BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN 2018
2.5. Penelaahan Terhadap Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
pelayanan kesehatan perorangan kepada masyarakat, peran masyarakat sangat penting dalam mendukung semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan. Dalam kaidah perencanaan pembangunan, penyusunan perencanaan tidak saja didasarkan pada mekanisme top-down, akan tetapi juga melalui mekanisme buttom-up. Proses perencanaan melalui mekanisme buttom-up dilaksanakan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (MUSRENBANG) pada tingkat desa, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi sampai pada tingkat nasional.
Mekanisme ini didasarkan pada undang-undang perencanaan pembangunan yang ada.
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 69 Dalam musrenbang tingkat desa pemangku-pemangku kepentingan seperti LMD, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda secara aktif memberikan masukan serta usulan kebutuhan program/kegiatan untuk pembangunan kesejahtaraan kesehatan masyarakat desa. Demikian juga ditingkat kecamatan, kabupaten serta provinsi. Dalam pelaksanaan musrenbang di Kabupaten Pangandaran selalu menghadirkan pemangku-pemangku kepentingan yang ada. Usulan kegiatan sebagai aspirasi masyarakat tersebut secara menyeluruh ditampung dan disinergikan dengan program dan kegiatan pelayanan dan peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Pangandaran.
Penyusunan rancangan rencana kerja disesuaikan dengan aspirasi dari masyarakat, dimana aspirasi tersebut melalui proses musrenbang desa dilanjut dengan musrenbang kecamatan. Dari musrenbang kecamatan dihasilkan beberapa kegiatan diantaranya kegiatan: 1.
Pembangunan/Rehabilitasi Puskesmas Pembantu yang berada di Kecamatan Parigi, Kecamatan Cigugur, Kecamatan Mangunjaya, Kecamatan Cijulang, dan Kecamatan Cimerak. Kegiatan ini terakomodir oleh Dinas Kesehatan, namun kegiatan ini belum menjadi skala prioritas Dinas Kesehatan untuk saat ini, dikarenakan prioritas utama adalah Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pangandaran dan Pembangunan UPTD Puskesmas se-Kabupaten Pangandaran. 2.
Pembangunan Posyandu kegiatan ini tidak terakomodir, karena bukan menjadi kewenangan Dinas Kesehatan untuk melakukan kegiatan ini.
Leading sektor untuk kegiatan ini ada di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. 3. Pengadaan Ambulan Desa, Pemberian Makanan
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 70 Tambahan/Bantuan Gizi Masyarakat, Peningkatan Sarana dan Prasanara Posyandu, Pelatihan Tenaga Kelompok Bina Keluarga dan Revitalisasi Posyandu kegiatan ini tidak terakomodir dan bukan menjadi kewenangan Dinas Kesehatan, karena dalam Peraturan Menteri Perdesaan Nomor 22 Tahun 2016 dijelaskan bahwa pengadaan sarana dan prasarana yang menyangkut kepentingan bersama di perdesaan menjadi tanggung jawab pemerintah desa dengan pembiayaan dari Alokasi Dana Desa (ADD).
Untuk kegiatan yang berasal dari pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Pangandaran diantaranya Pembangunan dan Pengadaan Sarana dan Prasarana Puskesmas, telah ada dalam rancangan awal program dan kegiatan tahun 2019, sehingga sudah jelas kegiatan tersebut terakomodir dalam Rencana Kerja Dinas Kesehatan Tahun 2019.
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 71 BAB III
TUJUAN DAN SASARAN SKPD DINAS KESEHATAN
3.1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional
Visi dari Kebijakan Nasional Tahun 2018 adalah “Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”. Memiliki 7 (tujuh) Misi yaitu:
1. Keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian indonesia sebagai negara kepulauan,
2. Masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan negara hukum,
3. Politik luar negeri bebas aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim,
4. Kualitas hidup manusia indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera,
5. Bangsa berdaya saing,
6. Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional,
7. Masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 72 Kebijakan Pembangunan Nasional menghadirkan 9 (sembilan) agenda prioritas disebut juga NAWA CITA sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019:
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan.
