BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
E. Hasil Penelitian dan Pembahasan
3. Tes Penalaran
jawaban benar
B. Persiapan Penelitian
Hal yang dilakukan dalam persiapan penelitian ialah sebagai berikut: 1. Mengumpulkan materi dan informasi tentang DAT untuk menelusuri
2. Mengurus perijinan untuk menggunakan data yang ada di Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma kepada Kepala Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.
3. Memilah-milah laporan praktikum tes kognitif, yaitu dengan memilih bagian lampiran laporan praktikum tes bakat.
4. Menentukan tiga subtes DAT pada lampiran laporan praktikum yang hasilnya akan digunakan sebagai data untuk penelitian ini, yaitu lembar jawaban Tes Berhitung, Tes Pengertian Mekanik, dan Tes Penalaran.
C. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian dilaksanakan dengan proses sebagai berikut:
1. Mengambil laporan praktikum tes kognitif kepada penjaga Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.
2. Laporan praktikum diambil secara bertahap, yaitu dimulai dari laporan praktikum pada tahun 2009, 2010, kemudian 2008. Data yang diambil berupa hasil jawaban Tes Bakat pada tiga subtes DAT, yaitu Tes Berhitung, Tes Pengertian Mekanik, dan Tes Penalaran.
3. Peneliti memasukkan data dengan mencatat pilihan jawaban tiap subjek pada setiap nomor soal dengan menggunakan Microsoft Excel. Proses pemasukkan data dimulai dari akhir bulan November 2010 sampai pertengahan bulan Desember 2010, kemudian dilanjutkan pada pertengahan bulan Februari 2011 hingga pertengahan bulan Maret 2011.
4. Data yang telah dimasukkan selanjutnya dijumlahkan per subjek dan dianalisis lewat program Microsoft Excel, SPSS 15 dan LISREL 8.80. Data dianalisis dengan teknik-teknik yang telah ditentukan sebelumnya untuk menentukan kualitas item, melihat reliabilitas dan validitas, serta menghitung norma subtes-subtes DAT.
D. Deskripsi Subjek Penelitian
Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah sebanyak 683 orang. Subjek diambil dari seluruh subjek laporan hasil praktikum Tes Bakat mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma pada tahun 2008, 2009, dan 2010. Tabel 5 menunjukkan uraian deskripsi subjek.
Tabel 5.
Deskripsi Subjek DAT dalam Tes Bakat
No. Usia Subjek Jenis Kelamin Jumlah
Laki-laki Perempuan 1. 12 tahun 0 2 2 2. 13 tahun 0 0 0 3. 14 tahun 1 5 6 4. 15 tahun 12 54 66 5. 16 tahun 90 134 224 6. 17 tahun 31 66 97 7. 18 tahun 44 60 104 8. 19 tahun 46 52 98 9. 20 tahun 31 18 49 10. 21 tahun 6 5 11 11. 22 tahun 5 6 11 12. 23 tahun 6 1 7 13. 24 tahun 3 1 4 14. 25 tahun 1 1 2 15. 26 tahun 0 0 0 16. 27 tahun 1 0 1 17. 28 tahun 0 0 0 18. 29 tahun 1 0 1 Total 278 405 683
E. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Tes Berhitung
a. Reliabilitas
Perhitungan reliabilitas pada Tes Berhitung dilakukan dengan program SPSS 15. Koefisien reliabilitas dihitung melalui pendekatan konsistensi internal, yaitu α-Cronbach. Koefisien reliabilitas yang dihasilkan sebesar 0,892 dengan jumlah soal sebanyak 40 soal. Standar koefisien reliabilitas ideal untuk bentuk aptitude test berada di atas standar koefisien reliabilitas ideal untuk bentuk standardized achievements tests, yaitu 0,85 (Murphy & Davidshofer, 2005). Apabila dibandingkan, Tes Berhitung memiliki koefisien reliabilitas yang baik karena berada di atas standar koefisien reliabilitas ideal untuk bentuk
standardized achievements tests. Hal tersebut menunjukkan bahwa perbedaan skor yang ada pada Tes Berhitung memang disebabkan karena perbedaan individual, bukan diakibatkan hal-hal seperti administrasi, skoring, dan interpretasi tes (Friedenberg, 1995; Anastasi & Urbina, 1997). Oleh karena itu, Tes Berhitung masih dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir dengan angka dan penguasaan hubungan numerik karena bersifat reliabel.
