BAB III. Tujuan dan Sasaran Perangkat Daerah 3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional 3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah 3.3. Program dan Kegiatan
BAB IV. Rencana Kerja dan Pendanaan Perangkat Daerah
BAB V. Penutup
7
hasil evaluasi pelaksanaan Renja OPD DTP Provinsi Bengkulu ditujukan untuk mengidentifikasi sejauh mana Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu dalam melaksanakan program dan kegiatannya, mengidentifikasi realisasi pencapaian target kinerja program dan kegiatan Renstra DTP, serta permasalahan yang dihadapinya.
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja Dinas Ketahanan Pangan Tahun 2019 dan Capaian Renstra Dinas Ketahanan Pangan.
Kegiatan tahun 2019 terdiri dari sumber dana APBD dan APBN.
Pembiayaan yang berasal dari APBD terdiri dari kegiatan rutin (6 program dan 16 kegiatan) dan kegiatan utama (3 program dan 14 kegiatan). Sedangkan pembiayaan yang berasal dari APBN terdiri dari 1 program dan 4 kegiatan, sehingga total program/ kegiatan yang ditangan oleh DTP Provinsi Bengkulu untuk anggaran APBD dan APBN adalah 10 program dan 34 kegiatan.
Alokasi awal anggaran yang diterima oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu menurut APBD Tahun 2019 adalah sebesar Rp. 11.757.324.803,- (sebelas milyar tujuh ratus lima puluh tujuh juta tiga ratus dua puluh empat ribu delapan ratus tiga rupiah). Yang terbagi atas : Rp. 7.950.564.803,- (tujuh milyar sembilan ratus lima puluh juta lima ratus enam puluh empat ribu rupiah) untuk belanja tidak langsung (gaji) dan Rp. 3.806.760.000,- (tiga milyar delapan ratus enam juta tujuh ratus enam puluh rupiah) untuk belanja langsung, sehingga setelah akhir tahun pelaksanaan kegiatan DTP, anggaran yang dapat terserap sebesar Rp.
10.845.433.408 ( sepuluh milyar delapan ratus empat puluh lima juta empat ratus tiga puluh tiga ribu empat ratus delapan rupiah) atau dapat terealisasi sebesar 92,24%. Untuk kegiatan APBN dari pagu anggaran yang tersedia sebesar Rp.
10.692.630.000,- (sepuluh milyar enam ratus sembilan puluh dua juta enam ratus
8
9
10
11
12
13
14
15
3 Promosi Produk Pembangunan Ketahanan Pangan
JuJummllaahh PPaammeerraann P
Peemmbbaanngguunnaann KeKettaahhaannaann PPaannggaann yyaanngg d
diiiikkuuttii
Kali 2255 4 4 9 9 100 2
1515 6600,,00
I IXX
Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing dan Pengawasan Pangan Segar
PePenniinnggkkaattaann MMuuttuu ddaann S
Seerrttiiffiikkaassii PPaannggaann
SeSeggaarr HHaassiill PPeerrttaanniiaann BBuullaann 7711 7 7 1515 1155 100 1122 3
344
4
477,,99
1 Sertifikasi Pangan Segar
JuJummllaahh KKoommooddiittii P
Paannggaann SSeeggaarr yyaanngg
didisseerrttiiffiikkaassii Komoditi 5544 7 7 10 10 100 15
3232 5599,,33
2 Survailen Peredaran
Mutu Pangan Segar JuJummllaahh PPeellaakkuu UUssaahhaa y
yaanngg ddii ssuurrvveeyy
Pelaku
Usaha 121299 1919 19 19 100 15 5
533
4
411,,11
16
Dalam hal ketentuan SPM Bidang Ketahanan Pangan sebagaimana dimaksud pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 65/Permentan/OT.140/12/2010 jenis pelayanan dasar adalah (1) Ketersediaan dan Cadangan Pangan, (2) Distribusi dan Akses Pangan, (3) Penganekaragaman dan Keamanan Pangan, (4) Penanganan Kerawanan Pangan. Penjabaran indikator kinerja Pemerintah Daerah Provinsi dalam target capaian tahun 2015 adalah :
a. Ketersediaan dan Cadangan Pangan: Penguatan cadangan pangan 60% pada tahun 2015.
