1. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Experimental Design (quasi eksperimental) dengan pretest-postest group untuk mengetahui pengaruh penyuluhan bahaya narkoba terhadap motivasi narapidana kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pangkalan Brandan Kabupaten Langkat.
Model rancangannya adalah sebagai berikut ( Arikunto, 2006 ) :
Keterangan :
01 = pre-test kelopok observasi 02 = post-test kelompok observasi X = pendidikan kesehatan (intervensi)
2. Populasi dan Sampel Penelitian 2.1. Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh narapidana kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pangkalan Brandan Kabupaten Langkat yang berjumlah 42 orang narapidana.
2.2. Sampel Penelitian
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total populasi (total sampling) dengan jumlah 42 orang responden yang merupakan narapidana dengan kasus narkoba.
3. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pangkalan Brandan Kabupaten Langkat. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2012.
4. Pertimbangan Etik Penelitian
Peneliti memperkenalkan diri terlebih dahulu serta menjelaskan maksud dan tujuan penelitian kepada responden. Jika calon responden bersedia maka responden terlebih dahulu menandatangani lembar persetujuan (informed consent) yang telah dipersiapkan terlebih dahulu oleh peneliti. Bila responden tidak bersedia menandatangani lembar persetujuan, maka responden dapat memberikan persetujuan secara lisan (verbal). Jika calon responden tidak bersedia, maka calon responden berhak untuk menolak dan mengundurkan diri selama proses pengumpulan data langsung.
Kerahasiaan catatan mengenai data responden dijaga dengan cara peneliti tidak akan mencantumkan nama responden pada instrumen penelitian tetapi hanya menuliskan nomor kode yang digunakan untuk menjaga kerahasiaan semua
informasi yang diberikan. Data-data yang diperoleh dari responden juga hanya digunakan untuk kepentingan penelitian.
5. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang disusun secara terstruktur. Pada bagian pertama instrumen penelitian berisi data domegrafi yang meliputi nomor responden, usia, jenis kelamin, suku, agama, pendidikan, pekerjaan, dan lama menggunakan narkoba. Dimana responden hanya memberikan jawaban atau dengan memberikan tanda check list ( √ ) terhadap alternatif jawaban.
Bagian kedua instrumen dibuat berdasarkan tinjauan pustaka. Bagian instumen ini berisi pernyataan untuk mengidentifikasi pengaruh penyuluhan bahaya narkoba terhadap motivasi narapidana berhenti menggunakan narkoba. Bagian ini terdiri dari 20 pernyataan yang menggunakan bentuk pernyataan tertutup (closed ended). Dari 20 pernyataan tersebut terdiri dari 10 pernyataan positif nomor 2,4,6,8,10,12,14,16,18,20 dan 10 pernyataan negatif nomor 1,3,5,7,9,11,13,15,17,19.
Dalam pertanyaan ini hanya disediakan dua jawaban/alternatif yaitu Ya atau Tidak (skala guttman), dan responden hanya memilih satu diantaranya. Dimana responden tinggal memberikan jawaban atau dengan memberikan tanda check list ( √ ) terhadap alternatif jawaban yang dipilih benar atau salah.
Bobot nilai yang diberikan bagi pertanyaan untuk jawaban ya = 1, dan tidak = 0, Total skor adalah 0 – 20. Semakin tinggi jumlah skor maka semakin
tinggi pengaruh penyuluhan bahaya narkoba terhadap motivasi narapidana berhenti menggunakan narkoba.
6. Uji Validitas dan Reliabilitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid adalah instrumen yang mempunyai validitas yang tinggi (Arikunto, 2006). Uji validitas dilakukan terhadap tiga puluh orang responden yang memenuhi kriteria yang sama dengan sampel. Responden yang digunakan adalah narapidana. Instrument pada penelitian ini dibuat mengacu pada isi yang sesuai dengan variable yang diteliti.
Dalam penelitian ini telah dilakukan uji validitas dengan meminta bantuan pada ahli dalam bidangnya (terlampir). Selain itu juga dilakukan uji validitas Untuk mengukur sejauh mana suatu ukuran atau nilai yang menunjukkan tingkat kehandalan dan kesahihan suatau alat ukur dilakukan dengan cara mengukur korelasi antara variable dengan skor total variable pada analisis reliability dengan melihat nilai correlation corrected item, dengan ketentuan jika nilai r hitung > r tabel maka pernyataan dinyatakan valid. Nilai r tabel untuk jumlah responden 30 orang dengan taraf signifikan 5% adalah 0,444. Hasil r hitung dari 25 pernyataan terdapat 5 pernyataan yang tidak valid sehingga pernyataan tersebut tidak digunakan (hasil terlampir), maka peryataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 pernyataan.
