• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

A. Data Penelitian

Data penelitian yang dilakukan meliputi gambaran umum perusahaan dan data anggaran perusahaan.

1. Gambaran Umum Perusahaan a. Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Artha Sepakat Persada Perkasa Medan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi tunggal oli mesin merek ESSO. Perusahaan didirikan pada tahun 2000 oleh Bapak Alfin Chandra dengan akte pendirian No. 12 di depan Notaris Ruslan Efendy, SH. Lokasi perusahaan terletak di Jalan Sutomo No. 23 Medan.

Tujuan didirikannya perusahaan ini adalah untuk: 1. Memperoleh keuntungan.

2. Belum adanya perusahaan di Medan yang mendistribusikan oli mesin merek ESSO.

3. Membantu program pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

Oli mesin disupplai dari Jakarta dan dijual ke Medan. Perusahaan menjual oli mesin dalam satuan dus, dimana 1 dus berisi 12 botol oli mesin. Pada awal pendirian, perusahaan masih memperoleh laba dengan banyaknya transaksi pembelian dari pelanggan. Mulai tahun 2005, perolehan laba perusahaan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh:

1. Persaingan bisnis semakin meningkat, karena banyaknya perusahaan lain yang memasarkan produk oli mesin dengan merek yang berbeda dan harga yang relatif lebih murah.

2. Biaya operasional perusahaan semakin meningkat.

Pada tahun 2006 sampai 2007, perusahaan mencatat kerugian sehingga manajer operasional yang bertanggungjawab atas kelangsungan perkembangan perusahaan berupaya agar dapat mengatasi masalah ini, yaitu dengan menganalisis faktor yang menyebabkan masalah ini terjadi dan mencari alternatif penyelesaian masalah yang terbaik. Manajer operasional perlu mengambil keputusan yang tepat, jika memang penutupan usaha merupakan alternatif terbaik bagi perusahaan, maka manajer operasional perlu mengetahui pada tingkat penjualan berapa suatu usaha dapat dihentikan dan berapa jumlah satuan barang atau penjualan yang harus dijual agar dapat menutupi biaya.

b. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi perusahaan merupakan pola formal yang akan mempengaruhi sistem kerja dari perusahaan tersebut. Struktur organisasi yang baik harus dapat memisahkan antara fungsi, kedudukan, batas wewenang, tanggung jawab, serta kewajiban dari masing-masing karyawan, agar para karyawan mengetahui apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab mereka.

PT. Artha Sepakat Persada Perkasa Medan membagi tugas masing-masing karyawannya dengan teratur agar tujuan perusahaan dapat terlaksana dengan baik. PT. Artha Sepakat Persada Perkasa Medan menggunakan struktur organisasi lini/komando.

Bentuk struktur organisasi PT. Artha Sepakat Persada Perkasa Medan seperti pada Gambar 4.1 berikut.

Gambar 4.1. Struktur Organisasi PT. Artha Sepakat Persada Perkasa Medan Sumber : PT. Artha Sepakat Persada Perkasa Medan

Adapun pembagian kerja dan uraian tugas dalam struktur organisasi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Direktur, berfungsi sebagai pimpinan tertinggi perusahaan yang mendirikan dan mengendalikan perusahaan, yang bertugas:

a. Memimpin dan menjalankan perusahaan sesuai dengan tujuan perusahaan. b. Membuat rencana anggaran perusahaan.

c. Menyusun rencana kerja.

d. Menerima laporan hasil kerja karyawan.

e. Mengatur cara kerja karyawan untuk mencapai efisiensi kerja di perusahaan. 2. Manajer Operasional, berfungsi sebagai pengatur dan pengkoordinasian aliran

transaksi perusahaan, yang bertugas:

a. Menyusun anggaran perusahaan.

b. Mengatur proses kerja bagian keuangan, bagian pembelian, bagian penjualan bagian akuntansi dan bagian gudang.

c. Memeriksa kembali laporan yang diberikan bawahannya sebelum disajikan kepada direktur perusahaan.

d. Bertanggung jawab atas kelangsungan usaha perusahaan.

3. Bagian EDP (Electronic Data Processing), berfungsi sebagai bagian/departemen yang menangani perangkat lunak/aplikasi yang digunakan perusahaan, yang bertugas:

a. Merancang perangkat lunak/aplikasi untuk mengolah data akuntansi perusahaan yang berbasis jaringan.

b. Memberikan pelatihan (training) dalam menggunakan perangkat lunak yang dirancang.

4. Bagian Keuangan, berfungsi sebagai bagian/departemen yang menangani aliran kas perusahaan, yang bertugas:

a. Mencatat data penerimaan kas dan pengeluaran kas.

b. Bertanggung jawab atas penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan. c. Membuat laporan kas harian.

d. Memeriksa rekening di bank. e. Membuat laporan keuangan.

5. Bagian Pembelian, berfungsi sebagai bagian/departemen yang menangani transaksi pembelian perusahaan, yang bertugas:

a. Melakukan pemesanan barang.

c. Melakukan retur pembelian jika barang yang dibeli rusak. d. Membuat laporan pembelian dan laporan retur pembelian.

6. Bagian Penjualan, berfungsi sebagai bagian/departemen yang menangani transaksi penjualan perusahaan, yang bertugas:

a. Menjelaskan produk oli mesin yang dijual perusahaan. b. Menerima pesanan pembelian dari customer.

c. Memberikan informasi barang yang akan dijual kepada customer. d. Mencatat data customer yang akan membeli.

e. Melakukan transaksi penjualan dengan customer. f. Mencatat data retur penjualan.

g. Membuat laporan penjualan dan laporan retur penjualan.

