• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

B. Landasan Teori

1. Pendidikan Kewirausahaan

a. Pengertian Pendidikan Kewirausahaan

Pendidikan kewirausahaan pada dasarnya diperlukan sebagai penunjang keberhasilan suau bisnis. Menurut Anoraga (2007: 28) menjelaskan bahwa kewirausahaan merupakan suatu profesi yang timbul karena interaksi antara ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal dengan seni yang hanya dapat diperoleh dari suatu rangkaian kerja yang didapat dalam praktik.

Pendidikan wirausaha dianggap sebagai faktor penunjang keberhasilan dalam menjalankan suatu usaha. Pendidikan memberikan bekal berupa pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh wirausahawan. Menurut Suprapto dalam Zuchdi (2008: 7) menjelaskan keterampilan berpikir kreatif, yaitu keterampilan individu dalam menggunakan proses berpikirnya untuk menghasilkan suatu ide yang baru, konstruktif, dan baik berdasarkan konsepkonsep yang rasional, pesepsi, dan intuisi individu. Dalam kaitannya dengan pendidikan

kewirausahaan keterampilan berpikir kreatif sangat diperlukan dalam keberlangsungan sebuah usaha.

Pendidikan kewirausahaan dapat membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku pada mahasiswa menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) sejati sehingga mengarahkan mereka untuk memilih berwirausaha sebagai pilihan karir. Namun, pengaruh tersebut perlu dikaji lebih lanjut apakah dengan adanya pendidikan kewirausahaan, faktor lingkungan dan kepribadian seseorang dapat melahirkan perilaku kewirausahaan bagi mahasiswa. Oleh karena, itu perlu adanya penelitian untuk mengidentifikasi faktor yang mendorong untuk melakukan perilaku kewirausahaan mahasiswa mengingat pentingnya kewirausahaan bagi mahasiswa yang menentukan nantinya akan menjadi seorang wirausaha atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menurut Riyanti dalam Citradewi (2003: 37) yang menjelaskan bahwa pendidikan berperan penting karena memberi bekal pengetahuan yang dibutuhkan, lebih-lebih ketika wirausaha menemui masalah di tengah jalan. Dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa pendidikan kewirausahaan merupakan unsur yang penting dalam menunjang keberhasilan sebuah usaha, khususnya bagi individu sebagai pelaku usaha. Pendidikan kewirausahaan dapat diperoleh melalui pendidikan formal, non formal, maupun informal, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap keberlangsungan usaha yang

dijalankan oleh pelaku usaha, khususnya mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga.

b. Tujuan Pendidikan Kewirausahaan

Menurut Alma (2011: 6) menyebutkan beberapa tujuan dari pendidikan kewiraushaan, antara lain:

1. Mengerti apa peranan perusahaan dalam sistem perekonomian,

2. Keuntungan dan kelemahan berbagai bentuk perusahaan,

3. Mengetahui karakteristik dan proses kewirausahaan,

4. Mengerti perencanaan produk dan proses pengembangan produk,

5. Mampu mengidentifikasi peluang bisnis dan menciptakan kreativitas serta membentuk organisasi kerja sama,

6. Mempu mengidentifikasi dan mencari sumber-sumber,

7. Menegerti dasar-dasar: marketing, financial, organisasi, produksi,

8. Mampu memimpin bisnis, menghadapi tantangan masa depan.

c. Alasan Perlunya Diajarkan Pendidikan Kewirausahaan

Menurut Soeharto Prawirokusumo dalam Daryanto (2012: 4), pendidikan kewirausahaan perlu diajarkan sebagai disiplin ilmu tersendiri yang independen, karena:

1) Kewirausahaan berisi body of knowledge yang utuh dan nyata, yaitu ada teori, konsep, dan metode ilmiah yang lengkap.

2) Kewirausahaan memiliki dua konsep, yaitu venture start-up dan

manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha.

3) Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki obyek

tersendiri, yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

4) Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan

berusaha dan pemerataan pendapatan.

Dari uraian konsep pendidikan kewirausahaan di atas, dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan pada dasarnya terfokus pada upaya untuk mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam berkreasi dan inovasi. Oleh sebab itu, objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan seseorang yang diwujudkan dalam bentuk sikap.

d. Nilai-nilai Pokok Pendidikan Kewirausahaan

Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan

kewirausahaan adalah pengembangan nilai-nilai dan ciri-ciri wirausaha. Tabel 2.2

Nilai-Nilai Pokok dan Deskripsi Pendidikan Kewirausahaan

No. Nilai Deskripsi

1. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah

tergantung pada orang lain dalam

menyelesaikan tugas-tugas.

menghasilkan sesuatu hal yang baru atau memodifikasi produk/jasa yang telah ada.

3. Berani

mengambil resiko

Kemampuan seseorang untuk

melaksanakan pekerjaan yang menantang, berani mengambil resiko kerja.

4. Berorientasi pada tindakan

Mengambil inisiatif untuk bertindak dan bukan menunggu sebelum sebuah kejadian yang tidak dikehendaki terjadi.

5. Kepemimpinan Sikap dan perilaku seseorang yang selalu

terbuka terhadap saran dan kritik, mudah bergaul dan kerja sama.

6. Kerja keras Perilaku yang menunjukkan upaya

sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas dan mengatasi berbagai hambatan. Sumber: Kemendiknas dalam Astiti (2014: 26)

e. Aspek-aspek Pendidikan Kewirausahaan

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 13 Ayat 1 dijelaskan bahwa jalur dalam kegiatan pendidikan terdiri atas pendidikan formal, pendidikan non formal, dan pendidikan informal yang mana ketiganya bersifat saling melengkapi dan memperkaya.

1. Pendidikan formal, yaitu jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan formal dalam hal ini adalah pendidikan kewirausahaan yang diterima oleh mahasiswa melalui mata kuliah kewirausahaan atau pendidikan kewirausahaan yang

pernah diterimanya melalui mata pelajaran kewirausahaan di bangku

sekolah menengah yang memberikan materi terkait

entrepreneurship.

2. Pendidikan non formal, yaitu jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan non formal dalam hal ini adalah berupa seminar kewirausahaan, talkshow kewirausahaan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, maupun permagangan yang pernah diterima oleh mahasiswa.

3. Pendidikan informal, yaitu jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Pendidikan formal dalam hal ini adalah pendidikan kewirausahaan yang diterima oleh mahasiswa dari lingkungan, baik dari lingkungan keluarga maupun lingkungan tempatnya berasal.

Pengkuran variabel pendidikan kewirausahaan dilakukan dengan menggunakan angket tertutup dengan berdasarkan pada indikator yang telah ditentukan di atas. Selain aspek kepribadian dan peran pendidikan kewirausahaan, lingkungan keluarga dianggap memiliki pengaruh terhadap keberlangsungan usaha yang dijalankan mahasiswa, baik sebelum bisnis itu dijalankan maupun saat bisnis itu sedang berjalan saat ini.

Dokumen terkait