b. Validitas
Perhitungan validitas pada Tes Berhitung dilakukan dengan program LISREL 8.80. Validitas dihitung melalui metode validitas faktorial lewat Structured Equation Modeling (SEM). SEM
menunjukkan validitas suatu tes dengan melihat kesesuaian antara model dengan data lewat model fitness. Model fitness menunjukkan selisih antara nilai korelasi yang dihasilkan dari model dan korelasi yang didapatkan dari data. Semakin kecil selisih model, maka model dan data semakin fit. Sebaliknya, semakin besar selisih model, maka model dan data semakin tidak fit (Santoso, 2011A; Santoso, 2011B).
Sebelum menghitung validitas, uji normalitas dilakukan terlebih dahulu. Hasil uji normalitas ialah sebesar 0,000 (p ≤ 0,05) sehingga dapat dikatakan bahwa penyebaran data tidak normal. Oleh karena itu, perhitungan menyertakan matriks kovarian asimptotik yang berfungsi untuk mengatasi ketidaknormalan data. Kemudian, tabel berikut menunjukkan analisis faktor konfirmatori yang menghasilkan nilai model fitness sebagai berikut.
Tabel 6.
Analisis Faktor Konfirmatori Tes Berhitung
No Model Fitness Hasil
Kriteria (Hu & Bentler,
1998)
Keterangan 1. Root Mean Square Error of
Approximation (RMSEA)
0,058 < 0,06 Model fit
2. Normed Fit Index (NFI) 0,87 ≥ 0.95 Model tidak fit
3. Non-Normed Fit Index (NNFI) 0,90 ≥ 0.95 Model tidak fit
4. Comparative Fit Index (CFI) 0,91 ≥ 0.95 Model tidak fit
5. Incremental Fit Index (IFI) 0,91 ≥ 0.95 Model tidak fit
Berdasarkan tabel 6, nilai model fitness pada RMSEA ialah 0,058 sehingga model tergolong fit, yang menunjukkan bahwa Tes Berhitung merupakan tes yang valid. Hal tersebut merupakan sebuah bukti empiris yang menentukan bahwa Tes Berhitung memang layak
digunakan dan mengukur apa yang seharusnya diukur, yaitu kemampuan berpikir dengan angka dan penguasaan hubungan numerik.
Akan tetapi, model fitness lainnya menunjukkan bahwa Tes Berhitung tidak valid, yaitu NFI dengan nilai model fitness sebesar 0,87, NNFI dengan nilai model fitness sebesar 0,90, CFI dengan nilai
model fitness sebesar 0,91, dan IFI dengan nilai model fitness sebesar 0,90. Hal tersebut membuktikan bahwa Tes Berhitung tidak layak digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir dengan angka dan penguasaan hubungan numerik.
Oleh karena itu, peneliti mengambil kesimpulan bahwa validitas pada Tes Berhitung cenderung tidak valid karena sebagian besar model menunjukkan selisih korelasi yang tidak fit dengan data. Hal tersebut menjelaskan bahwa Tes Berhitung tidak mengukur apa yang seharusnya diukur atau peneliti belum menemukan bukti empiris yang cukup untuk menentukan kelayakan penggunaan Tes Berhitung. c. Kualitas Item
Kualitas item pada Tes Berhitung dihitung dengan menggunakan program Microsoft Excel dan SPSS 15. Hasil perhitungan kualitas item ditunjukkan pada tabel 7.
Ada beberapa item yang memiliki permasalahan kualitas psikometrik sehingga menurunkan kualitas item pada Tes Berhitung. Permasalahan tersebut meliputi item menurunkan koefisien reliabilitas,
item memiliki indeks diskriminasi item yang rendah, item memiliki indeks kesukaran item yang rendah, dan item memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Item-item yang tidak memiliki permasalahan menunjukkan bahwa item-item tersebut masih baik untuk digunakan sebagai item Tes Berhitung.
Tabel 7.
Hasil Kualitas Item Tes Berhitung No. Nomor
Item
Permasalahan Keterangan
1. 1 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah, dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Gugur
2. 2 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah, dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Gugur
3. 3 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah, dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Gugur
4. 4 Tidak ada. Ideal
5. 5 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah, dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Gugur
6. 6 Tidak ada. Ideal
7. 7 Memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Diperbaiki 8. 8 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah.
