Beberapa penelitian penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan penelitian ini akan dikemukakan sebagai berikut:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Sabihani, Lisetiyana, Astuti tentang An Experimental Study of Total Quality management Application in Learning
Activity : Indonesia’s Case Study121 . Fokus penelitian ini adalah pada manajemen operasi, manajemen layanan, dan manajemen operasi internasional. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa melalui aplikasi
121
Sabihani, dkk, An Experimental Study of Total Quality management Application in Learning Activity : Indonesia’s Case Study, (Journal Pak J Commer.Soc.Sci, Vol I, 2010), h. 1-21.
Total Quality Management in Education (TQME) yang dilakukan secara konsisten melalui peningkatan proses pendidikan yang terus menerus, maka Indonesia akan memenangkan persaingan global yang sangat kompetitif. Oleh karena itu diperlukan perbaikan sistem dalam manajemen proses dengan menciptakan lingkungan, pengembangan staf yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Kosasih122, tentang Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan (Strategi Peningkatan Kinerja Kepala Sekolah dan Guru melalui MKKS dan MGMP dalam pembelajaran pada SMP Negeri di Kabupaten Garut), berkesimpulan bahwa peningkatan mutu pendidikan, khususnya peningkatan kinerja kepala sekolah dan kinerja guru pada tiga SMP di Kabupaten Garut dapat dilakukan melalui pemberdayaan MKKS dan pemberdayaan MGMP, dalam hal ini MKKS dan MGMP merupakan wadah pembinaan, pusat belajarnya kepala sekolah dan guru, puast informasi, pusat diklat, seminar, lokakarya, peningkatan kemampuan kepemimpnan, manajerial, proses pembelajaran serta peningkatan kompetensi lainnya. Faktor penghambat diantaranya: (1) Kesadaran guru itu sendiri; (2) Finansial; (3) Sarana prasarana; (4) Letak geografis antara sekolah dengan tempat tinggal. Strategi kepala sekolah dan guru dalam mengatasi hambatan adalah dengan: (1) Meningkatkan motivasi diantara kepala sekolah dan guru; (2) Iuran secara sukarela; (3)
122
Ahmad Kosasih, Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan (Strategi Peningkatan Kinerja Kepala Sekolah dan Guru Melalui MKKS dan MGMP Dalam Pembelajaran Pada SMP Negeri di Kabupaten Garut), diakses dari https://anekaproposal.wordpress.com, pada tanggal 3 Mei 2016 pukul 16.30 WIB.
Mengoptimalkan MKKS dan MGMP; (4) Menjadikan sekolah-sekolah yang secara sarana prasarana lebih lengkap untuk dijadikan tempat pembinaan; (5) Membentuk keanggotaan MKKS dan MGMP disesuaikan dengan tempat tinggal kepala sekolah dan guru. Rekomendasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Sub Seksi SLTP, para Kepala UPTD dan para pengawas, antara lain perlu partisipasi secara optimal dari para pengambil kebijakan dan seluruh elemen pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Aan Rohanda123, tentang Manajemen
Peningkatan Mutu Pendidikan pada SMP Rintisan Standar Nasional,
berkesimpulan bahwa kinerja organisasi, berfikir, berperilaku dan bertindak menarik untuk dikaji secara mendalam dalam dunia pendidikan karena berdasarkan realitas di lapangan (sekolah) belum mendapat perhatian secara optimal dari semua unsur warga sekolah. Dari semua unsur sekolah belum secara optimal tertanam cara berfikir, bertindak, berperilaku dan bertindak yang berorientasi pada mutu sebagaimana diisyaratkan dalam MMT pendidikan. Oleh karena itu menciptakan mutu pendidikan dengan menerapkan manajemen mutu terpadu menjadi sesuatu yang sangat perlu mendapat perhatian. Dengan demikian setiap sekolah dituntut untuk melaksanakan manajemen mutu secara terpadu, dengan harapan agar mutu pendidikan cepat terwujud. Dalam pelaksanaan
123
Aan Rohanda, Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan pada SMP Rintisan Standar Nasional,diakses dari https:/anekaproposal.wordpress.com, pada tanggal 3 Mei 2016 pukul 16.00 WIB.
