• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Terdahulu

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN TEORI (Halaman 33-37)

Setelah melakukan penelusuran baik di koleksi skripsi yang berada di jurusan Muamalah dan Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, penulis tidak menemukan penelitian yang berjudul ―Analisis Preferensi Konsumen untuk Berbelanja di Pasar Tradisional dan Pasar Modern‖, sebagaimana yang penulis angkat sebagai judul penelitian.

Namun, penulis mencoba menelusuri di media on line. Penulis menemukan berapa penelitian seperti skripsi dari Yeni Masni (2014) meneliti tentang

―Analisis Preferensi Konsumen dalam Berbelanja di Pasar Tradisional dan Pasar Modern di Kota Makassar‖. Hasil dari penelitian ini menggunakan model analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa selama periode penelitian variable umur tidak berpengaruh secara signifikan terhadap frekuensi konsumen berbelanja

70Mustafa Edwin Nasution, dkk. Pengenalan Ekslusif Ekonomi Islam, …, hlm. 159.

71Mustafa Edwin Nasution, dkk. Pengenalan Ekslusif Ekonomi Islam, …, hlm. 160.

72Mustafa Edwin Nasution, dkk. Pengenalan Ekslusif Ekonomi Islam, …, hlm. 160.

ke pasar modern maupun pasar tradisional di kota Makassar, sedangkan variable pendapatan rumah tangga berpengaruh negative signifikan dan variable pendidikan, rata-rata jumlah pengeluaran belanja ke pasar dan variable jenis pasar berpengaruh positif signifikan.

Sadino dan Joesron Alie Syahbana (2014) meneliti tentang ―Pasar Tradisional Versus Pasar Modern di Daerah Perkotaan (studi kasus: Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta)‖. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persaingan yang terjadi antara pasar tradisional versus pasar modern di daerah perkotaan meliputi aspek karakteristik, jangkauan pelayanan, preferensi serta persepsi konsumen terhadap kedua jenis pasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probabilitiy jenis purposive sampling untuk populasi jenis pasar dan teknik accidental sampling untuk populasi konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek karakteristik kondisi fisik, pasar tradisional masih kalah dibanding pasar modern. Dari aspek jangkauan pelayanan, pasar modern memiliki area pelayanan yang lebih luas. Preferensi belanja konsumen ke pasar tradisional masih lebih tinggi dari pada ke pasar modern. Analisis tabulasi silang menunjukkan adanya hubungan yang nyata antara variabel rentang usia dan pendidikan dengan pemilihan jenis retail (tradisional atau modern). Analisis persepsi konsumen menunjukkan keunggulan pasar modern dibanding pasar tradisional pada atribut keragaman, kualitas barang, kenyamanan, promosi serta lokasi.

Abdillah Burhanudin (2011) meneliti tentang ―Analisis Perilaku Konsumen pada Pembelian Daging Ayam Ras (Broiler Chicken) di Pasar Tradisional dan Pasar Modern Kota Jember‖. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen pada pembelian daging ayam di Jember adalah faktor produk dan sumber informasi, faktor pribadi, dan faktor psikologi. (2) segmen potensial konsumen di pasar tradisional diketahui konsumen dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi menjadi konsumen yang dominan dalam aspek tingkat pendidikan, konsumen sebagai ibu rumah tangga menjadi konsumen yang dominan dalam aspek jenis pekerjaan, konsumen pada

usia dewasa (30-49 thn) menjadi konsumen yang dominan dalam aspek usia dan konsumen dengan tingkat pendapatan rumah tangga Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000 menjadi yang dominan dalam aspek tingkat pendapatan rumah tangga. Dan segmen potensial konsumen di pasar modern diketahui konsumen dengantingkat pendidikan perguruan tinggi menjadi konsumen yang dominan dalam aspek tingkat pendidikan, konsumen sebagai pegawai swasta menjadi konsumen yang dominan dalam aspek jenis pekerjaan, konsumen pada usia dewasa (30-49 thn) menjadi konsumen yang dominan dalam aspek usia dan konsumen dengan tingkat pendapatan rumah tangga >7.000.000 menjadi yang dominan dalam aspek tingkat pendapatan rumah tangga. (3) Alasan konsumen membeli daging ayam di pasar tradisional yang paling dominan adalah konsumen sekalian berbelanja kebutuhan rumah tangga lainnya selain daging ayam ras, sedangkan alasan konsumen membeli daging ayam di pasar modern adalah disamping membeli daging ayam konsumen juga mempunyai motivasi yaitu jalan-jalan di pasar modern.