Diperbaiki
9. 9 Tidak ada. Ideal
10. 10 Tidak ada. Ideal
11. 11 Tidak ada. Ideal
12. 12 Tidak ada. Ideal
13. 13 Memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Diperbaiki
14. 14 Tidak ada. Ideal
15. 15 Tidak ada. Ideal
16. 16 Tidak ada. Ideal
17. 17 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Diperbaiki
18. 18 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah, dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
No. Nomor Item
Permasalahan Keterangan 19. 19 Memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Diperbaiki
20. 20 Memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Diperbaiki
21. 21 Tidak ada. Ideal
22. 22 Tidak ada. Ideal
23. 23 Tidak ada. Ideal
24. 24 Tidak ada. Ideal
25. 25 Tidak ada. Ideal
26. 26 Tidak ada. Ideal
27. 27 Tidak ada. Ideal
28. 28 Memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Diperbaiki 29. 29 Memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Diperbaiki 30. 30 Memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Diperbaiki
31. 31 Tidak ada. Ideal
32. 32 Tidak ada. Ideal
33. 33 Tidak ada. Ideal
34. 34 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang rendah.
Diperbaiki
35. 35 Tidak ada. Ideal
36. 36 Memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Diperbaiki
37. 37 Tidak ada. Ideal
38. 38 Tidak ada. Ideal
39. 39 Memiliki indeks kesukaran item yang rendah. Diperbaiki
40. 40 Tidak ada. Ideal
Item nomor 1, 2, 3, 5, dan 18 menurunkan koefisien reliabilitas pada tes. Item-item tersebut membuat hasil Tes Berhitung tidak dapat dipercaya sehingga disarankan untuk digugurkan.
Item nomor 8, 17, dan 34 memiliki indeks diskriminasi item yang rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa item-item tersebut memiliki fungsi yang berbeda dengan fungsi tes. Oleh karena itu, item-item tersebut dapat diperbaiki dengan melihat kembali kesesuaian antara fungsi item-item tersebut dan fungsi Tes Berhitung.
Item nomor 34 dan 39 memiliki indeks kesukaran item yang rendah sehingga item-item tersebut terlalu sulit untuk dikerjakan. Maka dari itu, item-item tersebut dapat diperbaiki dengan mempermudah soal. Sebaliknya, item nomor 7, 13, 17, 19, 20, 28, 29, 30, dan 36 memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Item-item tersebut cenderung terlalu mudah untuk dikerjakan sehingga dapat diperbaiki dengan mempersulit soal.
d. Norma
Norma yang digunakan ialah norma persentil dan dihitung dengan program SPSS 15. Norma persentil terdiri dari angka kasar yang merupakan jumlah benar seseorang dalam mengerjakan tes dan nilai persentil untuk setiap angka kasar. Norma persentil digunakan karena menyesuaikan dengan norma yang dipakai di Laboratorium Psikologi Universitas Sanata Dharma. Norma dibuat berdasarkan hasil Tes Berhitung 683 subjek.
Norma pembaruan dibedakan menjadi empat, yaitu norma umum, norma untuk siswa SMP, norma untuk siswa SMA, dan norma untuk orang dewasa. Norma umum dibuat dengan subjek sebanyak 683 orang yang berusia 12-29 tahun. Norma untuk siswa SMP dibuat dengan subjek sebanyak 74 orang yang berusia 12-15 tahun. Norma untuk siswa SMA dibuat dengan subjek sebanyak 425 orang yang berusia 16-18 tahun. Norma untuk orang dewasa dibuat dengan subjek
sebanyak 184 orang yang berusia 19-29 tahun. Tabel 8 menunjukkan perbandingan antara norma lama dan norma pembaruan Tes Berhitung.
Tabel 8.
