• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kausal. Sugiyono (2007 : 30) dalam pengertian nya, desain kausal adalah “penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan sebab akibat antara variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi).” Pengujian ini meneliti pengaruh perputaran piutang dan perputaran persediaan terhadap tingkat profitabilitas.

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007 : 72). Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan perusahaan- perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang seluruhnya berjumlah 20 perusahaan dengan data amatan yang berjumlah 40 laporan keuangan tahunan dimulai dari tahun 2010-2012 yang diperoleh dari situs

Sampel adalah bagian dari populasi yang digunakan untuk memperkirakan karakteristik populasi. Pengambilan Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus artinya bahwa seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI dan diklasifikasikan sebagai perusahaan manufaktur selama tahun pengamatan

2010-2012 dijadikan sebagai sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian

ini dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut :

• Perusahaan tidak didelisting selama periode penelitian.

• Perusahaan tersebut memiliki laporan keuangan yang lengkap dan audited selama tahun 2010-20012.

• Data yang dimiliki perusahaan lengkap dan sesuai dengan variabel yang diteliti.

Berdasarkan kriteria tersebut maka sampel yang digunakan berjumlah 20 perusahaan yang memenuhi ketiga kriteria penelitian. Daftar perusahaan- perusahaan yang menjadi sampel penelitian adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1

Daftar Nama Perusahaan Sampel Penilitian

No. Nama Perusahaan Kode Perusahaan

1 PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk INTP

2 PT. Holcim Indonesia Tbk SMCB

3 PT. Semen Indonesia Tbk SMGR

Sumber : idx, 2013

3.3 Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan merupakan data sekunder, yaitu data atau informasi yang telah diolah yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2012.

5 PT. Pelat Timah Nusantara Tbk NIKL

6 PT. Titan Kimia Nusantara Tbk FPNI

7 PT. Champion Pasific Indonesia Tbk IGAR

8 PT. Astra Internasional Tbk ASII

9 PT. Astra Auto Part Tbk AUTO

10 PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ICBP

11 PT. Indofood Sukses Makmur Tbk INDF

12 PT. Multi Bintang Indonesia Tbk MLBI

13 PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk ROTI

14 PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk HMSP

15 PT. Kimia Farma Tbk KAEF

16 PT. Indo Farma Tbk INAF

17 PT. Merck Tbk MERK

18 PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk SQBI

19 PT. Mandom Indonesia Tbk TCID

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan studi dokumentasi yaitu dengan mempelajari, mengklasifikasikan, dan menganalisis data sekunder berupa catatan-catatan laporan keuangan maupun informasi lainnya yang terkait dengan lingkup penelitian ini. Data penelitian ini diperoleh dari situs BEI yaitu

3.5 Identifikasi Variabel Penelitian

Berdasarkan hipotesis yang telah diungkapkan sebelumnya, didalam penelitian ini terdapat 2 variabel yang memiliki hubungan sebab akibat, yang dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu :

1. Variabel Bebas (X) atau Independent Variable

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel tidak bebas. Dalam penelitian ini variabel bebas nya adalah perputaran piutang dan perputaran persediaan.

2. Variabel Terikat (Y) atau Dependent variable

Variabel tidak bebas atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel tidak bebasnya adalah tingkat profitabilitas. Tingkat profitabilitas dihitung dengan tingkat pengembalian asset / Rasio ROA (Return On Asset).

3.6 Definisi Operasional

1. Perputaran Piutang

Perputaran piutang menentukan kelancaran piutang bersirkulasi dalam satu periode yang mengindikasikan lancarnya aktivitas penjualan dari perusahaan. Dimana perputaran piutang dapat dihitung dengan rumus :

2. Perputaran Persediaan

Perputaran persediaan (inventory turnover) mengukur hubungan antara volume barang dagang yang dijual dengan jumlah persediaan yang dimiliki selama periode berjalan. Perputaran Persediaan dihitung sebagai berikut :

3. Tingkat profitabilitas

Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba pada periode tertentu, dimana dalam penelitian ini tingkat profitabilitas diukur dengan tingkat pengembalian asset / Rasio ROA (Return On Asset). ROA adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari total aktiva yang dimiliki, yang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

3.7 Metode Analisis Data

Data penelitian dikumpulkan untuk diolah, kemudian akan dianalisis untuk memperoleh jawaban atas permasalahan yang timbul dalam penelitian ini. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan analisis statistik yang menggunakan software statistik SPSS versi 17. Metode dan teknik analisis dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :

1. Pengujian Asumsi Klasik

Penggunaan analisis regresi dalam statistik harus bebas dari asumsi-asumsi klasik. Adapun pengujian asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji multikolinieritas, heterokedastisitas, dan autokorelasi.

