Berikut adalah beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini :
1. “ Pengaruh Pengalaman Kerja, prestasi kerja, Pendidikan dan
Pelatihan Terhadap Pengembangan Karir” Oleh Ni Putu Asri
Sumadewi dan I Gusti Made Suwandana (2017)
Penelitian ini dilakukan pada perawat PNS Rumah Sakit Umum Daerah Badung Mangusada. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya Pengaruh pengalaman kerja, prestasi kerja, pendidikan
dan pelatihan terhadap pengembangan karir pada perawat PNS Rumah Sakit Umum Daerah Badung Mangusada. Sampel penelitian ini sebanyak 120 responden, menggunakan metode probability sampling, khususnya proportionate random sampling. Pengumpulan data dengan melakukan penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala likert 5 poin untuk mengukur 19 item pernyataan. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil analisis dalam penelitian ini menemukan bahwa pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karir, prestasi kerja berpengaruh positif dan signifikan tehadap pengembangan karir, pendidikan dan pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karir, serta penelitian ini berhasil membuktikan bahwa pengalaman kerja, prestasi kerja, pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap pengembangan karir.
Dalam penelitian ini yang termasuk populasi adalah perawat PNS yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung Mangusada yang berjumlah 171 orang. Penelitian ini menggunakan sumber primer melalui hasil jawaban responden terhadap kuesioner yang disebar dan melalui wawancara langsung mengenai fenomena yang menyangkut pengalaman kerja, prestasi kerja, Pendidikan dan pelatihan dan pengembangan karir di RSUD Kab Badung Mangusada. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dan diperoleh dapat disimpulkan bahwa pengalaman kerja, prestasi kerja, Pendidikan dan pelatihan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karir di RSUD Kab Badung Mangusada.
2. “Kualitas Kehidupan Kerja ditinjau dari kepuasan Kerja dan
Persepsi Terhadap Kinerja” Oleh Kurniasari Pratiwi dan Fathul Himam
(2014).
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran kepuasan kerja dan persepsi terhadap kinerja terhadap peningkatan QWL (Quality Work Life). Penelitian ini menggunakan metode survey dengan populasi PNS Pemerintah Kabupaten Bantul berjumlah 600 orang. Sampel penelitian ini sejumlah 150 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Kualitas Kehidupan kerja (20 aitem;α = 0,867); Skala Kepuasan Kerja (22 aitem ; α = 0,837); dan Skala Persepsi terhadap Kinerja (20 aitem ; α = 0,904). Analisis data dilakukan dengan analisis regresi berganda terhadap kinerja terhadap QWL (F = 17,852; P <0,0001).
Kinerja pegawai merupakan gabungan dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat diukur dari akibat yang dihasilkan, kinerja dapat dikatakan sebagai hasil kerja yang telah dilakukan oleh seseorang. Oleh karena itu, kinerja dapat didefinisikan sebagai perilaku-perilaku atau Tindakan-tindakan yang relevan terhadap tercapainya tujuan organisasi (Vande Walle, Heslin, & Latham, 2005). Kualitas kehidupan kerja (QWL)
merupakan upaya menggabungkan desain pekerjaan dengan lingkungan kerja. Hal ini dapat diupayakan melalui pemenuhan kepuasan kerja, meningkatkan sikap kerja yang positif, serta kinerja (Soeprapto, Ribawanto & Hanafi. 2000).
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa kepuasan kerja dan persepsi terhadap kinerja secara Bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap QWL. Hasil analisis data diperoleh nilai F sebesar 17,857 lebih besar dari F table 4,778 dengan nilai probabilitas p = 0,000 (p< 0,01), hal ini menunjukan bahwa secara bersama-sama kepuasan kerja dan kinerja berpengaruh terhadap QWL . Koefisien determinasi berganda (R2) adalah 0,221 yang berarti 22,1% dari QWL pegawai dipengaruhi oleh kepuasan kerja dan persepsi kinerja. Uji analisis parsial menunjukan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap QWL (t = 2,709; p < 0,05) dengan sumbangan pengaruh sebesar 24%. Persepsi kinerja berpengaruh secara signifikan terhadap QWL (t=3,498; p= 0,000) dengan sumbangan pengaruh sebesar 30,9%.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja dan persepsi kinerja secara bersama-sama memberi pengaruh signifikan terhadap Quality of Work Life (QWL) pada PNS Pemda Bantul (nilai F hitung sebesar 17,852 lebih besar dari table F table 4,778 dengan nilai probabilitas p=0,000 (p< 0,001).
3. “Analisis Pengaruh Pengembagan Karyawan Terhadap Kualitas Kerja di Perum PJP I Jawa Timur” Oleh Sawal Sartono dan Abdul
Bashit (2017)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan karyawan terhadap kualitas kerja pada Perum PJT I Jawa Timur. Pengembangan Karyawan yang terdiri dari Peserta, Instruktur, Materi dan Fasilitas serta Kualitas Kerja adalah variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Hipotesis penelitian yaitu pengembangan karyawan yang dilaksanakan oleh Perum. PJT I Jawa Timur, berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kerja karyawan. Instruktur merupakan variabel pengembangan karyawan yang paling dominan dalam mempengaruhi kualitas kerja karyawan. Metode penelitian yaitu dengan menggunakan metode analisis deskriptif sedang metode yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda Hasil penelitian menunjukkan variabel peserta, instruktur dan materi secara parsial menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel kualitas kerja sedangkan variabel fasilitas secara parsial tidak memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel kualitas kerja. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan secara serentak antara pengembangan karyawan terhadap kualitas kerja sebesar 16,853 dan ada pengaruh pengembangan karyawan sebesar 61,9%.
Responden dalam penelitian ini adalah karyawan Perum PJT I Jawa Timur yang sudah mengikuti program pengembanagn karyawan yang dipilih secara acak. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan probability sampling yaitu teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel, dengan Teknik simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : Berdasarkan Uji Signifikan Simultan (Uji F) maka secara serentak terdapat pengaruh secara positif dan signifikan dari variabel-variabel pengembangan karyawan terhadap variabel kualitas kerja, hal ini berarti pengembangan karyawan Perum Jasa Tirta I Malang akan meningkatkan kualitas kerja karyawan. Berdasarkan Uji Signifikan Individu (Uji t) maka secara parsial variabel materi (X3) memiliki pengaruh yang paling positif dan signifikan terhadap kualitas kerja (Y). Ini berarti materi pengembangan yang diterapkan tersusun baik sehingga meningkatkan kualitas kerja karyawan pada Perum Jasa Tirta I Malang. Dari Uji t juga diketahui bahwa variabel fasilitas (X4) tidak memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel kualitas kerja (Y). Hal ini menandakan fasilitas yang diterapkan pada program pengembangan kurang memotivasi karyawan untuk belajar.
Berdasarkan uraian penelitian sebelumnya yang ternyata Pengalaman kerja dan kinerja (prestasi) menentukan kualitas kerja karyawan di beberapa perusahaan. Yang menjadi pembeda dalam penelitian saya adalah saya mengambil responden yang merupakan pegawai perusahaan PT Berkat Surya Mahakarya yang bergerak pada bisnis properti, pertanian dan pengepulan kelapa sawit.