• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

C. Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam Pmelalui

2. Pendidikan Sosial

Sosial adalah segala sesatu yang mengenai atau berkaitan dengan masyarakat. Dan diantara aspek-aspek sosial meliputi tingkah laku, kebutukan materi, aturan-aturan.

Yang penulis maksud di sini adalah suatu hal yang mengikat tak hanya dipandang baik atau buruk, benar atau salah, akan tetapi dilihat dari segi essensi secara obyektif oleh masyarakat luas.

Dalam kamus besar sosial diartikan sebagai suka memperhatikan kepentingan umum (suka menolong).21

Jadi nilai-nilai sosial yang terdapat dalam penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam melalui cinta alam pada anak adalah sebagai

berikut :

a. Mengikat tali persaudaraan. b. Melatih disiplin.

c. Mencegah perbuatan keji dan mungkar. d. Kebersamaan.

e. Tolong menolong. f. Saling menghargai. g. Menjaga kebersihan.

h. Tidak menganggap rendah sesama teman. i. Ingin mengikuti kegiatan sosial.

a. Islam Kependudukan dan Lingkungan Hidup

Dalam memelihara kebersihan lingkungan agama Islam juga

memerintahkan supaya umat Islam selalu membersihkan

lingkungannya, biar tidak jorok seperti orang-orang Yahudi, yang kenyataannya sekarang orang Yahudi lebih baik dan lebih maju.22

Manusia diciptakan dengan mengemban tugas sebagai khalifah Allah c.i bumi, ia di karuniai kemampuan yang sangat istimewa yaitu, kekuatan dan kemampuan akal pikir yang membedakannya dari binatang. Sudah sepantasnya bila akal pikir ini beriman kepada sang

22 H.Wagino Aii Mashuri, Kebersihan dan Kesehatan Dalam Ajaran Islam, PT.Garoeda Buana Indah, Pasuruan, 1994, h im .129

42

Khalik-Nya, yaitu Tuhan Allah Yang Maha Esa, yang telah mcnciptakan manusia dan seluruh alam semesta.

Agama mendorong agar kita senantiasa mcnjaga kelestarian alam dengan membangun kesadaran manusia untuk mengerti dan memahami makna-makna akan penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak didik melalui kegiatan cinta alam dan didalam itu terkandung nilai agama, budaya, serta dari ilmu pengetahuan lainnya. Kita bisa memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam kegiatan tersebut. Penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak didik melalui kegiatan cinta alam mempunyai peranan penting bagi kelangsungan hidup manusia yang berhubungan dengan manusia, alam, serta hubungan manusia dengan Tuhan serta menjalankan tugas manusia sebagai khalifah f i l ’ard. Tuhan mengangkat manusia sebagai khalifah atau menjadikan khalifah meliputi : pengangkatan sebagian anggoti masyarakat manusia dengan mewahyukan syariat-Nya kepada mereka untuk menjadi khalifah, pengangkatan seluruh manusia pada posisi di atas makhluk lain dengan diberi kekuatan akal.23 Kemampuan lingkungan untuk memasok sumber daya dan untuk mengasimilasi zat pencemar serta ketegangan sosial adalah terbatas, batas kemampuan itu disebut daya dukung. Kecenderungan yang terjadi selama ini adalah kenaikan kualitas hidup disertai oleh kenaikan konsumsi sumber daya alam dan pencemaran serta naiknya ketegangan sosial. Jika

23 Hasbi Ash-S'iiddieqy, Tafsir Al-Quranul M ajid AN-NUUR /, Pustaka, Rizki Putra, Semarang, 2000, him. 71

kecenderungan itu terus berlangsung, pada suatu ketika daya dukung lingkungan materi harus terlampui. Konsekuensi ini ialah terjadinya kemerosotan kehidupan manusia. Untuk itu perlunya kualitas hidup tidak Cuma pada materi saja, tetapi juga, agama, seni, budaya, filsafat, dan ilmu pendidikan seperti inilah yang khas merupakan kebutuhan hidup manusiawi.24 Hubungan antara manusia dengan alam atau hubungan manusia dengan sesamanya, bukan merupakan sesuatu hubungan antara penakluk dan yang ditaklukkan atau antara tuan dengan hamba, tetapi hubungan kebersamaan dan ketundukan kepada Allah SWT.25

Kemuliaan manusia mendapat jurtifikasi dari Tuhan tatkala manusia (Adam) membawa kekhalifahan di muka bumi ini, Tuhan tidak memberikan fungsi kekhalifahan kepada malaikat meskipun rnereka amat relejius (senantiasa bertasbih memuji Tuhan dan mengkuduskan-Nya).26

b. Organisasi Lingkungan.

Struktur organisasi dan administrasi pemerintah berbeda dari negara ke negara, khususnya dalam hubungannya dengan pelaksanaan pertanggungjawaban pengelola sumber daya alam dibumi ini? dan

' 4 Otto Soemarwoto " Analisis Mengenai Dampak Lingkungan " Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 1997, him. 24

' 5 Quraish Shihab, Membumikan Al-Quran, Mizan, Bandung, 1994, him. 295

2" Nurcholis Madjid, Islam Doktrin dun Peradaban; Sebuah Telaalt Kritis Tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemodernan, Yayasan Wakaf Paramadina, Jakarta, 1995, him.