• Uji Normalitas

Tujuan uji normalitas menurut Ghozali (2005 : 111) adalah untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk melihat normalitas data dalam penelitian ini yaitu : a. Uji Kolmogorov-Smirnov, dalam uji ini pedoman yang digunakan

dalam pengambilan keputusan yaitu :

 Jika nilai signifikan < 0.05 maka distribusi data tidak normal

 Jika nilai signifikan > 0.05 maka distribusi data normal

b. Histogram, yaitu pengujian dengan menggunakan ketentuan bahwa data normal berbentuk lonceng (Bell shaped). Data yang baik adalah

data yang memiliki pola distribusi normal. Jika data menceng ke kanan atau menceng ke kiri berarti memberitahukan bahwa data tidak berdistribusi secara normal.

c. Grafik Normality Probability Plot, ketentuan yang digunakan adalah :

 Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regesi memenuhi asumsi normalitas

 Jika data menyebar jauh dari diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

• Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi diantara variabel independen. Jika terjadi korelasi, berarti terjadi masalah multikolinieritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Untuk melihat ada atau tidaknya multikolinieritas dalam model regresi dilihat dari nilai Tolerence dan lawannya Variance Inflation Factor

(VIF). Batasan yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinieritas adalah nilai Tolerence < 0,10 atau sama dengan VIF > 5 (Situmorang, 2011 : 139). Untuk mendeteksi ada atau tidak adanya multikolinieritas dapat dilakukan dengan melihat toleransi variabel dan

Variance Inflation Factor (VIF) dengan membandingkan sebagai berikut :

• VIF > 5 maka diduga mempunyai persoalan multikolineritas

• VIF < 5 maka tidak terdapat multikolineritas

Tolerance < 0,1 maka diduga mempunyai persoalan multikolineritas

Tolerance > 0,1 maka tidak terdapat multikolineritas

• Uji Heteroskedastisitas

Menurut Erlina dan Mulyani (2007 : 108) uji heteroskedastisitas bertujuan untuk melihat apakah didalam model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap maka disebut homoskedastisitas, dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik yaitu homoskedastisitas. Pengujian dilakukaan dengan Scatter-Plot dengan menggunakan SRESID dan ZPRED pada software SPSS. Dasar pengambilan keputusannya :

• jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas,

• jika tidak ada pola yang jelas, seperti titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas atau terjadi homoskedastisitas.

• Uji Autokorelasi

Uji ini bertujuan untuk melihat apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antar kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang tahun satu dengan lainnya. Hal ini sering ditemukan pada time series. Pada data crossection, masalah autokorelasi relatif tidak terjadi. Uji yang digunakan dalam penelitian ini untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi dapat dilihat dengan menggunakan uji Durbin- Watson.

Uji Durbin-Watson hanya digunakan untuk autokorelasi tingkat satu (first order autocorelation) dan mensyaratkan adanya intercept

(konstanta) dalam model regresi dan tidak ada variabel lagi diantara variabel dependen. Hipotesis yang akan diuji adalah :

• Ho : tidak ada autokorelasi (r = 0)

• Ha : ada autokorelasi ( r ≠ 0)

1. Bila nilai DW terletak antara batas atas atau upper bound (du) dan (4-du), maka koefisien autokorelasi sama dengan nol, berarti tidak ada autokorelasi.

2. Bila nilai DW lebih rendah daripada batas bawah atau lower bound (dl),

maka koefisien autokorelasi lebih besar daripada nol, berarti ada autokorelasi positif.

3. Bila nilai DW lebih besar daripada (4-dl), maka koefisien autokorelasi

lebih kecil daripada nol, berarti ada autokorelasi negatif.

4. Bila nilai DW terletak diantara batas atas (du) dan batas bawah (dl) atau

DW terletak antara (4-du) dan (4-dl), maka hasilnya tidak dapat disimpulkan.

2. Analisis Regresi Berganda

Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Penelitian ini hanya terdapat dua variabel independen, yaitu perputaran piutang dan persediaan dan satu variabel dependen, yaitu tingkat profitabilitas. Perusahaan yang mempunyai hubungan saling mempengaruhi antara kedua variabel tersebut. Analisis regresi dengan menggunakan SPSS. Persamaan Regresi berganda :

Y = a+b1X1+b2X2+e Keterangan :

A : Konstanta atau harga Y bila X = 0 b1,b2 : Koefisien regresi dari setiap variabel X1 : Perputaran piutang

X2 : Perputaran persediaan e : Faktor lain diluar model

3. Uji Hipotesis

• Uji t

Uji ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel independen. Uji ini dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan t tabel dengan ketentuan sebagai berikut :

1) Ha ditolak jika t hitung < t tabel untuk α = 5 % 2) Ha diterima jika t hitung > t tabel untuk α = 5 %

• Uji F

Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh terhadap variabel tidak bebas. Pembuktian dilakukan dengan cara membandingkan nilai kritis, F tabel dengan F hitung yang terdapat pada tabel analisis df variance. 1) Ha ditolak jika F hitung < F tabel untuk α = 5 %

3.8 Jadwal Penelitian

Tabel 3.2 Jadwal Penelitian

Tahapan Penelitian 2012 2013

Okt Des Jan Feb Mar Apr Mei Pengajuan Judul

Penyelesaian Proposal Pengumpulan Data Pengolahan Data

Bimbingan & Penyelesaian Ujian Komprehensif

Dokumen terkait