• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Data Penelitian

1. Gambaran Umum Perusahaan PT. Starindo Perkasa Semesta Medan a. Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Starindo Perkasa Semesta Medan pada awal berdiri berbentuk perseku-tuan komanditer yakni tertanggal 22 November 1989, kemudian menyadari aktivitas perusahaan semakin luas dan keperluan modal yang semakin besar pula, maka terhi-tung mulai tanggal 29 Oktober 1990 para pendiri perusahaan sepakat untuk merubah anggaran dasar perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT). Dengan bentuk ini dirasakan lebih cocok dan menguntungkan dalam hal pengumpulan modal serta menjalankan operasi perusahaan.

PT. Starindo Perkasa Semesta Medan berdasarkan akte yang dibuat terletak di Medan dan perubahan bentuk perusahaan tersebut di atas dibuat dihadapan Notaris Drajat Darmaji, SH dengan akte no. 58.

Demikianlah sejarah dan uraian singkat mengenai PT. Starindo Perkasa Semesta Medan yang bergerak di berbagai bidang usaha sehingga untuk mendukung keberhasilan dan tujuan perusahaan sangat perlu adanya auditor internal agar dapat mengawasi dan memeriksa segala hal yang berkaitan dengan operasi perusahaan.

b. Stuktur Organisasi Perusahaan

Dengan melakukan pemilihan serta penentuan struktur organisasi yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi dalam perusahaan maka pencapian tujuan perusahan akan lebih terarah. Selain itu dengan struktur organisasi yang jelas dan baik maka akan dapat diketahui sampai dimana wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki oleh seseorang dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, struktur organisasi sangat penting perannya untuk menghindari terjadinya ketidakpastian dalam melaksanakan aktivitas-aktivitas perusahaan.

Struktur organisasi pada PT. Starindo Perkasa Semesta Medan adalah berbentuk garis (line organizational structure) dan staf, yang dipimpin oleh seorang direktur utama yang memberi perintah dan tanggung jawab langsung ke bawahan. Untuk fungsi staf disini berbeda dengan direktur utama tadi yang mana pada fungsi staf berlaku sebagai pembantu direktur utama yang tidak dapat memberikan komando langsung ke bawahan.

Bagan dari organisasi PT. Starindo Perkasa Semesta Medan dapat dapat dilihat struktur organisasi perusahaan dimulai dari pemegang saham utama merupakan pendiri-pendiri perusahaan, mereka adalah Bapak Ir. Yulianto Haryono (sebagai Direktur Utama), Bapak H. Chairuddin, Bapak H. Ahmad Syahni, Bapak Abdul Hakim serta Ibu Sri Elfianti. Selanjutnya mereka yang duduk dalam dewan komisaris menetapkan kebijaksanaan umum yang kemudian dijabarkan secara terinci pada masing-masing divisi.

Berkaitan dengan posisi auditor internal pada struktur organisasi perusahan, divisi pemeriksa internal merupakan tempat auditor internal yang bertugas, yang memiliki tugas-tugas antara lain :

1. Memeriksa semua bagian yang ada terutama data keuangan.

2. Membuat laporan mengenai hasil pemeriksaan kepada direktur utama.

3. Kedudukannya independent dan tidak memihak terhadap bagian yang ada dalam perusahaan.

c. Aktivitas Perusahaan.

Perusahaan melakukan operasi usahanya dan juga melakukan aktivitas perusahaan sesuai dengan bidang usaha perusahaan yang antara lain sebagai berikut : 1. Mendirikan dan menjalankan perusahaan pemborongan (general contractor) yang

meliputi gedung, rumah, jalan, jembatan, bangunan air, pengerukan sungai, pembabatan hutan dan pemborongan pekerjaan sejenisnya.

2. Penyediaan barang jasa, yaitu sebagai agen komisi, supplier, distributor, grossier dan leveransier untuk badan-badan pemerintah atau perusahaan-perusahaan swasta lainnya.

3. Mendirikan dan menjalankan perusahaan perindustrian, perbengkelan, pertukangan serta mengerjakan segala sesuatu yang berhubungan dengan hal tersebut.