Arif Yudayana (2011) meneliti tentang ―Perilaku Konsumen dalam Berbelanja Pada Supermarket di Yogyakarta‖. Penelitian ini meneliti tentang perilaku konsumen dalam berbelanja pada supermarket di Wilayah Yogyakarta dengan tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam berbelanja pada supermarket di wilayah Yogyakarta, 2) Untuk mengidentifikasi faktor yang paling dominan dalam memilih suatu supermarket untuk berbelanja di wilayah Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Yogyakarta, menggunakan sampel sebanyak 90 orang yang diambel secara accident sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner yang dilengkapi dengan skala interval dari Likert dengan interval 5 rentangan yang diuji validitas serta reliabilitasnya. Untuk mencapai tujuan, analisis digunakan analisis regresi dan kontigensi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara manfaat yang ditawarkan dengan intensitas berbelanja serta adanya perbedaan perilaku dalam mencari manfaat berdasarkan berbagai karakteristik konsumen.

Husnul Chotimah (2010) meneliti tentang ―Analisis Aksebilitas Konsumen pada Pasar Tradisional dan Pasar Modern (Studi pada Pasar Tradisional

Wonokromo dan DTC/Darmo Trade Centre Surabaya). Tujuan penelitian ini adalah (a) untuk menganalisis faktor-faktor pribadi dan faktor-faktor retail mix secara bersama-sama dipertimbangkan konsumen dalam memilih tempat berbelanja dan (b) untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih tempat berbelanja anatara pasar tradisional dan modern. Lokasi penelitian di Surabaya, adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji validitas dan uji realibilitas, serta alat instrument menggunakan analisis faktor. Atribut atau variabel yang dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah faktor pribadi konsumen yang meliputi : kepribadian, usia, pekerjaan, kondisi keuangan, gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil rotasi dengan metode analisis faktor responden DTC disimpulkan bahwa 11 variabel dapat direduksi menjadi 3 faktor yaitu (a) faktor 1 meliputi variabel usia, pekerjaan, kondisi keuangan, gaya hidup, dan produk. (b) faktor 2 meliputi variabel harga, personalia, dan promosi. Dan (c) faktor 3 meliputi variabel kepribadian, lokasi, dan presentasi. Faktor-faktor yang paling dominan dipertimbangkan konsumen DTC diantaranya adalah faktor produk, lokasi, dan promosi. Sedangkan hasil rotasi dengan metode analisis faktor responden WK disimpulkan bahwa 6 variabel tersebut dapat direduksi menjadi 2 faktor yaitu (a) faktor 1 meliputi variabel harga, lokasi, dan promosi. (b) faktor 2 meliputi produk, personalia, dan presentasi. Faktor yang paling dominan dipertimbangkan konsumen pasar tradisional Wonokromo diantaranya faktor produk, harga, dan lokasi. (2) analisis uji beda dihasilkan rata-rata perilaku belanja konsumen, konsumen DTC sebesar 12,11 dan konsumen WK sebesr 103, 09.

Devi Nurmalasari (2007) meneliti tentang ―Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Saing dan Preferensi Masyarakat dalam Berbelanja di Pasar Tradisional‖. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa potensi dan kondisi faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing pasar tradisional, menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat dalam berbelanja di pasar tradisional dan merumuskan rekomendasi strategi yang dapat dilakukan pasar tradisional untuk meningkatkan daya saingnya. Metode yang digunakan

dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan porter‟s diamond untuk menganalisa potensi dan kondisi faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing pasar tradisional dan analisis statistik Regresi Binary dengan menggunakan model probit untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat dalam berbelanja di pasar tradisional.

Dalam penelitian ini, pengolahan data dengan menggunakan software SPSS 12, Microsoft Excel, dan Eviews 4.1. Berdasarkan hasil analisis porter‟s diamond didapatkan bahwa kondisi faktor: pasar tradisional merupakan wadah utama penjualan produk-produk kebutuhan pokok dan citra pasar tradisional buruk dimata konsumen baik dari bangunan maupun infrastrukturnya, kondisi permintaan : produk yang berkualitas terutama produk-produk segar dan pasar tradisional belum dapat memenuhi tuntutan diluar sisi harga seperti kenyamanan, dan pelayanan, strategi perusahaan, struktur dan persaingan : konsep tawar menawar dan belum ada aturan yang jelas dan tegas seperti peraturan presiden mengenai lokasi, komoditi, waktu operasi dan jarak antara pasar modern dan pasar tradisional, industri pendukung dan terkait : rantai distribusi barang masih panjang namun pasar tradisional mampu menyediakan barang dengan siklus harian sehingga barang lebih segar. Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat dalam berbelanja di pasar tradisional adalah variabel pendapatan, intensitas belanja, kualitas barang, kebersihan dan kenyamanan pasar. Semua variabel tersebut signifikan pada taraf nyata 10% dan berpengaruh positif sehingga semakin besar pengaruh dari variabel-variabel tersebut semakin besar pula peluang masyarakat dalam hal ini IRT yang preferensi belanjanya ke pasar tradisional. Walaupun untuk variabel pendapatan perlu didalami lebih lanjut karena hasilnya berbeda dengan hipotesis.

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN TEORI (Halaman 33-37)

Dokumen terkait