• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian tentang UN yang Pernah Dilakukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA

F. Penelitian tentang UN yang Pernah Dilakukan

Beberapa penelitian tentang UN dilakukan oleh beberapa instansi, antara lain sebagai berikut.

Hasil studi Asep Sjafrudin (2018) tentang Pemanfaatan Hasil UN pada Madrasah Aliyah menunjukkan bahwa UN merupakan fungsi pengendalian mutu pendidikan (educational quality

control) dan fungsi penjaminan mutu pendidikan (educational quality assurance). Setidaknya ada tiga manfaat dari hasil UN,

antara lain: 1) Pemetaan mutu program dan satuan pendidikan; 2) Dasar seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya; dan 3) Pembinaan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Gazali Lembah, Andri Tanda Tellu, Juraid, Asep Mahpudz, dan Haeruddin (2018) melakukan Analisis Hasil Kebijakan UN SMA/MA untuk Memetakan Tingkat Kompetensi Siswa dan Mutu Penyelenggaraan Pendidikan di Provinsi Sulawesi

sekolah, orang tua, dan pemimpin institusi pendidikan dalam ekosistem pendidikan, 2) peningkatan mutu dan akses, yakni meningkatkan mutu pendidikan sesuai lingkup Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk mengoptimalkan capaian Wajib Belajar 12 tahun, meningkatkan ketersediaan serta keterjangkauan layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat terpinggirkan, dan fokus kebijakan didasarkan pada percepatan peningkatan mutu dan akses untuk menghadapi persaingan global dengan pemahaman akan keberagaman; dan pengembangan efektivitas birokrasi melalui perbaikan tata kelola dan pelibatan publik. Pelibatan publik dalam seluruh aspek pengelolaan kebijakan dengan berbasis data, riset dan bukti lapangan. Selanjutnya, yaitu membantu penguatan kapasitas tata kelola birokrasi pendidikan di daerah, serta mengembangkan koordinasi dan kerjasama lintas sektor di tingkat nasional.

F. Penelitian tentang UN yang Pernah Dilakukan

Beberapa penelitian tentang UN dilakukan oleh beberapa instansi, antara lain sebagai berikut.

Hasil studi Asep Sjafrudin (2018) tentang Pemanfaatan Hasil UN pada Madrasah Aliyah menunjukkan bahwa UN merupakan fungsi pengendalian mutu pendidikan (educational quality

control) dan fungsi penjaminan mutu pendidikan (educational quality assurance). Setidaknya ada tiga manfaat dari hasil UN,

antara lain: 1) Pemetaan mutu program dan satuan pendidikan; 2) Dasar seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya; dan 3) Pembinaan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Gazali Lembah, Andri Tanda Tellu, Juraid, Asep Mahpudz, dan Haeruddin (2018) melakukan Analisis Hasil Kebijakan UN SMA/MA untuk Memetakan Tingkat Kompetensi Siswa dan Mutu Penyelenggaraan Pendidikan di Provinsi Sulawesi

Tengah mengindikasikan bahwa 1) Peta kompetensi siswa SMA di kabupaten Buol dan Tolitoli telah diperoleh SK/KD yang pencapaiannya berada dalam kategori rendah. Aspek konsistensi pencapaian tersebut sulit disajikan karena SK/KD yang diujikan setiap tahun berbeda. Terdapat SK/KD yang pencapaiannya sangat rendah pada setiap matapelajaran, yakni rata-rata di bawah 10%; 2) Faktor yang berpengaruh terhadap pencapaian kompetensi siswa dalam UN yaitu kemampuan guru mengembangkan perangkat pembelajaran pada aspek kuantitatif dalam kategori sangat baik. Namun untuk aspek yang bersifat kualitatif, berada dalam kategori cukup; 3) Model alternatif pemecahan masalah yang dapat diajukan antara lain: optimalisasi peran MGMP yang berfokus pada peningkatan kapasitas guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran, Lesson Study, lokakarya penyusunan perangkat pembelajaran dan Bimtek penyusunan tes setara UN; 4) Model implementasi pemecahan masalah mencakup kompo- nen: perencanaan bersama di Dinas Pendidikan dan revitalisasi peran MGMP dengan dukungan perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.