Norma Lama dan Norma Pembaruan Tes Berhitung
No Norma Lama Norma Pembaruan Persentil Norma Umum (N = 683) Norma Siswa SMP (N = 74) Norma Siswa SMA (N = 425) Norma Orang Dewasa (N = 184) Angka kasar 1. 0 – 5 0 – 7 0 – 10 0 – 6 0 – 9 1 2. 6 – 8 8 – 11 11 7 – 11 10 – 11 5 3. 9 – 10 12 – 13 12 – 13 12 – 13 12 – 13 10 4. 11 – 12 14 – 15 14 14 – 15 14 – 15 15 5. 13 16 – 17 15 – 16 16 – 17 16 – 17 20 6. 14 – 15 18 17 – 18 18 18 – 19 25 7. 16 19 – 20 19 – 20 19 – 20 20 30 8. 17 21 21 21 21 – 22 35 9. 18 22 22 22 23 40 10. 19 – 20 23 – 24 23 23 – 24 24 45 11. 21 24 24 24 25 50 12. 22 25 25 25 26 55 13. 23 26 – 27 25 26 – 27 27 60 14. 24 – 25 28 26 28 28 – 29 65 15. 26 29 27 29 30 – 31 70 16. 27 30 – 31 28 30 32 75 17. 28 – 29 32 29 – 30 31 – 32 33 – 34 80 18. 30 – 31 33 31 – 32 33 35 – 36 85 19. 32 – 33 34 – 35 32 34 – 35 37 90 20. 34 – 37 36 – 37 33 36 – 37 38 95 21. 38 – 40 38 – 40 34 – 40 38 – 40 39 – 40 99
Apabila norma pembaruan dibandingkan dengan norma lama, maka secara keseluruhan norma pembaruan memiliki standar skor yang lebih tinggi daripada norma lama. Sebagai contoh, angka kasar 6 dinilai sebagai persentil 5 pada norma lama, sedangkan norma baru kategori umum, siswa SMP, siswa SMA, dan orang dewasa menilai
angka kasar 6 sebagai persentil 1. Hal tersebut menunjukkan bahwa standar kemampuan berhitung saat ini berbeda dengan dulu. Oleh karena itu, norma harus selalu ditinjau dan diperbarui secara berkala karena bisa tidak sesuai lagi jika dipakai dalam jangka waktu tertentu (AERA, APA, NCME, 1999).
2. Tes Pengertian Mekanik a. Reliabilitas
Perhitungan reliabilitas pada Tes Pengertian Mekanik dilakukan dengan program SPSS 15. Koefisien reliabilitas dihitung melalui pendekatan konsistensi internal, yaitu α-Cronbach. Koefisien reliabilitas yang dihasilkan sebesar 0,755 dengan jumlah soal sebanyak 68 soal. Standar koefisien reliabilitas ideal untuk bentuk aptitude test
berada di atas standar koefisien reliabilitas ideal untuk bentuk
standardized achievements tests, yaitu 0,85 (Murphy & Davidshofer, 2005). Apabila dibandingkan, Tes Pengertian Mekanik memiliki koefisien reliabilitas yang buruk karena berada di bawah standar koefisien reliabilitas ideal untuk bentuk standardized achievements tests. Hal tersebut menunjukkan bahwa perbedaan skor yang ada pada Tes Pengertian Mekanik bukan disebabkan oleh perbedaan individual, namun diakibatkan hal-hal seperti administrasi, skoring, dan interpretasi tes (Friedenberg, 1995; Anastasi & Urbina, 1997). Oleh karena itu, penggunaan Tes Pengertian Mekanik untuk mengukur
kemampuan penalaran di bidang mekanis dan prinsip-prinsip fisika bersifat tidak reliabel.
b. Validitas
Perhitungan validitas pada Tes Pengertian Mekanik dilakukan dengan program LISREL 8.80. Sebelum menghitung validitas, uji normalitas dilakukan terlebih dahulu. Hasil uji normalitas ialah sebesar 0,000 (p ≤ 0,05) sehingga dapat dikatakan bahwa penyebaran data tidak normal. Oleh karena itu, perhitungan menyertakan matriks kovarian asimptotik yang berfungsi untuk mengatasi ketidaknormalan data. Kemudian, tabel 9 menunjukkan analisis faktor konfirmatori yang menghasilkan nilai model fitness sebagai berikut.
Tabel 9.
