BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Penelitian dan Pengumpulan Informasi Awal
Penelitian diawali dengan melakukan analisis kebutuhan dan kajian pustaka di lapangan. Analisis kebutuhan dilakukan dengan menggunakan observasi pada berbagai buku ensiklopedia. Selain itu analisis kebutuhan juga dilakukan di SD Negeri Giriwarno dengan melakukan wawancara dengan guru kelas V untuk mengidentifikasi fakta dan masalah yang ada di lapangan, lalu dilakukan kajian pustaka sebagai dasar dalam pengembangan.
26 2. Pengumpulan Data
Langkah kedua dalam penelitian ini adalah pengumpulan data. Dari hasil pengumpulan informasi dilapangan peneliti menentukan sebuah produk yang akan diciptakan sebagai media pembelajaran. Setelah menentukan produk yang akan dibuat, selanjutnya peneliti menentukan Standar Kompeteinsi atau Kompetensi Inti yang akan dipakai oleh peneliti dalam membuat produk agar produk yang dihasilkan memiliki keterkaitan dengan proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Selanjutnya peneliti membuat kerangka materi yang akan disusun ke dalam produk yang akan dibuat. Materi yang akan disusun ke dalam produk merupakan uraian mengenai berbagai macam flora yang ada di Indonesia berdasarkan garis Wallace dan Weber.
3. Desain Produk
Desain produk dibuat semenarik mungkin agar dapat menarik minat siswa dalam menggunakan produk tersebut. Produk dalam penelitian ini adalah buku ensiklopedia. Buku ensiklopedia disusun dengan cara mengelompokkan berbagai macam flora di Indonesia berdasarkan garis Wallace dan Weber. Produk buku ensiklopedia yang dibuat dilengkapi dengan ilustrasi gambar dari flora yang dibahas.
4. Validitas Produk
Langkah ketiga adalah validitas produk. Buku ensiklopedia „sebagai produk dari penelitian ini akan divalidasi oleh ahli media dan guru kelas V SD Negeri Giriwarno. Validitas ini dilakukan untuk mengetahui kualitas dari produk yang dibuat sebelum digunakan dalam uji coba lapangan terbatas.
27 5. Revisi Produk
Langkah keempat adalah revisi produk. Setelah produk divalidasi oleh ahli dan guru kelas, kualitas dari produk tersebut akan diketahui. Sebelum melakukan uji coba produk, produk tersebut akan direvisi sesuai dengan masukan dari ahli media dan guru kelas V SD Negeri Giriwarno.
6. Uji Coba Produk
Langkah kelima adalah uji coba produk. Uji coba produk dilakukan kepada 10 siswa SD Negeri Giriwarno. Produk diujicobakan kepada siswa secara terbatas, siswa akan diarahkan untuk membaca buku ensiklopedia. Setelah itu siswa akan melakuakan sebuah refleksi yang telah disiapkan di dalam buku ensiklopedia. Selanjutnya peneliti akan melakukan wawancara kepada siswa terkait kualitas dari produk yang telah diuji cobakan.
D. Teknik Pengumpulan Data
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner. Menurut Arikunto (2006), wawancara atau interviu atau dapat disebut juga kuesioner lisan, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara (narasumber). Wawancara dilakukan oleh peneliti untuk menilai seubuah keadaan dari seseorang, seperti latar belakang, orang tua, pendidikan, perhatian, ataupun sikap terhadap sesuatu. Arikunto (2006) mengemukakan bahwa ada tiga macam jenis wawancara ditinjau dari pelaksanaannya, antara lain adalah interviu bebas (pewawancara secara bebas dapat menanyakan apa saja kepada narasumber, namun dengan pertanyaan yang dilontarkan masih dalam ruang lingkup data apa yang akan dikumpulkan), interviu terpimpim (interviu yang dilakukan oleh pewawancara dengan merancang terlebih dahulu pertanyaan apa saja yang akan ditanyakan kepada narasumber), dan interviu bebas terpimpin
28
(kombinasi antara interviu bebas dan interviu terpimpin). Sejalan dengan Arikunto, Esterberg (dalam Sugiyono, 2015) juga mengemukakan hal yang sama, Esterberg mengemukakan bahwa dalam wawancara terdapat tiga macam wawancara, antara lain adalah wawancara terstruktur (wawancara yang dilakukan dengan instrumen yang telah disiapkan), wawancara semiterstruktur (wawancara yang lebih bebas dalam hal menemukan permasalahan, responden secara lebih terbuka dimintai pendapat dan ide-ide), dan wawancara tidak terstruktur (wawancara yang bebas, peneliti tidak menggunakan pedoman apapun dalam mengumpulkan data).