4. Memperkuat kehadiran Negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 73 5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui
peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia Pintar"; “ Indonesia Sehat” serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program
"Indonesia Kerja" dan "Indonesia Sejahtera" dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 74 Fokus Kebijakan Nasional Tahun 2018 antara lain :
1. Pendidikan, 2. Kesehatan,
3. Perumahan dan Pemukiman,
4. Pengembangan dunia usaha dan periwisata, 5. Ketahanan energi,
6. Ketahanan Pangan,
7. Penanggulangan kemiskinan,
8. Infrastruktur, konektivitas, dan kemaritiman, 9. Pembangunan wilayah, dan
10. Politik, hukum, dan pertahanan keamanan.
3.1.1 Telaahan Terhadap Visi dan Misi Kementerian Kesehatan
A. Visi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Masyarakat Sehat Yang Mandiri Dan Berkeadilan”.
B. Misi Kementerian Kesehatan
1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat termasuk swasta dan masyarakat madani;
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 75 2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya
upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan;
3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan;
4. Menciptakan tatakelola kepemerintahan yang baik;
C. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan
1. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta dan masyarakat madani dalam pembangunan kesehatan melalui kerjasama nasional dan global;
2. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta dan masyarakat madani dalam pembangunan kesehatan melalui kerjasama nasional dan global;
3. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis bukti: dengan pengutamaan pada upaya promotif dan preventif;
4. Meningkatkan pembiayaan pembangunan kesehatan, terutama untuk mewujudkan jaminan sosial kesehatan nasional;
5. Meningkatkan pengembangan dan pendayagunaan SDM kesehatan yang merata dan bermutu;
6. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat dan alat kesehatan serta menjamin keamanan, khasiat,
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 76 kemanfaatan, dan mutu sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan;
7. Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, transparan, berdayaguna dan berhasil guna untuk memantapkan desentralisasi kesehatan yang bertanggung jawab.
3.1.2 Telaahan Terhadap Visi dan Misi Dinas Kesehatan Provinsi
A. Visi Dinas Kesehatan Provinsi
“Tercapainya Masyarakat Jawa Barat yang Mandiri Untuk Hidup Sehat”.
Visi tersebut diwujudkan melalui 4 (empat) misi pembangunan yaitu:
B. Misi Dinas Kesehatan Provinsi
1. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.
2. Mengembangkan kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan.
3. Meningkatkan Sistem Surveilance dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
4. Menjamin ketersediaan sumber daya manusia dan fasilitas pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dan berkualitas mewujudkan Pemerataan Pembangunan yang Berkeadilan.
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 77 Faktor-faktor pendorong dan penghambat yang dapat mempengaruhi Visi dan Misi Kementerian Kesehatan RI dan Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat diuraikan sebagai berikut : 1. Faktor Pendorong
1) Masyarakat Kabupaten Pangandaran masih memiliki nilai-nilai kearifan lokal terutama dalam mempertahankan dan mempraktekkan hidup bergotong royong.
2) Hampir semua Desa/Kelurahan di Kabupaten Pangandaran sudah memiliki sarana pelayanan kesehatan dasar beserta para petugas kesehatan.
3) Adanya regulasi yang jelas mengenai tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.
4) Semakin banyak kesempatan memperoleh dukungan kebijakan dan anggaran yang transparan dengan adanya sistim e-planning yang mudah diakses.
2. Faktor Penghambat
1) Masih ada pola pendekatan pemberdayaan masyarakat yang diikuti dengan pola subsidi tidak berimbang.
2) Pemerataan jumlah dan jenis tenaga kesehatan yang belum proporsional.
3) Beberapa wilayah Kecamatan dan Desa merupakan daerah potensial bencana alam.
