• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Penelitian-penelitian Sebelumnya

1. I Gade Teguh Esa Widhiarta dan I Made Wardana (2015) “Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian Iphone di Denpasar”

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kesadaran merek, persepsi kualitas, asosiasi merek, dan loyalitas merek terhadap keputusan pembelian smartphone iphone di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan riset kualitatif yaitu dengan menggunakan survey dan kuesioner terhadap 120 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Ditemukan hasil bahwa kesadaran merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian.

Persepsi kualitas berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian.

Asosiasi merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian.

Terakhir, loyalitas merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian.

2. Harti Eva Cahya (2015) “Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian SmartPhone Sony Xperia Z Series di Counter Insight Plaza Marina Surabaya” Penelitian ini dilatar belakangi semakin berkembangnya industri telepon genggam atau smartphone dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Persaingan usaha membuat para pemasar harus mampu mengidentifikasi kebutuhan konsumen dengan baik. Sony Xperia khususnya tipe Z series adalah smartphone kelas atas yang mampu

menjawab kebutuhan konsumen dengan menjadi smartphone pertama yang mampu digunakan di dalam air dalam waktu tiga puluh menit dan dengan kedalaman satu meter di dalam air. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung counter Insight Plaza Marina Surabaya yang membeli smartphone Sony Xperia Z series. Teknik sampling menggunakan sampling purposive dengan ukuran sampel sebanyak 96 responden. Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan harga berpengaruh secara signifikan yaitu secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian smartphone Sony Xperia Z series di counter Insight Plaza Marina Surabaya

3. Achmad Jamaludin, Zainul Arifin, Kadarismasn Hidayat (2015) “Pengaruh Promosi Online dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian (Survei pada pelanggan Aryka Shop di Kota Malang)” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi online dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian. Jenis penelitian yang dilakukan adalah explanatory research atau penelitian penjelasan dengan menggunakan uji

hipotesis dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 91 orang yang merupakan pelanggan Aryka Shop. Teknik Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik judgmental sampling. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan

analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan variabel bebas Promosi Online dan Persepsi Harga berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu Keputusan Pembelian. Secara parsial yang dapat dilihat dari hasil uji t yang menunjukan bahwa variabel Promosi Online mempunyai tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Sedangkan variabel Persepsi Harga mempunyai tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Berdasarkan perhitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara parsial Promosi Onlinedan Persepsi Harga memiliki pengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Sementara itu, analisis deskriptif menunjukan bahwa dengan melakukan promosi online dengan baik, maka akan meningkatkan minat seseorang untuk melakukan keputusan pembelian dan serta menciptakan persepsi harga yang sesuai dengan produk yang di tawarkan.

Ekuitas Merek

Kualitas Produk Promosi

Online C. Kerangka konseptual

Untuk memudahkan pembaca memahami penelitian ini, maka penulis kemukakan kerangka konseptual.

Gambar II.3 Kerangka konseptual penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara ekuitas merek, kualitas produk dan promosi online pada keputusan pembelian sepatu Vans. Ekuitas merek sebagai variabel bebas, kualitas produk sebagai variabel bebas, dan promosi online sebagai variabel bebas dan keputusan pembelian sepatu Vans sebagai variabel terikat.

D. Hipotesis

Menurut Margono (2004:80) menyatakan bahwa hipotesis berasal dari perkataan hipo (hypo) dan tesis (thesis). Hipo berarti kurang dari, sedangkan tesis berarti pendapat. Jadi hipotesis adalah suatu pendapat atau kesimpulan yang sifatnya masih sementara.

Keputusan Pembelian

1. Ekuitas merek

Menurut Wood (2009:136) ekuitas merek yang tinggi dapat membantu membela pangsa pasar ketika sebuah produk menjadi matang atau menghadapi persaingan yang tajam. Semakin merek kuat, semakin iya mengukuhkan loyalitas pelanggan dan mendorong nilai – seumur – hidup – pelanggan, jumlah total yang dikeluarkan pelanggan untuk merek atau perusahaan selama keseluruhan relasi.

