BAB II KAJIAN TEORI
B. Pendidikan Kewarganegaraan
1. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan di Indonesia merupakan upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdasarkan falsafah bangsa dan pandangan hidup bangsa yaitu Pancasila. Selain itu, fungsi pendidikan di Indonesia adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif,mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam rumusan pasal 1 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
20 pendidikan diartikan sebagai:
Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan bertujuan bukan hanya membentuk manusia yang cerdas otaknya dan trampil dalam melaksanakan tugas, namun diharapkan menghasilkan manusia yang memiliki moral. Oleh karena itu pendidikan tidak semata-mata mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga mentransfer nilai- nilai moral dan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Sesuai dengan hal tersebut Pendidikan Kewarganegaraan merupakan sarana vital dalam pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.
Hakekat Pendidikan Kewarganegaraan merupakan Civic Education atau Citizenship Education versi Indonesia. Menurut Aziz Wahab (Cholisin, 2004:10) Pendidikan Kewarganegaraan adalah media pengajaran yang akan meng- Indonesiakan para siswa secara sadar, cerdas dan penuh tanggung jawab. Kemudian definisi Pendidikan Kewarganegaraan menurut Cholisin (2004 :10) adalah aspek pendidikan politik yang fokus materimya peranan warga negara dalam kehidupan bernegara yang kesemuanya itu diproses dalam rangka untuk membina peranan tersebut sesuai dengan ketentuan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.
21
Berdasarkan beberapa pendapat, maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaran adalah mata pelajaran yang materinya berisi tentang peranan warga negara dalam melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara yang baik berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945.
2. Fungsi Pendidikan Kewarganegaraan
Dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006, mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berfungsi sebagai wahana untuk membentuk warga negara yang cerdas, terampil dan berkarakter yang setia pada bangsa Indonesia dalam kebiasaan berfikir dan bertindak sesuai dengan amanat Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.
Berdasarkan pada pemaparan fungsi Pendidikan Kewarganegaraan dalam Permendiknas maka dapat disimpulkan bahwa fungsi Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebagai mata pelajaran yang mengarah pada terbentuknya warganegara yang baik dan bertanggung jawab berdasarkan nilai- nilai Pancasila.
3. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
Secara sederhana tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah membentuk warga negara yang baik (a good citizen) dan mempersiapkannya untuk masa depan. Rumussan itu bersifat abstrak dan untuk menjabarkannya secara konkrit, banyak cara yang dapat dilakukan. Antara lain dengan cara mengidentifikasi kuaalitas individu yang diharapkan dapat berprestasi. Atau pokoknya mengidentifikasi tentang manusia yang baik. tetapi yang jelas,
22
ukuran warga negara yang baik untuk setiap bangsa/ negara akan ditentukan oleh ukuran normatif yaitu idiologi dan konstitusi negara yang bersangkutan. (cholisin, 2004 :12)
Tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan yang termuat dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Tujuannya adalah agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :
a. Berpikir secara kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapiisu kewarganegaraan.
b. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta anti-korupsi.
c. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter - karakter masyarakat Indonesia agar dapathidup bersama dengan bangsa-bangsa lain
d. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatka teknologi informasi dan komunikasi.
Ahmad Sanusi (Cholisin 2004:15) menyebutkan bahwa konsep- konsep pokok yang lazimnya merupakan tujuan Civic Education pada umumnya adalah sebagai berikut:
a. Kehidupan kita di dalam jaminan-jaminan konstitusi. b. Pembinaan bangsa menurut syarat-syarat konstitusi.
23
c. Kesadaran warga negara melalui pendidikan dan komunikasi politik.
d. Pendidikan untuk (ke arah) warga negara yang bertanggung jawab e. Latihan-latihan berdemokrasi.
f. Turut serta secara aktif dalam urusan-urusan publik. g. Sekolah sebagai laboratoriun demokrasi.
h. Prosedur dalam pengambilan keputusan. i. Latihan-latihan kepemimpinan.
j. Pengawasan demokrasi terhadap lembaga-lembaga eksekutif k. Menumbuhkan pengertian dan kerjasama Internasional.
Dari tujuan yang dikemukakan oleh beberapa ahli di atas, diketahui bahwa tujuan Pendidikan Kewarganegaraan memuat beberapa hal yang memuat nilai-nilai karakter. Untuk mencapai tujuan tersebut Pendidikan Kewarganegaraan memiliki komponen-komponen yaitu pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraan (civic skill), dan karakter kewarganegaraan (civic disposition) yang masing-masing memiliki unsur.
4. Ruang Lingkup Pendidikan Kewarganegaraan
Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan menurut Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 meliputi sebagai berukut :
a. Persatuan dan kesatuan bangsa, meliputi hidup rukun dalam perbedaan, cinta lingkungan, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, sumpah pemuda, keutuhan Negara Kesatuan Republik
24
Indonesia, partisipasi dalam pembelaan negara, sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, keterbukaan dan jaminan keadilan.
b. Norma, hukum dan peraturan, meliputi tertib dalam kehidupan keluarga, tata tertib di sekolah, norma yang berlaku di masyarakat, peraturan- peraturan daerah, norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sistem hukum dan peradilan nasional, hukum dan peradilan internasional.
c. Hak Asasi Manusia (HAM), meliputi hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban anggota masyarakat, instrumen nasional dan internasional HAM, pemajuan penghormatan dan perlindungan HAM.
d. Kebutuhan warga negara, meliputi hidup gotong royong, harga diri sebagai masyarakat, kebebasan berorganisasi, kemerdekaan mengeluarkan pendapat, menghargai keputusan bersama, prestasi diri, persamaan kedudukan warga negara.
e. Konstitusi negara, meliputi proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama, konstitusi- konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, hubungan dasar negara dengan konstitusi.
f. Kekuasaan dan politik, meliputi pemerintahan desa dan kecamatan, pemerintahan daerah dan otonomi, pemerintah pusat, demokrasi dan sistem politik, budaya politik, budaya
25
demokrasi menuju masyarakat madani, sistem pemerintahan, pers dalam masyarakat demokrasi.
g. Pancasila, meliputi kedudukan pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, proses perumusan pancasila sebagai dasar negara, pengamalan nilainilai pancasila dalam kehidupan sehari- hari, pancasila sebagai ideologi terbuka.
h. Globalisasi, meliputi: globalisasi di lingkungannya, politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, dampak globalisasi, hubungan Internasional dan organisasi Internasional, dan mengevaluasi globalisasi.
Materi yang digambarkan dalam lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 di atas dapat dikatakan sangat kompleks dan memiliki akar keilmuan yang jelas dengan beberapa cakupan ilmu politik, ilmu hukum, maupun filsafat moral yang menjadi landasan utamanya. Uraian materi yang telah digambarkan di atas, telah dirinci lagi ke dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar. Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada dasarnya tidak terlepas dari rumpun keilmuan yang mencakup pada ilmu politik, ilmu hukum dan filsafat moral yang diharapkan mampu membentuk karakter warga negara yang baik.