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 78 Sistem Kebijakan Nasional yang sering berubah-ubah, tanpa memperhatikan potensi yang dimiliki daerah. Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai lembaga teknis daerah yang melaksanakan pelayanan kesehatan dan membantu Bupati Pangandaran dalam menyusun dan merumuskan kebijakan teknis di bidang kesehatan dituntut untuk menghasilkan terobosan-terobosan dan inovasi terutama dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan Kebijkan Pembangunan Nasional dalam meningkatkan Kualitas Hidup Manusia dan Masyarakat, revolusi karakter bangsa dan memperkuat restorasi sosial.
3.2 Tujuan dan Sasaran Renja SKPD Dinas Kesehatan
Maksud penyusunan Rencana Kinerja (Renja) Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Tahun 2019 adalah dilaksanakan untuk memberikan arah dan sekaligus sebagai acuan/pedoman dalam penyusunan dan pelaksanaan program pembangunan kesehatan selama satu tahun kedepan.
Sedangkan tujuannya adalah untuk menjabarkan Visi, Misi dan Strategi pelayanan kesehatan yang terdapat dalam Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran 2016-2021 ke dalam berbagai program dan kegiatan sehingga tercipta sinergitas sistem perencanaan secara berkesinambungan. Selain daripada itu Renja merupakan salah satu bentuk indikator dalam mengukur kinerja
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 79 pelayanan di Kabupaten Pangandaran. Adapun tujuan dan sasaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran terurai sebagai berikut:
A. Tujuan
1. Terwujudnya reformasi birokrasi, dengan indikator:
a. Nilai AKIP SKPD
b. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
2. Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, dengan indikator :
a. Indeks Kesehatan B. Sasaran
1. Birokrasi yang bersih dan akuntabel, dengan indikator : a. Nilai AKIP SKPD
2. Birokrasi yang memiliki pelayanan publik yang berkualitas, dengan indikator :
a. Indeks Kepuasan Masyarakat
3. Meningkatnya mutu dan akses pelayanan kesehatan, dengan indikator :
a. Indeks kesehatan
b. Angka kematian ibu (AKI) c. Angka kematian bayi (AKB)
d. Persentase kecamatan siap siaga dalam penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat yang berpotensi wabah/KLB
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 80 4. Meningkatnya standar pelayanan kesehatan, dengan indikator :
a. Persentase fasilitas pelayanan kesehatan terakreditasi b. Peningkatan status fasilitas pelayanan kesehatan
5. Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana fasilitas pelayanan kesehatan, dengan indikator :
a. Persentase sarana dan prasarana fasilitas pelayanan kesehatan yang memenuhi standar
b. Rumah Sakit yang dibangun
c. Persentase pelayanan kesehatan yang menerapkan system informasi kesehatan
3.3. Program dan Kegiatan
Rincian program dan kegiatan yang dilakukan Dinas Kesehatan untuk pembangunan kesehatan pada tahun 2019 adalah sebagai berikut : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.
a. Penyediaan Jasa Surat Menyurat,
b. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik,
c. Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional,
d. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor, e. Penyediaan Alat Tulis Kantor,
f. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan,
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 81 g. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan
Kantor,
h. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan, i. Penyediaan Makanan dan Minuman,
j. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah, k. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam Daerah, l. Penyediaan jasa Pengamanan Kantor dan Alat Pengaman, m. Penyediaan Jasa Pengemudi,
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.
a. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor, b. Pengadaan Mebeleur,
c. Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor,
d. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional, e. Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor, f. Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor, g. Penyediaan Gedung Kantor,
3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur.
a. Peningkatan Kapasitas Tenaga kesehatan Non PNS, b. Pelatihan Manajemen Kesehatan,
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 82 c. Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Obat
Puskesmas,
d. Diklat Manajemen Kefarmasian di Puskesmas.