b. Distribusi dan Akses Pangan: Ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan di daerah 100% pada tahun 2015.
c. Penganekaragaman dan Keamanan Pangan: Pengawasan dan pembinaan keamanan pangan 80% pada tahun 2015 Penanganan Kerawanan Pangan:
Penanganan daerah rawan pangan 60% pada tahun 2015.
Penjabaran indikator kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota target capaian 2015;
a. Ketersediaan dan Cadangan Pangan
1. Ketersediaan energi dan protein perkapita 90% pada tahun 2015;
2. Penguatan cadangan pangan 60% pada tahun 2015.
b. Distribusi dan Akses Pangan:
1. Ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan di daerah 90%
pada tahun 2015;
2. Stabilitas harga dan pasokan pangan 90% tahun 2015.
c. Penganekaragaman dan Keamanan Pangan:
1. Pencapaian skor Pola Pangan Harapan (PPH) 100% pada tahun 2015;
2. Pengawasan dan pembinaan kemanan pangan 100% pada tahun 2015.
17
- Nilai Skor Pola Pangan Harapan (PPH ) Konsumsi Pangan (Skor) 2. Meningkatnya Persentase Keamanan Pangan Segar yang Dikonsumsi
- Persentase Tingkat Keamanan Pangan Segar yang Dikonsumsi (Persentase) 3. Meningkatnya Ketersediaan Diversifikasi Pangan
- Nilai Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Ketersediaan Pangan (Skor) 4. Meningkatnya Distribusi Pangan dan Stabilitas Harga Pangan
- Angka Stabilitas Harga Pangan (Angka)
Capaian kinerja pelayanan Dinas Ketahanan Pangan berdasarkan indikator yang telah ditetapkan mengacu kepada RPJMD Provinsi Bengkulu 2016-2021, uraian tugas pokok, fungsi dan struktur organisasi, pelaksanaan kapasitas pelayanan Dinas Ketahanan Pangan.
Keberhasilan kinerja Dinas Ketahanan Pangan dapat dilihat dari pencapaian indikator dan yang telah ditetapkan. Hasil keberhasilan kinerja pelayanan Dinas Ketahanan Pangan dapat dilihat pada tabel 2.2 berikut ini :
18 Pangan
2
Meningkatkan Persentase Tingkat Keamanan Pangan Segar yang Dikonsumsi
-
Persentase Tingkat Keamanan Pangan Segar yang dikonsumsi
Persenta
se 83 86 88 89 83 - 86 88 -
3
Meningkatkan Ketersediaan
Diversifikasi Pangan 100
Nilai Skor Pola Pangan Harapan
(PPH) Ketersediaan
Pangan
Skor 81,5 82 82,5 83 81,5 - 82 82,5 -
4
Meningkatkan Distribusi Pangan dan Stabilitas Harga Pangan
5
Angka Stabilitas
Harga Pangan Angka 4,55 42,5 4,05 4,03 4,55 - 42,5 4,05 -
19
permasalahan yang dihadapi, baik dalam aspek : ketersediaan pangan , kerawanan pangan, distribusi pangan, penyediaan cadangan pangan, penganekargaman konsumsi pangan, penanganan keamanan pangan, kelembagaan ketahanan pangan, maupun manajemen ketahanan pangan.
