• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. LANDASAN TEORI

A. Differential Aptitude Test (DAT)

4. Penelitian-Penelitian tentang Differential Aptitude Test (DAT)

Penelitian subtes-subtes DAT versi adaptasi Universitas Gajah Mada memiliki data-data yang berkaitan dengan norma dan kualitas psikometrik. Subtes yang bersangkutan ialah Tes Berhitung, Tes Penalaran, Tes Pola, Tes Pengertian Mekanik, dan Tes Cepat Teliti (Sugiyanto, Haryanto, Kuwato, Nuryoto, Retnowati, & Wulan, 1984).

Penelitian yang berkaitan dengan reliabilitas Tes Berhitung pernah dilakukan di SMPN 1, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode test re-test pada 84 murid kelas dua SMP. Koefisien reliabilitas yang dihasilkan sebesar 0,709 dan disebutkan bahwa hasil tersebut sangat signifikan (Kuwato, dalam Sugiyanto, Haryanto, Kuwato, Nuryoto, Retnowati, & Wulan, 1984). Penelitian lain tentang reliabilitas Tes Berhitung dilakukan dengan menggunakan teknik analisis varian dari Hoyt (N=347) dan menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,977 yang tergolong sangat signifikan (Suhapti & Martani, 1992).

Validitas Tes Berhitung dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan menggunakan mata pelajaran sebagai kriteria, meliputi bahasa Inggris, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial dan sejarah. Ada penelitian yang mengestimasi validitas dengan menggunakan prestasi belajar sebagai kriteria. Subjek yang digunakan berjumlah 153 siswa kelas dua SMA jurusan IPA dan IPS di daerah perkotaan.

Koefisien validitas yang dihasilkan ialah 0,51 dan disebutkan bahwa hasil tersebut sangat signifikan (Budoyo, dalam Sugiyanto, Haryanto, Kuwato, Nuryoto, Retnowati, & Wulan, 1984).

Penelitian tentang kualitas item pada Tes Berhitung menghasilkan pengguguran satu item dari 40 item dengan subjek sebanyak 347 orang (Suhapti & Martani, 1992). Penelitian lainnya yang melibatkan subjek sebanyak 298 orang mengatakan bahwa 80% dari jumlah item Tes Berhitung telah berfungsi dengan baik (Azwar, 1992A). Norma Tes Berhitung dibuat dalam bentuk persentil dan berdasarkan sampel di Biro Konsultasi Fakultas Psikologi UGM (Sugiyanto, Haryanto, Kuwato, Nuryoto, Retnowati, & Wulan, 1984). Selain itu, ada pula norma Tes Berhitung yang dibuat dalam bentuk

standard eleven dengan subjek sebanyak 347 orang (Suhapti & Martani, 1992).

Ada dua penelitian reliabilitas Tes Penalaran yang dilakukan oleh Adisubroto. Penelitian pertama dilakukan di Yogyakarta pada tahun 1975 dengan subjek sebanyak 970 siswa SMP. Koefisien reliabilitas yang dihasilkan sebesar 0,783. Penelitian kedua diadakan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat pada tahun 1976 dengan subjek sebanyak 1085 siswa SMP. Koefisien reliabilitas yang dihasilkan sebesar 0,765 (Adisubroto, dalam Sugiyanto, Haryanto, Kuwato, Nuryoto, Retnowati, & Wulan, 1984). Ada pula penelitian yang dilakukan oleh Suhapti (1991) dengan teknik analisis varian dari

Hoyt yang menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,929 (N=497) dan tergolong sangat signifikan. Selain itu, penelitian lain tentang reliabilitas tes ini juga pernah dilakukan oleh Suramto, Harjito, dan Kumara. Subjek yang digunakan berasal dari data dokumentasi di Biro Psikologi Pengembangan SDM Fakultas Psikologi UGM, yaitu data tes terhadap calon karyawan dan karyawan dari berbagai instansi yang terdiri dari 155 pria dan 58 wanita dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 24 orang, sarjana muda sebanyak 44 orang, dan sarjana sebanyak 145 orang. Reliabilitas dihitung dengan metode single trial

dan dianalisis dengan teknik analisis varian dari Hoyt. Koefisien reliabilitas yang dihasilkan sebesar 0,928 (Suramto, Harjito, dan Kumara, 1996).

Penelitian yang dilakukan oleh Adisubroto pada tahun 1975 dan 1976 juga mengevaluasi validitas Tes Penalaran. Penelitian pertama menghasilkan koefisien validitas sebesar 0,308 (p<0,01) dengan prestasi belajar sebagai kriteria. Penelitian kedua menghasilkan koefisien validitas sebesar 0,328 (p<0,01) dengan prestasi belajar sebagai kriteria (Adisubroto, dalam Sugiyanto, Haryanto, Kuwato, Nuryoto, Retnowati, & Wulan, 1984). Suhapti (1991) melakukan perhitungan pula terhadap kualitas item Tes Penalaran yang menghasilkan pengguguran satu item dari 50 item (p>0,01; N=497). Selain itu, penelitian Suramto, Harjito, dan Kumara juga mengevaluasi kualitas item Tes Penalaran. Perhitungan kualitas item dilakukan

dengan menggunakan indeks korelasi. Hasil yang diperoleh ialah satu item gugur dari 50 item (Suramto, Harjito, dan Kumara, 1996).

