• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Pendidikan

1. Pendidikan Perspektif Umum

BAB II KAJIAN TEORI A. Pendidikan

Pendidikan menjadi salah satu kebutuhan bagi semua manusia, dalam hal ini pendidikan menjadi sarana utama yang perlu dikelola, secara

sistematis dan konsisten berdasarka berbagai pandangan. Manusia adalah

makhluk yang dinamis, dan bercita-cita ingin meraih kehidupan yang sejahtera. Untuk itu manusia dituntut untuk meningkatkan kemampuannya melalui proses pendidikan, dimana pendidikan adalah suatu kegiatan secara bertahap berdasarkan perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan atau cita-cita tersebut.

1. Pendidikan Perspektif Umum

Dalam Bahasa Yunani: Pendidikan berasal dari kata Pedagogi, yaitu dari kata “paid” artinya anak dan “agogos” artinya membimbing. Itulah sebabnya istilah pedagogi dapat diartikan sebagai “ilmu dan seni mengajar anak (the art and science of teaching children). Menurut Pesikologi pendidikan adalah mencakup segala bentuk aktivitas yang akan memudahkan dalam kehidupan bermasyarakat (Nana, 2012: 22).

Dalam Undang-Undang SISDIKNAS (1989: 2) menjelaskan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Seiring dengan upaya revisi UU SISDIKNAS (2003: 20) penyempurnaan atas uu sidiknas yang lama yaitu dengan amandemen

memperluas cakupan Pendidikan yaitu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, dan perbuatan mendidik.

Pendidikan menurut Azra (2012: 4), telah didefinisikan secara berbeda-beda oleh berbagai kalangan, yang sudah banyak dipengaruhi oleh berbagai sudut pandang dunia masing-masing. Namun pada dasarnya, semua pandangan yang berbeda itu bertemu dalam semacam kesimpulan awal, yaitu pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien.

Di kalangan penulis Indonesia, istilah pendidikan biasanya lebih diarahkan pada pembinaan watak, moral, sikap, atau kepribadian atau bisa juga dikatakan lebih mengarah pada ranah afektif, sementara pengajaran lebih diarahkan pada penguasaan ilmu pengetahuan serta ketrampilan atau bisa dikatakan juga lebih menonjolkan dimensi kognitif dan psikomotorik. (Muhaimin, 2012: 37).

21

Menurut Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2002 : 263) Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik.

Menurut Fuad Ihsan (2005: 1) Pengertian pendidikan secara sederhana adalah “Usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan

potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada didalam masyarakat dan kebudayaan”, Jadi menururt Fuad pendidikan merupakan suatu bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan budaya. Setiap kehidupan manusia hampir tidak pernah lepas dari unsur budaya.

Menurut Dewey (2003: 69) dalam buku Nana hal 40 Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesama manusia”. pengertian jhon mencakup pendidikan pengendalian dan pengasahan kemampuan diri dalam

mengendalikan diri. J.J. Rousseau (2003: 69) Pendidikan

merupakan pemberian kita kepada siswa, berupa pembekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak, akan tetapi kita membutuhkanya pada masa dewasa”. Dari penjelasan rousseau menitik beratkan bekal yang ditimbun hari ini yang akan di gunakan untuk masa yang akan datang.(Nana: 23)

Oemar Hamalik ( 2001: 79) Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin

terhadap lingkungan dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara kuat dalam kehidupan masyarakat.

Djaelani (2015: 4) menjelaskan pendidikan adalah proses yang berisi berbagai macam kegiatan yang cocok bagi individu untuk kehidupan sosialnya dan membantu meneruskan adat dan buadaya serta kelembagaan bagi sosial dari generasi ke generasi. Jadi, menurut djaelani pendidikan sebgai suatu proses yang menghasilkan sebuah interaski untuk membangun kehidupan sosial dan budaya dalam meningkatkan kesejahteran antar manusia.

Feni (2014: 13) Pendidikan merupakan bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaanya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. Jadi menurut kesimpulan penulis pada pengertian ini, proses pembentukaan dan pembimbingan yang berkelanjutan yang terusmenerus agar tertanam dan terbentuk sistem manusia yang diinginkan, cakapdan disiplin terhadap tugas yang akan di emban.

Sedangkan pendidikan menurut Syaiful Bahri Djamarah ( 2005: 22) adalah usaha yang dilakukan dengan sadar dan bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia. Sebagai suatu kegiatan yang selalu sadar akan tujuan, maka pelaksanaannya juga berada pada proses-proses yang

23

berkesinambungan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Sedangkan Ahmad D. Marimba juga memberikan pengertian bahwa pendidikan sejatinya adalah sebagai bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama (Marimba, 1998: 20). Pendidikan dan pengajaran adalah dua hal yang berbeda, pendidikan dapat pula dikatakan lebih dari sekedar pengajaran. Pengajaran hanya dianggap sebagai sebuah cara atau proses transfer ilmu belaka, bukan transformasi nilai dan pembentukkan kepribadian anak didik dengan berbagai aspek cakupannya. Perbedaan pendidikan dengan pengajaran terletak pada penekanan pendidikan terhadap pembentukan kesadaran dan kepribadian peserta didik di samping transfer ilmu dan keahlian (Azra, 2012: 4).

Menurut Ki Hajar Dewantara (1977: 14). Pengertian pendidikan yang merupakan Bapak Pendidikan Nasional Indonesia ini menjelaskan bahwa pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, maksudnya yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya, Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Jadi, pendapat yang dikemukakan Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan, salah satu unsur yang sangat penting dalam membangun

tumbuh kembang terhadap anak. Dalam hal ini anak-anak sangat perlu informasi untuk membentuk keterampilannya, Ki Hajar Dewantara sendiri yang kita kenal sebagai bapak pendidikan nasional mendefinisikan pendidikan pada umumnya adalah sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti anak didik yang meliputi kekuatan batin, karakter, pikiran dan juga diri anak didik itu sendiri, dan menurut beliau bagian-bagian ini tidak dapat dipisahkan agar supaya dapat mencapai kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dan penghidupan anak didik bisa selaras dengan dunianya. Merut bapak pendidikan bisa diimpulkan proses penggalian dan penjelasan akan kehebatan mahluk(manusia) agar mengasah kemampuan yang ada dalam diri mereka untuk menyongsong masa depan yang cerah.

Berdasarkan semua pengertian diatas bahwa pendidikan bahwa pendidikan merupakaan kebutuhan mutlak yang harus dikembangkan sejalan dengan tuntunan pembangunan secara tahap demi tahap. Pendidikan yang dikelola dengan terib, teratur efektif dan evesien akan mampu mempercepat proses pembudayaan bangsa yang berdasarkan kesejahteraan umum dan pencerdasan kehidupan bangsa.

Dokumen terkait