• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Terdahulu

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN PUSTAKA (Halaman 24-28)

Penelitian yang dilakukan oleh Uji Batirahmah (2017) berjudul "Pengaruh Sinetron Anak Jalanan Terhadap Perilaku Siswa Smkn I Sarudu" penelitian kuantitatif dengan metode field research (penelitian lapangan). Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kausal yakni peneliti menyelidiki hubungan sebab akibat diantara variabel.

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 83 siswa responden yang menonton sinetron Anak Jalanan. penentuan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Adapun Pengujian intrumen penelitian ini yakni uji validitas dan uji reliabilitas. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis frequensi, regresi linear sederhana, uji asumsi klasik, uji t, uji korelasi dan uji determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh sinetron Anak Jalanan (X) terhadap perkembangan perilaku siswa SMKN 1 Sarudu. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t bahwa nilai signifikan 0,000 < 0,05 yakni 0,000<1,348. Korelasi antara variabel X dengan variabel Y tergolong kuat yakni 0,751. Hasil korelasi determinasi menunjukkan pengaruh perubahan perilaku siswa SMKN 1 Sarudu setelah menonton sinetron Anak Jalanan sebesar 0,564 atau 56,4 % sedangkan sisanya sebesar 43,6% adalah pengaruh dari luar.

Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Malikhah (2013), berjudul "Korelasi Pengaruh Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Perilaku Negatif Anak Usia Dini"

tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tayangan televisi dengan perkembangan perilaku negatif anak dan di Taman Kanak-kanak tersebut, dan seberapa besar hubungan tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proporsional random sampling. Data yang diperoleh diolah dengan bantuan SPSS versi 11.00 dengan statistik model linier, sebelum analisis dilakukan uji t, uji F

34

dan uji asumsi klasik yakni; uji Multikolinearitas, uji normalitas dan uji heterokedastitas. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengaruh tayangan televisi (X) dengan perkembangan perilaku negatif anak (Y) di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal V Kudus dengan hasil yang menunjukkan bahwa korelasi antara variable x dan y tergolong cukup. Nilai signifikan F hitung (38,019) > dari nilai F table (2,31) atau signifikan (0.00) < alpha (0.05), menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara variabel x dan y.

Didukung dengan hasil penelitian oleh Fauzia Rahmi (2017) berjudul "Pengaruh Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Perilaku Anak" Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tayangan televisi sinetron, film kartun animasi, dan hiburan musik terhadap perkembangan perilaku anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 90 orang dari murid. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dengan menggunakan presentase dan frekuensi untuk menentukan karakter setiap responden dan analisis statistik inferensial dengan analisis korelasi, analisis regresi linear sederhana serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis secara parsial (Uji t), tayangan televisi(X) berpengaruh terhadap perkembangan perilaku anak (Y) dengan nilai thitung4,264. Hal ini dapat dilihat bahwa nilai thitung> ttabel (4,264>1,987) maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya tayangan televisi (X) ada pengaruh terhadap perkembangan perilaku anak (Y) dan nilai 0,171 pada variabel perkembangan perilaku anak dapat dijelaskan oleh tayangan televisi, sedangkan sisanya 82,9%

perkembangan perilaku anak dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti sehingga tayangan televisi berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan perilaku negatif anak. Hal ini dapat dijelaskan oleh bukti yang menunjukan bahwa tayangan dapat menyebabkan perilaku yang tidak sesuai dengan perilaku anak pada umumnya.

Perbedaan dalam penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu pada penelitian ini berfokus pada anak usia dini dengan rentang usia 5-7 tahun, dimana pada rentang usia tersebut anak dapat mengamati dan menirukan segala sesuatu yang mereka lihat tanpa memperhitungkan baik buruknya perilaku tersebut.

35 2.7. Hipotesis dan Definisi Variabel

2.7.1. Hipotesis

Menurut Kriyantono (2006, hlm 28) hipotesis dapat diartikan sebagai pendapat yang kurang, maksudnya bahwa hipotesis merupakan pendapat atau pernyataan yang masih belum tau kebenarannya, masih harus diuji lebih dulu dan karenanya bersifat sementara atau dugaan awal. Penelitian yang merumuskan hipotesis merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Selanjutnya hipotesis, tersebut akan diuji oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini peneliti mengemukakan hipotesis penelitian sebagai berikut:

H0 : Tidak terdapat pengaruh antara tayangan sinetron Anak Langit terhadap perilaku imitasi anak usia dini di daerah Tlogomas.

H1 :Terdapat pengaruh antara tayangan sinetron Anak Langit terhadap perilaku imitasi anak usia dini di daerah Tlogomas.

2.7.2. Definisi Konseptual

Definisi konseptual merupakan penggambaran secara umum dan menyeluruh yang menyiratkan maksud dari konsep atau istilah tertentu. Menurut Hamidi (2010) Definisi konseptual adalah batasan tentang pengertian yang diberikan peneliti terhadap variabel-variabel yang akan diukur, diteliti, dan digali datanya. Definisi konseptual ini bertujuan untuk membatasi persoalan yang akan diteliti. Berdasarkan judul dari penelitian ini “Pengaruh Tayangan Sinetron Anak Langit Terhadap Perilaku Imitasi Anak Usia Dini didaerah Tlogomas” maka peneliti memberikan batasan agar tidak menimbulkan kesalahan pengertian.

Penelitian ini terdiri dari satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas (Independent variabel) ditandai dengan simbol X dan variabel terikat (dependent variabel) ditandai dengan simbol Y. Berikut adalah penjelasannya:

Variabel Bebas (Independent Variabel) Yang dimaksud dalam definisi konseptual pada variabel bebas ini adalah sinetron Anak Langit. Sinetron adalah pertunjukan suatu drama yang dibuat khusus untuk penayangan di media elektronik (televisi) yang ditayangkan dengan durasi waktu tertentu pada hari dan jam tertentu. Sinetron merupakan penyampai pesan dari stasiun televisi kepada masyarakat, sinetron dapat berfungsi sebagai alat media massa.

Variabel Terikat (Dependent Variabel) Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat

36

merupakan perilaku imitasi anak usia dini. Menurut Tim Sosiologi (dalam Dyah, 2012) imitasi adalah proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain melalui sikap, penampilan, gaya hidupnya, bahkan apa saja yang dimiliki oleh orang lain. Proses imitasi pertama kali berlangsung di lingkungan keluarga, ketika seorang anak menirukan kebiasaan-kebiasaan orang tuanya. Proses imitasi yang berlangsung dapat mengarah ke hal-hal positif maupun negatif.

Anak usia dini adalah anak yang berusia 0-8 tahun, menurut (Augusta, 2012) adalah individu yang unik dimana ia memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan dalam aspek fisik, kognitif, sosioemosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi yang khusus yang sesuai dengan tahapan yang sedang dilalui oleh anak tersebut.

2.7.3. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional yaitu petunjuk unsur penelitian bagaimana cara suatu variabel tersebut diukur (Hamidi, 2007). Dengan melihat definisi operasional sebuah penelitian, maka seorang peneliti akan mengetahui suatu variabel yang akan di teliti. Dengan kata lain definisi operasional merupakan indikator-indikator dari sebuah variabel.

Tabel 2.1 Definisi Operasional Variabel Pengaruh Sinetron Anak Langit Terhadap Perilaku Imitasi Anak Usia Dini didaerah Tlogomas

Judul Variabel Indikator Item Skala

Pengaruh

37

3. Matched-dependent behavior

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN PUSTAKA (Halaman 24-28)

Dokumen terkait