a. Ketersediaan dan Kerawanan Pangan
Ketahanan pangan pada tataran regional merupakan kemampuan suatu wilayah (Provinsi) untuk menjamin seluruh penduduknya memperoleh pangan dalam jumlah yang cukup, mutu yang layak, aman dan halal, yang didasarkan pada optimasi pemanfaatan dan berbasis keragaman sumberdaya daerah, sehingga permasalahan dalam ketersediaan dan kerawanan pangan dihadapkan pada :
1. Produksi dan kapasitas produksi pangan daerah semakin terbatas : konversi lahan pertanian ke penggunaan non pertanian dan ke perkebunan non pangan;
menurunnya kualitas dan kesuburan lahan akibat kerusakan lingkungan;
semakin terbatas dan tidak pastinya ketersediaan air untuk produksi pangan akibat kerusakan hutan; tingginya kerusakan lingkungan akibat perubahan iklim serta bencana alam, sehingga kualitas lingkungan dan fungsi perlindungan alamiah semakin berkurang; tidak terealisasinya harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi; terbatasnya dukungan permodalan di pedesaan, dll.
2. Jumlah permintaan pangan semakin meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, pemenuhan kebutuhan bahan baku industri dan penggunaan pangan.
3. Kerawanan pangan, karena adanya kemiskinan, terbatasnya penyediaan infrastruktur dasar pedesaan, potensi sumberdaya pangan yang rendah, rentannya kesehatan masyarakat di daerah terpencil dan sering terjadinya bencana alam.
20
dan kelompok masyarakat rawan pangan dihadapkan pada kendala sarana infrastruktur serta kemampuan tenaga pendaamping dan penyuluh lapangan.
b. Distribusi dan Harga Pangan
Ketidakstabilan harga dan rendahnya efisiensi pemasaran hasil-hasil pangan, merupakan kondisi yang kurang kondusif bagi produsen dan konsumen pangan daerah, disebabkan : lemahnya disiplin dan penegakan peraturan untuk menjamin sistem pemasaran yang adil dan bertanggung jawab; terbatasnya fasilitas perangkat keras dan lunak untuk mendukung transparansi informasi pasar; terbatasnya kemampuan teknis institusi dan pelaku pemasaran. Penurunan harga komoditas pangan pada saat panen raya cenderung merugikan petani, sebaliknya pada saat tertentu pada musim panceklik dan hari-hari besar, harga pangan meningkat tinggi dan menekan konsumen.
Pembinaan distribusi dan harga pangan oleh Dinas Ketahanan Pangan melalui pelaksanaan monitoring dan pemantauan harga pangan strategis belum berjalan secara maksimal dan berkelanjutan; penyediaaan hasil analisis, peta distribusi pangan strategis serta hasil kajian distribusi dan harga pangan yang akurat, masih terbatas dan belum tersedia secara periodik, sedangkan kerjasama kelembagaan pemerintah dan kelembagaan masyarakat untuk mendorong stabilitas dan distribusi pangan di daerah sentra pangan masih perlu ditingkatkan.
c. Penganekaragaman dan Pola Konsumsi Pangan
Kualitas dan kuantitas konsumsi pangan sebagian besar masyarakat masih rendah, yang dicirikan pada pola konsumsi pangan yang belum beragam, bergizi seimbang dan aman. Kondisi tersebut tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan menuju pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman, antara lain :
21
kebiasaan makan yang tidak selaras dengan prinsip konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman.
Sampai saat ini pembinaan penganekaragaman konsumsi pangan yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan masih belum optimal, yang ditandai oleh keterbatasan dalam memberikan dukungan program bagi dunia usaha dan asosiasi yang mengembangkan aneka produk olahan pangan lokal; kurangnya fasilitas pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk meningkatkan aksesbilitas pangan yang bergam, bergizi seimbang dan aman; dukungan sosialisasi, promosi dalam penganekaragaman konsumsi pangan melalui berbagai media masih terbatas; dan masih sedikitnya informasi menu/ kuliner berbasis pangan lokal.
d. Kelembagaan dan Manajemen Ketahanan Pangan
Kelembagaan dan manajemen ketahanan pangan sebagai aspek non-teknis, merupakan salah satu faktor tertentu dalam keberhasilan pembangunan ketahanan pangan. Berbagai permasalahan yang dihadapi perlu ditanggulangi secara koordinasi lembaga/ unit kerja instansi, antara lain :
1. Pemahaman dan komitmen pemerintah daerah (kabupaten/ kota) masih rendah dalam kelembagaan ketahanan pangan sebagai unit kerja daerah dan Dinas Ketahanan Pangan sebagai lembaga koordinatif dalam penanganan ketahanan pangan di daerahnya.