H1: Ekuitas merek berpengaruh positif pada keputusan pembelian.

2.

Kualitas produk

Dalam persaingan suatu bisnis, kualitas produk yang baik menjadi salah satu keunggulan untuk bersaing. Kualitas produk yang baik disini adalah kualitas produk yang dapat memenuhi keinginan konsumen. Menurut Kotler and Armstong (2006:272) kualitas produk adalah salah satu sarana positioning utama pemasar. Menurut Hirati (2015) semakin baik kualitas dari produk, maka besar kemungkinan konsumen untuk membeli produk tersebut.

H2: Kualitas produk berpengaruh positif pada keputusan pembelian.

3.

Promosi online

Salah satu teknik pemasar untuk memperkenalkan suatu produk adalah dengan promosi. Menurut Jamaludin, Arifin, dan Hidayat (2015) Promosi online adalah proses kegiatan yang dilakukan oleh pihak (perusahaan)

dalam menawarkan produk barang atau jasa yang dikenalkan atau diiklankan melalui media online (internet), sehingga tidak terjadi tatap muka langsung antara pembeli dan penjual. Promosi online dapat menjangkau konsumen dimana mana tanpa adanya keterbatasan dalam menjangkau konsumen. Salah satunya adalah menggunakan iklan media sosial. Semakin baik promosi online maka akan semakin memperbesar kemungkinan pelanggan untuk melakukan keputusan pembelian suatu produk tersebut.

H3: Promosi online berpengaruh positif pada keputusan pembelian.

4. Ekuitas merek, kualitas produk, dan promosi online

Menurut Wood (2009:136) ekuitas merek yang tinggi dapat membantu membela pangsa pasar ketika sebuah produk menjadi matang atau menghadapi persaingan yang tajam. Dalam persaingan suatu bisnis, kualitas produk yang baik menjadi salah satu keunggulan untuk bersaing. Salah satu teknik pemasar untuk memperkenalkan suatu produk adalah dengan promosi. Menurut Jamaludin, Arifin, dan Hidayat (2015) Promosi online adalah proses kegiatan yang dilakukan oleh pihak (perusahaan) dalam menawarkan produk barang atau jasa yang dikenalkan atau diiklankan melalui media online (internet), sehingga tidak terjadi tatap muka langsung antara pembeli dan penjual.

H5: Ekuitas merek, kualitas produk, dan promosi online secara bersama sama berpengaruh pada keputusan pembelian.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian kuantitatif dan penelitian survei. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kausalitas dimana desain penelitian yang disusun digunakan untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan sebab akibat antar variabel (Sanusi, 2011:14). Menurut tempatnya, penelitian ini termasuk penelitian lapangan dimana penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan data yang diambil secara langsung dari responden, dan berdasarkan tujuannya penelitian ini termasuk dalam penelitian terapan.

B. Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan maret sampai april 2020. Lokasi pengumpulan data akan dilaksanakan di Kota Yogyakarta.

C. Variabel Penelitian

1. Identivikasi dan devinisi variabel a. Variabel dependen

Variabel dependen atau variabel terikat adalah merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2008:3). Pada penelitian ini, yang menjadi variabel

24

dependen adalah keputusan pembelian. Indikator keputusan pembelian adalah:

1) Tetap membeli walaupun ada merek lain yang lebih menarik 2) Membeli karena yakin terhadap merek

3) Memiliki target / kriteria tertentu dalam membeli

b. Variabel independen

Pada penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah:

1) Ekuitas merek

Menurut Kotler and Keller (2008:263) ekuitas merek (brand equity) adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa.