PT. Starindo Perkasa Semesta Medan dalam menjalankan aktivitas yang ada memiliki dua buah gudang yang berlokasi di kompleks Medan Star jalan raya Medan Tanjung Morawa. Kedua gedung tersebut berfungsi untuk tempat penyimpanan alat-alat yang akan digunakan untuk operasi perusahaan.

Adapun kegiatan perusahaan yang sudah terlaksana dan diselesaikan merupakan proyek-proyek yang dikerjakan oleh perusahaan sendiri ataupun bekerja sama dengan perusahaan lain. Proyek-proyek tersebut antara lain :

1. Proyek kantor PLN cabang Padang Sidempuan Sumatera Utara sebagai konsultan pengawas.

2. Merakit kembali pemasangan listrik di kebun Bahliab milik PT. PP Lonsum. 3. Proyek renovasi gedung kantor ABN – Amro Bank N.V di Medan.

4. Pembuatan panel utama turbin utama generator PTP. III di Bah Jambi.

5. Pengadaan dan pemasangan trafo 60 MVA 150/20 KV di GIS listrik di Medan. 6. Pembangunan/pengadaan baru sumber tenaga foundry dari PLTA di unit usaha

Dolor Ilir.

7. Pengadaan SPP Boiler Feed Water Pump PT.PLN (Persero), di PLTU Bukit Asam,

2. Fungsi Auditor Internal pada PT. Starindo Perkasa Semesta Medan

Sesuai dengan struktur organisasi yang ada pada PT. Starindo Perkasa Semesta Medan, bahwa auditor internal berkedudukan di bawah Direktur Utama yang berarti menerima instruksi pemeriksaan dan memberikan laporan pertanggung jawaban atas pelaksanaan audit kepada direktur utama. Auditor internal berada pada

divisi pemeriksaan internal yang mana bertujuan untuk membantu direktur utama sebagai penguasa perusahaan dengan memberikan penilaian atas keefektifan sistem pengawasan internal perusahaan serta memberikan rekomendasi perbaikan dari sistem pengawasan internal dalam seluruh tingkat organisasi.

Fungsi divisi pemeriksaan internal tersebut tertuang dalam bentuk pelaksanaan pemeriksaan internal terhadap aktivitas dan kegiatan operasional perusahaan yang dilakukan secara terus-menerus. Dengan cara ini dapat diketahui perubahan dan perkembangan kegiatan perusahaan sekaligus ketidakwajaran dalam pelaksasan kegiatan-kegiatan yang ada. Dengan dilakukan fungsi ini,maka divisi pemeriksaan internal telah melakukan suatu pengawasan yang memaksa setiap unit perusahaan intuk berbuat dan bertindak sesuai dengan prosedur, rencana, dan sasaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu dapat dikatakan divisi pemeriksaan internal telah membantu direktur utama dalam hal penertiban kegiatan unit perusahaan.

Adapun bidang pemeriksaan yang dilakukan oleh divisi pemeriksa internal meliputi, antara lain :

A. Audit operasional

Merupakan suatu audit yang dimaksudkan sebagai penilaian terhadap tata cara pengelolaan organisasi dan bertujuan membantu pimpinan perusahaan untuk me-laksanakan tugasnya dengan baik. Penilaian tersebut bersifat sistematis dan objektif atas usaha pihak manajemen untuk perbaikan dan pengembangannya di masa mendatang. Audit ini juga menekankan dalam pengelolaan sumber daya dan

program maupun unit. Tujuan daripada audit operasional dalam memberikan rekomendasi perbaikan tersebut adalah :

1. Untuk mendorong kepatuhan dan ketaatan terhadap kebijakan manajemen dan menilai apakah kebijakan manajemen tersebut telah memadai dalam mencapai tujaun perusahaan.

2. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan pada tiap-tiap unit organisasi.