2. Bentuk lembaga/unit kerja ketahanan pangan yang dibentuk di kabupaten/kota belum seragam, sehingga gerak manajemen kelembagaan pembangunan ketahan pangan menjadi tidak optimal.
3. Siklus pergantian pimpinaan lembaga ketahanan pangan daerah sangat singkat, sehingga pengelolaan ketahanan pangan menjadi tersendat dan stagnan.
22 periodik.
7. Hasil analisis ketahanan pangan belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai dasar perencanaan dalam pelaksanan program.
2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD
Berdasarkan RPJMD, fungsi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu Program dan kegiatan Rancangan RKPD dan Hasil Analisis Renja 2019 disajikan pada Tabel 2.3 berikut.
23
24
25
26
27
28
29
30
untuk mengajukan proposal kegiatan sesuai dengan Permendagri No. 14 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Permendagri No. 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Hibah dan bantuan Sosial yang bersumber dari APBD tanggal 23 Maret 2016 dan juga berdasarkan Peraturan Gubernur No. 35 Tahun 2011 tentang Tatacara penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan, Pertanggungjawaban dan Pelaporan serta Monitoring Evaluasi Belanja Hubah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan belanja Daerah (APBD).
31
pangan, Dinas Ketahanan Pangan sebagai salah satu eselon I pada kementerian pertanian, mempunyai tugas dan fungsi untuk melaksanakan pengkajian, pengembangan dan koordinasi di bidang ketahanan pangan, bersama-sama instansi terkait lainnya dalam memantapkan ketahanan pangan terutama dalam meningkatkan percepatan diversifikasi pangan dan memantapkan ketahanan pangan masyarakat.
Arah kebijakan pangan Dinas Ketahanan Pangan Republik Indonesia:
Pemantapan Ketahanan Pangan yang meliputi aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan dan pemanfaatan pangan.
1. Kebijakan Ketahanan pangan dalam aspek ketersediaan pangan difokuskkan pada:
a. Peningkatan ketersediaan pangan yang beranekaragam berbasis potensi sumberdaya lokal dan
b. Memantapkan penanganan kerawanan pangan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dan kelaparan.
2. Aspek keterjangkauan pangan difokuskan pada:
a. Stabilitas harga dan pasokan pangan; serta b. Pengelolaan cadangan pangan.
3. Aspek pemanfaatan pangan difokuskan pada :
a. Percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya dan kearifan lokal; dan ditunjang dengan
b. Pengawasan keamanan pangan segar.
32
4. Penguatan kelembagaan dan koordinasi ketahanan pangan, serta
5. Dorongan terciptanya kebijakan makro ekonomi dan perdadangan yang kondusif bagi ketahanan pangan.
Arah kebijakan pemantapan ketahanan pangan tersebut dilakukan dengan 5 (lima) strategi utama, meliputi :
1. Memprioritaskan pembangunan ekonomi berbasis pertanian dan perdesaan untuk:
a. meningkatkan produksi pangan domestik;
b. menyediakan lapangan kerja;
c. meningkatkan pendapatan masyarakat;
2. Pemenuhan pangan bagi kelompok masyarakat tertuama masyarakat terutama masyarakat miskin kronis dan transien (akibat bencana alam, sosial dan ekonomi) melalui pendistribusian bantuan pangan.
3. Pemberdayaan mesyarakat masyarakat supaya mampu memanfaatkan pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) berbasis sumberdaya dan kearifan lokal;
4. Promosi dan edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan pangan B2SA berbasis sumber daya lokal;
5. Penanganan keamanan pangan segar.
Pada Tahun Anggaran 2019 Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu mendapat alokasi anggaran APBN melalui dana dekosentrasi sebesar Rp.