Indikator ekuitas merek yaitu:

a) Pengenalan merek b) Daya tarik dari produk

c) Pembeli yang menyukai merek d) Pembeli yang merasa puas

2) Kualitas produk

Menurut Kotler and Armstrong (2006:272) kualitas produk adalah salah satu sarana positioning utama pemasar. Kualitas produk memiliki dampak langsung pada kinerja produk atau jasa; oleh karena itu, kualitas berhubungan erat dengan nilai kepuasan pelanggan. Indikator kualitas produk yaitu:

a) Keunggulan produk yang memiliki kualitas

b) Produk yang menarik c) Konsisten

d) Standar dari produk 3) Promosi online

Promosi online adalah proses kegiatan yang dilakukan oleh pihak (perusahaan) dalam menawarkan produk barang atau jasa yang dikenalkan atau diiklankan melalui media online (internet), sehingga tidak terjadi tatap muka langsung antara pembeli dan penjual. Indikator promosi online adalah:

a) Informasi.

b) Menambah nilai dari suatu produk 2. Skala pengukuran variabel

Skala pengukuran variabel dalam penelitian ini adalah menggunakan skala Likert. Skala likert adalah skala yang didasarkan pada penjumlahan sikap responden dalam merespon pernyataan berkaitan dengan indicator indicator suatu konsep atau variabel yang sedang diukur (Sansui, 2011:59). Peneliti menggunakan skala ordinal untuk mengukur tingkat kesetujuan para responden atas beberapa pernyataan yang dikemukakan peneliti dalam bentuk kuisioner. Skala ini menggunakan lima angka penilaian sebagai berikut:

Tabel III.I Model Skala Likert

Keterangan Score

Sangat setuju 5

Setuju 4

Netral 3

Tidak setuju 2

Sangat tidak setuju 1

Dari data di atas bobot tertinggi adalah 5, sehingga interval nya dapat dihitung sebagai berikut:

interval

=

nilai maksimum−nilai minimum kelas interval

interval = 5−1

= 0,8

5

dengan rentang skala 0,8 maka skor dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Tabel III.2

Skala Data Ekuitas Merek

No Skala Data Keterangan

1 1,00 – 1,79 Sangat Tidak Baik

2 1,80 – 2,59 Tidak Baik

3 2,60 – 3,39 Kurang Baik

4 3,40 – 4,19 Baik

5 4,20 – 5,00 Sangat Baik

Tabel III.3

Skala Data Kualitas Produk

No Skala Data Keterangan

1 1,00 – 1,79 Sangat Tidak Baik

No Skala Data Keterangan

1 1,00 – 1,79 Sangat Tidak Menarik

No Skala Data Keterangan

1 1,00 – 1,79 Sangat Tidak Pasti

2 1,80 – 2,59 Tidak Pasti

3 2,60 – 3,39 Kurang Pasti

4 3,40 – 4,19 Pasti

5 4,20 – 5,00 Sangat Pasti

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi atas objek / subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian akan ditarik suatu kesimpulan (Sugiyono.

2008:80). Populasi penelitian ini adalah konsumen di kota Yogyakarta yang membeli sepatu Vans.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2008:80). Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari konsumen di kota Yogyakarta yang membeli sepatu Vans. Jumlah sampel dari penelitian ini adalah 100 responden.

E. Unit analisis

Unit analisis penelitian ini adalah konsumen di kota Yogyakarta yang membeli sepatu Vans.

F. Teknik pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan cara ini semua populasi tidak memiliki peluang yang sama untuk menjadi anggota sampel. Teknik Non Probability sampling ini menggunakan teknik incidental sampling atau cara dipermudah karena peneliti memiliki kebebasan untuk memilih diantara anggota populasi yang akan dijadikan sebagai sampel.

G. Sumber data

Sumber data dalam penelitian ini diambil dari data primer. Data primer yang berupa data mengenai persepsi ekuitas merek, kualitas produk, dan promosi online diambil dari kuisioner yang diberikan kepada konsumen di kota Yogyakarta yang membeli sepatu Vans

H. Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuisioner. Menurut Sekaran 2003 (dalam Wiyono 2011:144) kuisioner merupakan teknik pengambilan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis yang ditujukan kepada respoden. Kuisioner sangat cocok digunakan apabila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Selain itu, kuisioner juga merupakan teknik pengumpulan data yang paling efisien jika peneliti sudah mengetahui dengan pasti variabel yang akan diukur dan mengetahui persis apa yang diharapkan dari responden.