Hasil penelitian Budi Mulyati dan Badrun Kartowagiran, yaitu Analisis Hasil UN matapelajaran Ekonomi SMA di kota Serang (2012). Pemetaan kemampuan peserta didik melalui hasil UN matapelajaran Ekonomi tahun 2012 yang belum diketahui terutama bagi peserta didik SMA negeri dan SMA swasta di kota Serang, serta pemanfaatan hasil UN oleh guru untuk memperbaiki pembelajaran yang akan datang menunjukkan bahwa UN merupakan salah satu bentuk penilaian akhir yang dilaksanakan oleh pemerintah. Penilaian akhir ini berfungsi untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik dan dari penilaian ini dapat dijadikan salah satu petunjuk keberhasilan pendidikan. UN memiliki manfaat bagi beberapa pihak, setidaknya bagi peserta didik dan guru. Bagi peserta didik UN bermanfaat untuk memotivasi mereka belajar lebih giat. Adapun bagi guru, UN dapat dijadikan sebagai sarana

refleksi terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran secara lebih luas. Dengan adanya analisis dari hasil UN, sekolah dapat melakukan upaya untuk meningkatkan kompetensi peserta didik yang belum optimal, karena sekolah terutama guru lebih mengetahui kelebihan dan kekurangan dari peserta didik. Simpulan penelitian ini yaitu bahwa kemampuan peserta didik SMA pada UN matapelajaran Ekonomi tahun 2012 sangat baik. Hal ini terlihat dari perolehan rata-rata daya serap sebesar 76,91% di SMA negeri dan 75,89% di SMA swasta. Sedangkan untuk kegiatan pemanfaatan hasil UN oleh guru Ekonomi, di SMA negeri relatif lebih baik dibanding SMA swasta. Hal ini terlihat dari hasil persentase guru yang sudah memanfaatkan hasil UN sebesar 60% di SMA negeri dan 46,67% di SMA swasta. Namun demikian kegiatan pemanfaatan hasil UN oleh guru di SMA negeri dan swasta perlu ditingkatkan. Bentuk kegiatan pemanfaatan hasil UN yang banyak dilakukan oleh guru yakni memperbanyak latihan soal dan tugas serta melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembahasan soal dan penilaian tugas. Adapun saran dari penulis berdasarkan hasil penelitian tentang analisis hasil UN matapelajaran Ekonomi di kota Serang yaitu diharapkan kepada Dinas Pendidikan terkait untuk mengupayakan melengkapi data laporan UN dengan menyertakan laporan daya serap.

Nizam melakukan Meta Analisis - Hasil UN untuk Menyusun Kebijakan dan Program menemutunjukkan 1) Pemetaan capaian rata-rata siswa berdasarkan Ujian Sekolah; 2) Pemetaan capaian rata-rata siswa berdasarkan UN; 3) Pemetaan capaian rata-rata siswa berdasarkan UN dengan IIUN tinggi; 4) Persentase lulusan SMA IPA yang belum mencapai kompetensi minimum Matematika. Hasil PISA 2012; menunjukkan: 1) Profil capaian provinsi berdasar hasil IIUN; 2) Profil level kemampuan siswa Indonesia; 3) Ringkasan capaian kompetensi matapelajaran SMA tahun 2014/2015;; 4) Indeks kesenjangan hasil UN; 5) Integritas sekolah dalam UN rendah; 6)

refleksi terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran secara lebih luas. Dengan adanya analisis dari hasil UN, sekolah dapat melakukan upaya untuk meningkatkan kompetensi peserta didik yang belum optimal, karena sekolah terutama guru lebih mengetahui kelebihan dan kekurangan dari peserta didik. Simpulan penelitian ini yaitu bahwa kemampuan peserta didik SMA pada UN matapelajaran Ekonomi tahun 2012 sangat baik. Hal ini terlihat dari perolehan rata-rata daya serap sebesar 76,91% di SMA negeri dan 75,89% di SMA swasta. Sedangkan untuk kegiatan pemanfaatan hasil UN oleh guru Ekonomi, di SMA negeri relatif lebih baik dibanding SMA swasta. Hal ini terlihat dari hasil persentase guru yang sudah memanfaatkan hasil UN sebesar 60% di SMA negeri dan 46,67% di SMA swasta. Namun demikian kegiatan pemanfaatan hasil UN oleh guru di SMA negeri dan swasta perlu ditingkatkan. Bentuk kegiatan pemanfaatan hasil UN yang banyak dilakukan oleh guru yakni memperbanyak latihan soal dan tugas serta melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembahasan soal dan penilaian tugas. Adapun saran dari penulis berdasarkan hasil penelitian tentang analisis hasil UN matapelajaran Ekonomi di kota Serang yaitu diharapkan kepada Dinas Pendidikan terkait untuk mengupayakan melengkapi data laporan UN dengan menyertakan laporan daya serap.

