealisasi 100,73%, sehingga tingkat capaian kinerjanya 99,61%, hal ini dikarenakan masih ada penduduk usia 7 – 12 tahun di Kabupaten Gunungkidul belajar di luar wilayah Kabupaten Gunungkidul (terdapat di daerah-daerah perbatasan).
163 c. APK SMP Termasuk Kejar Paket B, dari target 125,38% dapat tercapai/terealisasi 109,46%, sehingga tingkat capaian kinerjanya 87,30%, hal ini disebabkan masih ada penduduk usia 13 – 15 tahun di Kabupaten Gunungkidul belajar di luar wilayah Kabupaten Gunungkidul (terdapat di daerah-daerah perbatasan) dan masih adanya anak usia SMP yang menyandang ABK belum terlayani SMP.
d. APK SMA/SMK Termasuk Kejar Paket C, dari target 72,02% dapat tercapai/terealisasi 82,36%, sehingga tingkat capaian kinerjanya 114,36%, APK SMA/SMK sudah mencapai target. Kesadaran masyarakat yang mempunyai anak usia 16 – 18 tahun untuk menyelesaikan pendidikan sampai lulus SMA/SMK sudah meningkat.
e. Persentase Anak Berkebutuhan khusus (ABK) yang terlayani pendidikan formal, dari target 78 % terealisasi 65,11 % sehingga tingkat capaian kinerjanya 83,47%, hal ini disebabkan karena terbatasnya guru pendamping ABK pendidikan formal dan untuk memenuhinya perlu dilaksanakan diklat guru pendamping ABK pada pendidikan formal. f. Untuk pencapaian target sasaran dari peringkat kelulusan SD, SMP, dan SMA yang
belum dapat mencapai target sasaran tersebut dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Pemetaan hasil UN tahun pelajaran 2011/2012;
2. Masing-masing sekolah menyusun kegiatan peningkatan kemampuan pembelajaran dengan target minimal rata-rata DIY;
3. Pengayaan materi UN dengan memberdayakan bimbingan baik dari guru maupun tutor sebaya;
4. Pelatihan UN/try out baik tingkat sekolah, kecamatan, maupun kabupaten.
5. Pemberdayaan peran kelompok kerja kepala sekolah (K3S) dan kelompok kerja guru (KKG) untuk tingkat SD;
6. Pemberdayaan musyawarah kelompok kerja kepala sekolah (MKKS) dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) untuk SMP dan SMA serta K3SK.
7. Mengikutsertakan/menugaskan guru-guru untuk diklat peningkatan kompetensi. g. Jumlah buta aksara lanjutan dengan target 21.500 orang hanya terealisasi 1.000 orang
atau tingkat capaian kinerjanya 4,65%, hal tersebut disebabkan anggaran yang bersumber dari APBD sangat terbatas dalam upaya mengurangi buta aksara lanjutan, dan langkah yang diambil adalah melanjutkan pelaksanaan kegiatan pencapaian target buta aksara lanjutan dengan dana APBN.
Dalam program pendidikan wajib belajar sembilan tahun teranggar Rp.100.462.443.150,00 dapat terealisasi sebesar Rp.64.049.508.246,00 atau 63,75%. Kalau dilihat nilai APK dan APM baik di tingkat Sekolah Dasar maupun Sekolah Mengah Pertama belum bisa tercapai sesuai target, hal ini bukan karena semata realisasi
164 keuangan yang rendah namun hal ini banyak mempengaruhi perhitungan APK dan APM. Mengenai tingkat kelulusan masih berada di bawah kabupaten/kota di Provinsi D.I.Yogyakarta itu secara rata-rata se kabupaten, namun sebenarnya secara personal sudah banyak siswa-siswa SD dan SMP yang mempunyai prestasi baik dibanding dengan daerah kabupaten/kota di D.I.Yogyakarta. Mengingat jumlah siswa di daerah Gunungkidul yang jumlahnya banyak dan berada menyebar di daerah-daerah sudah barang tentu penyerapan materi maupun informasi pendidikan tidak seperti di daerah perkotaan.