Norma Tes Penalaran dibuat dalam bentuk persentil dan dibedakan berdasarkan jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan pada tingkat pendidikan 8 hingga 12. Norma tersebut diadaptasi oleh Biro Konsultasi Fakultas Psikologi UGM lewat hasil tes siswa kelas tiga SMA dalam bentuk standard five dan dibedakan berdasarkan jenis kelamin (Sugiyanto, Haryanto, Kuwato, Nuryoto, Retnowati, & Wulan, 1984). Suramto, Purba Harjito, dan Amitya Kumara membuat norma dalam bentuk standard eleven dalam penelitian mereka (Suramto, Harjito, dan Kumara, 1996), yang memperbarui norma

standard eleven sebelumnya (Suhapti, 1991).

Tes Pola memiliki dua edisi, yaitu edisi tahun 1952 dan 1961. Perhitungan reliabilitas Tes Pola menggunakan metode split half dan dibedakan berdasarkan jenis kelamin pada tingkat pendidikan 8 hingga 12. Koefisien reliabilitas pada perempuan sebesar 0,86 – 0,92, sedangkan pada laki-laki sebesar 0,92 – 0,94. Validitas Tes Pola dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan menggunakan mata pelajaran sebagai kriteria, meliputi matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial dan sejarah, bahasa Jerman, dan bahasa Perancis. Norma untuk Tes Pola belum ada, bahkan hasil adaptasi juga belum ada. Maka dari itu, subtes ini belum digunakan dalam pelaksanaan tes bakat (Sugiyanto, Haryanto, Kuwato, Nuryoto, Retnowati, & Wulan, 1984).

Reliabilitas Tes Pengertian Mekanik dihitung dengan metode

split half dan dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Koefisien reliabilitas pada laki-laki sebesar 0,81 – 0,86, sedangkan pada perempuan sebesar 0,69 – 0,73. Validitas Tes Pengertian Mekanik dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan menggunakan mata pelajaran sebagai kriteria, meliputi matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial, dan sejarah. Norma dibuat dalam bentuk persentil dan dibedakan berdasarkan jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan pada tingkat pendidikan 8 hingga 12. Norma diadaptasi oleh Biro Konsultasi Fakultas Psikologi UGM lewat hasil tes siswa kelas tiga SMA dalam bentuk standard five dan dibedakan berdasarkan jenis kelamin (Sugiyanto, Haryanto, Kuwato, Nuryoto, Retnowati, & Wulan, 1984).

Reliabilitas Tes Cepat Teliti dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Koefisien reliabilitas pada laki-laki sebesar 0,77 – 0,93, sedangkan pada perempuan sebesar 0,84 – 0,91. Penggunaan metode dalam perhitungan reliabilitas tidak disebutkan (Sugiyanto, Haryanto, Kuwato, Nuryoto, Retnowati, & Wulan, 1984).

Validitas Tes Cepat Teliti dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan menggunakan mata pelajaran sebagai kriteria, meliputi matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial, dan sejarah. Penelitian di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta menyimpulkan bahwa orang yang berhasil dalam pekerjaan tidak perlu memiliki skor

yang tinggi pada Tes Cepat Teliti, namun skor subtes lain harus tinggi. Ada sebuah penelitian oleh Buntaran (1972 – Skripsi) tentang hubungan Tes Cepat Teliti (dan subtes lain) dengan prestasi kerja bagian rajut dan finishing di sebuah perusahaan wig di Yogyakarta. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa korelasi keduanya signifikan. Penelitian lain oleh Sukarti (1995) menggunakan peranan usia sebagai kriteria untuk perhitungan validitas Tes Cepat Teliti. Penelitian tersebut melibatkan subjek sebanyak 205 orang yang berusia 20-50 tahun. Hasil korelasinya ialah 0,453 yang tergolong signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa pertambahan usia menurunkan kemampuan kecepatan dan ketelitian seseorang.

Norma Tes Cepat Teliti dibuat dalam bentuk persentil yang terdiri dari norma asli dan norma adaptasi. Norma adaptasi menggunakan siswa kelas tiga SMA sebagai subjek yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan dipilah dalam lima kategori, meliputi kurang sekali hingga baik sekali (Sugiyanto, Haryanto, Kuwato, Nuryoto, Retnowati, & Wulan, 1984).

Laboratorium Psikologi di Universitas Sanata Dharma menggunakan empat subtes DAT yang telah diadaptasi oleh Universitas Gajah Mada tersebut sebagai komponen dalam pelaksanaan tes bakat, meliputi Tes Berhitung, Tes Penalaran, Tes Pengertian Mekanik, dan Tes Cepat Teliti. Tiap subtes memiliki waktu pengerjaan selama 30 menit, kecuali Tes Cepat Teliti yang memiliki

waktu pengerjaan selama 6 menit. Tiap subtes memiliki standar pemberian nilai yang beda dan jumlah soal yang berbeda-beda. Selain itu, tiap subtes memiliki petunjuk pengerjaan dan contoh pengerjaan. Norma DAT yang digunakan di Laboratorium Psikologi di Universitas Sanata Dharma ialah norma hasil adaptasi Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada yang telah digunakan selama lebih dari 20 tahun.

Dokumen terkait