Nizam melakukan Meta Analisis - Hasil UN untuk Menyusun Kebijakan dan Program menemutunjukkan 1) Pemetaan capaian rata-rata siswa berdasarkan Ujian Sekolah; 2) Pemetaan capaian rata-rata siswa berdasarkan UN; 3) Pemetaan capaian rata-rata siswa berdasarkan UN dengan IIUN tinggi; 4) Persentase lulusan SMA IPA yang belum mencapai kompetensi minimum Matematika. Hasil PISA 2012; menunjukkan: 1) Profil capaian provinsi berdasar hasil IIUN; 2) Profil level kemampuan siswa Indonesia; 3) Ringkasan capaian kompetensi matapelajaran SMA tahun 2014/2015;; 4) Indeks kesenjangan hasil UN; 5) Integritas sekolah dalam UN rendah; 6)

Peta indeks integritas UN SMA-IPA; 7) Perbandingan capaian rata-rata UN dan simpangan baku UN antara data total dan UN tinggi; 8) Distribusi nilai UN antara IIUN rendah dan tinggi; 9) Plot UN- IIUN; 10) Perbandingan capaian UN PBT dan CBT 2015; 11) Perbandingan hasil UN PBT 2014 dan CBT 2015 serta IIUN; 12) Distribusi Nilai UN berdasarkan jenis kelamin; 13) Distribusi Nilai UN berdasarkan status sekolah; 14) Distribusi Nilai UN berdasarkan jenis sekolah; 15) Perbandingan rata-rata UN SMP dan MTs dengan data IIUN tinggi per provinsi; 16) Presentasi daya serap per materi; 17) Standar nasional pendidikan dan capaian UN; 18) Distribusi sekolah berdasarkan performance UN SMA tahun 2015; dan 19) Kategorisasi sekolah untuk pembinaan.

Hasil analisis Syarifuddin Dollah, H. Ramli Umar, M Sudding, dan Jumadi (2011), tentang Hasil UN dalam Rangka Pemetaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan di Kabupaten Bulukumba dan Kepulauan Selayar menunjukkan terdapat faktor-faktor yang menyebabkan ketidaktercapaian SK, KD dan SKL pada matapelajaran UN, dan model peningkatan mutu pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa SKL yang bermasalah pada setiap matapelajaran yang diujikan dalam UN dari tahun 2008, 2009, dan 2010 untuk Kabupaten Bulukumba dan Kepulauan bersifat variatif. Namun demikian ditemukan bahwa ada kecenderungan SKL yang bermasalah pada setiap matapelajaran merupakan SKL yang memerlukan kemampuan dalam menginterpretasi, menganalisis, membaca (wacana), dan menyimpulkan berdasarkan bacaan. Faktor-faktor penyebab rendahnya nilai UN pada SKL tertentu, juga bervariasi. Faktor yang dapat disimpulkan dan lebih dominan menjadi penyebab rendahnya hasil UN yang pada gilirannya rendah mutu pendidikan adalah, (1). Pemahaman akan arti penting pendidikan bagi masyarakat (orang tua) siswa; (2). Pemerataan (terjadi penumpukan guru, baik jumlah maupun sesama bidang studi) di wilayah ibukota kabupaten; (3) penyediaan perangkat pembelajaran bagi guru-guru yang sesuai dengan SKL; (4).

Kurangnya pembiasaan penyelesaian soal-soal UN yang sesuai SKL UN pada guru-guru; (5) penguasaan dan kedalaman materi bahan ajar bagi guru-guru; dan (6) kurangnya pengawasan, monitoring dan evaluasi bagi pengawas dan kepala sekolah. Model peningkatan mutu pendidikan yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian adalah model peningkatan mutu pendidikan dengan teknik School Review untuk Kabupaten Bulukumba dan Kepulauan Selayar (2011)

Dokumen terkait