BAB II
PENDIDIKAN MORAL ANAK DALAM KELUARGA 1.Pendidikan Moral Anak dalam Keluarga
Menurut M.I Soelaeman , Bagi anak,bagi manusia, pendidikan
32 Ibid. Hlm.20
34
bukan sekedar kemungkinan melainkan sekedar keharusan untuk dapat hidup, lebih tepat lagi dapat hidup sebagai manusia.Apabila manusia yang baru lahir itu tidak mendapatkan bantuan berupa pendidikan,sulit dibayangkan ia dapat terus hidup, apalagi hidup sebagai manusia yang harus mampu melaksanakannya dengan penuh tanggungjawab dalam dunia yang serba kompleks penuh tantangan.itulah sebabnya maka pendidikan kadang dijuluki dengan istilah pemanusiawian manusia atau humanization.33
Dalam Pandangan islam , pendidikan merupakan proses yang suci untuk mewujudkan tujuan asasi hidup,yaitu beribadah kepada Allah dengan segala maknanya yang luas.Dengan demikian, pendidikan merupakan bentuk tertinggi ibadah dalam Islam dengan alam sebagai lapangannya,manusia sbagai pusatnya,dan hidup beriman sebagai tujuanya.34
Menurut W.P.Napitupulu, Pendidikan adalah usaha yang dijalankan dengan sengaja ,teratur dan berencana dengan maksud mengubah tingkah manusia kearah yang diinginkan .35
Menurut Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional Bab I pasal I yang dimaksud Pendidikan adalah Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
33 M.I Soelaiman.Pendidikan Dalam Keluarga.CV.Alfabeta Bandung.2001.hlm 166.
34 Hery Noer Aly.et.al.Watak Pendidikan islam.Friska Agung Insani,jakarta.Cet.1.2000.hlm 55.
35 Dewi Salma Prawiradilaga.et.al.Mozaik Teknologi Pendidikan, Prenada Media .Jakarta Timur.2004.hlm 350.
35
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri,kepribadian,kecerdasan,akhlak mulia ,serta ketrampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat,bangsa dan negara.36
Dari definisi Pendidikan yang dipaparkan diatas,penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan merupakan usaha Orang dewasa yang lebih tahu dengan sengaja atau tanpa disengaja untuk mengarahkan atau membimbing dan mempengaruhi anak didiknya dengan tujuan supaya segala tingkah laku yang dicontohkan dapat ditiru oleh anak didiknya menuju kearah perkembangan yang lebih baik . para pendidik (terutama orang tua) memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendidik anak diatas kebaikan dan mengajarinya prinsip-prinsip kesopanan.
Tanggung jawab pendidik dalam masalah ini (pendidikan) adalah sangat luas, mencakup setiap hal yang bisa memperbaiki jiwa mereka,meluruskan penyimpangan mereka,mengangkat mereka dari keterpurukan,dan berlaku yang baik dalam berinteraksi dengan orang lain.Para pendidik bertanggung jawab terhadap pembentukan moral anak-anak semenjak mereka kecil, seperti kejujuran,
(shidiq), dipercaya (Amanah), konsiten (istiqomah), mendahulukan kepentingan orang lain(Itsar), menolong yang kesusahan,menghormati orang tua,memuliakan tamu,berbuat baik kepada tetangga, dan saling mencintai terhadap sesama. Mereka juga bertanggung
36 Depag RI,UU dan PP RI tentang Pendidikan,Dirjend Pend.Islam Depag RI,2006,Bab I Pasal 1 hlm 5
36
jawab menyucikan lisan-lisan mereka dari celaan,percekcokan,kata-kata keji dan kotor,serta segala yang bisa menimbulkan kerusakan moral dan keburukan pendidikan.37
Apabila dicermati, ternyata pembagian masalah pendidikan banyak sekali mulai dari pendidikan jasmani,pendidikan intelektual,pendidikan seks,pendidikan moral dan pendidikan sepiritual.Pendidikan-pendidikan tersebut merupakan tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya, terlebih pendidikan moral yang merupakan pendidikan yang harus diberikan sedini mungkin dalam keluarga,sebelum anak mengetahui dunia luar.