Untuk program sekolah menengah anggaran yang dialokasikan Rp.3.902.351.750,00 terealisasi sebesar Rp3.640.441.280,00 atau 93,29%. Melihat capaian APK dan APM di tingkat SMA/SMK telah memuaskan namun kalau dilihat dari perbandingan warga yang lulus SMP dengan warga yang sekolah di SMA/SMK masih sangat memprihatinkan, hal ini dapat dilihat belum semua penduduk usia 15 – 18 tahun yang lulus dari SMP semua melanjutkan pendidikan ketingkat SMA/SMK sehingga target yang direncanakan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan keadaan penduduk yang ada.
h. Jumlah pustakawan dan pemustaka
Jumlah pustakawan berjumlah 9 orang dari 25 orang yang direncanakan, sehingga target kinerjanya sebesar 36,00%, hal ini menunjukkan bahwa jabatan fungsional pustakawan masih jauh dari ideal sehingga tingkat layanan kurang optimal jika dibandingkan dengan pemustaka yang harus dilayani. Perlu terobasan untuk memberikan kesempatan kepada PNS yang berminat menjadi pustakawan dengan mengirim personil untuk diklat perpustakaan dan mengusulkan formasi CPNS pustakawan.
Tingkat pemanfaatan perpustakaan dinas/daerah dari rencana kinerja 49.819 orang terealisasi 31.277 orang atau tingkat capaian kinerjanya sebesar 62,78 %. Pada tahun 2011 dari rencana kinerja 45.290 orang terealisasi 30.035 orang atau tingkat capaian kinerja sebesar 66,32 %. Terobosan yang dilakukan untuk menumbuhkan minat baca dan kunjungan para pemustaka antara lain dengan melengkapi buku/literatur, internet “hot spot area”, dan pelayanan perpustakaan keliling di desa-desa.
Tabel 3.29
Perbandingan Capaian Kinerja Indikator Kinerja Sasaran 14
NO. INDIKATOR KINERJA
CAPAIAN KINERJA 2011 (%) CAPAIAN KINERJA 2012 (%) 1 APK dan APM di setiap kecamatan.
a. APK(Angka Partisipasi Kasar)
1) APK TK 49.94 94.78
165
NO. INDIKATOR KINERJA
CAPAIAN KINERJA 2011 (%) CAPAIAN KINERJA 2012 (%)
3) APK SMP termasuk Paket B 91.18 87.30
4) APK SM termasuk Paket C 99.86 114.36 b. APM (Angka Partisipasi Murni)
1) APM SD 99.28 100.44
2) APM SMP 95.04 95.62
3) APM SM/MA 99.92 107.94
2 Rasio ketersediaan ruang kelas untuk SD, SLTP, dan SLTA.
a. SD 100.00 101.30
b. SMP 97.70 106.90
c. SM 98.90 96.70
3 Rasio murid/rombongan belajar dengan guru per bidang studi.
a. SD 98.63 104.00
b. SMP 107.04 88.89
c. SM 100.00 124.64
4 Persentase sekolah yang menerapkan kurikulum bahasa inggris, komputer, agrobisnis, dan kewirausahaan.
100.00 100.00
5 Persentase Anak Berkebutuhan khusus (ABK) yang terlayani pendidikan formal.
113.33 83.47
6 Jumlah sekolah yang memenuhi standar mutu (SSN).
96.67 124.24
7 Peringkat kelulusan SD, SLTP dan SLTA.
a. SD Tingkat Provinsi 60.00 40.00
b. SMP Tingkat Provinsi 20.00 20.00
c. SMA tingkat Provinsi 75.00 40.00
d. SMK tingkat Provinsi 300.00 100.00
8 Persentase anak usia sekolah lulus SD, SLTP, dan SLTA.
a. SD 99.84 100.11
b. SLTP 106.97 106.90
c. SLTA 105.39 104.98
9 Persentase pendidikan non formal yang memenuhi standar mutu.
107.93 100.00 10 Persentase anak putus sekolah yang
menyelesaikan kejar paket A, B dan C.
495.74 100.00 11 Jumlah buta aksara.
a. Buta Aksara Dasar 0.00 0.00
b. Buta Aksara Lanjutan 104.44 4.65
12 Persentase guru yang memenuhi kualifikasi dan standar kompetensi.
166
NO. INDIKATOR KINERJA
CAPAIAN KINERJA 2011 (%) CAPAIAN KINERJA 2012 (%) 13 Persentase desa yang memperoleh layanan
perpustakaan.
a. Pembentukan Perpustakan 90.69 96.73
b. Layanan Perpus keliling 118.10 106.85
14 Ragam dan jumlah buku perpustakaan.
a. Jumlah Judul Buku (250 judul/th) 112.97 111.79 b. Jumlah eksemplar (1000 eks/th) 105.03 103.72 15 Jumlah pustakawan dan pemustaka.
a. Jumlah pustakawan 45.00 36.00
b. Jumlah Pemustaka 66.32 62.78
RATA-RATA CAPAIAN INDIKATOR SASARAN
113.36 90.75
Grafik 3.14
Persentase Rata-rata Capaian Indikator Sasaran 14 Tahun 2010 – 2012