I. Teknik pengujian instrument

Pada penelitian ini, ada dua uji yang digunakan dalam teknik pengujian instrument, uji tersebut adalah uji validitas (validity testing) serta uji realiabilitas (reliability testing). Berikut penjelasan masing-masing kedua uji tersebut:

1. Uji validitas

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2017:198). Hasil penelitian dikatakan valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.

Contohnya jika dalam suatu objek berwarna merah, data yang terkumpul berwarna merah maka hasil penelitian dikatakan valid, sebaliknya jika data yang dikumpulkan berwarna merah sedangkan objek penelitian berwarna putih maka data tersebut ditakan tidak valid.

Menurut Sugiarto (2017:201) validitas dalam penelitian merepresentasikan derajad ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dilaporkan oleh peneliti. Semakin tinggi ketepatan antara data yang terjadi pada objek peneitian dengan data yang dilaporkan peneliti maka semakin tinggi pula validitasnya.

Untuk menentukan instrumen itu valid atau tidak maka memiliki ketentuan sebagai berikut:

a. Jika rhitung ≥ rtabel maka instrumen tersebut valid.

b. Jika rhitung < rtabel maka instrumen tersebut tidak valid.

2. Uji reliabilitas

Menurut Sugiyono (2017:199) Instrumen yang reliabel maksudnya adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Penelitian dikatakan reliabel bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Contohnya jika objek kemarin berwarna merah, maka sekarang dan besok akan tetap berwarna merah. Dalam penelitian ini, instrumen dikatakan reliabel jika cronbach’s alpha dalam analisis data lebih besar (>) dari nilai 0.60.

J. Teknik analisis data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan regresi linear berganda. Regresi linear berganda pada dasarnya merupakan perluasan dari regresi linear sederhana, yaitu menambah jumlah variabel bebas yang sebelumnya hanya satu menjadi dua atau lebih (Sanusi, 2011:134). Dengan demikian, dapat digambarkan persamaan matematika regresi linear berganda dari penelitian ini adalah sebagai berikut

Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + e Dimana:

Y = keputusan pembelian

X1 = ekuitas merek

X2 = kualitas produk X3 = promosi online a = bilangan konstanta

b1 – b3 = koefisien regresi e = variabel pengganggu

1. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik ini digunakan untuk menguji apakah model regresi benar-benar menunjukkan hubungan yang signifikan dan representatif. Ada empat pengujian dalam asumsi klasik, yaitu:

a. Uji Normalitas

Uji Normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, terdapat distribusi normal antara variabel terikat dan variabel bebas.

Apabila distribusi data normal ataupun mendekati normal, berarti model regresi bisa digunakan. Pengujian untuk menentukan data terdistribusi normal atau tidak, dapat menggunakan uji statistik non parametrik. Uji statistik non-parametrik yang digunakan adalah uji one sample Kolmogorov-Smirnov (1-Sampel K-S). Apabila hasilnya menunjukkan nilai probabilitas signifikan diatas 0,05 atau 5% maka variabel berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya hubungan linear antar variabel independen dalam model regeresi (Wiyono, 2011:157). Dalam hal ini, keputusan untuk pengujian uji

multikolinearitas adalah dengan melihat nilai inflation factor (VIF).

Dasarnya yaitu jika nilai VIF lebih besar (>) daripada 10, maka terdapat gejala multikolinearitas. Sebaliknya jika nilai VIF lebih kecil atau sama dengan (≤) 10, maka tidak terdapat gejala multikolinearitas (Sanusi, 2011:136).

c. Uji Heteroskedastisitas

Tungga, Saputra, & Vijaya (2014: 121) menjelaskan bahwa uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain dan jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedatistitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastistitas.

Dalam penelitian ini dasar pengambilan keputusan untuk menentukan terdapat atau tidaknya gejala heterokedastisitas adalah dengan menggunakan model scatterplot. Jika dalam model scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak, baik di bagian atas angka nol atau dibagian bawah angka nol dari sumbu vertikal atau sumbu Y, maka dapat simpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi ini (Sarjono & Julianita, 2011:70).

d. Uji t atau uji parsial

Uji signifikansi terhadap masing-masing koefisien regresi diperlukan untuk mengetahui signifikan tidaknya pengaruh dari masing-masing variabel bebas (Xi) terhadap variabel terikat (Y) (Sanusi, 2011:138).