Analisis Faktor Konfitmatori Tes Pengertian Mekanik
No Model Fitness Hasil
Kriteria (Hu & Bentler,
1998)
Keterangan 1. Root Mean Square Error of
Approximation (RMSEA)
0,029 < 0,06 Model fit
2. Normed Fit Index (NFI) 0,64 ≥ 0.95 Model tidak fit
3. Non-Normed Fit Index (NNFI) 0,83 ≥ 0.95 Model tidak fit
4. Comparative Fit Index (CFI) 0,83 ≥ 0.95 Model tidak fit
5. Incremental Fit Index (IFI) 0,83 ≥ 0.95 Model tidak fit
Berdasarkan tabel 9, nilai model fitness pada RMSEA ialah 0,029 sehingga model tergolong fit, yang menunjukkan bahwa Tes Pengertian Mekanik merupakan tes yang valid. Hal tersebut merupakan sebuah bukti empiris yang menentukan bahwa Tes Pengertian Mekanik memang layak digunakan dan mengukur apa yang
seharusnya diukur, yaitu kemampuan penalaran di bidang mekanis dan prinsip-prinsip fisika.
Akan tetapi, model fitness lainnya menunjukkan bahwa Tes Pengertian Mekanik tidak valid, yaitu NFI dengan nilai model fitness
sebesar 0,64, NNFI dengan nilai model fitness sebesar 0,83, CFI dengan nilai model fitness sebesar 0,83, dan IFI dengan nilai model fitness sebesar 0,83. Hal tersebut membuktikan bahwa Tes Pengertian Mekanik tidak layak digunakan untuk mengukur kemampuan penalaran di bidang mekanis dan prinsip-prinsip fisika.
Oleh karena itu, peneliti mengambil kesimpulan bahwa Tes Pengertian Mekanik cenderung tidak valid karena sebagian besar model menunjukkan selisih korelasi yang tidak fit dengan data. Hal tersebut menjelaskan bahwa Tes Pengertian Mekanik tidak mengukur apa yang seharusnya diukur atau peneliti belum menemukan bukti empiris yang cukup untuk menentukan kelayakan penggunaan Tes Pengertian Mekanik.
c. Kualitas Item
Kualitas item pada Tes Pengertian Mekanik dihitung dengan menggunakan program Microsoft Excel dan SPSS 15. Hasil perhitungan kualitas item pada Tes Pengertian Mekanik ditunjukkan pada tabel 10.
Sebagian besar item memiliki permasalahan kualitas psikometrik sehingga menurunkan kualitas item pada Tes Pengertian
Mekanik. Permasalahan tersebut meliputi item menurunkan koefisien reliabilitas, item memiliki indeks diskriminasi item yang rendah, item memiliki indeks kesukaran item yang rendah, item memiliki indeks kesukaran item yang tinggi, dan item memiliki koefisien distraktor yang buruk. Item-item yang tidak memiliki permasalahan menunjukkan bahwa item-item tersebut masih baik untuk digunakan sebagai item Tes Pengertian Mekanik.
Item nomor 1, 3, 14, 15, 17, 20, 25, 32, 37, 38, 43, 46, 47, 49, 51, 52, 53, 54, 58, 60, 61, 62, 63, 64, 65, 66, 67, dan 68 menurunkan koefisien reliabilitas pada tes. Item-item tersebut membuat hasil Tes Pengertian Mekanik tidak dapat dipercaya sehingga disarankan untuk digugurkan.
Item nomor 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 16, 18, 19, 21, 22, 23, 24, 27, 28, 29, 30, 34, 36, 39, 40, 41, 42, 44, 45, 55, 56, 57, dan 59 memiliki indeks diskriminasi item yang rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa item-item tersebut memiliki fungsi yang berbeda dengan fungsi tes. Item-item tersebut dapat diperbaiki dengan melihat kembali kesesuaian antara fungsi item-item tersebut dan fungsi Tes Pengertian Mekanik.
Item nomor 57 dan 59 memiliki indeks kesukaran item yang rendah sehingga item-item tersebut terlalu sulit untuk dikerjakan. Maka dari itu, item-item tersebut dapat diperbaiki dengan mempermudah soal. Sebaliknya, item nomor 2, 4, 7, 9, 10, 11, 12, 13,
19, 28, 34, 39, 40, 41, 44, 48, dan 55 memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Item-item tersebut cenderung terlalu mudah untuk dikerjakan sehingga dapat diperbaiki dengan mempersulit soal.
Tabel 10.