Dengan diterapkanya pendidikan moral, diharapkan manuasia dapat hidup dengan tentram,damai,dan sejahtera.sebab tegaknya suatu masyarakat atau bangkitnya suatu bangsa tak lepas dari manusia-manusia yang mempunyai moral baik dalam kehidupan masyarakat.Sebaliknya runtuh atau hancurnya suatu masyarakat dan bangsa disebabkan manusia-manusianya yang tidak melaksanakan ajaran moral yang berlaku baik ajaran dari Agama (islam) ataupun dari norma sosial.
Sebelum dibicarakan lebih jauh, kiranya harus dibedakan dari konsep yang erat kaitanya dengan moral yaitu Akhlak dan Etika.sebagaimana orang menyamakan pengertian diantara ketiganya,padahal terdapat perbedaan diantara ketiganya.
1.Moral
37 Abdullah Nashih ‘Ulwan.Pendidikan Anak Dalam Keluarga,Bag 2.Insan Kamil Solo.2012.hlm 135.
37
Istilah moral kadang dipergunakan sebagai kata yang sama artinya dengan etika Moral berasal dari bahasa latin, yaitu kata Mos, (adat istiadat,kebiasaan,cara,tingkahlaku,kelakuan),Mores(adatistiadat,kelakuan,t abiat,watak,akhlak,cara hidup).
Menurut Helden (1977) dan Richards (1971) merumuskan pengertian moral sebagai suatu kepekaan dalam pikiran,perasaan,dan tindakan dibandingkan dengan tindakan lain yang tidak hanya berupa kepekaan terhadap prinsip dan aturan.selanjutnya,Atkinson (1969) mengemukakan moral atau moralitas merupakan pandangan tentang baik dan buruk,benar dan salah,apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan.selain itu,moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.38
Menurut Kaelan MS dalam bukunya bahwa Moral yaitu merupakan suatu ajaran–ajaran ataupun wejangan-wejangan,patokan-patokan,kumpulan peraturan,baik lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik.39
Dari pengertian diatas penulis menyimpulkan bahwa, Moral itu merupakan amplikasi perbuatan yang berdasarkan ajaran Agama (Islam) dan dari unsur budaya yang diakui sebagai kebenaran dalam Masyarakat yang dilakukan dengan penuh kesadaran pribadi yang bersangkutan secara
38 Sjarkawi ,M.Pd,Pembentukan Kepribadian Anak,Bumi Aksara,cet-1.2006, hlm 28.
39 Kaelan MS,Pendidikan Pancasila,Edisi Reformasi 2010.hlm.93.
38
kontinu.
2.Akhlak
Kata akhlak berasal dari kata Al-Khuluq”Lam” dibaca dhomah atau sukun,berarti’Tabiat atau Watak’sebagaimana Imam Al-Quttubi dalam tafsirnya mengatakan,”Kata Al-Khuluq secara Etimologi adalah apa-apa yang diambil dan diserap manusia untuk dirinya dari berbagai perilaku,karena ia menjadi bagian dari dirinya.Adapun apa yang terbentuk kuat dalam dirinya dari sebuah perilaku dinamakan Al-Khiam.Dengan dibaca kasroh, berarti ‘Watak atau Pembawaan’Kata Al-Khiam tidak ada bentuk tunggalnya.Maka, bisa dikatakan bahwa Khuluq adalah tabiat yang di bentuk, sedang Al-Khiam adalah tabiat yang bersifat Ghorizi (Naluri).
Berdasarkan pengertian Imam Al-Quttubi tentang Khuluq,bisa dipahami bahwa seorang anak membutuhkan pembentukan Akhlak,agar aktivitas sosial anak terjaga dan terhindar dari penyimpangan serta kesalahan.40
Menurut Sjarkowi M.Pd dalam bukunya Akhlak adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab yang diartikan sama dengan budi pekerti.pada dasarnya,akhlak mengajarkan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan tuhan penciptanya,sekaligus bagaimana seseorang harus berhubungan dengan sesama manusia.Istilah “sesama manusia” dalam konsep Akhlak adalah universal,bebas dari batas-batas kebangsaan maupun
40 Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid.Cara Nabi Mendidik Anak.Al-I‘tishom.Cahaya Umat, .Jakarta Timur.hlm 261
39
perbedaan lainya. 41
Tiga pakar bidang akhlak, yaitu Ibnu Maskawaih,Al-Ghozali,dan Ahmad Amin Penulis buku kitab Akhlak,menyatakan bahwa, Akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.Akhlak yang muliya, menurut mereka setidaknya merangkum empat perkara; yaitu bijaksana,memelihara diri dari perbuatan buruk,berani menentang kebatilan dan berterima kasih,sabar dan ikhlas,berbicara benar dan sebagainya.42
Dengan demikian Penulis menyimpulkan bahwa, akhlak itu merupakan pembiasaan diri dengan tingkah laku yang baik (berbuat kebenaran) berdasarkan kesadaran diri tanpa memikirkan imbalan tertentu.