Uji reliabilitas instrument menunjukkan suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya, untuk digunakan sebagai alat pengumpul data
karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang sudah dapat dipercaya atau reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar dan sesuai dengan kenyataan, maka berapa kalipun diambil akan tetap sama (Arikunto, 2005). Reliabilitas data merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat menunjukkan ketepatan dan dapat dipercaya dengan menggunakan metode Cronbach’s Alpha, yaitu menganalisis reliabilitas alat ukur dari satu kali pengukuran dengan ketentuan, jika r Alpha > r tabel, maka dinyatakan reliabel (Sugiyono, 2004). Nilai r tabel dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikan 95% maka untuk sampel 30 orang yang di uji nilai r-tabelnya adalah sebesar 0,6. Setelah dilakukan uji reliabilitas pada kuesioner yang digunakan diperoleh hasil 0,959. maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir kuesioner tersebut reliabel untuk digunakan (hasil terlampir).
7. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan setelah peneliti terlebih mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian pada institusi pendidikan (Program Studi Ilmu Keperawatan) Universitas Sumatera Utara, setelah itu surat izin yang diperoleh, diajukan ke Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pangkalan Brandan Kabupaten Langkat. Kemudian peneliti menentukan calon responden yang memenuhi kriteria, maka akan dipilih sabagai responden sesuai dengan keinginan peneliti.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari responeden melalui kuesioner.
Data sekunder dalam penelitian ini meliputi jumlah narapidana kasus narkoba dan data lain yang mendukung yang diperoleh dari Lembaga Pemasyarakatan.
Sebelum melakukan intervensi peneliti terlebih dahulu melakukan pre-test dengan memberikan kuesioner kepada responden untuk mengetahui tingkat motivasi narapidana sebelum dilakukan intervensi. Setelah itu peneliti melakukan intervensi dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang bahaya narkoba kepada responden selama lebih kurang 1 jam, dan kemudian dilanjutkan oleh asisten peneliti untuk melakukan pendidikan kesehatan tentang dampak pemakaian narkoba. Asisten peneliti dalam penelitian ini adalah tim kesehatan yang ada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pangkalan Berandan. Hal ini dimaksudkan, asisten peneliti untuk membantu menambahkan topik pendidikan kesehatan dan dikarenakan oleh keterbatasan peneliti. Setelah itu, peneliti melakukan post-test dengan menyebarkan kuesioner untuk mengetahui tingkat motivasi narapidana setelah diberikan intervensi.
8. Analisa Data
Analisa data dilakukan setelah semua data terkumpul melalui beberapa tahap dimulai dengan editing untuk memeriksa kelengkapan identitas dan data responden serta memastikan bahwa semua jawaban telah diisi, kemudian data
yang sesuai diberi kode (koding) untuk memudakan peneliti dalam melakukan tabulasi dan analisa data. Selanjutnya memasukkan (entry) data ke dalam komputer dan melakukan pengolahan data dengan menggunakan teknik komputerisasi (Danim, (2003).
Setelah dilakukan pemeriksaan dan tabulasi data, maka dilakukan analisa data yaitu sebagai berikut :
a. Analisis Univariat
Analisa univariat adalah analisis yang dilakukan untuk satu variabel atau per variabel atau disebut juga dari analisis berdistribusi tunggal. Analisa univariat dilakukan untuk mendapat gambaran data tentang demografi dan tingkat motivasi responden sebelum dan sesudah diberikan intervensi yang selanjutnya dipaparkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase.
b. Analisis Bivariat.
Analisis bivariat adalah analisis yang dilakukan untuk menganalisis hubungan dua variabel. Analisis bivariat bertujuan untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Sebelum dilakukan analisis bivariat terlebih dahulu diuji distribusi normal data untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat motivasi responden sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan, dan kemudian akan dilakukan uji analisis statistik Dependent t-test.
BAB V