7. Bagian Akuntansi, berfungsi sebagai bagian/departemen yang menangani data akuntansi perusahaan, yang bertugas:

a. Mengaudit kembali laporan yang diberikan bagian keuangan, bagian pembelian, bagian penjualan dan bagian gudang.

b. Membantu bagian gudang dalam melakukan perhitungan fisik barang. c. Melaporkan hasil audit pembukuan kepada manajer operasional.

8. Bagian Gudang, berfungsi sebagai bagian/departemen yang menangani persediaan perusahaan, yang bertugas:

a. Mengeluarkan barang yang dibeli oleh customer b. Memasukkan barang yang dibeli dari supplier. c. Melakukan pendataan persediaan barang di gudang.

d. Bertanggung jawab atas persediaan barang-barang di gudang.

e. Membuat laporan persediaan barang dan disajikan kepada manajer operasional dan bagian akuntansi.

9. Manajer HRD (Human Resources Department), berfungsi sebagai pengatur dan pengkoordinasian sumber daya manusia (karyawan) pada perusahaan, yang bertugas:

a. Mengatur proses kerja bagian security, bagian personalia, supir dan office boy/girl.

b. Bertanggung jawab atas kesejahteraan karyawan. c. Mempromosikan karyawan yang berprestasi.

d. Memberikan peringatan dan sanksi bagi karyawan yang melanggar ketentuan kerja perusahaan.

10.Bagian Security, berfungsi sebagai bagian/departemen yang menangani keamanan perusahaan, yang bertugas:

a. Bertanggung jawab atas keamanan perusahaan.

b. Membantu customer jika ada keperluan di dalam perusahaan.

11.Bagian Personalia, berfungsi sebagai bagian/departemen yang menangani administrasi karyawan, yang bertugas:

a. Mencatat data absensi karyawan. b. Membuat laporan absensi karyawan.

c. Melakukan perekrutan dan seleksi karyawan.

12.Bagian Supir, berfungsi sebagai bagian/departemen yang menangani mobil inventaris perusahaan dan pengantaran barang, yang bertugas:

a. Merawat keadaan mobil.

b. Mengantar barang yang dibeli customer.

13.Offce Boy/Girl, berfungsi sebagai bagian/departemen yang menangani kebersihan dan pelayanan kepada manajer dan tamu perusahaan, yang bertugas:

a. Membersihkan ruangan kantor setiap hari.

b. Menyiapkan minuman kepada masing-masing manajer dan tamu perusahaan. c. Bertanggung jawab atas kebersihan dan kenyamanan perusahaan.

2. Data Anggaran Perusahaan

Penyusunan anggaran perusahaan meliputi penyusunan anggaran pembelian, anggaran penjualan, anggaran biaya, anggaran pendapatan, dan anggaran laba. Adapun penyusunan anggaran perusahaan tahun 2007, seperti pada Tabel 4.1. berikut:

Tabel 4.1. Data Anggaran Perusahaan Tahun 2007 No. Nama Anggaran Jlh. Anggaran (Rp.)

1 Anggaran Pembelian 900.000.000 2 Anggaran Penjualan 1.690.000.000 3 Anggaran Biaya 780.000.000 4 Anggaran Laba 10.000.000 Sumber: PT. Artha Sepakat Persada Perkasa Medan

Proses penyusunan anggaran laba diperoleh dengan cara: Anggaran Pembelian (Rp. 900.000.000)

Anggaran Biaya (Rp. 780.000.000) Anggaran Penjualan Rp. 1.690.000.000 Anggaran Laba Rp. 10.000.000

Adapun penjelasan dari anggaran perusahaan yaitu:

1. Anggaran pembelian merupakan persediaan awal ditambah pembelian dikurangi persediaan akhir.

2. Anggaran penjualan merupakan anggaran penjualan bersih. +

3. Anggaran biaya meliputi anggaran dari biaya penjualan, biaya administrasi dan umum, dan pajak.

4. Anggaran laba merupakan jumlah laba/keuntungan yang diinginkan.

Penyusunan anggaran pada perusahaan dilakukan 1 tahun sekali dengan merincikan jumlah anggaran pembelian, anggaran penjualan, anggaran biaya, dan anggaran laba pada tahun berikutnya melalui kebijakan manajer operasional.

Dalam penyusunan anggaran, manajer operasional meninjau kembali manajemen yang sedang dilaksanakan, mempertimbangkan dan mengambil keputusan atas usulan manajemen baru. Kegiatan ini dimaksudkan agar perusahaan dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya perubahan pada masa yang akan datang dan memutuskan tindakan yang diperlukan untuk menghadapi kemungkinan tersebut. Penyusunan anggaran pada tahun 2007 terlihat bahwa manajer operasional mengharapkan adanya perolehan laba sebesar Rp. 10.000.000, dimana pada tahun 2006 perusahaan mencatat kerugian sebesar Rp. 20.000.000. Adapun data realisasi perusahaan pada tahun 2006, seperti pada Tabel 4.2. berikut:

Tabel 4.2. Data Realisasi Perusahaan Tahun 2006 No. Nama Realisasi Jlh. Realisasi (Rp.)

1 Realisasi Pembelian 840.000.000 2 Realisasi Penjualan 1.680.000.000 3 Realisasi Biaya 957.000.000 4 Realisasi Laba (117.000.000) Sumber: PT. Artha Sepakat Persada Perkasa Medan

Dokumen terkait