3.Etika
Etika adalah sebuah cabang filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
Menurut Bertens (1999:6) etika mempunyai tiga arti.pertama etika dalam arti nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya.kedua etika dalam arti kumpulan azas atau nilai moral.Dalam artian ini etika dimaksudkan sebagai kode etik.ketiga etika dalam arti ilmu tentang yang baik atau buruk43 Etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu etika umum dan etika khusus.Etika Umum
41 Sjarkawi ,M.Pd.Op.Cit., hlm 32.
42 . Ahmad Amin,Kitab Akhlak wasiat terakhir Gusdur,Quntum media.Surabaya, 2012. hlm.iv
43 . Sjarkawi,M.Pd ,Op cit, hlm .27
40
mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia.
Etika khusus dibagi menjadi etika Individual yang membahas tentang kewajiban manusia terhadap diri sendiri .dan etika sosial yang membahas tentang kewajiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup masyarakat,yang merupakan suatu bagian terbesar dari etika khusus.44
Dari keterangan tentang Etika tersebut, dapat peneliti simpulkan bahwa masyarakat satu dengan masyarakat yang lain akan berbeda pandangan masalah etika.berarti bila masyarakat bercorak Religius,maka etika yang di kembangkan pada masyarakat tentu akan bercorak Religius pula.sebaliknya bila masyarakat bercorak sekuler,maka etika yang akan dikembangkan tentu saja akan bercorak sekuler pula.
Salah satu kaidah yang diletakkan Islam dalam pendidikan anak di masyarakat adalah membiasakan mereka untuk berkometmen pada etika umum dalam bermasyarakat dan membentuk Akhlak kepribadianya sejak dini dengan dasar-dasar pendidikan yang baik.45
Untuk mengetahui pengertian keluarga yang dimaksud dalam penelitian ini,sebelumnya peneliti akan memberikan gambaran pengertian/ciri keluarga baik dari sudut pandang Sosiologis,psikologis dan paedagogis
1. Sudut pandang Sosiologis
Maciver dan Page (Pakar Sosiologi) menyebutkan lima ciri khas
44. Kaelan,M.S.fakultas Filsafat UGM. Pendidikan Pancasila Paradigma Yogyakarta,Ed. Reformasi 2010., hlm. 86
45 Abdullah Nashih Ulwan .Loc Cit, hlm 354
41
yang menandainya dan umum terdapat dimana-mana,kelima ciri khas itu ialah:
1. Adanya hubungan berpasangan antara kedua jenis (pria dan wanita) 2. Dikukuhkan oleh suatu pernikahan
3. Adanya pengakuan terhadap keturunan(anak) yang dilahirkan dalam rangka hubungan tersebut.
4. Adanya kehidupan ekonomis yang diselenggarakan bersama.
5. Diselenggarakannya kehidupan berumah tangga.46
Jadi pengertian Keluarga dari sudut pandang Sosiologis menurut penulis adalah pria dan wanita yang hidup bersama yang dikukuhkan dengan ikatan perkawinan secara agama untuk menjalin kehidupan dengan tujuan untuk mendapat keturunan.
2.Sudut Pandang Psikologis
Yaitu sekumpulan orang yang hidup bersama dalam tempat tinggal bersama,dan masing-masing anggota merasakan adanya pertautan batin sehingga diantara mereka terjadi saling mempengaruhi,saling memperhatikan dan saling menyerahkan diri.47
3.Di tinjau dari sudut Peadagogie
Di tinjau dari sudut pandang Peadagogis ciri hakiki keluarga ialah,bahwa keluarga itu merupakan persekutuan hidup yang dijalin kasih sayang,antara pasangan dua jenis manusia dilakukandengan
46 M.I.Soelaeman.Pendidikan Dalam Keluarga, CV.Alfabeta, 2001.hlm 9
47 Ibid, hlm. 10
42
pernikahan,yang bermaksud untuk saling menyempurnakan diri.48
Berkaitan dengan penelitian ini,maka pengertian keluarga yang dimaksud adalah dari persepektif Paedagogie.sebab dalam hal ini peran keluarga sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya dalam membimbing dan membina generasi mendatang terutama dalam pendidikan moral.
