Kajian Issue Publik
1. Penelitian dan Pengembangan a) Bidang Humaniora Kesehatan
a. Fokus dan area penelitian di bidang Humaniora Kesehatan
Fokus dan area penelitian Sub Bidang Sosial Ekonomi Budaya adalah sebagai berikut :
Penelitian sosiologi kesehatan meliputi :
1) Hubungan antara lingkungan sosial dan kesehatan antara lain Epidemiologi sosial dan Stress sosial
2) Kesehatan dan perilaku kesakitan, meliputi Perilaku sehat, Perilaku kesakitan dan peran sakit
3) Praktisi pelayanan kesehatan dan hubungan mereka dengan pasien, meliputi Klinisi dan profesi kedokteran, pendidikan kedokteran dan sosialisasi dokter, Perawat, praktisi pelayanan kesehatan tingkat menengah, tenaga kesehatan lainnya, Pengobat tradisional dan praktek pengobatan alternatif, Hubungan dokter - pasien
4) Sistem pelayanan kesehatan meliputi Sistem pelayanan kesehatan terkait biaya pelayanan, Ketersediaan pelayanan kesehatan (profit and non profit hospital), Efek sosial dari tehnologi pelayanan kesehatan, Perbandingan sistem pelayanan kesehatan
Penelitian ekonomi kesehatan meliputi :
1) Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Di Indonesia meliputi Aspek Kepesertaan, Aspek Pembiayaan, Aspek Pelayanan Kesehatan, Aspek Kelembagaan
2) District Health Account sebagai dasar dalam perencanaan kesehatan sampai evaluasi dalam pembiayaan kesehatan di daerah.
3) Evaluasi ekonomi yang meliputi analisis biaya manfaat, analisis biaya efektifitas, analisis biaya utilisasi, studi pembiayaan kesehatan.
Penelitian budaya kesehatan meliputi:
Mapping riset etnografi kesehatan yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara holistik aspek sejarah, geografi dan sosial budaya terkait Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada 12 (duabelas) etnis di Indonesia.
Penggalian budaya yang berkembang di masyarakat dengan permasalahan KIA tersebut secara mendalam dipelajari secara detail berdasarkan kondisi alam, kependudukan, dan pola tempat tinggal, sejarah, dan unsur-unsur kebudayaan yang meliputi organisasi sosial dan
35 sistem kekerabatan, sistem teknologi, sistem pengetahuan, sistem mata pencaharian, sistem religi, bahasa, dan kesenian.
Sedangkan Fokus dan area penelitian sub bidang hukum dan etik adalah sebagai berikut :
• Perilaku antisosial
• Hukum Kedokteran dan Etika • Kebijakan Publik
• Pelayanan Kesehatan dan Perawatan Sosial • Teknologi, Hukum dan Etika
• Biomedik dan Masyarakat
• Hukum Kesehatan Mental dan Etika • Nursing Research
• Keselamatan Pasien dan Kualitas Pelayanan • Profesionalisme dalam Kesehatan
• Perawatan Sosial Tenaga Kerja • Manajemen Risiko
b) Bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat
a. Fokus dan area penelitian di bidang Analisis Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat
Berdasarkan isu strategis yang dikembangkan di lingkungan Kementerian Kesehatan serta berdasarkan area kajian dan ruang lingkup kajian Sub Bidang Analisis Kebijakan, maka pada tahun 2011-2014 maka fokus dan area penelitian dari Sub Bidang Analisis Kebijakan adalah sebagai berikut: 1) Pembiayaan Kesehatan
Kebijakan yang ada pada topik ini adalah kebijakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (SJSN), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Jaminan Persalinan (Jampersal), serta kebijakan-kebijakan pembiayaan kesehatan lainnya termasuk didalamnya Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
2) Sistem Kesehatan Nasional
Kebijakan Sistem Kesehatan Nasional yang dianalisis tidak berhenti pada sistem kesehatan yang sudah ada, tetapi juga kemungkinan pengembangan sistem kesehatan yang lebih baik, termasuk juga dengan memperhatikan sistem kesehatan yang berkembang secara global.