B. Audit keuangan

Merupakan audit yang menekankan kepada penilaian yang sistematis dan objektif terhadap harta kekayaan atau aset perusahaan. Audit ini bertujuan untuk memberikan pengamanan harta kekayaan perusahaan. Dilakukannya audit ini berdasarkan pertanggung jawaban keuangan agar dapat memenuhi informasi-informasi antara lain :

1. Informasi keuangan secara kuantitatif mengenai objek yang diperiksa guna pengambilan keputusan.

2. Informasi keuangan yang dapat membantu pimpinan perusahaan dalam menaksir kemampuan perusahaan menghasilkan laba.

3. Informasi yang dapat dipercaya dalam hal kekayaan perusahaan dan posisi keuangan perusahaan.

4. Informasi lainnya yang berkaitan dengan keuangan dalam hal pembukuan harta dan kewajiban serta mengungkapkan informasi lain sesuai dengan kebutuhan.

Sasaran dari audit keuangan ini antara lain :

1. Penilaian atas pengawasan akuntansi dan keuangan.

2. Pemeriksaan kelengkapan dan kewajaran laporan pertanggung jawaban keuangan.

3. Pemeriksaan ketaatan terhadap ketentuan yang ada. 4. Pemeriksaan terhadap pengamanan kekayaan. 5. Pengkajian ulang analisa laporan keuangan.

Dengan pembentukan dari divisi pemeriksaan internal ini, maka fungsi auditor internal dalam perusahaan ialah untuk memastikan seluruh aktifitas perusahaan meli-puti keuangan maupun operasional berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku di perusahaan. Fungsi-fungsi ini dapat lebih diperinci sebagai berikut :

a. Mengadakan pengamatan, analisa dan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi, penggunaan sumber daya dan dana dalam pelaksanaan tugas-tugas pokok perusahaan.

b. Mencegah dan menemukan kecurangan serta pemborosan dengan melaksanakan prosedur pemeriksaan yang baik.

c. Memberikan saran agar menyempurnakan sistem pengawasan internal yang ada apabila dipandang perlu dengan sebelumnya melakukan evaluasi yang seksama terhadap sistem pengawasan yang ada.

d. Melaksanakan penelitian terhadap hasil kerja individu dalam setiap bagian perusahaan dan memastikan apakah kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh

e. Menyusun laporan pemeriksaan internal atau laporan auditor internal pada setiap bulan atas hasil pelaksanaan pemeriksaan.

Fungsi ini menegaskan bahwa auditor internal membantu pimpinan perusa-haan dalam melakukan kegiatan pengawasan pada bagian operasional dan bagian keuangan serta melaporkan temuan-temuan yang dapat menghambat kemajuan peru-sahaan.

Dalam melaksanakan fungsi-fungsi pemeriksaan internal terhadap aktivitas perusahaan, diperlukan program pemeriksaan yang merupakan pedoman bagi pelak-sanaan pemeriksaan dan juga kertas kerja pemeriksaan yang berguna untuk mendo-kumtasikan hasil-hasil pemeriksaan. Audit program dan kertas kerja pemeriksaan pada perusahaan dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Program pemeriksaan

merupakan rancangan atau perencanaan atas tindakan-tindakan yang akan dilakukan terhadap pemeriksaan internal pada perusahaan yang terperinci dan sistematis. program pemeriksaan pada perusahaan terdiri dari pemeriksaan divisi dan fungsional, pemeriksaan kontraktor dan investigasi pemeriksaan.

b. Kertas kerja pemeriksaan

merupakan alat untuk mendokumentasikan pekerjaan pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor internal. Kertas kerja pemeriksaan ini berisikan surat penugasan pemeriksaan, program pemeriksaan, dokumentasi pekerjaan yang telah dilakukan, temuan-temuan, kesimpulan-kesimpulan, dan dokumen lain yang dipersiapkan

sejak auditor internal menerima penugasan hingga terbitnya laporan hasil pemeriksaan.