14-44

bagairnana minat terhadap kualitas lingkungan yang baik itu di perhatikan crang?

Seperti di ketahui, stuktur formal hanyalah merupakan sebagian lingkungan sektor pemerintah dan swasta di mana putusan di buat. Tetapi pada umurnnya, struktur yang biasa dikenal orang dapat dikembangkan di mana terjadi perencanaan dan pengelolaan pembangunan yang aspek-aspek kualitas lingkungan dan sistem alami diberi wadah.

Kualitas lingkungan sebagai tujuan pemerintah dapat diberi wadah dalam berbagai bentuk pada struktur yang dikemukakan, mungkin ada lembaga sektoral khusus yang bertanggung jawab terhadap beberapa aspek kualitas lingkungannya: contoh, lembaga perlindungan lingkungan di amerika serikat. Alternatifnya, tanggung jaw ab seperti ini ada di tangan departemen kesehatan. Biasanya, terdapat satu atau lebih lembaga sektoral yang berhubungan dengan sumber daya alam, kehutanan, bahan tambang, energi, air.27

Dalam upaya penegakan hukum lingkungan organisasi- organisasi yang mempunyai bidang untuk m eregakkan lingkungan harus benar-benar beracuan dengan undang-undang hukum lingkungan, agar dapat berjalan dengan apa yang kita harapkan.

Penegakan hukum lingkungan mengenai analisis dampak lingkungan harus benar-benar ditegakkan seperti yang tercantum

11 Maynard M. Hufschmidt, David E. James, Anton D. Meister, Blair T. Bower, John A. Dixon,

Lingkungan, System Alami, dan Pembangunan Pedoman Penilaian Ekonomis, Gadjah Mada University Press, 1992, him. 29-32

dalam undang-undang lingkungan hidup dan analisis mengenai dampak lingkungan.28 Penegakan hukum lingkungan mengenai dokumen amdal diberbagai sektor pembangunan ditingkat nasional dan daerah yang telah dicetuskan oleh menteri Negara lingkungan hidup Dr. A. Sonny keraf 226-240, sebagai acuan hukum tentang lingkungan yang harus di tegakkan dan bukan untuk mengayomi ketidak adilan akan sumber daya alam.29

c. Implikasi Pendidikan Cinta Alam

Member! perhatian terhadap segala potensi yang dimiliki manusia sccara pcnuh sehingga pendidikan bisa lebih manusiawi yakni pendidikan yang melayani pengembangan dimensi-dimensi fisik, kognitif, efektif dan psikomotorik. Pendidikan yang baik bukanlah bertumpu pada proses sosialisasi yang hanya menyebarkan dan mentransfer ilmu pengetahuan dari luar kepada anak didik tanpa penyadaran akan situasi obyektif realitas masyarakat, akan tetapi pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mengarahkan anak didik menuju proses penyadaran yakni sebuah pendidikan yang mengutamakan penyadaran kepada anak didik tentang dunia nyata dengan mengarahkan mereka untuk mengatasi secara mandiri terhadap prooblem obyektif realitas. Sehingga pendidikan bukan untuk

- Undang-Undang Lingkungan Hidup dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan,

Dilengkapi, Pelestarian Alam, Tata Ruang, Panduan Penyusunan Amdal, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Tahun 2000, Penerbit CV. Tamita Utama, 2000 him 3

46

memupuk pengetahuan melalui transfer ilmu melainkan pemupukan kesadaran akan segala hal yang terjadi didalam masyarakat.

Manusia adalah makhluk yang membutuhkan pendidikan, tanpa pendidikan ia akan kesulitan dalam mengembangkan potensi- potensi yang ada dalam dirinya. Pendidikan dapat membawa manusia kearah perubahan, pembentukan watak dan kepribadiannya sendiri. Dengan pendidikan manusia dapat memahami baik dan buruk kehidupan di dunia.

Dalam proses suatu usaha pendidikan di inginkan adanya keterarahan, yaitu, mengarahkan anak didik (manusia) kepada titik optimal kem am puannya/0 Dimana kemampuan yang di hasilkan bernilai positif. Pendidikan di artikan sebagai proses timbal balik dari tiap pribadi manusia dalam penyesuaian dirinya dengan alam, dengan teman, dan dengan alam semesta. Pendidikan merupakan pula perkembangan yang terorganisasi dan kelengkapan dari semua potensi- potensi manusia, moral, intelektual dan jasm ani (flsik), dan untuk kepribadian individunya dan kegunaan masyarakatnya yang diharapkan demi menghimpun semua aktivitas tersebut bagi tujuan hidupnya (tujuan akhir).31 Jadi, pendidikan adalah berbagai usaha yang di lakukan oleh seseorang (pendidik) terhadap seseorang (anak didik) agar tercapai perkembangan maksimal yang positif.32

