• Tidak ada hasil yang ditemukan

D. Manfaat Hasil Penelitian

6. Penelitian Terdahulu

20

diartikan sebagai pandangan yang melakukan perubahan yang mendasar sesuai

dengan interpretasinya terhadap realitas sosial atau ideologi yang dianutnya.

Radikalisme merupakan salah satu paham yang berkembang di masyarakat

yang menuntut adanya perubahan dengan jalan kekerasan. Jika ditinjau dari

sudut pandang keagamaan, radikalisme dapat diartikan sebagai sifat fanatisme

yang sangat tinggi terhadap agama yang berakibat terhadap sikap penganutnya

yang menggunakan kekerasan dalam mengajak orang yang berbeda paham

untuk sejalan dengan paham yang mereka anut.

Meningkatnya radikalisme dalam agama di Indonesia menjadi fenomena

sekaligus bukti nyata yang tidak bisa begitu saja diabaikan ataupun

dihilangkan. Radikalisme keagamaan semakin meningkat di Indonesia ini

ditandai dengan berbagai aksi kekerasan dan teror. Aksi teror tersebut telah

menarik banyak potensi dan energi kemanusian serta telah merenggut hak

hidup orang banyak termasuk orang yang sama sekali tidak mengerti

permasalahan ini.

Disinilah ulama diharapkan mampu meluruskan, memberi pemahaman

kepada umat mengenai agama Islam yang Rahmatan lil „Alamin dan

mencegah arus dari berbagai paham radikal yang akan merusak kesatuan dan

persatuan Negara Kesatuan Rapublik Indonesia (NKRI).

6. Penelitian Terdahulu

Adapun kajian hasil penelitian terdahulu yang dijadikan resume bagi

21

1. Laurentius Yananto Andi Prasetyo, “Peran Tokoh Lintas Agama

Dalam Menangkal Radikalisme Agama dan Implikaisnya Terhadap Ketahanan Wilayah studi pada Komunitas Tokoh Listas Agama di Kota Surakarta Jawa Tengah.” Tesis, Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada, 201327

Dalam penelitian ini peneliti mengguanakan metode kulalitatif.

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor penyebab

gerakan radikalisme, merumuskan peran lintas agama dan mengetahui

implikasi model peran tokoh listas agama dalam mendukung ketahanan

wilayah Kota Surakarta. hasil yang ditemukan yaituadanya beberapa factor

yang mempengaruhi proses radikalisasi agama, mulai konstelasi politik global,

factor ideoogi, factor pembiaran, factor ekonomi dan factor psikologis. Dari

kelima factor tersebut, factor ideologi dan factor pembiaran mempunyai peran

yang dominan. Persamaan dalam penelitian ini terletak pada foskus penelitian

yaitu penangkalan radikalisme dengan menggunakan metode penelitian

deskriptif kualitatif. Perbedaan terletak dari subjek dan lokasi penelitian. Jadi

dalam penelitian ini subjeknya tokoh lintas agama sedangkan lokasi

penelitiannya di Jawa Tengah.

27

Laurentius Yananto Andi Prasetyo, Peran Tokoh Lintas Agama dalam Menangkal Gerakan

Radikallisme Agama dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (studi pada Komunitas Tokoh Lisntas Agama di Kota Surakarta J awa Tengah). Jurnal Ketahanan Nasional, Nomer XIX

22

2. Hasbi Aswar, “Organisasi Nahdlatul Ulama Memerangi Radikalisme

Politik Islam di Indonesia.”28

Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dimana

peneliti melakukan observasi secara langsung ke objek penelitian. Tujuan

penelitian adalah untuk mendeskripsikan peran organisasi Nahdlatul Ulama di

Indonesia dalam memerangi radikalisme politik Islam di Indonesia Adapun

hasil dali penelitian ini, NU dalam membendung pengaruh gerakan-gerakan

Islam yang memperjuangkan khilafah, NU telah menempuh berbagai cara

baik dilakukan oleh setiap-individu-individu tokoh dan juga para ulama NU

maupun secara institutional . dalam hal ini secara individual, tokoh dan ulama

NU telah merespon dan menangkal ide-ide para pejuang khilafah melalui

berbagai forum dan tulisan baik melalui buku, majalah, maupun media

online. NU juga telah bekerjasama dengan berbagai aparat pemerintahan untuk

menyebarkan ide-ide Islam yang moderat untuk menagkal pengaruh

radikalisme di Indonesia.