3. Kedudukan Auditor Internal pada PT. Starindo Perkasa Semesta Medan

Secara teoritis telah dikemukakan bahwa keberhasilan auditor internal dalam perusahaan sangat dipengaruhi oleh kedudukannya dalam perusahaan. Auditor internal sebaiknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan bagian ini untuk melaksanakan wewenang dan tanggung jawabnya dengan baik, serta dapat menjamin kebebasan dalam melakukan aktivitasnya. Semakin tinggi kedudukan pejabat yang membawahi bagian internal auditor, semakin luas lingkup pemeriksaan yang akan dilakukan, seterusnya semakin luas lingkup pemerikasaan yang dilakukan internal auditor, semakin memungkinkan bagian internal audit untuk bersifat independen. Tentunya auditor internal di satu perusahaan dengan perusahaan lainnya tidak sama, hal ini dipengaruhi oleh situasi dan kondisi tiap-tiap perusahaan serta tujuan yang hendak dicapainya.

Divisi pemeriksa internal pada PT. Starindo Perkasa Semesta Medan dipimpin oleh seorang direktur divisi yang diangkat langsung oleh direktur utama yang dalam tugasnya dibantu pegawai-pegawai dari divisi tersebut. Dalam struktur organisasi digambarkan kedudukan divisi pemeriksa internal langsung berada dibawah direktur utama sebagai fungsi staf untuk memastikan kinerja perusahaan berjalan dengan baik. Dengan demikian divisi mempunyai wewenang untuk melaksanakan pemeriksaan

untuk mengambil tindakan langsung pada bagian-bagian yang diperiksanya. Untuk itu divisi pemeriksaan internal dapat memberikan rekomendasi kepada direktur utama atas hasil auditnya.

Divisi pemeriksaan internal atau auditor internal pada PT. Starindo Perkasa Semesta Medan memiliki wewenang sebagai berikut :

a. Melakukan pengujian dan meneliti atas keabsahan bukti transaksi dan catatan-catatan pembukuan harta perusahaan.

b. Meneliti data keuangan yang disajikan bagian keuangan mengadakan wawancara dengan divisi yang diperiksa.

c. Melakukan konfirmasi dengan pihak eksternal ataupun rekanan perusahaan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.

d. Memberikan saran dan rekomendasi kepada direktur utama atas hasil pemeriksaannya.

Divisi pemeriksaan internal juga memiliki tanggung jawab langsung atas hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dan menyajikannya dalam laporan hasil audit. Tanggung jawab auditor internal itu dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Memastikan luasnya cakupan dimana harta perusahaan dapat dilindungi serta menjalankan fungsi pemeriksaan internal itu sendiri.

b. Memastikan kelayakan data-data akuntansi dan data lainnya di perusahaan.

c. Memastikan efektifitas kerja sistem pengawasan internal sampai sejauhmana prosedur-prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan telah ditaati oleh setiap divisi yang ada.

Dalam mencapai keberhasilan pemeriksaan, perlu unsur-unsur objektifitas dalam praktek pemeriksaan. Maksudnya dengan adanya pemisahan dan uraian tugas secara jelas. Nantinya diharapkan pemeriksaan internal akan berjalan dengan baik dengan adanya uraian tugas secara keseluruhan dan penguasaan teknik pemeriksaan yang baik bagi pegawai divisi pemeriksaan internal.

Sehubungan dengan hal itu PT. Starindo Perkasa Semesta Medan telah menetapkan uraian tugas para pegawai yang ada di divisi pemeriksaan internal guna mencapai tujuan pemeriksaan. Berikut uraian tugas direktur divisi pemeriksaan internal :

a. mempersiapkan dan membuat kebijaksanaan ataupun jadwal pemeriksaan sebagai pedoman kerja.

b. Melaksanakan dan mengawasi pemeriksaan agar terlaksana dengan efektif dan efisien.

c. Menganalisis dan menilai berbagai kebijakan yang telah ditempuh.

d. Mengkoordinasikan berbagai tanggapan terhadap temuan-temuan audit yang berasal dari auditor eksternal.

e. Membuat laporan pemeriksaan serta mengkonsultasikan hasil pemeriksaan kepada pihak atasan, dalam hal ini direktur utama.