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto, 2006). Sedangkan menurut Sugiyono (2015), kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner yang diberikan kepada ahli media dan guru terdiri dari 15 pernyataan, sedangkan untuk siswa terdapat 9 pernyataan. Kuesioner ahli media dan guru meliputi 7 aspek yaitu, (1) Desain produk, (2) Kemudahan penggunaan, (3) Konsistensi, (4) Format, (5) Organisasi, (6) Kemudahan buku, dan (7) Kualitas materi. Kuesioner untuk siswa disusun berdasarkan tujuh aspek seperti kuesioner untuk ahli media dan guru, namun kuesioner untuk siswa disusun dengan cara disederhanakan agar sesuai untuk siswa.
E. Instrumen Penelitian
Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner
rating scale type (skala lajuan). Kuesioner rating scale type (skala lajuan)
adalah instrumen pengukuran non tes yang menggunakan suatu prosedur untuk memperoleh informasi tentang hal yang sedang diobservasi, hal tersebut menyatakan posisi tertentu dalam hubungannya dengan yang lain (Nasution dalam Widoyoko, 2012). Kuesioner rating scale yang
29
digunakan adalah rating scale tipe numerical rating scale. Kusioner ini menggunakan skala Likert pilihan respon skala lima (Widoyoko, 2012), dengan acuan skor sebagai berikut:
Tabel 3.2 Acuan skor kuesioner untuk guru SD kelas V Skor Deskripsi 5 Sangat baik 4 Baik 3 Cukup 2 Kurang 1 Sangat kurang
Kuesioner digunakan untuk mengetahui kelayakan produk melalui uji coba validasi produk yang dilakukan oleh dua validator, yaitu ahli media dan guru kelas, selain itu uji coba juga melibatkan 10 orang siswa kelas V.
F. Teknik Analisis Data
1. Teknik Analisis Data Kualitatif
Data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dari hasil pengolahan data analisis kebutuhan, data validasi ahli, dan data uji coba produk. Analisis kebutuhan dilakukan dengan wawancara kepada guru SD kelas V. Validasi ahli dilakukan oleh dua orang ahli media dan seorang guru SD kelas V. Uji coba produk dilakukan oleh 10 orang siswa SD kelas V.
2. Teknik Analisis Data Kuantitatif
Data kuantitatif merupakan skor validasi yang diberikan oleh validator ahli media dan guru kelas dalam proses validasi produk.
Persentase kelayakan dihitung dengan rumus:
( )
30
Validasi produk dalam penelitian ini menggunakan skala lima (Widoyoko, 2012).
Tabel 3.3 konversi nilai skala lima menurut Widoyoko Intervasl skor Kategori X > ̅̅̅ + 1,80 SBi Sangat baik
̅̅̅ + 0,60 Sbi < X ≤ ̅̅̅ + 1,80 SBi Baik
̅̅̅ - 0,60 Sbi < X ≤ ̅̅̅ + 0,60 SBi Cukup
̅̅̅ – 1,80 Sbi < X ≤ ̅̅̅ – 0,60 SBi Kurang X ≤ ̅̅̅ - 1,80 SBi Sangat Kurang
Keterangan:
Rerata ideal ( ̅̅̅) : (nilai maksimum + nilai minimum) Simpangan baku ideal (SBi) : (nilai maksimum – nilai minimum) X : skor aktual
Berdasarkan rumus konversi di atas, perhitungan data-data kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut:
Diketahui:
Skor maksimum ideal: 5 Skor minimum ideal: 1 Rerata ideal ( ̅̅̅): (5+1) = 3
Simpangan baku ideal (SBi) : (5-1) = 0,67 Ditanyakan:
Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang.
31 Jawaban:
Kategori sangat baik = X > ̅̅̅ + 1,80 SBi = X > 3 + (1,80 . 0,67)
= X > 3 + (1,21) = X > 4,21
Kategori baik = ̅̅̅ + 0,60 Sbi < X ≤ ̅̅̅ + 1,80 SBi = 3 + (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (1,80. 0,67)
= 3 + (0,40) < X ≤ 3 + (1,21) = 3,40 < X ≤ 4,21
Kategori cukup = ̅̅̅ - 0,60 Sbi < X ≤ ̅̅̅ + 0,60 SBi = 3 - (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (0,60. 0,67)
= 3 - (0,40) < X ≤ 3 + (0,40) = 2,60 < X ≤ 3,40
Kategori kurang = ̅̅̅ – 1,80 Sbi < X ≤ ̅̅̅ – 0,60 SBi = 3 - (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 - (0,60. 0,67)
= 3 - (1,21) < X ≤ 3 - (0,40) = 1,79 < X ≤ 2,60
Kategori sangat kurang = X ≤ ̅̅̅ - 1,80 SBi = X ≤ 3 - (1,80. 0,67)
= X ≤ 3 - (1,21) = X ≤ 1,79
32
Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualiatif skala lima sebagai berikut:
Tabel 3.4 Kriteria Skala Lima Interval Kategori 4,22 – 5 Sangat baik 3,41 – 4,21 Baik 2,61 – 3,40 Cukup 1,80 – 2,60 Kurang < 1,79 Sangat Kurang
Berdasarkan skor skala lima tersebut, setelah dihitung rerata hasil validasi kemudian dicara reratanya lalu dikonversikan hasil data kuantitatif ke kualitatif berdasarkan skor rata-rata yang didapatkan kategori di atas.