Pasal I ayat (1) Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendiikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri,kepribadian,kecerdasan,akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat,bangsa,dan negara.
Selanjutnya pasal 3 menegaskan bahwa pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia beriman dan bertaqwa
kepadatuhanYangMahaEsa,berakhlakmulia,sehat,berilmu,cakap,kreaktif,ma ndiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Oleh karna itu,dapat dikatakan bahwa negara kita merupakan negara yang mengakui pentingnya moralitas dan terselenggaranya pendidikan yang
48 Ibid. hlm. 12
43
bermoral di sekolah maupun di lingkungan masyarakat luas, yakni di rumah (lingkungan keluarga),di tempat-tempat ibadah seperti majlis Ta’lim di masjid,bahkan melalui telivisi yang disiarkan secara bebas dan menjangkau masyarakat luas.49
Telah disepakati bahwa seorang anak itu dilahirkan di atas fitrah tauhid,akidah keimanan kepada Allah, berdasarkan kesucianya.jika ia disuguhi pendidikan di dalam rumah yang baik, suasana sosial yang baik dan lingkungan belajar yang aman,nantinya anak tumbuh diatas keimanan yang kuat.Kenyataan ini merupakan fitrah iman yang telah ditetapkan oleh Al-qur’an Al-karim yang dikuatkan dengan sabda Nabi dan ditetapkan oleh para pakar pendidikan.
Adapaun ketetapan dalam Al-qur’an tentang pendidikan anak adalah firman Allah:
Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia
49 . Sjarkawi,M.Pd.Loc,cit, hlm .42
44
menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) Agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,”(QS.Arum Ayat 30)50 .
Adapun yang dikuatkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhori dari hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda :
ﮫﻧ ﺎﺴﺠﻤﯾوْا ﮫﻧاﺮﺼﻨﯾوْا ﮫﻧادﻮﮭﯾ هاﻮﺑْﺎﻓ ةﺮﻄﻔﻟا ﻰﻠﻋ ﺪﻟﻮﯾ دﻮﻟﻮﻣ ﻞﻛ
Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah(suci),kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi atau nasroni atau Majusi”
Sedangkan pernyataan para pakar pendidikan bisa kita saksikan lewat perkataan tokoh-tokoh barat tentang pentingnya pendidikan bagi manusia.Selain itu,perkataan Imam Ghozali tentang kebiasaan anak melakukan perbuatan baik atau buruk yang ternyata berdasarkan fitrahnya.beliau berkata”Anak merupakan amanah bagi kedua orang tua, hatinya yang suci adalah permata yang mahal.Jika dibiasakan melakukan kebaikan maka ia akan tumbuh baik dan bahagia dunia dan akhirat.Namun,jika dibiasakan berbuat kejelekan dan dibiarkan seperti binatang, ia akan celaka dan binasa.cara membentenginya adalah dengan mendidiknya dan mengajarkanya akhlak-akhlak yang baik.51
Dari ayat dan hadits tersebut jelaslah bahwa pada dasarnya anak itu telah membawa fitrah beragama, dan kemudian bergantung kepada
50 Kementerian Agama RI.Al-Qur’an dan Terjemahnya.Dicetak.PT.Sinergi Oustaka Indonesia.2012 hlm 574
51 Abdullah Nashih Ulwan. Op.cit. Bag 2.pasal ke-5 hlm.115
45
para pendidiknya atau Orang tuanya dalam mengembangkan fitrah itu sendiri sesuai dengan usia anak dalam pertumbuhanya.