manajemen mutu terpadu terdapat faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi terhadap pelaksanaan manajemen mutu terpadu di sekolah. Faktor pendukung dalam melaksanakan manajemen mutu di SMPN RSSN meliputi: manajemen terpusat pada pelanggan; materi pembelajaran yang disusun sudah sesuai dengan kebutuhan; sudah bersifat obsesi; sekolah telah berupaya memenuhi target; sudah menggunakan pendekatan ilmiah; memiliki komitmen yang panjang; memiliki tim yang solid. Faktor pengambat dalam pelaksanaan manajemen mutu terpadu antara lain: pendelegasian tanggung jawab dan kebijakan; team mania; proses penyebarluasan. Upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam mengatasi hambatan tersebut antara lain (1) pembinaan intern sekolah; (2) pemberdayaan MGMP; (3) mengikusertakan guru dalam berbagai kegiatan pelatihan, seminar, lokakarya, dan lain-lain. Hasil yang dicapai oleh ketiga RSSN yang diteliti adalah masing-masing sekolah telah melaksanakan delapan standar nasional pendidikan yaitu : standar isi; proses; kelulusan; pendidik dan tenaga kependidikan; sapras; pengelolaan; dan pengembangan standar penilaian pendidikan.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Endra Nirwaningsih 124 tentang Implementasi Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Pada SMA Negeri 1 Pejagoan Kabupaten Kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) yang dilihat dari (1) kesiapan input pendidikan yang
124
Endra Ningsih,Implementasi Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Pada SMA Negeri 1 Pejagoan Kabupaten Kebumen, diakses dari http://eprints.uny.ac.id/322/, pada tanggal 5 Mei 2016 pukul 19.30 WIB.
mendukung imlementasi program MPMBS; (2) keterlibatan warga sekolah dan masyarakat dalam implementasi program MPMBS; (3) ketercapaian sasaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan program MPMBS; (4) faktor yang menjadi pendukung dan penghambat implementasi kebijakan MPMBS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek peneliti meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua siswa dan komite sekolah. Sampel penelitian ditentukan dengan populasi dan purposive sampling. Kepala sekolah dan wakasek bagian kurikulum, sebagai responden diambil secara populasi. Guru, tenaga kependidikan, siswa, komite sekolah dan orang tua siswa diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi. Instrumen dari penelitian ini adalah peneliti dilengkapi dengan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan metode. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan verification. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Kesiapan input pendidikan sudah siap dan cukup optimal, meskipun sebagian kecil warga sekolah ada yang belum memahami visi, misi, tujuan, sasaran dan program sekolah. Keadaan dan kualifikasi tenaga kependidikan sudah memadai, namun dari empat puluh satu orang guru ada dua orang guru yang mengajar belum sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Sarana prasarana termasuk media, sumber belajar dan alat penunjang pendidikan jumlahnya sudah memadai. (2)
Keterlibatan warga sekolah dan masyarakat dalam implementasi MPMBS sudah dilakukan dengan baik, yaitu dalam menyusun program, pengambilan keputusan, dan alokasi anggaran. (3) Ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan di SMA N 1 Pejagoan dalam perencanaan program MPMBS cukup optimal, yaitu adanya peningkatan prestasi akademik dan non-akademik. Prestasi akademik dilihat dari nilai ujian akhir nasional tiap tahun mengalami peningkatan dan penurunan. Dalam hal perlombaan prestasi siswa baik, lulusan sebagian besar melanjutkan dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri. (4) Faktor-faktor yang mendukung adalah sumber daya manusia yang memadai, ketersediaan dana pendidikan, kerjasama warga sekolah yang baik dan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, sedangkan faktor yang menghambat adalah siswa yang bertempat tinggal jauh dari sekolah banyak pengaruh negatif, dan partisipasi masyarakat rendah.
5. Penelitian yang dilakukan oleh Diah Kumalasari 125 Tentang Upaya Meningkatkan Mutu Sekolah Melalui Manajemen Tenaga kependidikan Di SMK Al-Hikmah Dusun Gubuk Rubuh Getas Playen Gunung Kidul Yogyakarta. Fokus dalam penelitian ini adalah pada kondisi mutu sekolah beserta pelaksanaan manajemen tenaga kependidikannya, upaya yang dilakukan serta hasil yang dicapai dalam meningkatkan mutu sekolah melalui manajemen tenaga kependidikan di SMK Al-Hikmah Gubuk Rubuh beserta hasil yang dicapai.Penelitian ini bersifat kualitatif.