Kemudian para staf/pegawai dari divisi pemeriksa internal juga memliki tugas, antara lain :

b. Membantu direktur divisi dalam kegiatan pemeriksaan, baik pemeriksaan operasional maupun pemeriksaan keuangan.

c. Mengkoordinasikan pekerjaan audit lapangan.

d. Memeriksa dan mengevaluasi efektifitas pengawasan di bagian-bagian operasional perusahaan.

e. Membantu direktur divisi dalam hal penyiapan laporan hasil pemeriksaan serta rekomendasi perbaikan.

4. Laporan Auditor Internal pada PT. Starindo Perkasa Semesta Medan

Hasil pemeriksaan internal adalah pembuatan laporan hasil pemeriksaan. Laporan audit dibuat berdasarkan hasil-hasil pemeriksaan bagian sistem pengawasan internal yang ditunjang dengan data-data yang telah dianalisis, diinterprestasikan untuk kemudian didokumentasikan, sehingga memberikan dukungan yang kuat terhadap hasil pemeriksaan intern. Laporan hasil pemeriksaan intern ini dapat dikatakan sebagai senjata yang sangat berharga bagi internal auditor, sehingga ada suatu konvensi (ketentuan tidak tertulis) yang menyatakan bahwa keberhasilan tugas internal auditor terletak pada keahliannya membuat laporan yang membuahkan dampak positif bagi keputusan-keputusan yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Sebelum laporan dibuat, dilakukan komunikasi dengan bagian bersangkutan mengenai tamuan audit. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan dan penjelasan lebih lanjut. Dalam membuat laporan audit, perusahaan tidak menetapkan

standar-standar khusus, akan tetapi hanya berpedoman kepada kriteria yang bersifat umum, seperti :

a. Laporan harus jelas, teratur, singkat dan dapat dimengerti dengan baik oleh pengguna laporan.

b. Laporan harus menggunakan bahasa yang tepat dan baik.

c. Tanggapan atas pemeriksaan berdasarkan temuan faktual dan berorientasi kepada masa yang akan datang.

d. Rekomendasi-rekomendasi yang dibuat harus praktis dan dapat dilaksanakan serta memperhitungkan jumlah biaya dengan keuntungan yang diperoleh.

e. Kebiasaan-kebiasaan sehat yang ada pada perusahaan dan dapat menaikkan produktifitas kerja.

Selain laporan yang dibuat secara tertulis sesuai yang diuraikan di atas, perusahaan juga memberlakukan uraian-uraian secara lisan. Biasanya laporan tersebut disampaikan dalam suatu pertemuan tertutup dengan pihak pimpinan perusahaan. Mengingat kesibukan pimpinan perusahaan yang cukup tinggi, dengan adanya pertemuan seperti ini akan dapat mengambil keputusan secara cepat untuk menindaklanjuti hasil audit daripada hanya dengan membaca laporan audit.

Laporan tertulis yang dibuat oleh auditor internal merupakan laporan utama yang disampaikan dalam bentuk khusus, antara lain sebagai beriut :

A. Ringkasan pemeriksaan

1. Ruang lingkup pemeriksaan yang menyangkut bagian-bagian, sifat dan waktu yang telah diperiksa.

2. Tujuan dan sasaran pemeriksaan.

3. Latar belakang diperlukannya pemeriksaan. 4. Tim pelaksana pemeriksaan.

5. Uraian singkat mengenai kebijakan pimpinan perusahaan tentang permasalahan yang dihadapi.

B. Analisa hasil pemeriksaan.

Pada bagian ini laporan temuan-temuan yang dijumpai dan menganalisa tentang hal-hal antara lain :

1. Analisa laporan keuangan yang berasal dari divisi keuangan dan analisa tata cara operasional dari divisi operasional sebagai objek pemeriksaan.

2.Menganalisa temuan-temuan atas penyimpangan-penyimpangan yang merugikan perusahaan.

3. Kesimpulan dan penilaian selama pemeriksaan dilakukan.

4. Rekomendasi kepada pimpinan perusahaan tentang langkah-langkah yang akan diambil untuk tindakan perbaikan.

C. Lampiran

Pada bagian ini merupakan data pendukung yang berkaitan dengan laporan hasil pemeriksaan internal tertulis yang dibutuhkan.

B. Analisa Hasil Penelitian

Dokumen terkait