Persamaan dalam penelitian ini adalam terdapat pada subjek penelitian

yang meneliti mengenai peran Nahdlatul Ulama dalam memerangi

radikalisme. Perbedaan dalam penelitian ini adalah jika dalam penelitian ini

meneliti organisasi Nahdlatul Ulama, namun dalam penelitian yang akan

diteliti peneliti meneliti peran ulama Nahdlatul Ulama. Selain itu jika dalam

28 Hasbi Anwar, Organisasi Nahdlatul Ulama Memerangi Radikalisme Politik Islam di

Indonesia, Tesis, Hubungan Internasional, Fakultas Psikologi dan Ilmu S osial Budaya Universitas

23

penelitian ini lokasi penelitian nya di Indonesia, nmaun dalam penelitian yang

akan diteliti hanya mencakup wilayah Provinsi Jawa Timur saja.

3. Muslihun, “Dakwah dan Radikalisme (studi pada Kiai di Desa

Kandang Semangkon Paciran Lamongan)”29

Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian ini menggunakan

metode penelitian dekriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil

dari penelitian ini menunjukkan terdapat beberapa pean kiai dalam

membendung radikalisme di desa Kandang Semangkon Paciran Lamongan di

antaranya mendorong tumbuh dan kembangnya pemahaman serta

implementasi nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama‟ah, membuat sosialisasi

internal tentang bahaya radikalisme melalui forum jama‟ah tahlil dan

istighosah, memberikan wawasan keislaman tentang konsep Islam Rahmatan

lil‟alamin, memberikan teladan berupa perilaku yang mencerminkan

pelaksanaan Islam moderat, menyelenggarakan pembinaan dan pembebntukan

kader. Sedangkan metode dakwah kiai dalam membendung radikalisme di

Desa Kandang Semangkon Paciran Lamongan antara lain: metode dakwah bil

hal dengan akulturasi budaya melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, metode

dakwah bil hal melalui “GerakanMaghrib Mengaji”, metode dakwah ceramah

melalui khuthbah Jum‟at dan metode dakwah mujaddalah dengan cara

kaderisasi ideologi aswaja terhadap masyarakat.

29 Muslihun, “Dakwah dan Radikalisme (studi pada Kiai di Desa Kandang Semangkon Paciran

24

Persaman dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti tentang

radikalisme keagamaan serta sama-sama menggunakan metode kualitatif.

Sedangkan perbedaannya terletak pada fokus masalah. Fokus masalah pada

penelitian ini adalah peran ulama dalam menangkal paham radikalisme,

sedangkan fokus masalah pada penelitian sebelumnya adalah dakwah kiai

dalam membendung radikalisme.

Tabel 1.1 Penelitian Terdahulu

No Penulis Judul Persamaan Perbedaan

1 Laurentius Andi Prasetyo Peran Tokoh Lintas Agama Dalam Menangkal Radikalisme Agama dan Implikaisnya Terhadap Ketahanan Wilayah studi pada Komunitas Tokoh Listas Persamaan dalam penelitian ini terletak pada foskus penelitian yaitu penangkalan radikalisme dengan menggunakan metode penelitian

Perbedaan terletak dari

subjek dan lokasi

penelitian. Jadi dalam

penelitian ini

subjeknya tokoh lintas

agama sedangkan

lokasi penelitiannya di

25 Agama di Kota Surakarta Jawa Tengah deskriptif kualitatif

2 Hasbi Anwar Organisasi

Nahdlatul Ulama Memerangi Radikalisme Politik Islam di Indonesia Persamaan dalam penelitian ini adalam terdapat pada subjek penelitian yang meneliti mengenai peran Nahdlatul Ulama dalam memerangi radikalisme Perbedaan dalam

penelitian ini adalah

jika dalam penelitian

ini meneliti organisasi

Nahdlatul Ulama,

namun dalam

penelitian yang akan

diteliti peneliti

meneliti peran ulama

Nahdlatul Ulama.

Selain itu jika dalam

penelitian ini lokasi

penelitian nya di

Indonesia, nmaun

dalam penelitian yang

akan diteliti hanya

mencakup wilayah

Provinsi Jawa Timur

26

3 Muslihun Dakwah dan

Radikalisme (studi pada Kiai di Desa Kandang Semangkon Paciran Lamongan) Persaman dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti tentang radikalisme keagamaan serta sama-sama menggunakan metode kualitatif. Perbedaannya

terletak pada fokus

masalah, fokus

masalah pada

penelitian ini adalah

peran ulama Nahdlatul Ulama dalam menangkal paham radikalisme, sedangkan fokus masalah pada penelitian sebelumnya adalah

dakwah kiai dalam

membendung

27