10.692.630.000,- (sepuluh milyar enam ratus sembilan puluh dua juta enam ratus tiga puluh rupiah) dengan Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat dengan rincian sebagai berikut :
33
3.2. Tujuan dan Sasaran Rencana Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu
Tujuan dan sasaran Renja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu Tahun 2021 didasarkan pada perumusan tujuan dan sasaran yang didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi pada Rencana Strategis Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu Tahun 2016 – 2021, adalah sebaagai berikut :
Tujuan’:
Meningkatnya Diversifikasi dan Ketahaan pangan Masyarakat Sasaran :
1. Meningkatnya Konsumsi dan Diversifikasi Pangan sebanyak 83,5 2. Meningkatnya Persentase Tingkat Keamanan Pangan Segar yang
Dikonsumsi sebanyak 88%
3. Meningkatnya Ketersediaan Diversifikasi Pangan sebanyak 82,5
4. Meningkatnya Distribusi Pangan dan Stabilitas harga Pangan sebesar 4,05
34 Keamanan Pangan Segar
yang Dikonsumsi yang Dikonsumsi
3. Meningkatnya
Ketersediaan Diversifikasi Pangan
Nilai Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
Ketersediaan Pangan
Skor 82,5
Bidang Ketersediaan
&Kerawanan Pangan 3
4. Meningkatnya Distribusi Pangan dan Stabilitas Harga Pangan
Angka Stabilitas harga
Pangan Angka 4,05 Bidang Distribusi dan
Cadangan Pangan 3
35
36
dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Program dan kegiatan Dinas Ketahanan Pangan yang direncanakan untuk periode Tahun 2021 dapat dilihat pada tabel berikut ini :
37 TuTujjuuaann :: MMeenniinnggkkaattnnyyaa TTaattaa KKeelloollaa
KiKinnererjjaa OOPPDD NiNillaaii EEvvaalluuaassii SSAAKKIIPP A A A A SaSassaarraann :: MMeenniinnggkkaattnnyyaa TTaattaa KKeelloollaa
KiKinnererjjaa OOPPDD NiNillaaii EEvvaalluuaassii SSAAKKIIPP A A A A 1 PrProoggrraamm PPeellaayyaannaann AAddmiminnisisttrraassii
P
Peerrkkaannttoorarann JuJummllaahh JJeenniiss PPeellaayyaannanan A
Addmmiinniissttrraassii PPeerrkkaannttoorraann BeBennggkkuulluu 99 JeJenniiss 777700..773355..220000 99 JJeenniiss 880099..227711..996600 1.1. PePennyyeeddiiaaaann JJaassaa SuSurraatt MMeennyyuurraatt JuJummaahh AAddmmiinniissttrraassii ssuurraatt
memennyyuurraatt yyaanngg ddiillaakkssaannaakkaann BeBennggkkuulluu 1.1.000000 LLeemmbbaarr 5.5.000000..000000 APAPBBDD 1.1.550000 LeLemmbbaarr 5.250.000
2.2. PePennyyeeddiiaaaann JJaassaa KoKommuunniikkaassii s
suummbbeerrddaayyaa aaiirr ddaann lliissttrriikk
J
Juummllaahh PPeemmbbaayyaarraann JJaassaa KoKommuunniikkaassii,, SSuubbeerrddaayyaa aaiirr ddaann
LiLissttrriikk BeBennggkkuulluu 1212 BuBullaann 121255..000000..000000 APAPBBDD 1212 BBuullaann 131.250.000
7.7. PePennyyeeddiiaaaann JJaassaa AdAdmmiinniissttrraassii K
Keeuuaannggaann JuJummllaahh JJaassaa AAddmmiinniissttrraassii K
Keeuuaannggaann yyaanngg ddiibbaayyaarrkkaann BeBennggkkuulluu 88 OOrraanngg 7700..008800..000000 APAPBBDD 88 OrOraanngg 73.584.000
1010.. PePennyyeeddiiaaaann AAllaatt TTuulliiss KKaannttoorr JuJummllaahh AAllaatt TTuulliiss KaKannttoorr yyaanngg
didisseeddiiaannkkaann BeBennggkkuulluu 2020 JeJenniiss 7722..000000..000000 APAPBBDD 2020 JJeenniiss 75.600.000 1111.. PePennyyeeddiiaaaann BBaarraanngg CCeettaakkaann ddaann
P
Peennggggaannddaaaann JuJummllaahh BBaarraanngg CCeettaakkaann ddaann P
Peennggggaannddaaaann yyaanngg ddiisseeddiiaakkaann BeBennggkkuulluu 22 JeJenniiss 1100..000000..000000 APAPBBDD 22 JJeenniiss 10.500.000
1515.. PePennyyeeddiiaaaann BBaahhaann BBaaccaaaann ddaann PePerruunnddaanngg--uunnddaannggaann
jujummllaahh BBaahhaann BBaaccaaaann ddaann P
Peerruunnddaanngg--uunnddaannggaann yyaanngg d
diisseeddiiaakkaann BeBennggkkuulluu 22 JeJenniiss 1155..000000..000000 APAPBBDD 22 JJeenniiss 15.750.000
38 1919.. PePennyyeeddiiaaaann JJaassaa AdAdmmiinniissttrraassii ddaann
T
Teekknniiss PPeerrkkaannttoorraann
J
Juummllaahh JJaassaa TTenenaaggaa AdAdmmiinniissttrraassii ddaann TTeekknniiss
PePerrkkaannttoorraann yyaanngg ddiibbaayyaarrkkaann BeBennggkkuulluu 1212 OOrraanngg 313133..555555..220000 APAPBBDD 1212 OrOraanngg 329.232.960 2121.. PePennaattaauussaahhaaaann KKeeaarrssiippaann ddaann
InInvveennttaarriissiirr BBaarraanngg mmiilliikk DDaaeerraahh JuJummllaahh ddookkuummeenn bbaarraanngg yyaanngg
didi IInnvveennttaarriissiirr BeBennggkkuulluu 11 DDookkuummee
n n 1100..110000..000000 APAPBBDD 11 DoDokkuummeenn 10.605.000
2 PrProoggrraamm PPeenniinnggkkaattaann SSaarraannaa ddaann PrPraassaarraanna a AAppaarraattuurr
J
Juummllaahh SSaarraannaa ddaann PrPraassaarraannaa AAppaarraattuurr yyaanng g didiaaddaakkaann//ddiibbaanngguunn// d
diippeelliihhaarraa // ddiirreehhaabbiilliittaassii B
Beennggkkuulluu 3434 UUnniitt 202055..000000..000000 3434 UnUniitt 221155..225500..000000
7.7. PePennyyeeddiiaaaann ppeerrlleennggkkaappaann GGeedduunngg
KaKannttoorr JuJummllaahh ppeerrlleennggkkaappaann GGeedduunngg
KaKannttoorr yyaanngg ddiisseeddiiaakkaann BeBennggkkuulluu 1010 JeJenniiss 2255..000000..000000 APAPBBDD 1010 JJeenniiss 26.250.000 2222.. PePemmeelliihhaarraaaann RRuuttiinn//bbeerrkkaallaa
GeGedduunngg KKaannttoorr JuJummllaahh GGeedduunngg yyaanngg ddiippeelliihhaarraa BeBennggkkuulluu 11 UUnniitt 5500..000000..000000 APAPBBDD 11 UnUniitt 52.500.000
GeGedduunngg KKaannttoorr JuJummllaahh GGeedduunngg yyaanngg ddiippeelliihhaarraa BeBennggkkuulluu 11 UUnniitt 5500..000000..000000 APAPBBDD 11 UnUniitt 52.500.000