Di sini juga jelas bagaimana pentingnya peranan orang tua untuk menanamkan pandangan hidup keagamaan terhadap anak didiknya.Agama anak didik yang akan dianut semata-mata bergantung pada pengaruh Orang tua dan alam sekitarny.Dasar-dasar pendidikan ini harus sudah ditanamkan sejak anak didik itu masih usia muda,karena kalau tidak demikian halnya kemungkinan mengalami kesulitan kelak untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang diberikan pada masa usia dewasa.52
Betapa gembiranya para orang tua dan pendidik lainya ketika mereka dapat memetik hasil yang baik di masa depan sebagai buah dari usaha mereka dan mereka dapat berteduh di bawah rindangnya apa yang telah mereka tanam.Bukan main tentramnya jiwa mereka dan terasa beningnya mata mereka,saat melihat si buah hati menjadi malaikat yang berjalan di atas bumi dan mushaf yang bergerak di tengah-tengah manusia.53
Para Ulama kenamaan telah memberikan Isyarat akan hal ini,salah satunya adalah Imam Abu hamid Al-Ghozali,Begitu pula Imam Ibnu Qoyyim dalam Kitabnya,Ahkamul Maulud menjelaskan; “Di antara apa yang sangat dibutuhkan oleh seorang anak adalah perhatian terhadap perilakunya,seorang anak tumbuh sesuai dengan pembiasaan yang dilakukan oleh pendidik (Orang tua atau guru) pada masa kecilnya,seperti
52 Zuhaiini,dkk.Filsafat Pendidikan Islam.Bumi Aksara.Cet-6. 2012 .hlm. 171
53 Abdullah Nashih Ulwan. Op.cit. Bag 3.pasal ke-1 hlm.515
46
perilaku senang menyendiri,emosional,terburu-buru,lemeh keperibadian,ceroboh,temperamental,Serakah,dan sifat lainya.Sifat-sifat ini akan sulit dihilangkan ketika ia dewasa dan tetap akan menjadi perilakunya yang tertanam kuat.maka jika pendidik tidak memberikan perhatian
secara serius pada masa kanak-kanak,permasalahan ini akan menjadi gangguan di suatu saat.Di sini kita dapati beragam penyimpangan akhlak,yang disebabkan pola pendidikan yang diterima anak. 54
Demikianlah,keluarga pernah dan masih tetap merupakan pusat pendidikan pertama,tempat anak berinteraksi dan memperoleh kehidupan emosional.keutamaan ini membuat keluarga memiliki pengaruh yang dalam terhadap anak.keluarga merupakan lingkungan alami yang memberi perlindungan dan keamanan serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok anak.Keluarga juga merupakan lingkungan pendidikan yang urgen,tempat anak memulai hubunganya dengan dunia sekitarnya serta membentuk pengalaman-pengalaman yang membantunya untuk berinteraksi dengan lingkungan fisik dan sosial.55
Sedangkan tatkala pendidikan terhadap seorang anak itu jauh dari tuntunan akidah islam,hanya sekedar arahan agama,hubungan dengan Allah maka anak itu akan tumbuh diatas kefasikan,penyimpangan,kesesatan,dan kekafiran.bahkan ia akan dituntun oleh hawa nafsunya dan akan berjalan mengikuti keinginan diri yang selalu memerintah kepada kejelekan dan
54 Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid,Cara Nabi Mendidik Anak,Al-‘Itishom Cahaya Umat.2012 hlm 262
55 Hery Noer Aly,MA dan H.Munzier S,MA.Watak Pendidikan Islam.Friska Agung insani,jakarta. 2000.hlm 203.
47
mengikuti bisikan bisikan setan yang selaras dengan watak,keinginan,dan tuntunannya yang rendah.56
Orang tua dituntut agar menjalankan segala perintah Allah swt dan sunnah Rasul-Nya, menyangkut perilaku dan perbuatan.Karena anak melihat mereka setiap waktu.Kemampuan untuk meniru,secara sadar atau tidak,sangat besar.Tidak seperti yang kita duga.Namun kita sering memandangnya sebagai mahluk kecil57
Untuk mendapatkan anak yang memiliki perilaku baik tidak mudah membalikkan telapak tangan, tapi orang tua harus mempersiapkan tahapan-tahapan yang harus diajarkan kepada putra-putrinya agar tercapai.diantara tahapan-tahapan pendidikan moral anak dalam keluarga adalah :
a.Pendidikan Moral masa Pranatal
Dari beberapa pendapat termasuk yang menguraikan pertumbuhan/Perkembangan fungsi Fisiologis masa pranatal,tahap kematangan prenatal antara umur 2,5 bulan s.d 9 bulan.Dalam tahap ini perkembangan manusia yang terjadi dalam kandungan hanyalah perkembangan fungsi dari organ-organ yang tumbuh dengan individuasi dan direferensiasi.perkembangan ini lebih bersifat pematangan fungsi saraf serta refleks untuk menggerakan tubuh insan bayi.58
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang paling awal dan sangat mempengaruhi perkembangan seorang anak.oleh karena itu kedua
