• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Lain

Dalam dokumen METODE PENELITIAN (Halaman 30-36)

Jenis-Jenis Penelitian

D. Penelitian Lain

1. Penelitian Murni

Penelitian murni ialah suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk pengembangan ilmu pengetahuan yaitu, untuk menciptakan pengetahuan baru atau menyusun teori-teori baru. Biasanya penelitian murni dilakukan atas dasar keinginan untuk mengetahui semata-mata, tidak secara langsung mempu-nyai kegunaan praktis. Contohnya adalah penelitian tentang ruang angkasa, penyelidikan terhadap planet Jupiter, penelitian tentang gen dan sebagainya. Penelitian murni ini ditujukan untuk kepentingan pengembangan ilmu itu sendiri, teori atau untuk pengembangan metodelogi penelitian. Pada umumnya penelitian murni memerlukan dana yang cukup besar.

Untuk negara-negara sedang berkembang, pada umumnya penelitian-penelitian dasar sangat kurang. Mereka lebih menga-rah pada penelitian terapan, misalnya di bidang pertanian. Aki-batnya konsep-konsep dan teori-teori dasar menjadi kurang berkembang. Di Indonesia, misalnya, kecenderungan seperti itu terlihat juga dari keinginan calon-calon mahasiswa memilih jurusan. Mereka cenderung memilih jurusan-jurusan yang bersi-fat terapan. Dalam fakultas ekonomi, misalnya, jurusan akuntansi dan manajemen sangat diminati sedangkan jurusan ilmu ekonomi dan studi pembangunan sangat kurang.

2. Penelitian Terapan

Penelitian terapan ialah suatu penelitian yang mempunyai tujuan praktis, biasanya untuk mencari dan menunjukkan masalah beserta pemecahannya dan menambah kemampuan untuk menyelesaikan suatu persoalan tertentu yang telah diketahui.

Pada umumnya penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, yang sifatnya praktis. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam penentuan arah kebi-jakan negara dalam berbagai lapangan. Survei biaya hidup, misalnya, dapat menjadi dasar penentuan upah buruh atau pegawai.

Tidak terdapat perbedaan yang tajam antara penelitian dasar dengan penelitian terapan dilihat dari penerapannya. Keduanya dapat dibedakan apabila dilihat dari tujuannya atau tekanannya dalam tujuan tersebut. Dalam ilmu sosial atau ilmu alam, penelitian untuk persoalan yang praktis mungkin dapat menemukan prinsip-prinsip dasar atau penelitian dasar mungkin menemukan pengetahuan yang akan segera (membutuhkan waktu) berguna untuk menemukan hal-hal yang praktis. Sebagai contoh adalah ilmu statistik. Ilmu ini dikembangkan sebagai penelitian murni tetapi sekarang sering digunakan dalam penelitian terapan sebagai alat bantu analisis. Demikian juga penelitian terapan dapat menambah pengetahuan teoritis walaupun tidak bermaksud khusus untuk itu.

3. Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Berdasarkan penggunaan angka, penelitian dapat dibedakan atas dua, yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.

Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berhubungan dan menggunakan angka sedangkan penelitian kualitatif tidak. Dalam penelitian kuantitatif, setiap fakta diupayakan agar dapat dikuan-tifikasi. Penyebaran atau frekuensi suatu gejala atau frekuensi adanya hubungan antara gejala atau fenomena dengan faktor-faktor lain disajikan dalam angka-angka, misalnya dinyatakan dalam bentuk sebaran frekuensi. Sebaliknya, informasi dalam penelitian kualitatif tidak disajikan dalam bentuk tabulasi-tabulasi angka tetapi dalam bentuk kalimat-kalimat dan diterangkan secara verbal.

Pada umumnya penelitian yang bersifat kuantitatif sangat jarang dan sebaliknya, penelitian kualitatif pun hampir tidak ada.

Pada umumnya dalam suatu penelitian terdapat kombinasi atau perpaduan kedua jenis pendekatan ini, karena saling melengkapi.