Hasil Kualitas Item Tes Pengertian Mekanik No. Nomor
Item
Permasalahan Keterangan 1. 1 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah, dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Gugur
2. 2 Memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Diperbaiki 3. 3 Menurunkan koefisien reliabilitas dan memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Gugur 4. 4 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Diperbaiki
5. 5 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Diperbaiki
6. 6 Tidak ada. Ideal
7. 7 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Diperbaiki
8. 8 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Diperbaiki 9. 9 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Diperbaiki
10. 10 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi
Diperbaiki
11. 11 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi
Diperbaiki
12. 12 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi
Diperbaiki
13. 13 Memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Diperbaiki 14. 14 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah, dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Gugur
15. 15 Menurunkan koefisien reliabilitas dan memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
No. Nomor Item
Permasalahan Keterangan 16. 16 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah.
Diperbaiki 17. 17 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah dan bernilai negatif.
Gugur
18. 18 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Diperbaiki 19. 19 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi
Diperbaiki
20. 20 Menurunkan koefisien reliabilitas dan memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah
Gugur 21. 21 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah.
Diperbaiki 22. 22 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah.
Diperbaiki 23. 23 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah.
Diperbaiki 24. 24 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah.
Diperbaiki 25. 25 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah, dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Gugur
26. 26 Tidak ada. Ideal
27. 27 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Diperbaiki 28. 28 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Diperbaiki
29. 29 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Diperbaiki 30. 30 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah.
Diperbaiki
31. 31 Tidak ada.
32. 32 Menurunkan koefisien reliabilitas dan memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Gugur
33. 33 Tidak ada. Ideal
34. 34 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Diperbaiki
35. 35 Tidak ada. Ideal
36. 36 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
No. Nomor Item
Permasalahan Keterangan 37. 37 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah, dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Gugur
38. 38 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah, dan memiliki indeks kesukaran item yang rendah.
Gugur
39. 39 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Diperbaiki
40. 40 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Diperbaiki
41. 41 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Diperbaiki
42. 42 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Diperbaiki 43. 43 Menurunkan koefisien reliabilitas dan memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Gugur 44. 44 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Diperbaiki
45. 45 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Diperbaiki 46. 46 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah dan bernilai negatif, dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Gugur
47. 47 Menurunkan koefisien reliabilitas dan memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Gugur 48. 48 Memiliki indeks kesukaran item yang tinggi. Diperbaiki 49. 49 Menurunkan koefisien reliabilitas dan memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Gugur
50. 50 Tidak ada. Ideal
51. 51 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan bernilai negatif.
Gugur
52. 52 Menurunkan koefisien reliabilitas dan memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
No. Nomor Item
Permasalahan Keterangan 53. 53 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah dan bernilai negatif, dan memiliki efektivitas distraktor yang buruk.
Gugur
54. 54 Menurunkan koefisien reliabilitas dan memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Gugur 55. 55 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Diperbaiki
56. 56 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Diperbaiki 57. 57 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang
rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang rendah.
Diperbaiki
58. 58 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan bernilai negatif, dan memiliki indeks kesukaran item yang rendah.
Gugur
59. 59 Memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan memiliki indeks kesukaran item yang rendah.
Diperbaiki
60. 60 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah dan bernilai negatif, memiliki indeks kesukaran item yang rendah, dan memiliki efektivitas distraktor yang buruk.
Gugur
61. 61 Menurunkan koefisien reliabilitas dan memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Gugur 62. 62 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah dan bernilai negatif, memiliki indeks kesukaran item yang rendah, dan memiliki efektivitas distraktor yang buruk.
Gugur
63. 63 Menurunkan koefisien reliabilitas dan memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Gugur 64. 64 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah, memiliki indeks kesukaran item yang rendah, dan memiliki efektivitas distraktor yang buruk.
Gugur
65. 65 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah, dan memiliki indeks kesukaran item yang rendah.
No. Nomor Item
Permasalahan Keterangan 66. 66 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki
indeks daya diskriminasi item yang rendah, dan memiliki indeks kesukaran item yang tinggi.
Gugur
67. 67 Menurunkan koefisien reliabilitas, memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah, dan memiliki indeks kesukaran item yang rendah.
Gugur
68. 68 Menurunkan koefisien reliabilitas dan memiliki indeks daya diskriminasi item yang rendah.
Gugur
d. Norma
Norma yang digunakan ialah norma persentil dan dihitung dengan program SPSS 15. Norma persentil terdiri dari angka kasar yang merupakan jumlah benar seseorang dalam mengerjakan tes dan