56 Abdullah Nashih Ulwan.Op.Cit. Bag 2 .pasal -2 .hlm 132
57 Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid.Op.Cit ,hlm 59
58 M.Dalyono.Psikologi Belajar.Rineka Cipta. Jakarta cet -7 2012 hlm 92.
48
orang tuanya hendaknya berusaha menciptakan kehidupan rumah tangganya yang harmonis dan didasari oleh nilai-nilai agama sehingga anak memperoleh pendidikan yang baik sejak dini.59
Seorang Filsuf Jerman bernama Feagot berkata,”Moral tanpa agama adalah sia-sia”. Kemudian Seorang tokoh besar India, Mahatma Ghandi berkata,”sesungguhnya agama dan pekerti yang baik keduanya adalah satu kesatuan yang tidak pernah bisa dipisahkan.ia adalah satu kesatuan yang tidak terbagi-bagi.sesungguhnya agama bagaikan ruh bagi moral, sedangkan Akhlak adalah cuaca bagi ruh,dan dengan ungkapan yang lain bahwa agama memberikan makan,menumbuhkan,dan membuat hidup akhlak,sebagaimana air yang menumbuhkan tanaman”60
Dari beberapa ungkapan diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral itu tidak dapat terlepas dari agama dan pendidikan moral yang paling baik terdapat dalam Agama.Oleh sebab itu, ketika memilih pendamping hidup dengan mengedepankan fondasi agama dan akhlak adalah Perkara yang paling penting bagi calon suami istri dalam merealisasikan kebahagiaan yang sempurna.sehingga nantinya anak-anak mendapat pendidikan agama yang sempurna dan terbentuk keluarga yang memiliki kemuliaan dan ketentraman.61
Kejadian manusia berawal dari pertemuan antara seperma laki-laki dengan telur perempuan (ovum) sejak itu secara bertahap keturunan
59 Mudzakir..Op cit hlm 5
60 Abdullah Nashih Ulwan.Op.Cit. Bag 2 .pasal -2. Hlm 133
61 Abdullah Nashih Ulwan.Op cit.hlm 11
49
manusia mulai dibentuk hingga menjadi manusia sempurna.
Allah berfirman,(QS.Al-Mukminun:13-14): daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”.(QS.Al-mukminun:13-14)62
Manusia secara genetis mula-mula terjadi dari satu seperma dan satu telur.satu seperma memasuki sebuah telur dan satu individu baru mulai membentuk diri.kehidupan awal individu sangat dipengaruhi oleh kondisi ibu,yaitu yaitu wanita(istri) yang mengandungnya.sedang peran ayah dalam menumbuhkan individu baru hanyalah memberikan kemungkinan yang
62 Kementerian Agama .Op.Cit ,hlm 476
50
tepat agar individu itu terkonsep.apapun yang akan diturunkan oleh seorang ayah kepada anaknya adalah berupa sifat-sifat yang terkandung di dalam satu seperma yang terbuahkan.Untuk mengetahui secara pasti sifat-sifat apakah yang terkandung didalam seperma itu bukanlah hal yang mudah,63
Setelah terjadinya pembuahan dalam rahim istri,maka tiba saat Pranatal,dalam arti istri mengandung anak yang akan lahir.Untuk mempersiapkan keadaan tersebut,maka hal yang harus dilakukan calon ayah dan Ibu adalah melakukan pendidikan yang salah satunya berupa pendidikan moral masa pranatal secara lahir batin. pendidikan Pranatal adalah upaya pendidikan yang dilakukan oleh calon ayah dan ibu pada saat anak masih berada dalam kandungan.
Proses pendidikan anak bermula sejak dalam kandungan.Hal ini dilakukan antara lain:
Proses pendidikan anak bermula sejak dalam kandungan.Hal ini dilakukan antara lain: