• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Kejuruan : Sebuah Alternatif Masa Depan

19 Juli 2013 20:39 Diperbarui: 24 Juni 2015 10:18 553 0 1

Oleh: Komunitas Jurnalis Warta Guru NTT

FOLLOW profesional

Komunitas jurnalis yang peduli akan pendidikan di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Apa yang kami sajikan semata untuk kemajuan pendidikan Propinsi NTT yang distigma selalu terpuruk karena menjadi juru kunci dalam skala kebermutuan pendidikan nasional. Untuk para guru di NTT khususnya dan Indonesia umumnya, semoga informasi dan refleksi – refleksi tentang keguruan yang disajikan bisa membuat guru menjadi pengambil keputusan yang tepat bagi murid – muridnya.

Mengobrol dengan Lay A. Yaverson, S. Pd, guru SMKN 1 Kabupaten Kupang sekaligus pemerhati pendidikan NTT mempunyai ketertarikan tersendiri. Ada— ada saja ide brilian dari tokoh muda energik asal Sabu ini.Beliau getol

menyuarakan perbaikan sistem pendidikan kita di NTT yang menurutnya masih berjalan di tempat. Dari perspektif kerja, beliau menilai output dari lembaga pendidikan kita akan banyak yang menganggur lantaran belum berimbangnya pembangunan SMK dan SMU. SMK memberikan pilihan keahlian dan

keterampilan dalam berbagai bidang. Selain pendalaman skill yang mumpuni, lulusan SMK dapat melanjutkan ke PT juga dapat mengembangkan sayap ke dunia kerja karena memang lulusan SMK sudah dilengkapi dengan skill yang siap kerja. Berikut petikan obrolan dengan fasilitator EDS Propinsi NTT yang juga mantan anggota DPRD Kab. Kupang 1999-2004 ini.

Bagaimana bapak melihat pengembangan dan pembangunan dunia pendidikan kita di NTT?

Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan diri dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa atau dengan kata lain suatu proses in dan out pada suatu lembaga baik itu lembaga pendidikan formal, informal maupun non formal. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai ranah kehidupan maka sangat diperlukan sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas; karena globalisasi menuntut

persaingan yang kompetitif di berbagai bidang.

Dengan adanya tuntutan global maka arah dan kebijakan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU Sisdiknas no 20 tahun 2003 secara komprehensip meningkatkan kualitas manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman, berbudi pekerti luhur, bertaqwa, berkepribadian mandiri, cerdas, kreatif, terampil,

disiplin, beretos kerja, sehat jesmani dan rohani, serta bertanggung dalam kemasyarakatan dan bangsa.

Sejalan dengan tuntutan globalisasi dan juga tujuan dari pendidikan nasional, maka ada tanda tanya besar untuk kita di Nusa Tenggara Timur. Sejauhmanakah langkah pemerintah dalam menginvestasi SDM? Sejauhmanakah strategi

Pemprop dan Pemkab/pemkot dalam mengembangkan pendidikan di NTT?

Sebagai catatan bahwa kualitas dan prestasi tidak dapat dijanjikan bila standar dari sebuah lembaga pendidikan tidak terpenuhi secara komprehensif.(baca PP No. 19/2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan).

Dari pengamatan saya bahwa dunia pendidikan NTT sejak saya menginjakan kaki di dunia pendidikan sampai saat ini wajah lembaga pendidikan di NTT masih terkategori berjalan di tempat dalam hal: pemenuhan sarana dan prasarana sekolah, pemenuhan guru, perimbangan SMU dan SMK, pemenuhan anggaran serta kurangnya kepedulian Kepala daerah dalam mengembangkan sekolah kejuruan.

Jika hal ini tidak dilihat sebagai kenyataan yang sudah turun –temurun dalam bidang pendidikan, maka akan menjadi sebuah kecelakaan besar bagi NTT yaitu terciptanya masyarakat pengangguran yang tidak mampu bersaing secara kompetitif pada era 2015-2025, karena era tersebut merupakan era persaingan regional dan persaingan global.

Tadi bapak mengatakan akan tercipta pengangguran di era persaingan regional dan global. Mungkin ada solusinya?

Untuk menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan berkualitas serta memiliki daya saing yang kompetitif adalah melalui suatu proses pendidikan kejuruan dan ketrampilan baik itu secara formal maupun non formal. Salah satu tugas dari SMK menyiapkan anak didik untuk memasuki dunia kerja sesuai dengan ketrampilan pada program kejuruan yang diikuti.

Peran SMK sangat strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang terampil, sehingga perlu perhatian serius pemerintah dalam pengembangan sarana dan prasarana; sebagai penunjang mutu yang berkualitas dari out put SMK, sehingga dapat diterima dalam dunia industri serta mampu secara mandiri membuka peluang kerja.