125
Diah Kumalasari, Upaya Meningkatkan Mutu Sekolah Melalui Manajemen Tenaga kependidikan Di SMK Al-HikmahDusun Gubuk Rubuh Getas Playen Gunung Kidul Yogyakarta, diakses dari http://digilib.uin-suka.ac.id, pada tanggal 4 Mei 2016 Pukul 16.00 WIB.
Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) SMK Al-Hikmah Gubuk Rubuh telah mengalami peningkatan mutu yang baik serta pelaksanaan manajemen yang jelas dan sistematis. Adapun pelaksanaan manajemen membutuhkan sistem informasi manajemen kepegawaian yang bagus yang mampu menampilkan berbagai informasi kepegawaian yang akurat dan terkini serta mampu mendukung proses kerja manajemen SDM. (2) Upaya-upaya yang dilakukan SMK Al-Hikmah Gubuk Rubuh dalam meningkatkan mutu sekolahnya sudah baik. Hal ini dapat terlihat dari hasil yang dicapai, meningkatnya peminat calon siswa yang mendaftar, pembagian tugas telah sesuai dengan keahlian, mampu membekali siswa dengan keahlian dan keterampilan,berbagai prestasi yang diperoleh, sekolah terakreditasi dan kelulusan mencapai 100 %.
6. Penelitian yang dilakukan oleh Al-Mawadi126tentang Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan di MAN Maguwoharjo Sleman Yogyakarta. Penelitian ini berfokus pada upaya-upaya yang dilakukan oleh madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikannya. Pengumpulsan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan (1) Kepala Madrasah sebagai pucuk kepemimpinan pendidikan mengajak bekerjasama kepada semua pihak baik orang tua siswa, warga sekolah, masyarakat, stakeholder dan instansi swasta maupun pemerintah. (2)
126
Al-Mawadi, Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan di MAN Maguwoharjo Sleman Yogyakarta, diakses dari http://digilib.uin-suka.ac.id/837/, pada tanggal 5 Mei 2016 pukul 19.30 WIB.
dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di madrasah tersebut maka guru diberikan tugas untuki meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam proses pembelajaran. (3) sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah membangun diri dengan bagi semua warga sekolahuntuk disiplin, harmonis dan saling memotivasi antara satu dengan yang lain, (4)Adanya usaha-usaha untuk meningkatkan sarana dan prasarana sebagai pendukung kegiatan belajar yang efektif dan efisien.
7. Penelitian yang dilakukan oleh Mu’alimin127 tentang Peningkatan Mutu pada Sekolah Islam Berprestasi. Fokus penelitian pada perencanaan peningkatan mutu, upayapeningkatan mutu, penilaian peningkatan mutu. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dengan metode kualitatif-fenomenologis. Rancangan penelitian menggunakan multi kasus yang dilakukan di SD Muhammadiyah I Sidoarjo dan SD Khadijah Surabaya. Pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan: Pertama, Perencanaan peningkatan mutu dengan didasarkan pada visi, misi sekolah, dengan melakukan penguatan pada daya saing pendidikan ditingkat nasional, regional dan internasional yang dituangkan dalam rencana strategis. Kedua, Upaya peningkatan mutu dilakukan melalui: networking dan school sister dengan sekolah berkualitas baik ditingkat nasional maupun internasional, Pengembangan sarana pendidikan dengan berbasis pada ICT, Pengembangan pembelajaran dengan strategi pembelajaran
127
Mu’alimin, Peningkatan Mutu pada Sekolah Islam Berprestasi (Disertasi), (Malang: Perpustakaan Pascasarjanai UIN Maliki Malang, 2013), h. i.
yang inovatif dan kreatif. Ketiga, Penilaian peningkatan mutu dilakukan secara internal dan eksternal dengan menggunakan hasil penilaian sebagai bahan untuk melakukan tindak lanjut dalam melakukan peningkatan mutu berikutnya.
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian penulis, dapat disimpulkan bahwa:judul penelitian penulis yang berbunyi “Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah/Madrasah” baik secara substansi materi maupun informasi yang diteliti tidak persis dengan judul penelitian yang terdahulu.