Penelitian kualitatif sering dianggap kurang ilmiah dari sudut kuantitatif (biasanya ilmu eksakta). Sebaliknya dalam ilmu sosial, tidak semua fenomena sosial dapat dikuantifikasi.

4. Penelitian Historis

Penelitian historis adalah penelitian yang bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyek-tif. Data-data dikumpulkan, dianalisis dan disintesiskan untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Selain menemukan generalisasi yang berguna dalam usaha untuk memahami kenyataan-kenyataan sejarah, penelitian historis dapat juga berguna untuk memahami situasi sekarang dan meramalkan perkembangan yang akan datang. Penelitian historis pada umumnya menggunakan sumber dokumenter.

Menurut Winarno Surachmad (1972: 127 – 129), penerapan metode historis dapat menghasilkan kajian yang bersifat:

a. Perbandingan, yaitu meneliti perkembangan lebih dari satu fenomena sejenis dengan menunjukkan unsur-unsur persa-maan serta perbedaannya. Diperbandingkan fenomena antara dua titik waktu atau antar dua wilayah geografis.

b. Juridis, yaitu dengan meneliti kemungkinan untuk menjawab persoalan yang bersangkut paut dengan ketetapan-ketetapan hukum, peraturan-peraturan atau undang-undang yang berpengaruh pada perkembangan sesuatu aspek.

c. Bibliografis, yaitu dengan membuat ikhtisar atau pembahas-an secara sistematis terhadap karya-karya ilmiah dalam bidang atau disiplin ilmu tertentu. Dalam perpustakaan yang sudah maju dapat dijumpai berbagai bibliografi tentang sesuatu hal, misalnya suku bangsa dan lain-lain.

d. Biografis, yaitu dengan menulis perkembangan cara berpikir dan faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan seorang tokoh atau pengaruh yang disebabkan oleh tokoh tersebut.

Contoh: biografi Mahatma Gandi, Gamal Abdul Nasser, Soekarno, Adam Malik dan lain-lain.

Dalam penelitian historis, tidak semua peristiwa yang sudah lewat dapat diulangi atau direkonstruksi kembali. Oleh karena itu seorang peneliti yang menggunakan metode historis harus berhati-hati sewaktu mengumpulkan data yang dibutuhkan. Keil-miahan hasil penelitian tergantung pada: (i) nara sumber, yaitu

orang-orang yang menjadi nara sumber. Sebaiknya yang menjadi nara sumber adalah pelaku sejarah atau pembuat sejarah dan benar-benar mengalami dan mengetahui peristiwa yang bersangkutan. (ii) keautentikan informasi yang diperoleh dari nara sumber tersebut. Keautentikan informasi tersebut harus didukung oleh pengalaman dan pengetahuan nara sumber.

Ada tidaknya hipotesis dalam penelitian historis tergantung dari tujuan penelitian tersebut. Sepanjang penelitian bertujuan untuk mengumpulkan fakta-fakta, hipotesis belum mutlak ada.

Akan tetapi pada umumnya hipotesis diperlukan dalam penelitian ini.

5. Penelitian Eksperimental

Sesuai dengan namanya, penelitian eksperimental berarti mengadakan percobaan untuk mengetahui suatu hal untuk memperoleh suatu hasil. Pada umumnya tujuan penelitian ekspe-rimental adalah untuk menemukan faktor-faktor penyebab dan faktor-faktor akibat. Hasil yang diperoleh akan menegaskan bagaimana hubungan sebab akibat antara variabel-variabel yang diselidiki.

Berbeda dengan eksperimen di laboratorium, eksperimen di luar laboratorium pada umumnya menghadapi kesulitan dalam hal pelaksanaan, misalnya untuk menghadapi manusia, apabila subyeknya adalah manusia. Disamping itu terdapat kesulitan untuk memanipulasi berbagai situasi dan juga dalam penyusunan metode. Dalam penelitian yang melibatkan masyarakat, misal-nya, tidak ada unit control yang digunakan sebagai patokan perbandingan.

Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan timbulnya sebuah akibat dalam hubungan sebab akibat ialah dengan jalan membandingkan berbagai peristiwa di mana terdapat fenomena tertentu. Ada 4 cara untuk mengetahui hal tersebut, yaitu:

a. Mencari suatu faktor tertentu yang sama di dalam segala peristiwa di mana timbul fenomena tertentu. Contoh, apabila di dalam berbagai peristiwa yang memperlihatkan fenomena C terdapat kesamaan kecuali di dalam faktor Z maka Z inilah yang mungkin menjadi penyebab fenomena C.

b. Membandingkan peristiwa yang memiliki suatu fenomena dengan yang tidak memiliki fenomena yang sama. Contoh, apabila serangkaian peristiwa adalah sama kecuali dalam satu faktor A, apabila kehadian faktor A menimbulkan fenomena B, maka B mungkin timbul sebagai akibat A.

c. Dengan cara mengkombinasikan cara a dan b di atas.

Apabila kedua-duanya sama, dapat disimpulkan terdapat hubungan sebab akibat.

d. Melokalisir faktor sebab melalui proses eliminasi. Caranya ialah dengan mencari faktor tertentu yang mengakibatkan bagian-bagian tertentu suatu fenomena. Apabila hal ini telah diketahui, maka bagian lain dari fenomena itu diakibatkan oleh faktor-faktor lain yang terdapat dalam peristiwa.

6. Grounded Research

Grounded research adalah suatu metode penelitian yang relatif baru. Metode ini dikembangkan oleh B.G. Glaser dan A.L. Strauss dalam buku mereka The Discovery of Grounded Research yang terbit tahun 1967 di New York. Mereka tidak mendukung sepenuhnya akan keterikatan peneliti secara berlebih-an, yang selalu bertitik tolak dari konsep-konsep, hipotesis dan teori-teori yang sudah mapan (disebut grand theory). Dalam penelitian-penelitian seperti itu, hipotesis dijabarkan dari teori-teori yang sudah ada sesuai dengan masalah yang hendak dipe-cahkan dan selanjutnya dilakukan pengujian. Berbeda dengan penelitian yang berorientasi verifikasi seperti di atas, grounded research bertolak dari fakta-fakta di lapangan tanpa ada teori yang mendasarinya.

Dalam grounded research, fakta-fakta dikumpulkan dan dianalisis dalam waktu yang bersamaan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa analisis selalu berdasarkan data.

Metode yang digunakan adalah studi-studi perbandingan dengan tujuan untuk menentukan sampai berapa jauh suatu gejala berlaku secara umum. Suatu kasus atau gejala dipelajari dan diban-dingkan dengan kasus atau gejala yang serupa. Datanya dikumpul, dianalisis dan selanjutnya ditarik kesimpulan, data

yang mana berlaku secara umum. Data merupakan sumber hipotesis dan teori. Oleh karena data merupakan sumber teori sehingga teori disebut grounded.

Tujuan dari grounded research adalah untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan dan mengembangkan teori.

KATA-KATA PENTING Penelitian eksploratif Penelitian deskriptif Penelitian ekplanatori Penelitian murni Penelitian terapan Penelitian kuantitatif Penelitian kualitatif Penelitian historis Penelitian eksperimen Grounded research

SOAL LATIHAN

1. Jelaskan perbedaan penelitian eksploratif, penelitian deskriptif dan penelitian eksplanatori.

2. Jelaskan perbedaan antara penelitian murni dengan penelitian terapan.

3. Jelaskan perbedaan penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif.

4. Jelaskan perbedaan penelitian historis dengan penelitian deskriptif.

5. Jelaskan perbedaan antara grounded research dengan grand theory.

3

Dalam dokumen METODE PENELITIAN (Halaman 30-36)

Dokumen terkait