3) Pelayanan Kesehatan Dasar
Kebijakan pelayanan kesehatan dasar yang menjadi kajian pada poin ini dimulai dari preventif, promotif, kuratif sampai dengan rehabilitatif. Kajian dilaksanakan pada pelayanan kesehatan dasar baik yang berada pada tingkat puskesmas dan jaringannya, juga pelayanan kesehatan dasar yang berada di rumah sakit.
4) Desentralisasi Bidang Kesehatan
Arus perubahan ke arah desentralisasi yang terjadi pada seluruh segi kehidupan di negeri ini pada era reformasi juga turut berimbas pada
36 bidang kesehatan. segala kebijakan kesehatan yang pada awalnya lebih besar porsinya di pusat, menjadi tersebar ke kabupaten/kota sebagai unit desentralisasi. Hal ini juga mengimbas pada putusan bahwa bidang kesehatan sebagai salah satu kewenangan wajib yang harus diselenggarakan kabupaten/kota. Penelitian pada topik ini menjadi penting untuk menjamin implementasi kebijakan desentralisasi yang berhasil guna dan sesuai harapan.
5) Pelayanan Kesehatan di DTPK
Kesehatan di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan secara umum tidak berbeda dengan daerah lainnya. Pelayanan kesehatan di DTPK menjadi lebih sulit karena keterbatasan akses akibat kondisi georafi dan iklim yang menyebabkan keterbatasan sarana prasarana pelayanan kesehatan maka akses masyarakat ke sarana pelayanan kesehatan rendah, minat tenaga kesehatan rendah, dll. Khususnya didaerah perbatasan dengan negara tetangga terdapat masalah kesehatan yang berhubungan dengan mobilitas penduduk/barang. Topik penelitian pada poin ini adalah semua pelayanan kesehatan baik pada tingkat dasar sampai dengan rujukan yang berada di daerah tertinggal, perbatasan maupun kepulauan. Hal ini penting untuk menjamin pemerataan dan keadilan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah negeri.
Sedangkan Fokus area penelitian dan pengembangan sub bidang Perilaku dan Peranserta masyarakat meliputi sbb :
1) Accessibility
• Perilaku pencarian kesehatan (health seeking behaviour). • Pemberdayaan dunia usaha dalam hal pembiayaan kesehatan
(cost sharing)
2) Community participation
• Strategi partisipasi berbasis masyarakat (community-based strategy).
• Partisipasi masyarakat dalam pemerintahan dan pengelolaannya (community participation in governance). • Pemberdayaan masyarakat (empowerment).
3) Decentralisation/local health system
• Partisipasi masyarakat dalam pengembangan sistem kesehatan daerah (district health system development).
• Partisipasi masyarakat menuju kota sehat (healthy cities). • Partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan
lokal/daerah (community participation in local health services).
4) Disease burden
37 • Faktor perilaku yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit (determinants of health and disease other than economic or social policy)
• Kesehatan sekolah (school health).
• Pemberdayaan masyarakat untuk kesehatan keluarga (family health strategy).
• Pengembangan dukungan sosial dalam pemberdayaan (social support networks).
5) Economic policy and health
• Koordinasi lintas sektoral (intersectoral coordination)
• pemberdayaan potensi masyarakat dalam reformasi kesehatan menuju pemerataan).
6) Information, education and communication (IEC)
Komunikasi, informasi dan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat (information and communication for the general public, health education strategis and impact, knowledge, attitudes and practices / KAP).
7) Insurance
Asuransi kesehatan berbasis masyarakat (community based health insurance).
8) Policy process
Peran masyarakat dan LSM dalam perumusan kebijakan (role of community and NGOs in policy formulation)
9) Programme evaluation
Evaluasi dan assessment dampak kebijakan/program pemberdayaan masyarakat (evaluation and assessment of impact of policies or programmes on community empowerment) 10) Sector Analysis
Kolaborasi dan koordinasi lintas sektoral (intersectoral collaboration and coordination