4. Program peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.
a. Penyusunan Perencanaan Program dan Kegiatan SKPD,
b. Penyelenggaraan Pengelolaan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah,
c. Penyelenggaraan Pengelolaan Sistem Informasi Pengelolaan Barang Milik Daerah,
d. Penyelenggaraan Pengelolaan Sistem Informasi Pengelolaan Pendapatan Daerah,
e. Penyelenggaraan Pengelolaan Sistem/Data Kepegawaian 5. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan.
a. Penyediaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai (DAK), b. Penyediaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Kab/Kota, c. Pengadaaan Obat dan Perbekalan Kesehatan,
d. Peningkatan pemerataan Obat dan Perbekalan Kesehatan, e. Monitoring Evaluasi pengelolaan Obat,
f. Pengadaan Sarana Prasarana UPTD Farmasi,
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 83 g. Pengadaan Penunjang Mutu UPT Farmasi,
h. Dukungan Manajemen E-Logistik,
i. Pengawasan pelayanan kefarmasian di pelayanan kesehatan, j. Pengelolaan dan Pemusnahan Obat Rusak dan Kadaluwarsa, k. Sosialisasi Gema Cermat Kader menggunakan obat,
l. Evaluasi Sistem Pelaporan Kefarmasian di Sarana Kesehatan, m. Pengadaan Obat Gizi Puskesmas (DAK),
n. Pengadaan Larvasida Malaria (DAK), o. Distribusi Obat dan E-Logistik (DAK).
6. Program Upaya Kesehatan Masyarakat
a. Bantuan Operasional Kesehatan (DAK Non Fisik), b. Pelayanan Kesehatan Hari besar Nasional,
c. Pelayanan JKN Non Kapitasi, d. Pelayanan Kesehatan Rujukan, e. Pelayanan Kesehatan dasar,
f. Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), g. Operasi Katarak,
h. Khitanan Masal,
i. Penanganan Pelayanan Kesehatan Haji
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 84 j. Pertemuan Penilaian Kinerja Puskesmas,
k. Evaluasi PIS-PK,
l. Pelayanan Kesehatan P3K Event Kabupaten, m. Penilaian Puskesmas dan Klinik Berprestasi, n. Pembinaan Tenaga Kesehatan Praktik Mandiri, o. Pembinaan Penyehat Tradisional,
p. Pelatihan Kader Kesehatan Gigi dan Mulut,
q. Peningkatan Kapasitas Pengelola Program Kesehatan Gigi, Kestrad, Perkesmas dan Laboratorium,
r. Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Kesehatan Gratis, s. Monitoring dan Evaluasi Program JKN,
t. Penyusunan Dokumen Kerjasama (MoU) Jejaring rujukan, u. Pelayanan JKN Kapitasi,
v. Peningkatan Kapasitas Pengelolaa Administrasi JKN di Puskesmas,
w. Pembayaran iuran jaminan kesehatan (DBHCHT), x. Dukungan Manajemen BOK (DAK Non Fisik),
y. BOK Bidang Kesehatan Masyarakat (DAK N0n Fisik), z. BOK Bidang Pengendalian Penyakit (DAK Non Fisik),
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 85 aa. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin
(Banprov).
7. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
a. Pengadaan Media Promosi dan Informasi sadar hidup sehat, b. Talkshow bahaya asap rokok,
c. Monev Program Promkes dan pemberdayaan masyarkat, d. Sosialisasi Pemanfaatan UKBM,
e. Pembentukan Saka Bakti Husada, f. Peningkatan Strata Desa Siaga Aktif,
g. Edukasi Dampak Asap Rokok dan HIV/AIDS, h. Sosialisasi Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR), i. Kabupaten/Kota sehat.
8. Program Perbaikan Gizi Masyarakat a. Survei Anemia,
b. Monev Program Gizi,
c. Pencegahan dan Intervensi Stunting (Banprov),
d. Pengadaan PMT Ibu haml KEK dan balita Kurang gizi, e. Implementasi Kesehatan Gizi Masyarakat,
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 86 9. Program Pengembangan Lingkungan Sehat
a. Pemantauan dan penyemprotan Lalat,
b. Inspeksi Sanitasi Hotel dan tempat tempat umum, c. Pengelolaan Limbah medis Padat,
d. Pemeriksaan Kualitas Air Bersih, e. Pertemuan Evaluasi Program kesling,
f. Penerapan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM).
10. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular a. Rujukan penderita HIV Positif dan TB MDR,
b. Pengadaan bahan habis pakai HIV/AIDS,
c. Peningkatan Surveillance Epidemiologi dan Penanggulangan wabah,
d. Peningkatan Komunikasi, informasi, Edukasi (KIE) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular,
e. Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular,
f. Peningkatan Imunisasi.
11. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat a. Akreditasi Puskesmas (DAK),
b. Survei Index Kepuasan pelayanan kesehatan,
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 87 c. Validasi Data Profil,
d. Pembinaan Pelayanan Sarana Kesehatan Swasta dan Milik Pemerintah,
e. Penilaian Tenaga Kesehatan Teladan, f. Survei Reakreditasi Puskesmas.
12. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas, Pustu dan Jaringannya
a. Pembangunan Puskesmas Cijulang (Banprov), b. Pembangunan Puskesmas Mangunjaya (Banprov), c. Pembangunann Puskesmas Sindangwangi (Banprov), d. Pembangunan Puskesmas Selasari (Banprov),
e. Pembangunan Puskesmas Sidamulih (Banprov), f. Pembangunan Puskesmas Jadikarya (Banprov),
g. Penambahan Ruang Rawat Inap Puskesmas Cimerak, h. Pengadaan IPAL Puskesmas (DAK),
i. Pengadaan Alkes Posbindu Kit (DAK), j. Pengadaan Alat Kriotherapi (DAK),
k. Pengadaan Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas (DAK), l. Pengadaan Alat Kesehatan Puskesmas (DAK),
m. Perawatan dan Kalibrasi Alat Kesehatan Puskesmas,
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 88 n. Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Puskesmas,
o. Pengadaan Tanah Jalan Puskesmas Pangandaran, p. Pembangunan Pagar Puskesmas Legokjawa,
q. Pembangunan Infrastruktur Puskesmas Cigugur, r. Pengadaan Sarana dan Prasarana Puskesmas,
s. Penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan Daerah, t. Pengadaan Genset Puskesmas,
u. Penambahan Ruangan Puskesmas,
v. Pembuatan Dokumen UPL dan UKL Puskesmas.
13. Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah sakit/Rumah Saki Mata/Rumah Sakit Paru
a. Pembangunan Rumah Sakit (Banprov),
b. Pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Kabupaten Pangandaran (Banprov),
c. Pembangunan Rumah Sakit Lanjutan (RS yang belum beroperasional) (DAK),
d. Pembangunan Rumah Sakit,
e. Pengawasan Pembangunan RSUD Pangandaran,
f. Pengadaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Umum Daerah,
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 89 g. Pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah.
14. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita
a. Pembinaan Pelaksanaan 1000 HPK, Antenatal Care terpadu, b. Review Maternal Perinatal,
c. Monev Program Kesehatan Anak balita,
d. Pemantapan Pencatatan dan Pelaporan KIA/KB.
15. Program Peningkatan Pelayanan Kesehata Lansia a. Pembinaan Puskesmas Santun Lansia,
b. Evaluasi Program Lansia,
c. Peningkatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Lansia, d. Pembentukan Puskesmas Santun Lansia.
16. Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan a. Aspek Legal PIRT dan Damiu,
b. Monitoring/Pemeriksaan Sampel Makanan Pasar Tradisional, c. Pembinaan Pangan Jajanan Anak Sekolah,
d. Evaluasi Higiene Sanitasi Pangan (HSP) Berbasis Website.
17. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak.
a. Jaminan Persalinan (DAK),
b. Dukungan Manajemen Jampersal (DAK),
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 90 c. Refreshing kelas ibu,
d. Evaluasi Program Keselamatan ibu melahirkan dan anak, e. Survei Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan,
f. Pelayanan Persalinan
18. Program Peningkatan Mutu dan Pelayanan Kesehatan BLUD a. Pendampingan Penyusunan BLUD,
b. Penilaian BLUD,
c. Sosialisasi dan Lokakarya BLUD.
19. Program Peningkatan Kesehatan Laboratorium a. Pengadaan Kendaraan Labkesda,
b. Pengadaan Reagen Laboratorium,
c. Pengadaan Reagen dan Bahan Habis Pakai, d. Pemantapan Mutu Eksternal,
e. Kalibrasi Peralatan Laboratorium.