Seperti apa harapan terkait pengembangan sekolah kejuruan di NTT? Dalam kaitannya dengan dunia kerja atau pasar kerja perlu disadari oleh

pemegang kebijakan di propinsi NTT dan Kabupaten/Kota, bahwa pengembangan pendidikan menengah jangan lagi di arahkan kepada sekolah umum, namun arahnya adalah pada pendidikan kejuruan. Saya mencermati ada suatu

kejuruan maka perbandingannya sama dengan 1:5 artinya membangun sebuah SMK sama dengan membangun 5 SMU.

Ada beberapa solusi dalam mengembangkan SMK yaitu 1). satu kabupaten/kota minimal 3 SMK Negeri. 2). Alih fungsikan/konversi SMU menjadi SMK jika takut membangun gedung baru. 3). Program kejuruan minimal dua jurusan dan dapat tingkatkan pengembangannya sesuai dengan kebutuhan dan dana. 4).

Rancangan SMK harus di rancang dalam kapasitas SMK kecil yaitu 1:1:25 (satu jurusan memiliki satu kelas dan jumlah siswa 25 orang).

Bagaimana soal ketersediaan pengajar untuk sekolah kejuruan?

Menyoal tentang pengajar ini merupakan hal yang sangat mudah solusinya ada pada pemerintah sendiri seperti pengangkatan Guru kontrak atau pun bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuka Jurusan PTK (pendidikan teknik kejuruan) pada masing-masing Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Passssss to pak Gub, pak Bupati ,dan pak wali? Kalau belum, mari kitong diskusi,

supaya kitong punya daerah jangan banyak penganggur terdidik dan penganggur yang amburadul, atau?

Mungkin bisa memberikan pencerahan kepada Pelajar SMP soal pilihan masuk SMK dan SMU?

Pada musim akhir tahun ajaran siswa Kelas 3 Sekolah Menengah Pertama, harus sudah berakhir dan akan memasuki sekolah baru sesuai dengan keinginan dan minat dari mereka masing-masing. Ada dua pilihan dipelupuk mata mereka yaitu masuk SMK atau SMU? Ada yang pilih sesuai dengan minat dan ada pula yang pilih karena ikut-ikutan teman.

Tahun ajaran baru adalah tahun pertama mantan siswa/i SMP duduk di tingkat sekolah atas. Sebelum memasuki sebuah sekolah tingkat menengah atas peran orang tua sangat penting memberikan pandangan bagi anak dalam memilih sebuah sekolah. Motivasi orang tua bagi anak seyogyanya tidak boleh di paksakan agar minat anak tidak patah di tengah proses pendidikan.

Ada satu hal yang menarik dari masalah ini adalah apa yang membedakan antara kedua sekolah tingkat atas ini? Saya ingin memberikan ruang pilihan yang konkrit bagi orang tua agar anaknya dapat melanjutkan pendidikan pada sekolah tingkat atas sesuai dengan minat dan bakat anak.

Seperti yang telah saya sampaikan bahwa era persaingan regional dan global dibutuhkan SDM yang memiliki kompetensi profesional dalam berbagai bidang keahlian. Artinya ijasah bukanlah satu-satunya bukti bahwa telah tamat dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan, namun yang dituntut oleh dunia industri dan dunia kerja adalah punya keahlian kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi. Lalu apa hubungannya dengan memilih sekolah tingkat atas? Jawabanya ada pada pembaca…!

Apa saja keuntungan dan keunggulan dari SMK?

Bicara untung dan rugi memang bukan porsinya dunia pendidikan, jika ditilik dari biaya, SMK merupakan sekolah biaya tinggi sehingga dapat dipastikan ada uang ini dan uang itu untuk membiayai pelaksanaan praktek sekolah dan praktek kerja industri, jika pemerintah tidak mengalokasikan anggaran operasional praktek untuk sekolah kejuruan. Ini pun tergantung kepala daerah dan DPRD setempat mampu memahami, mengerti, apa dan bagaimana peran sebuah sekolah kejuruan.

Patut di teropong lebih jauh bahwa di sekolah kejuruan ada tiga produk unggulan yang di hasilkan yaitu: 1). Tenaga kerja yang terampil, terdidik dan professional. 2). Menciptakan out put yang mandiri (membuka lapangan kerja).3). Sebagai aset pembangunan daerah. Lalu apakah benar seluruh daerah sudah mempunyai perencanaan pengembangan pendidikan kejuruan?

Jika peduli, mengapa daerah kita tetap terpuruk dalam pembangunan

pendidikan? Atau ?Jangan–jangan sebagai bahan kampanye karena ada mau pilkada atau pemilu legislatif. Semoga semua komit bahwa kita bisa karena sekolah.*** (JPA)

(sumber: https://www.kompasiana.com/wartaguruntt/pendidikan-kejuruan- sebuah-alternatif-masa-depan_552c0f4d6ea834713b8b458e)

Dokumen terkait