Berkaitan dengan hal itu uji signifikan secara parsial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Nilai yang digunakan untuk melakukan pengujian adalah nilai t hitung. Langkahnya adalah sebagai berikut:

1) Menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif penelitian yaitu:

Ekuitas merek:

H0: Ekuitas merek, secara parsial tidak berpengaruh positif pada keputusan pembeliaan konsumen.

Ha: Ekuitas merek, secara parsial berpengaruh positif pada keputusan pembelian konsumen.

Kualitas Produk:

H0: Kualitas produk, secara parsial tidak berpengaruh positif pada keputusan pembeliaan konsumen.

Ha: Kualitas produk, secara parsial berpengaruh positif pada keputusan pembelian konsumen.

Promosi Online:

H0: Promosi online, secara parsial tidak berpengaruh positif pada keputusan pembeliaan konsumen.

Ha: Promosi online, secara parsial berpengaruh positif pada keputusan pembelian konsumen.

2). Menghitung nilai thitung dengan alfa (α) = 5%

3). Membandingkan nilai thitung dengan ttabel yang tersedia pada α 5%.

Rumus untuk mencari nilai t tabel yaitu t = (α/2; n – k-1).

Di mana:

α = tingkat kepercayaan sebesar 5%

n = jumlah sampel

k = jumlah vairiabel independen 4). Mengambil keputusan dengan kriteria:

a) Jika nilai signifikansi lebih kecil atau sama dengan (≤) 0,05, atau nilai t hitung lebih besar (>) daripada nilai t tabel maka terdapat pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).

Yang artinya ekuitas merek, kualitas produk, dan promosi online secara parsial berpengaruh pada keputusan pembelian konsumen atau H0 diterima Ha ditolak.

b) Atau sebaliknya jika nilai signifikansi lebih besar (>) dari 0,05, atau t hitung lebih kecil (<) daripada t tabel maka tidak terdapat pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).

Yang artinya ekuitas merek, kualitas produk, dan promosi online secara parsial tidak berpengaruh pada keputusan pembelian konsumen atau Ha diterima dan H0 ditolak.

e. Uji F atau uji simultan

Uji F yang signifikan menunjukkan bahwa variasi variabel terikat dijelaskan sekian persen oleh variabel bebas secara bersama-sama adalah benar-benar nyata dan bukan jadi karena kebetulan. Dengan kata lain, berapa persen variabel terikat dijelaskan oleh seluruh variabel bebas secara serempak, dijawab oleh koefisien determinasi (R2). Berdasarkan asumsi ini, nilai koefisien determinasi dan uji F menentukan baik tidaknya model yang digunakan. Makin tinggi nilai koefisien determinasi dan signifikan maka semakin baik model itu.

Langkah untuk melakukan uji F adalah sebagai berikut:

1) Menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif penelitian yaitu:

H0: Ekuitas merek, kualitas produk, promosi online, secara bersama-sama tidak berpengaruh pada keputusan pembeliaan.

Ha: Ekuitas merek, kualitas produk, promosi online, secara bersama-sama berpengaruh pada keputusan pembelian.

2) Menghitung nilai F dengan alfa (α) = 5%

3) Membandingkan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel yang tersedia nilai 5%. Rumus untuk mencari f tabel = F (k: n-k).

Di mana k adalah jumlah variabel indipenden dan n adalah jumlah sampel.