33 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Penelitian dan Pengumpulan Informasi Awal
Berdasarkan langkah-langkah penelitian yang telah dijabarkan pada bab III, langkah awal dalam penelitian pengembangan ini ialah penelitian dan pengumpulan informasi awal. Langkah ini diawali dengan melakukan analisis kebutuhan yang dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara. Observasi dilakukan dengan mengunjungi berbagai toko buku untuk melihat berbagai macam buku ensiklopedia yang telah tersedia di pasaran, selain mengunjungi toko buku peneliti juga mengunjungi beberapa perpsutakkaan kota untuk melihat koleksi buku ensiklopedia yang tersedia. Sedangakan, pelaksanaan wawancara dilakukan di SD Negeri Giriwarno.
Narasumber wawancara pada penelitian ini adalah guru kelas V. Wawancara ini dilaksanakan pada tanggal 1 September 2019. Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana sumber belajar siswa yang tersedia mengenai macam-macam flora di Indonesia. Hal ini bertujuan agar buku produk yang dihasilkan adalam penelitian ini bisa tepat sasaran dan dapat membantu siswa dalam proses belajar mengajar maupun menambah wawasan secara umum.
Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas V SD Negeri Giriwarno Magelang pada tanggal 1 September 2019. Wawancara tersebut berpedoman pada kisi-kisi yang telah dibuat. Terdapat lima butir pertanyaan analisis kebutuhan buku ensiklopedia flora di Indonesia. Butir soal pertama tentang minat siswa dalam membaca buku; butir soal yang kedua tentang cara dalam menumbuhkan minat baca pada siswa; butir soal ketiga mengenai media buku seperti apa
34
yang dapat menumbuhkan minat membaca siswa; butir keempat mengenai materi umum yang dapat membuat siswa tertarik dalam membaca; dan butir kelima mengenai refleksi peduli lingkungan yang dapat disisipkan ke dalam buku.
Rangkuman hasil wawancara yang dilakukan kepada guru kelas V SD Negeri Giriwarno dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1 Rangkuman hasil wawancara kepada guru kelas SD Negeri Giriwarno
No. Daftar Pertanyaan Wawancara
Rangkuman Hasil Wawancara 1.
Sejauh mana siswa memiliki kemauan untuk membaca mandiri?
Masih ada beberapa siswa yang memiliki kesadaran dalam membaca yang kurang.
2.
Bagaimana cara menumbuhkan minat membaca pada siswa?
Salah satu cara dalam menumbuhkan minat
membaca siswa ialah dengan memberikan buku-buku yang memiliki desain yang menarik dan materi didalamnya dapat dipahami dengan mudah oleh siswa.
3.
Media buku seperti apa yang dapat menumbuhkan minat membaca pada siswa?
Buku yang memiliki desain yang menarik, memiliki gambar-gambar yang
membuat siswa mudah untuk memahami materi, memiliki warna yang cerah, dan bahasa yang mudah dipahami. Hal-hal tersebut dapat membuat siswa penasaran dengan buku tersebut kemudian siswa akan mulai untuk membacanya.
4.
Materi apa yang dapat membantu siswa kelas V maupun siswa lain dalam menambah wawasan dan minat membaca?
Beberapa materi yang dapat membuat siswa tertarik dalam membaca seperti materi tentang hewan, tumbuhan, transportasi.
5.
Timbal balik seperti apa yang diharapkan dari siswa setelah membaca buku yang akan dibuat?
Salah satu timbal balik yang diharapkan ialah siswa memiliki rasa peduli tehadap lingkungan disekitarnya.
35
Berdasarkan hasil wawancara, narasumber menyatakan bahwa salah satu cara dalam menumbuhkan minat baca dan menumbuhkan rasa peduli lingkungan ialah dengan membuat buku yang menarik bagi siswa dan memuat bagian yang dapat memunculkan rasa peduli lingkungan bagi siswa. Pada umumnya buku pelajaran yang dipakai siswa mmiliki sedikit ilustrasi yang membuat siswa kurang suka untuk membaca. Buku ensiklopedia yang dibuat diharapkan dapat membantu dalam menumbuhkan minat membaca siswa, karena pada isi buku ensiklopedia memuat berbagai ilustrasi gambar yang dapat membantu siswa dalam memahami isi buku dan meingkatkan minat membaca siswa serta dapat menumbuhkan rasa peduli lingkungan.