20. Program Pengendalian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa
a. Deteksi Dini Kanker Serviks dan Mamae,
b. Monitoring dan Evaluasi Program PTM, Kesehatan Jiwa dan Indera,
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 91 c. Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak
Menular dan Kesehatan Jiwa,
d. Penjaringan dan Scrining Faktor Resiko PTM,
e. Peningkatan komunikasi, informasi dan Edukasi (KIE) pengendalian pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa.
21. Program Kesehatan Kerja dan Program Kesehatan Olahraga.
a. Upaya Kesehatan Kerja Berbasis Masyarakat, b. Pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK)
c. Pertemuan Evaluasi Program Kesehatan Kerja Puskesmas, d. Pelaksanaan Tes Kebugaran.
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 97 BAB IV
RENCANA KERJA DAN PENDANAAN SKPD DINAS KESEHATAN
Jumlah program dan kegiatan yang dilakukan di Dinas Kesehatan untuk pembangunan bidang kesehatan pada tahun 2019 adalah 21 program dan 165 kegiatan dengan rincian sebagai berikut :
A. Program Non Urusan
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
• Penyediaan Jasa Surat Menyurat, lokasi Dinas Kesehatan dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 20.500.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik, lokasi Dinas Kesehatan, UPTD Farmasi, UPTD Labkesda dan UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 3.100.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota.
• Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional, lokasi Dinas Kesehatan, UPTD Farmasi, UPTD Labkesda dan UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 70.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor, lokasi Dinas Kesehatan, UPTD Farmasi, UPTD Labkesda dan UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 655.200.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 98
• Penyediaan Alat Tulis Kantor, lokasi Dinas Kesehatan, UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 144.050.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan, lokasi Dinas Kesehatan, dan UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 150.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor, lokasi Dinas Kesehatan, UPTD Farmasi, UPTD Labkesda dan UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana sebesar Rp.
50.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Penyediaan Bahan Bacaan dan Perundang-undangan, lokasi Dinas Kesehatan, dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 15.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Penyediaan Makanan dan Minuman, lokasi Dinas Kesehatan, dan UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana sebesar Rp.
1.000.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah, lokasi Dinas Kesehatan, dengan kebutuhan dana sebesar Rp.
300.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam Daerah, lokasi Dinas Kesehatan, dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 100.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 99
• Penyediaan Jasa Pengemudi, lokasi Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 734.400.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Penyediaan Jasa Pengamanan Kantor dan Alat Pengaman, lokasi Dinas Kesehatan, UPTD Farmasi, UPTD Labkesda dan UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 967.200.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Penyediaan Jasa Penunjang Kegiatan Perkantoran dan Rumah Tangga, lokasi UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana sebesar Rp.0,00 sumber dana APBD Kab/Kota.
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.
• Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor, lokasi Dinas Kesehatan, UPTD Farmasi, UPTD Labkesda dan UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 75.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Pengadaan Mebeleur, lokasi Dinas Kesehatan dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 100.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Pemeliharaan Rutin/berkala Gedung Kantor, lokasi Dinas Kesehatan, UPTD Farmasi, UPTD Labkesda dan UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 150.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
RENJA DINAS KESEHATAN TA 2019 100
• Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/kantor, lokasi Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana senesar Rp. 300.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Pemeliharaan Rutin/berkala Peralatan Gedung Kantor, lokasi Dinas Kesehatan, UPTD Farmasi, UPTD Labkesda dan UPTD Puskesmas dengan kebutuhan dana sebesar Rp. 140.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Pemeliharaan Rutin/berkala Perlengkapan Gedung Kantor, lokasi Dinas Kesehatan dan UPTD dengan kebutuhan dana sebesar Rp.
40.000.000,00 sumber dana APBD Kab/Kota,
• Penyediaan Gedung Kantor, lokasi UPTD Puskesmas dengan
• Penyediaan Gedung Kantor, lokasi UPTD Puskesmas dengan