™ HM. Arifin, F ilsafit Pendidikan Islam, Jakarta, Bumi Aksara, 1991, hlm.l 1 '' Zuharini, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta, Bumi Aksara, 1995, him. 150

32 Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Bandung, Remaja Rosdakarya, 2001 him. 28

Manusia memiliki potensi dapat dididik dan mendidik, sehingga mampu menjadi khalifah di bumi dan sebagai pengemban

amanat dari Allah SWT. Fitrah yang ada dalam diri manusia

merupakan potensi dasar anak didik yang dapat mengantarkan pada tumbuhnya kreatifitas dan produktifitas, serta komitmen terhadap suatu nilai-nilai Ilahi dan insani.3j Dalam diri manusia dapat diisi dengan berbagai bentuk ketrampilan dan per.getahuan yang bisa terus dikembangkan. Fitrah manusia merupakan pelengkap dari penciptaan dirinya. Sebagaimana Allah berfirman :

"(Tegakkanlah) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia berdasarkan fitrah itu. Tidak ada perubahan dan penciptaan Allah itu...." (QS. AR-Rum : 30).

Manusia secara biologis mempunyai persamaan dengan binatang, karena manusia juga memiliki sifat-sifat yang ada dalam diri binatang, antara lain membutuhkan makan, minum, udara, berkembang biak, dan lain-lain. Namun disamping itu, manusia mempunyai ciri-ciri khusus yang membedakan dengan binatang, yakni manusia mempunyai kemampuan dasar yang telah dibawa semenjak lahir, seperti kemampuan untuk berfikir, beradaptasi dengan lingkungannya dan lain sebagainya.

Untuk mengembangkan kemampuan tersebut, manusia sangat memerlukan pendidikan, agar hal itu dapat tumbuh dan berkembang s x a ra wajar dan optimal. Menurut Zuhairini, dkk bahwa, apabila anak

48

tidak diberi bimbingan atau pendidikan intelek, susila, sosial, agama, dan lain-lain, maka anak tersebut tidak dapat berbuat sesuatu.34 Dan tepat apa yang dikemukakan oleh Emmanuel Kant bahwa, manusia dapat menjadi manusia karena pendidikan.35

Dari pernyataan tersebut bahwa manusia sangatlah memerlukan pendidikan, ia tidak bisa lepas dari pendidikan itu sendiri, tanpa pendidikan manusia kurang bisa dalam memenuhi tugas dan fungsinya sebagai pengemban amanat. Dan dengan pendidikan manusia akan lebih banyak dalam menggali potensi-potensi yang ada dalam dirinya, serta dalam mengimplementasikannya pada kehidupan sehari-hari.

H.M. /n-ifin, dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam mengatakan bahwa, pendidikan Islam bertujuan untuk mewujudkan manusia yang berkepribadian muslim baik secara lahir maupun batin, mampu mengabdikan segala amal perbuatannya untuk mencari keridhaan Allah SWT., dengan demikian, hakikat cita-cita pendidikan Islam adalah melahirkan manusia-manusia yang beriman dan berilmu pengetahuan, sat a sama lain saling menunjang. Oleh karena itu, untuk aapat melaksanakan fungsi kekhalifahan, manusia dibekali Tuhan dengan berbagai potensi. Potensi-potensi ini diberikan Tuhan sebagai anugerah yang tidak diberikan kepada makhluk lain, Potensi-potensi ini dalam bahasa agama disebut fitrah.36

34 Zuhairini, op.cit., him. 93 35 Ibid., him. 93

Pendidikan sangat mempengaruhi kehidupan manusia berkelanjutan, oleh karena itu pendidikan diharapkan lebih bersifat

memberikan atau menyediakan stimulus agar secara otomatis subjek

didik memberikan respons terhadapnya/' Hal ini merupakan implikasi dari fitrah yang ada dalam diri manusia untuk terus berkembang dan tumbuh dengan menfaatkan potensi-potensi yang lelah ada dalam dirinya.

Dengan tanggung jawab sebagai khalifah, manusia memiliki amanah Tuhan untuk memelihara kehidupan seluruh potensi alam ini secara adil dan lestari, oleh karena itu pendidikan tidak hanya berlangsung dilingkungan sekolah melainkan juga dilingkungan rumah tangga, masyarakat dan bahkan dialam bebas. Dimanapun manusia hidup, pendidikan berlangsung secara nyata bahkan kehidupan itu sendiri merupakan proses pendidikan.38 Tujuan dari pendidikan Islam dan cinta alam sebagai arah dan misi pendidikan Islam dalam proses kemanusiaannya. Sesuai dengan apa yang hams menjadi tanggung jawab manusia dibumi, maka tujuan pendidikan Islam pun tidak

terlepas dari makna tujuan manusia hidup didunia.

^ Ahmadi, Islam Sebagaiparadigma Pendidikan, Adittya Media, Semarang, 1992, him. 51 HM. Isrjad Djuwaeli, Pembaharuan Pendidikan Islam, Harisd Utama Mandiri, Jakarta, 1997, him. 5

Dokumen terkait