4) Mengambil keputusan dengan kriteria jika H0 dierima maka model dapat digunakan karena, baik besaran maupun tanda +/ koefisien

regresi dapat digunakan untuk memprediksi perubahan variabel terikat akibat perubahan variabel bebas. Kriteria pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut:

a) Jika nilai signifikansi lebih kecil atau sama dengan (≤) 0,05 atau nilai F hitung lebih besar (>) daripada nilai F tabel maka terdapat pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Yang artinya kualitas produk, kualitas layanan, promosi penjualan, dan harga secara bersama-sama berpengaruh pada keputusan pembelian konsumen atau H0 diterima dan Ha ditolak.

b) Sebaliknya jika nilai signifikansi lebih besar dari (>) 0,05 atau F hitung lebih kecil (<) daripada F tabel maka tidak terdapat pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Yang artinya kualitas produk, kualitas layanan, promosi penjualan, dan harga secara bersama-sama tidak berpengaruh pada keputusan pembelian konsumen atau H0 ditolak dan Ha diterima.

f. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi atau R2 adalah koefisien yang menjelaskan proporsi variasi dalam variabel terikat (Y) yang dijelaskan oleh variabel bebas (lebih dari satu variabel) secara bersama-sama.

Sementara itu R adalah koefisien korelasi majemuk yang mengukur

tingkat hubungan antara variabel terikat (Y) dengan semua variabel bebas yang menjelaskan secara bersama-sama dan nialinya selalu positif. Persamaan regresi linear berganda semakin baik apabila nilai koefisien determinasi (R2) semakin besar (mendekati 1) dan cenderung meningkat nilainya sejalan dengan peningkatan jumlah variabel bebas.

Dalam penelitian ini, nilai koefisien determinasi yang digunakan untuk analisis adalah nilai R2 yang disesuaikan (R2adjusted). Misalnya nilai koefisien determinasi adjusted (R2) didapat sebesar 0,707 ini menunjukkan bahwa variasi nilai keputusan pembelian dijelaskan oleh ekuitas merek, kualitas produk, dan promosi online sebesar 70,7 persen. Sedangkan 29,3 persen dijelaskan oleh variabel lain yang

tidak dianalisis dalam konsep.

BAB IV

GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN

A. Sejarah Perusahaan Sepatu Vans

Perusahaan Vans didirikan oleh Paul Van Doren, lahir pada tahun 1930 dan tinggal di Boston. Pada 16 maret 1966, Paul Van Doren dan tiga orang temannya membuat perusahaan baru bernama Van Doren Rubber Co, (sekarang dikenal Vans). Vans adalah produsen sepatu, pakaian dan aksesoris untuk olahraga skateboard, snowboard, BMX, dan selancar. Pada awalnya, Paul Van Doren bekerja di pabrik sepatu bermerek Randy’s sebagai buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai. Setelah 20 tahun bekerja disana, ia sudah beberapa kali naik jabatan karena ketekunannya. Sampai akhirnya, Paul manjabat sebagai Vice President di Randy’s. Akhirnya, ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan sepatu tersebut dan pindah ke Southern California.

Disana Paul dan temannya mendirikan perusahaan sepatu baru pada 1966 (merupakan cikal bakal Vans).

40

Gambar IV.1

Toko dan Pabrik Pertama Vans Berdiri

Paul mengawali perusahaannya dengan membuka sebuah toko dan pabrik dalam satu sistem. Toko ini dibuka pada tanggal 1 Maret 1966 dan hanya memajang contoh-contoh sepatu. Paul baru akan membuat sepatu jika ada yang memesan sepatu. Setah mendapat order Paul segera masuk pabrik dan langsung membuat order yang di pesan. Di hari pertama toko ini hanya di kunjungi oleh 16 orang. Vans semakin populer saat membuat sepatu untuk sekolah-sekolah, tim-tim olahraga, dan cheerleader di seluruh California Selatan. Beberapa tahun kemudian, perusahaan rumahan tersebut berkembang dan banyak menghasilkan

Paul mengawali perusahaannya dengan membuka sebuah toko dan pabrik dalam satu sistem. Toko ini dibuka pada tanggal 1 Maret 1966 dan hanya memajang contoh-contoh sepatu. Paul baru akan membuat sepatu jika ada yang memesan sepatu. Setah mendapat order Paul segera masuk pabrik dan langsung membuat order yang di pesan. Di hari pertama toko ini hanya di kunjungi oleh 16 orang. Vans semakin populer saat membuat sepatu untuk sekolah-sekolah, tim-tim olahraga, dan cheerleader di seluruh California Selatan. Beberapa tahun kemudian, perusahaan rumahan tersebut berkembang dan banyak menghasilkan