• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyebarluasan hasil litbang

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang (Halaman 38-41)

Kajian Issue Publik

5. Penyebarluasan hasil litbang

Rangkaian kegiatan penyebarluasan hasil litbengkes merupakan kegiatan yang terbentuk dalam suatu dokumen yang disebut dokumen informasi, dokumentasi dan diseminasi dengan kegiatan sebagai berikut :

a. Penerbitan Majalah dan Jurnal

39 1) Buletin penelitian sistem kesehatan, terbit 4x dalam setahun, Januari, April, Juli, Oktober. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan adalah terbitan berkala yang diperuntukkan sebagai sarana penyebarluasan informasi dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PHKKPM) yang dikemas dalam bentuk artikel.

2) Buletin Litbangkes dalam bahasa Inggris, diterbitkan untuk lebih mengenalkan produk/hasil penelitian institusi ke tingkat internasional. Buletin ini terbit 2x dalam setahun Juli dan Desember

3) Warta JIP untuk memberikan informasi tentang koleksi baru yang ada di perpustakaan : terbit 4x dalam setahun Maret, Juni, September, Desember 4) Kumpulan abstrak terbit 1x dalam setahun

Kegiatan ini untuk menghimpun abstrak laporan hasil penelitian serta artikel ilmiah para peneliti yang diterbitkan pada Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, serta artikel peneliti yang dimuat di selain terbitan isntitusi. Kumpulan abstrak ini sebagai promosi produk PHKKPM.

b. Dewan Redaksi

Buletin Penelitian Sistem Kesehatan adalah majalah ilmiah yang diterbitkan PHKKPM.

c. Pameran Hasil Litbangkes

Pameran dimaksudkan untuk menunjukkan pada masyarakat umum tentag hasil-hasil yang telah dicapai oleh institusi. Pameran adalah juga ajang promosi untuk lebih mengenalkan PHKKPM.

d. Penyebarluasan Hasil Litbangkes/Diseminasi

Diseminasi hasil penelitian adalah suatu kegiatan penyebaran informasi hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti PHKKPM. Sasaran diseminasi adalah pengambil kebijakan, stake holder dan praktisi ilmiah. Kegiatan diseminasi ini dilaksanakan karena dipandang perlu untuk mensosialisasikan hasil penelitian yang telah dilakukan pada masyarakat, mengingat hasil penelitian adalah merupakan temuan-temuan untuk kebaikan obyek penelitian.

e. Pengadaan Buku-Buku Perpustakaan

Perpustakaan adalah merupakan suatu tempat untuk memperoleh suatu informasi guna menambah wawasan atau sebagai referensi untuk keperluan penelitian, pengajaran dan lain sebagainya. Perpustakaan memerlukan koleksi bahan pustaka yang terdiri dari berbagai media, salah satunya adalah buku. Informasi yang disediakan oleh perpustakaan harus selalu baru, untuk itu dirasa perlu untuk senantiasa melakukan kegiatan pembelian/pengadaan buku-buku baru guna memberikan kepuasan pada pengguna dalam pemerolehan literatur.

f. Perawatan Buku-Buku Perpustakaan

Koleksi perpustakaan mayoritas merupakan buku-buku tercetak mempunyai keterbatasan waktu untuk penyimpanannya. Koleksi buku tercetak lama kelamaan akan mengalami kerusakan fisik, oleh karena itu untuk memperpanjang usia buku koleksi perpustakaan haruslah upaya perawatan secara fisik.

40 6. Pengembangan jejaring WHO CC

Adapun kegiatan WHO CC for Health System Research and Policy Development antara lain :

1. Development of Health System Research

Untuk penelitian sistem kesehatan dan pengembangan kebijakan, dengan kegiatan :

 Need assessment dan prioritas penelitian sistem kesehatan

 Mengembangkan dan merencanakan HSR termasuk pelayanan kesehatan, pembiayaan pelayanan kesehatan, SDM kesehatan, obat dan logistik, pemberdayaan masyarakat, dan manajemen kesehatan

 Melakukan penelitian sistem kesehatan berdasarkan prioritas daerah, nasional dan lokal.

2. Development of policy research and policy analysis

 Meningkatkan HSR dan analisis pada NIHRD

 Melakukan meta analisis pada isu strategis utk mendukung pengembangan kebijakan kesehatan pada tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota)  Rekomendasi dan advokasi isu kesehatan yg relevan

3. Capacity Building of research institution in health systems and policy

 Peningkatan kemampuan pada sistem kesehatan dan kebijakan metodologi penelitian bagi para peneliti: penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, penelitian kebijakan, analisis kebijakan, meta analisis, pemetaan politik  Pengembangan laboratorium penelitian sosial

 Pelatihan sistem kesehatan dan penelitian kebijakan: Indonesia dan luar negeri

4. Strengthening of networking with other institutions at national, regional and international levels

 Mengembangkan kerjasama tingkat regional, nasional, lokal untuk mempercepat pencapaian RPJP, RPJMN, MDG 's dan target lainnya

 Mengembangkan sistem dan kebijakan kesehatan

Setelah WHO CC for Health System Research and Policy Development kerjasama akan dilanjutkan dengan WHO CC for Health Research System Management

41 BAB V

PENUTUP

Rencana Aksi Kegiatan Tahun 2011-2015, Pusat Humaniora Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat disusun sebagai acuan kegiatan selama 5 tahun kedepan. Penyusunan dokumen Rencana Kegiatan ini disusun dan didukung bersama oleh Subbid Hukum dan Etika, Sosial Ekonomi dan Budaya, Analisis Kebijakan, dan Perilaku dan Peran serta Masyarakat beserta anggota PPI untuk mencapai visi dan misi Pusat HKKPM dalam menanggulangi masalah kesehatan di Indonesia. Visi Pusat HKKPM adalah menjadi lokomotif litbang bidang humaniora, kebijakan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Visi ini diharapkan mampu mendukung visi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, yakni sebagai lokomotif penelitian, pengawal kebijakan dan legitimator program pembangunan kesehatan. Kesemua itu diarahkan dalam rangka mencapai visi Kementerian Kesehatan yakni Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan.

Peneliti, sebagai aset utama lembaga Riset akan terus dimotivasi dan ditingkatkan kompetensi dan jumlahnya sesuai tupoksi Pusat HKKPM sehingga dapat menghasilkan produk humaniora, kebijakan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang berupa policy paper sehingga secara langsung dapat dimanfaatkan oleh policy

maker dan provider pelayanan kesehatan (tenaga kesehatan) dan masyarakat luas.

Peningkatan kompetensi peneliti tentunya harus disertai dengan peningkatan kualitas sarana dan prasarana penelitian sehingga menghasilkan penelitian yang bermutu dan bermanfaat bagi pemecahan masalah kesehatan.

Dengan telah disusunnya Rencana Aksi Kegiatan Pusat HKKPM Tahun 2011-2014 ini diharapakan dapat digunakan sebagai pedoman dan arah dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan Pusat HKKPM, baik menyangkut kegiatan penelitian dan pengembangan maupun kegiatan peningkatan kapasitas institusi.

Akhirnya hanya dengan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berupaya sekuat tenaga untuk berkarya dalam penelitian dan pengembangan di bidang humaniora, kebijakan kesehatan, pemberdayaan masyarakat semoga menjadi sumbangsih Pusat HKKPM dalam mendukung visi Badan Litbangkes, yakni sebagai lokomotif penelitian, pengawal kebijakan dan legitimator program pembangunan kesehatan.

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang (Halaman 38-41)

Dokumen terkait